AFTER ALL
Keping Tujuh Belas
Genre : Romance , Hurt/Comfort,
Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim
Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook,
the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang
membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
Nan ajikdo neoreur bomyeon gaseumi
apa, Keumsaerado nunmuri ssodajilga bwa, Aesseo nan babocheoreom utgo ittneun
geol oreuni? saranghae saranghae yaksokhalke, Mianhae mianhae dorawajwo Press
the reset
Even now when I look at you my heart
hurts, I try hard not to let my tears fall, Don't you know that I'm smiling
like e fool? I Love You I Love You I Promise You, I'm Sorry I'm Sorry, Come
back to me, press the reset. (Reset – Super Junior)
."Ish! Kenapa jantungku jadi berdebar tak karuan seperti ini? Seperti akan kencan pertama saja," gumamnya setelah memberi sedikit semprotan minyak wangi pada tubuhnya. Sama sekali tidak akan mengira bahwa kekecewaanlah yang akan didapatkannya.
'Teeettt… Teeettt…'
Kyuhyun sedikit tersentak mendengar bell pintu depan dorm Super Junior. Namja itu mencoba mengembangkan senyumnya dan melangkah cepat ke arah pintu.
"Kenapa lama sek—," ucapannya terhenti saat mendapati petugas keamanan apartemenlah yang berdiri di depan pintu dormnya.
"Ada kiriman untuk anda Cho-ssi," katanya dengan mengangkat sebuah kotak berlapis kain bunga-bunga pink. Dia tahu dari siapa dan berisi apa kotak itu.
Seketika rasa puasnya lenyap begitu saja, dengan kesal dia meraih kotak makanan milik Sungmin dari petugas itu dan meraih ponselnya. Menekan sebuah dial number dengan cepat dan…
"Ya! Kenapa yang datang cuma makanannya?" Kyuhyun berseru kesal.
"Kau bilang kau ingin makan masakanku Kyunieya, itu masakanku kok~" terdengar suara lembut yeoja itu. Kyuhyun mendengus kesal dan meletakkan kotak itu dengan kasar di atas meja di depan televisi.
"Aku tidak mau makan kalau tidak ada kau! Aku mau aku mati ya? Ya sudah aku mati saja, aku mau mati kelaparan saja!" teleponpun tertutup.
Dengan kesal namja itu melempar ponselnya ke sofa sebelum melempar dirinya ke sofa yang sama. Benar-benar menyebalkan! Apa pekerjaan-pekerjaan itu lebih penting dari dirinya? Kenapa masih saja sulit untuk menjadi yang nomor satu untuk yeoja itu sih? Setelah Siwon pergi, sekarang malah pekerjaan-pekerjaan sialan itu datang.
"Kami pulang~" terdengar suara Eunhyuk dari arah pintu depan, di ikuti suara langkah orang yang mendekat.
"Ya! Kyu, kenapa kau menekuk wajahmu seperti itu?" tanya si Monyet Super Junior itu. namja penyuka pisang itu duduk di sofa lain dan meraih remote TV.
"Minnie sudah tak peduli lagi padaku Hyung," adu Kyuhyun, namja itu bangkit dan menatap Eunhyuk yang memandangnya tertarik.
"Ada apa lagi?" Eunhyuk bertanya sabar.
"Apa ini? Baunya wangi seka—"
"HIYAA! ! ! JANGAN SENTUH MASAKAN MINNIEKU! !" teriak Kyuhyun dan dengan cepat menarik kotak makanan Sungmin, menyelamatkannya dari tatapan lapar Donghae.
"Itu dari Minnie? Boleh aku mencobanya Kyunieya~ aku lapar sekali," rajuk namja fishy itu.
"YA! Andhweyo ini masakan penuh cinta dari Minnie, cuma aku yang boleh memakannya!" Kyuhyun berkeukeuh.
"Kau kelihatannya tidak lapar Kyu, tadi saja kau malah tiduran, bagilah sedikit pada hyungmu ini Kyu~," Donghae mencoba menampilkan wajah aegyonya yang sayangnya sama sekali tidak berefek pada Kyuhyun yang terbiasa dengan aegyo dosis tinggi milik Sungmin.
"Aku lapar hyung! Dan aku akan menghabiskannya dengan cepat!" seru Kyuhyun dengan semangat kekesalannya, namja itu membuka taplak pink yang melapisi kotak bekalnya dan membuka bekal itu.
Yes! Kimbab!
Namja itu tersenyum dengan mata berbinar menatap gulungan nasi berlapis rumput laut itu. Dengan penuh semangat, namja itu bangkit membawa kotak bekal Sungmin menuju meja makan. Meninggalkan Donghae yang menatap iri padanya.
"Hyukieya~ buatkan aku kimbab juga Hyukieya~"
"Ish! Hae.. aku tidak bisa membuat Kimbab. Ini, makan pisang saja!"
.
.
Sungmin mendengus kesal sembari menendang-nendang kecil pintu lift di depannya. ARGH! Kenapa dia mau saja di suruh datang ke tempat namja manja itu? Ugh! Gara-gara dia, Sungmin terpaksa meninggalkan Taemin kantornya sendirian sementara Ryeowook baru bisa datang ke Pumpkins sejam lagi setelah kuliahnya selesai.
Dia benar-benar ingin mengutuki namja manja yang bisa-bisanya merajuk seperti itu dan mengancamnya dengan ancaman kekanakan seperti 'tak mau makan'. Dan sialnya, kenapa dia bisa luluh dan melangkahkan kakinya ke tempat ini?
'Ting'
Pintu lift terbuka di dapan lorong lantai dua belas. Tempat di mana dorm Super Junior berada. Sungmin kemudian melangkahkan kakinya, sedikit lebih anggun karena bagaimanapun dia tak mau terlihat bar-bar di depan orang lain. Cukup Kyuhyun saja yang tahu seberapa bar-barnya dia saat kesal.
Sungmin menekan bell dan tak berapa lama Eunhyuk membukakan pintunya. Namja itu tersenyum ramah menyambut Sungmin dan menanyakan perkembangan Pumpkins yang tentu saja Sungmin jawab dengan semangat. Dia sangat suka kalau ada yang menanyakan tentang usahanya.
"MINNIE noona! Kau bawa kimbab lagi?"
Sungmin memutar kepalanya menghadap ke arah Donghae yang tengah berjalan ke arahnya.
"Aniyo," jawab Sungmin. "Hae mau kimbab juga?"
"Ne! Kau mau membuatkannya? Aigo-aigoo~ Noona... bagaimana kalau kau jadi yeojachinguku saja dan membuatkan kim— ARGH!" Donghae berjengit saat mendapat lemparan sepatu yang untung saja bisa di hindarinya. Sebenarnya bukan sepatu itu yang di takutinya, melainkan baunya yang maha dasyat itu!
"Magnae ada di dapur, Noona ke sana saja," ujar Eunhyuk, mengalihkan perhatian Sungmin dari Donghae yang tampak waspada.
Sungmin mengangguk dan segera melangkah ke arah dapur dorm itu berada. Yeoja itu sedikit berdecak kagum melihat betapa berantakannya dorm itu. Dia bisa maklum sih, mengingat semua penghuninya adalah namja. Tapi apa mereka tidak berpikir untuk mengundang petugas kebersihan setiap hari?
Dan yeoja itu semakin membulatkan matanya kagum saat memasuki dapur dorm Super Junior di mana di bagian kanannya terdapat sebuah meja besar dan di meja itu terdapat seorang namja yang tengah menikmati kotak makanan buatannya di sana.
"Bukannya tadi kau bilang ingin mati kelaparan?" Sungmin bertanya sarkatik.
Gerakan Kyuhyun terhenti, dan dengan kaku namja itu mengangkat wajahnya menatap Sungmin. "Chagiya~ aku harus menyelamatkannya dari perut lapar Hae hyung!"
Sungmin mendengus melihat tatapan memohon dari kyuhyun. "Ya sudah, karena kau sudah makan aku pulang saja," ujar Sungmin melengos hendak pergi.
"Andwae!" Kyuhyun berseru dan dengan ajaib namja itu telah tiba di belakang Sungmin dan mencengkram pergelangan tangannya. "Karena kau sudah di sini kau harus menyuapiku!"
Sungmin membulatkan matanya dan mengerucutkan bibirnya, kaget dan sebal. "Aku tidak mau!"
"Aku tidak akan makan lagi!"
"Kalau begitu buatku saja," celetuk Donghae yang tiba-tiba muncul di pintu dapur.
"AISH!" Kyuhyun mendesis sebal pada Donghae. "Minnie Chagi~" rengek Kyuhyun.
"Aish! Jangan memanggilku seperti itu lagi!"
"Chagiya~"
"Ghhh!" Sungmin mulai tak sabar dengan tingkah Kyuhyun, yeoja itu menghentak tangannya dan berkata ketus. "Kau makan sendiri, aku mau membantu Hae membereskan dorm ini."
"Mwo?" Kyuhyun dan Donghae sama-sama membulatkan matanya. Terutama Donghae yang hampir saja tersedak air minumnya.
"N-Noona, kapan aku bilang mau memberes—"
"TIDAK ADA YANG MEMBANTAH!" Sungmin berseru, membuat dua namja yang hendak protes itu terpaksa menelan ludahnya. "Panggil Hyukie juga, kita bereskan dorm ini. Setelah makan kau juga harus membereskan dorm ini, Kyu. Ish! Bagaimana bisa ada enam idola yang tinggal di kandang tikus? Ah, kandang tikus mungkin lebih rapi!"
.
.
"Huaaahhh Capeknya!" Seru Eunhyuk dengan melemparkan dirinya di atas sofa di samping Donghae. "Pokoknya kita harus meminta imbalan pada Teukie Eomma, Kangin Appa, dan Yesung hyung."
Sungmin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan meletakkan sebuah nampan besar di atas meja. Menjadi hiburan tersendiri juga melihat tiga namja itu mengeluh, terbatuk, bersin dan menutup hidungnya rapat-rapat saat membersihkan dorm.
"Hyung, ambil minumanmu lalu pergilah... aku mau berduaan dengan Minnie chagi-Ku," ujar Kyuhyun dengan entengnya, namja evil itu mengambil dua gelas dari atas nampan dan menyerahkannya pada Donghae dan Eunhyuk disertai tatapan mengusir.
"Ya, Kyu! Kau ini tidak sopan sekali," desis Sungmin, yeoja itu pun meraih gelasnya dari atas nampan dan pergi dari hadapan mereka.
"Ya! Chagiya, kau mau ke mana?"
Sungmin hanya mendengus mendengar panggilan Kyuhyun dan terus berjalan menuju balkon dorm. Dengan gerakan pelan, yeoja itu menggeser pintu kacanya, membiarkan angin di ketinggian lantai dua belas menerpa dirinya.
"Jadi kau ingin berdua-duaan denganku di sini? Kenapa tidak bilang saja Chagiya."
"Sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu! Cuma kekasihku yang boleh memanggilku seperti itu!" kesal Sungmin dengan mendorong bahu Kyuhyun karena merasa Kyuhyun berdiri terlalu dekat dengannya.
"Aku kekasihmu! Lagi pula Wookie hyung juga memaggilmu seperti itu tapi kau tidak protes,"
"Aku bukan kekasihmu! Kita sudah putus dan Wookie itu orang yang kusayangi dan menyanyangiku, tentu saja boleh!"
"Jangan mengatakan sayang pada namja lain selain aku Sungmin!" kesal Kyuhyun. Namja itu menatap tajam Sungmin demi menegaskan perintahnya. "Lagi pula, kapan kita putus? Aku tidak pernah bilang aku memutuskanmu."
Sungmin mencibir mendengar jawaban Kyuhyun yang seenaknya saja. "Tapi kau meninggalkanku dulu," ujar Sungmin yang segera menyesali kata-katanya saat melihat raut wajah Kyuhyun yang tiba-tiba menjadi sendu.
Yeoja itu diam dengan tak nyaman sambil terus mengamati gestur Kyuhyun yang menunduk dengan kilas penyesalan yang terlihat di sana. "Kyu—."
"Itu karena aku bodoh. Aku menyesal, sungguh-sungguh menyesal. Aku sangat bodoh sampai-sampai tidak menyadari perasaanku sendiri, dan aku sangat takut... aku takut tidak bisa meraihmu lagi," Kyuhyun menengadah dan menatap Sungmin dalam-dalam. "Minnieya, kumohon jangan pergi terlalu jauh agar aku bisa meraihmu lagi."
Sungmin terkesiap. Kata-kata itu bukan sekedar rayuan atau permohonan. Kata-kata itu terdengar begitu pilu dari bibir tebal Kyuhyun, kata-kata itu... terdengar seperti rintihannya. Figure Kyuhyun terlihat begitu lemah, seakan bisa hancur hanya dengan sebuah pukulan.
"Kyuh...," Sungmin mendesah berat, tangannya terangkat untuk mengusap rahang kokoh Kyuhyun. Iris foxynya menatap rindu pada sosok itu dan tanpa banyak kata lagi dia menyandarkan kepalanya di dada bidang itu. Memeluk dan menyesap aroma maskulin yang begitu khas milik namja itu, begitu rindu dan begitu mendamba.
Keduanya diam. Sementara Sungmin masih mencoba menyesapi aroma hangat dekapan Kyuhyun, namja itu justru tengah berpijak pada kebimbangan. Arti dari pelukan ini... penerimaan atas perasannya kah? Atau hanya sebatas keibaan seperti yang dulu sering Kyuhyun lakukan demi memberi sedikit senyum pada yeoja itu?
Kyuhyun ingin bertanya, menanyakan dan mendengar langsung jawabannya dari yeoja itu. Tapi hatinya takut, takut kekecewaan yang akan di dapatnya bila ternyata yeoja itu menolaknya lagi.
Kyuhyun pun mengecup ubun-ubun Sungmin dengan perlahan, mendekap erat dengan mengusap punggung yeoja itu. Berharap Sungmin akan merasa nyaman dalam dekapannya dan pelukan ini tidak segera berakhir. Bila perlu... untuk selamanya, tak ingin melepasnya.
.
.
"Minnie noona... bisa tolong bantu aku di sini?"
Sungmin memutar kepalanya dan melihat kepala Ryeowook yang menyembul dari balik pintu kamarnya. Sungmin meletakkan wortel dan pisau di tangannya, lalu membungkuk sebagai tanda pamit pada Eomma Ryeowook yang tengah memasukkan air santan ke dalam tanakan beras.
Hari ini adalah hari yang spesial bagi namdongsaengnya itu. Malam ini, tiga jam terhitung dari waktu saat ini, Yesung akan melamar Ryeowook di depan keluarga besar Ryeowook yang kebetulan hanya terdiri dari Eommanya saja.
Bukan hanya Sungmin yang tengah berada di rumah mungil Ryeowook, tetapi Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun yang sedari pagi terus membantu mendekor rumah mungil ini. Pertunangan yang tentu saja di sembunyikan dari publik ini terkesan begitu sederhana. Selain hanya bertempat di rumah mungil yang bahkan catnya masih basah karena Eunhyuk, Donghae dan Kyuhyun baru saja menyelesaikan pekerjaan itu, juga karena Ryeowook memang tak punya banyak keluarga.
Sungmin masuk ke dalam kamar Ryeowook yang pintunya di biarkan terbuka. Namja itu terlihat berbeda setelah seminggu ini Sungmin dengan ketat mengawasi jadwal lulur dan makannya. Meski belum termake up, wajah itu telah terlihat berseri dengan rona merah tipis yang berkumpul di pipinya.
"Waeyo, Wookie?"
"Kau yakin aku bisa memakai ini? apa ini tidak terlalu sederhana?"
Sungmin menatap Ryeowook lembut dan mengangguk singkat, lalu mengambil setelan celana hitam dan kemeja biru muda dengan rompi putih itu dari tangan Ryeowook. "Ini harus tetap rapi sampai nanti malam Wookie. Dan kau tak perlu khawatir tentang pantas atau tidak pantas, Ryeowook yang kukenal adalah namja yang sederhana tapi begitu menarik, jadi kenapa harus menampilkan sosok lain kalau seorang Ryeowook saja sudah cukup?"
Ryeowook tersenyum memandang punggung Sungmin yang tengah mengantung bajunya di dalam lemari lagi. Namja itu pun memeluk Sungmin saat Sungmin berbalik, pelukan yang begitu hangat.
"Aku beruntung memilikimu, Noona chagiya."
"Ne.. ne... aku tahu aku membawa banyak keberuntungan untuk disekitarku. Ah! Kau belum memakai masker alpukatnya kan? Cepat pakai, Oh Tuhan... kau harus cepat, kau juga belum berendam di rempah-rempah!"
"Ya, Noona~ aku ini namja," gumam Ryeowook dengan kesal, dia selalu tidak suka kalau Sungmin mulai cerewet soal hal-hal seperti itu.
Sungmin tak menerima bantahan, yeoja itu segera mengeluarkan se-tube penuh masker alpukat, membaringkan Ryeowook di atas tempat tidur dan mulai mengoleskan masker itu ke wajah dan seluruh tubuhnya. Shhh... jangan membantah! Sungmin tahu masker itu masker wajah, tapi tak ada salahnya jugakan kalau dipakai di tangan dan kaki Ryeowook yang berambut tipis itukan?
.
Tepat pukul tujuh, Yesung datang bersama Appanya, Leeteuk serta Kangin. Pihak Ryeowook pun menyambut kedatangan mereka dengan segelas teh. Sepanjang acara minum teh, Sungmin perhatikan raut wajah Appa Yesung yang terlihat kaku dan sering menggosok tangannya dengan gugup. Sambutan minum ter sederhana itu berlangsung hanya sekitar sepuluh menit dan seusai acara minum teh, Sungmin, Kyuhyun dan yang lain mundur dengan hormat membiarkan kedua keluarga untuk saling berbicara secara tertutup.
Tepat setengah jam kemudian, Ryeowook masuk ke dapur tempat Sungmin dan yang lain menunggu dengan cemas. Wajah namja itu terlihat pucat, namun tak alang sebuah senyum kelegaan terukir di bibirnya.
"Chukha hamnida Wookieya~" ujar Sungmin dengan terharu, susah payah yeoja itu menahan air mata kebahagiaannya saat menatap senyum namdongsaengnya yang begitu cerah.
Satu persatu dari mereka mengucapkan selamat hingga akhirnya Leeteuk mengingatkan mereka bahwa di meja makan ada Eomma Ryeowook, Appa Yesung dan Yesung tengah menunggu mereka datang membawakan jamuan makan malam.
Appa Yesung berpamitan pergi setelah acara makan malam usai. Dan dengan menghela napas lega, semuanya bersorak bahagia, membuat Eomma Ryeowook hanya menggeleng-gelengkan kepalanya memaklumi hormon masa muda mereka. Hingga akhirnya Kangin mengeluarkan puluhan botol bir yang diambilnya entah dari mana.
.
.
"Cheerrss untuk Heebum yang menemukan pasangan barunya!" seru Kangin yang mulai bersulang untuk hal-hal tak penting.
"CHERRSS!"
"CHERRSSS!"
Namun tak membuat yang lain malas untuk menanggapinya, mereka justru semakin bersemangat untuk saling membenturkan gelas dan menikmati cairan keemasan yang berkilau memikat itu.
"Cherrss untuk kepala besar yang gagal di kecilkan milik Yesung!" Kangin kembali berseru setelah Donghae selesai mengisi kembali semua gelas di atas meja.
"Cisss," gumam Sungmin lemah. Kepalanya sudah terasa sangat berat hingga membuatnya tak mampu lagi mengangkat gelas kecil dit angannya.
Haha... biarkan mereka untuk tertawa malam ini, biarkan mereka sejenak melupakan bebalan masalah yang menunggu di balik pintu kesadaran mereka. Sejenak saja, ijinkan dia... ijinkan Sungmin untuk lepas dari semua itu.
Dan satuhal yang para pemabuk itu lewatkan, bahwa pasangan yang tengah berbahagia tidak lagi berada di sana.
.
Ryeowook masih belum menyingkirkan senyum dari wajahnya. Perasaannya begitu lega dan seperti berada dalam pelukan kapas kebahagiaan. Namja itu berjalan ringan dengan mengayunkan tangan yang menggenggam tangan kecil yeghonnyeo -nya. Ya, yeghonnyeo. Karena sebuah cincin perak bergurat sederhana telah melingkar di jari kedua namja itu.
"Kita mau ke mana Hyung?" Ryeowook bertanya penasaran karena sedari tadi dia hanya mengikuti ke mana langkah Yesung membawanya.
"Masa kau tidak ingat ini jalan menuju ke mana?"
"Aku ingat Hyung, ini ke arah sekolahku, tapi masa kau mau membawaku ke sana, hyung? Sekolah itu pasti terlihat menakutkan di malam hari," kata namja imut itu, mencoba menjelaskan ketidak-sukaannya pada tempat gelap dan menyeramkan macam sekolah di malam hari.
"Kau tidak perlu takut, ada aku yang mencintaimu," ujar Yesung ringan dan membuahkan sebuah pukulan pelan dari Ryeowook.
"Itu tidak ada hubungannya hyung, kau pikir setan-setan itu akan pergi hanya dengan mantra 'aku mencintaimu' itu?"
"Tak ada yang perlu ditakutkan lagi sekarang, Wookie. Kau ada di sampingku dan itu sudah cukup untuk semuanya," ujar Yesung kalem.
Ryeowook hanya mencibir mendapat jawaban yang tetap melenceng dari topik itu. Dan namja berkepala besar itu pun menuntun langkah Ryeowook memasuki pintu gerbang yang sedikit terbuka, membuat Ryeowook sedikit heran. Pasalnya, dia tahu petugas keamanan di sekolah ini tak mungkin dengan teledor membiarkan gerbang terbuka seperti itu di malam hari.
Dengan santainya, Yesung membuka pintu gedung sekolah itu dan melangkah ringan ke dalam lorong berpendar cahaya minim yang lagi-lagi membuat Ryeowook heran, biasanya tak ada lampu yang menyala di lorong kecuali di setiap ujungnya. Ryeowook tahu benar itu, karena dulu dia pernah melakukan permainan adu nyali bersama teman-temannya.
Dan hanya ada dua kemungkinan yang bisa Ryeowook perkirakan. Yang pertama, bahwa Yesung telah mempersiapkan sesuatu di atas gedung –karena ke sanalah langkah Yesung menuju– dan yang kedua, penjaga sekolah yang telah berganti dan dia menerapkan hal berbeda di sekolah ini.
Angin malam berhembus cukup lemah saat itu, membuat atap gedung tempat mereka berpijak terasa nyaman. Ryeowook suka tempat ini, dulu ketika masih sekolah dia selalu datang ke tempat ini sepulang sekolah untuk menemui Yesung yang telah menunggunya untuk berlatih basket di sana.
Memang bukan lapangan basket, tapi dua buah ring di pasang di sisi barat dan timur, menempel pada net wall yang mempertinggi dinding pembatas atap.
"Ayo main basket hyung! Enam bulan sudah jauh berlalu dari waktu ketika dokter melarangmu. Kim Yesung, I Dare You!" Ryeowook berseru semangat setelah melepas tautan tangan mereka dan berlari menuju bola basket yang tergeletak di sudut atap.
Yesung tersenyum tipis melihat tingkah Ryeowook. Dulu namja imut itu memang selalu mengatakan 'Kim Jong Woon, I Dare You' yang berakhir dengan kekalahannya sendiri dan terpaksa membuatkan bekal makanan untuk Yesung di pagi harinya.
Yesung pun berlari ke arah Ryeowook yang tengah mendrible bola dan dengan cekatan, namja itu merebutnya. Lalu berlari dengan mendribel benda bulat itu menuju ring dan melakukan longshoot dengan mulus.
"Tiga-kosong," gumam Yesung.
"Ya! Hyung, permainannya belum di mulai!"
Ryeowook yang tak mau kalah pun mulai melakukan penyerangan terhadap Yesung yang terlihat menikmati setiap gerak dari namja imut miliknya itu. Permainan berlangsung dengan kasar karena Ryeowook selalu saja mencubit Yesung setiap kali namja itu berhasil menambah angka.
Namun entah kemampuan Yesung yang memang sedikit berkurang karena kurangnya latihan di imbangi dengan kemampuan Ryeowook yang malah berkembang karena seringkali bermain di kampusnya, hingga membuat permainan kali ini di menangkan oleh namja imut itu.
Atau... karena hal lain? Yesung sengaja mengalah, mungkin?
Kelelahan, dengan nafas yang memburu keduanya mengambil tempat untuk duduk bersandar di dinding utara.
"Kau bawa air hyung?"
Yesung menggeleng, membuat bibir Ryeowook mengerucut sebal. "Masa kita harus minum dari keran itu lagi sih?" kesalnya dengan menunjuk keran air di sudut atap barat laut yang hanya dibalas senyum kecil Yesung.
Namja berkepala besar itu bangkit dan berjalan kearah keran yang di tunjuk Ryeowook, sementara namja imut itu masih berusaha mengatur napasnya. Sebenarnya di sini siapa yang kalah sih? Kenapa malah Yesung yang masih punya tenaga banyak?
Namja berkepala besar itu kembali, lalu berjongkok di depan Ryeowook dan tanpa disangka-sangka mengecup bibirnya... mengirim air dalam mulutnya untuk Ryeowook. Ryeowook yang memang tengah terengah, menerima dengan senang air itu, apalagi dengan mendapat bonus satu ciuman manis dari Yesung.
"Sekarang bukan minum dari keran lagikan?" Yesung berujar kalem.
"Lebih manis," jawab Ryeowook dengan mengangguk semangat. "Seharusnya dulu kau juga melakukan ini hyung."
"Kau mau aku dipenjara karena melakukan pelecehan terhadap anak dibawah umur?"
Ryeowook kembali mencibir mendengar jawaban Yesung. Namja imut itu kemudian menyamankan diri dengan menyandarkan kepalanya di pundak Yesung dan memejamkan matanya. Menghirup aroma tubuh Yesung yang terbawa semilir angin malam. Ini hari bahagianya, hari di mana dia telah menetapkan satu langkah ke depan di dalam hidupnya. Mengikat diri dengan namja yang dicintainya dalam garis tengah menuju pernikahan yang suci.
"Hyung," panggil Ryeowook pelan.
"Aaa..?" gumam Yesung, menjawab.
"Saranghae."
"Nado Saranghaeyo Kim Ryeowook," ujar namja berkepala besar itu dengan tangan yang mengusap sayang kepala Ryeowook.
"Nyanyikan sebuah lagu untukku," pinta Ryeowook manja yang di sambut dengan senyum kecil di bibir Yesung. Namja kepala besar itu mulai memikirkan sebuah lagu yang pas untuk yeghonnyeo-nya yang manja itu.
"Neo gateun saram tto eopseo juwireul dureobwado geujeo georeohdeongeol eodiseo channi..."
.
.
_TBC_
Ada yang masih disini bersama Lhyn?
Untuk pembuka di awal april... Lhyn
beri banyak YeWook berhubung Hari ini Hyukie ultah (Happy BirtDay Oppa) *apa
hubungannya?* Mian Kyumin Moment-nya dikit...tapi tenang aja.. Chap depan bakal
ada dua kejutan dan full realy senyum :) dari KyuMin Couple!
Well, maaf kalo fellnya ancur
berantakan, dua minggu di jejali rumusan masalah dsb. membuat otak Lhyn jadi
geser sedikit.
Dan maaf chap kemarin buanyak Typo,
Ga ada sisipan Lyric di awal dan ga ada 'Cuplikan chap depan' di akhir. Lhyn
beneran lagi setengah sadar waktu publis ntu fic. Eh, mongomong... setiap Lyric
yang Lhyn sisipin di atas itu dari lagu2 Favorit Lhyn lho... *gapenting*
MAKASIH BANYAK BUAT :
JiYoo861015, Lil'cute Bear males
login, kimhyena, leeyoungmin, imsmL, dhian kyuhae elf, KyuLie Minnie, melani
kyuminElfsha, Super Girl, Lovesungminppa, daraemondut, KarooMinnie, lala, rima
kyumin elf, JungNhurra, Eunhae25, Hyeri, CloudsomniaElf, Ticia, BarbeKyu,
rikha-chan, v13kyumin, AIDASUNGJIN, HyunMing joo, Shawolelf137, choi hyekyung,
lee hyuri, hana, minnienyaevil9tha, Kyuminshipper, winda1004, MegaKyu, siticho,
Ka Hime Shiseiten, Cho Hyun Jin, Myeolchi's wife,sarangchullpa92, kyumin
forever, chikyumin, kanaya, shyty, hie, caxiebum, Mrs. KJW, Cho MiNa, Memey
Clouds, , Ernana , RAJSomniaELF, SparKyuAlan, jojojoooo, Kim Nuri Shfly,
Evilevigne, cha, Ms. KMS, KimHanKyu, SungMinnie, Chorheya, Anonymus, stevhani,
guardiaNietha, Cho Kyuri Mappanyukki, Lovesungminppa, youngers, kikihanni, Kim
Soo Hyun (Makasih udah rifyu dari awal).
Jawab pertanyaan dari Reader terhormat
:
#Kenapa Wookie dan Bummie tetep cowok
tapi Minnie jadi cewek?
A : Entah-lah... awalnya Lhyn ga niat
bikin YeWook sih... jalo Bummie kan Cuma muncul dikit jadi ga bakal banyak
masalah kalo dia tetep cowok. Dan alasan lainnya, karena dulu Lhyn belon brani
bikin BxB kebanyakan... :D
# Request bikin Fic dimana MinPpa
jadi cengeng donk...
A : Gyahhhh Mian-Mian-Mianhamnida,
jujur aja, Lhyn ga bisa bikin Fic yang chara ceweknya tu terlalu lemah kek
gitu, Dari –jumlah sekian– Fic Lhyn smua chara ceweknya tu 'Agak' – 'Lumayan'
Keras Semua... MinPpa di sini juga agak keraskan? Wookie juga sebagai 'Uke'
agak keras. Mianhe... *bungkuk2* Tapi buat ngurangin kekecewaan Lhyn buatin
Scene Khusus (yang mirip2 ama request-annya) di Fic ini buat daraemondut-Eonnie
deh ya... tunggu aja... :D
# minta penjelasan hubungan kyu ama
seo dah ptus apa blm...?
A: di chap 14 kyu pernah bilang :
"Kau benar! Setidaknya dia kembali padaku. AH, ngomong-ngomong soal
Seohyun, sebenarnya aku sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengannya."
Tu artinya mereka udah putus Lho.. Tapi Mianhe, ga bisa Lhyn bikinin Scenenya.
Tu artinya mereka udah putus Lho.. Tapi Mianhe, ga bisa Lhyn bikinin Scenenya.
# Taemin kok masih ada sih? Jangan
bilang dia mau ganggu hubungan Yewook!
A : Engga kok, Taemin disini BAIK
lho, dia Cuma nurutin kata-kata Appanya YesungPpa.. dan setelah tahu hubungan
YeWook dia ga macem2 lagi kan? Kemaren Lhyn critain kalo Taemin itu kuliah di
Korea sambil kerja part time di Pumpkins yang merupakan milik MinPpa dan
WookiePpa. Jadi bisa dibilang hubungan Temin dan WookiePpa tu udah baik... :D
# Bikin Sibum Please...
Hahaaa.. iya tar kapan2 Lhyn bikin
deh y... *kapan-kapannya entah kapan* tapi di Vrykolakas Lhyn niat nyisipin
Sibum ama 2Min lho... suka 2Min juga ga?
#Hamilin MinPPa!
A : Aduh.. Lhyn mana bisa bikin
MinPpa hamil, ada juga Lhyn yg hamil kalo 'this and that' ama MinPpa
*dicincang* Ahahah.. Cipoke! MinPpa bakal Hamil kok.
BTW-BTW.. sapa yang dari kemaren
request, minta, tanya, protes, mencak-mencak ampe ngamuk-ngamuk minta Minnpe
hamil? Tanggung jawab! Mau dikasih nama siapa ntu anak kalo lahir? Lhyn
ga bisa ngarang nama korea! Jawab sekalian beri artinya ya.
Cuplikan chap depan :
"Apa yang akan kau katakan pada
Kyuhyun?" Ryeowook bertanya hati-hati.
"Mollayo. Mungkin, aku tidak akan mengatakan apapun padanya."
"Kau egois kalau seperti itu Noona, bukan hanya pada Kyuhyun tapi juga pada bayimu sendiri."
"Mollayo. Mungkin, aku tidak akan mengatakan apapun padanya."
"Kau egois kalau seperti itu Noona, bukan hanya pada Kyuhyun tapi juga pada bayimu sendiri."
"Ini acara life, jangan
menghancurkan imageku sebagai Korea number one handsome guy dengan menolakku
Minnie," ujar Kangin.
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya... Untuk yang Baru rifyu... yang ngeFav ato Alert
Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk
Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
Saranghaeyo!
_04_04_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar