Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Sebelas


AFTER ALL
Keping Sebelas
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman, Ojol suga obseo dashi dorikilsu obseo"
(Even if you already have another love I can't forget you, I can't turn back around) _It's You-Super Junior_
.
"Oppa lepaskan tanganku!" Seohyun meminta dengan suara yang menghentak.
Kesal dan kebingungan yang sangat membuat yeoja itu tak mampu lagi berpikir tenang. Beberapa kali yeoja itu menghentak tangannya agar Kyuhyun melepaskan cengkramannya yang terlalu kencang. Namun nihil, namja itu seakan sama sekali tak memperdulikan rontaannya.
Hah! Sebenarnya bukan kali ini saja Seohyun merasa tidak diperdulikan. Sudah beberapa kali... dan alasannya selalu sama, karena keberadaan seorang yeoja bernama Sungmin. Huh! Seohyun bahkan tak tahu nama keluarganya.
Ya. Selalu begini, saat di SME building, saat perayaan keluarga Cho, bahkan saat mereka baru tiba di gedung theater dan yeoja itu telah berada di sana. Duduk di kursi tepat di samping kursi Kyuhyun. Dan sekarang, lihat... tangannya terasa sangat perih akibat cengkraman Kyuhyun yang terlalu kuat.
"OPPA LEPASKAN! KAU MENYAKITIKU!" Seohyun berteriak keras.
Dan tampaknya itu berhasil. Kyuhyun berhenti dari langkahnya yang begitu panjang dan membuat Seohyun harus berlari kecil untuk mengimbanginya. Meski dalam remangnya tempat parkir gedung theater, Seohyun bisa melihat mata coklat yang berkilat sedih dan marah.
Kilat penyesalan yang terlalu kentara. Dan mirisnya, Seohyun tahu penyesalan itu bukan untuk dirinya yang terluka tapi untuk yeoja yang masih di sana.
Kyuhyun melepaskan tangan Seohyun perlahan dan menatap bingung yeoja itu. Dia lepas kendali, dadanya terlalu nyeri untuk bertahan di sana. Dia tidak bisa, ada rasa yang begitu kuat yang membuatnya tidak bisa melihat Sungmin tersenyum pada namja lain. Dia tidak rela, sungguh sangat tidak rela ketika ada namja lain yang lebih dekat dengan Sungmin dibanding dirinya.
Sungmin miliknya dan seharusnya tetap menjadi miliknya. Dan tak ada yang boleh menyentuh yeoja itu selain dia. Tidak boleh ada namja lain yang mencuri perhatiannya, tidak boleh! Tidak boleh ada namja lain! Tidak boleh!
Karena Sungmin miliknya.
"Argh!" Kyuhyun meremas rambut coklat caremelnya dengan kasar. Merasakan betapa frustasinya dia dengan semua keadaan yang terasa begitu mendadak dan menekannya.
Kenapa Sungmin ada di sana? Kenapa Sungmin ada di sisi namja itu dan bukan di sisinya? Kenapa, kenapa Sungmin tersenyum pada namja lain dengan begitu lembut sementara padanya Sungmin justru berusaha tak mengacuhkan. Kenapa?
Kenapa harus dia yang pergi dan meninggalkan Sungmin di sana? Kenapa bukan namja itu yang pergi dan membiarkan Kyuhyun tetap berada di depan Sungmin-nya, menggenggam tangan yeoja manis beriris foxy itu dan membuatnya tersenyum menampilkan gigi kelincinya yang begitu lucu?
"Argh!" Kyuhyun kembali berteriak keras dan menarik rambut caramelnya yang terasa memenatkan kepala.
"Kyunie oppa!" Seohyun memekik saat sekali lagi Kyuhyun berteriak. "Hajhima. Kyunie oppa, hajhima!" Seohyun memeluk Kyuhyun erat, yeoja itu benar-benar bingung melihat Kyuhyun yang hilang kendali seperti ini.
"Hajhima Oppa, Hajhima. Jangan menyakiti diri Oppa sendiri," ujarnya dengan suara yang bergetar, dadanya terasa sesak saat merasakan tubuh Kyuhyun yang tiba-tiba melemas dalam pelukannya.
"Tenangkan dirimu Oppa, jangan seperti ini," ujarnya lagi dan mengusap lembut rambut Kyuhyun yang telah berantakan.
Kyuhyun menarik napasnya dalam-dalam. Mencoba mengembalikan penguasaan dirinya yang sempat hilang. Dia mengerjap bingung. Kenapa dadanya terasa begitu sakit? Kenapa bernapas saja terasa sesak?
"Seoni?"
Seohyun melepaskan pelukannya lalu mengambil langkah mundur selangkah. "Oppa, jangan seperti itu lagi," kata yeoja itu pelan, sedikit terdengar rasa takut di sana.
Kyuhyun menatap yeoja itu dalam-dalam, lalu menghela napasnya yang terasa sesak. "Mianhe," gumamnya samar.
Kembali kesikap lembutnya, Kyuhyun merangkul Seohyun dan membawa yeoja itu masuk kedalam mobilnya yang telah tak jauh dari tempat mereka berdiri. Ada keheningan asing yang tiba-tiba menyisip di antara mereka. Keheningan yang mengubah mereka menjadi dua pribadi yang seakan tak pernah bertemu sebelumnya.
Begitu kaku.
"Kyunie oppa...," panggil Seohyun ragu saat Kyuhyun telah duduk di kursi kemudi di sampingnya. "Boleh aku bertanya sesuatu?"
"Ne," namja itu menyahut pelan sambil memasang seatbeltnya.
"Siapa... Sungmin itu sebenarnya?"
Kyuhyun memaku, membiarkan kunci di tangannya mengantung di udara.
"Dia... bukan sekedar chingu biasa, kan? Kalian buka hanya sunbae dan hoobae, kan? Apa sebenarnya—"
"Dia yeghonnyeoku... atau mungkin mantan yeghonnyeoku," ujar Kyuhyun datar sebelum Seohyun sempat menyelesaikan pertanyaannya.
Kedua iris coklat itu membulat dengan mulut yang ternganga tak percaya, dipandangnya sosok namja kurus yang duduk dengan mata menerawang jauh itu. "A-apa ma-maksud Oppa?" Seohyun berusaha keras untuk bisa melontarkan pertanyaan itu.
"Saat kau pergi dan berkata bahwa kau tidak akan pernah kembali, aku berniat bunuh diri," namja itu berujar dengan dengusan pelan, entah kenapa dia jadi merasa begitu konyol pernah melakukan hal itu.
Sementara sosok yeoja di sampingnya semakin membelalak tak percaya.
"Aku melemparkan diriku ketengah jalan, saat itu aku agak mabuk... ku pikir dua lampu di sana itu mobil, tapi ternyata hanya dua motor yang sedang melakukan balap liar. Bukannya mati, malah luka-luka menyebalkan yang kudapat," sebuah tawa hambar menyertai cerita itu.
"Oppa—"
"Dia yang menolongku, dia merawatku dengan sabar... hah! Padahal berani bersumpah kalau saat itu Eomma bahkan menyuruhku mati saja dari pada terus merepotkan Minnie dan membuatnya malu, haha... tapi dia menangis saat mengatakan itu," namja itu kembali tertawa, hambar. "Hanya dia yang bisa bersabar dengan semua sikap egois, kasar, dingin dan aroganku. Hingga akhirnya justru hanya dialah yang bisa mengontrol semua itu...," iris kecoklatan itu menerawang, menatap putaran video yang menampilkan senyum lembut yeoja itu di ujung sana.
"Dia... mengontrolku... lalu kau datang... dan aku... melepasnya... hah! Kenapa aku bisa begitu bodoh!" Kyuhyun bersuara dengan parau. Merasakan tenggorokannya yang tercekat, dadanya yang disesaki penyesalan dan hatinya perih bukan main.
"Oppa... maafkan aku..."
"Minnie chagi, kenapa aku bisa melepaskanmu?" Kyuhyun mengusap lelehan hangat yang terasa di pipinya. Terlalu sakit untuk ditahan. Namja itu pun menunduk, menyandarkan kepalanya di roda kemudi. Menyembunyikan bening yang mengalir di pipinya dari dunia.
Dia mendecih dalam hati. Mengutuki kebodohannya, mengutuki air mata yang meleleh di pipinya. Air mata yang tak pernah menampakkan dirinya sejak dia kanak-kanak. Bahkan saat Seohyun meninggalkannya, tak ada air mata di sana. Entah kenapa, air mata sialan itu justru memilih keluar sekarang?
"Uljima Oppa... Nae jeongmal mianhe...," suara yeoja itu juga terdengar parau, yeoja itu juga tak bisa menahan bening air mata yang ingin menyusuri pipi putihnya. Ada sesal, ada kecewa saat mengetahui hati namja itu tidak lagi mengarah padanya
"Bukan salahmu, Seonie. Aku yang terlalu bodoh, pantas saja semua orang membodohiku, ternyata aku memang sangat bodoh," ujar Kyuhyun dengan mengetuk roda kemudi itu menggunakan kepalanya. "Kau pergi meninggalkan luka yang terlalu dalam di hatiku, hingga aku berpikir tidak ada yang bisa melakukan hal lebih dalam lagi. Tapi ternyata... Lee Sungmin telah berhasil menutup semua itu. Minnie chagiya, Mianhe."
.
.
"Wookie, cepat sedikit... aku sudah lapar!" teriak Donghae dari meja makan sambil terus mengusap-usap perutnya. Namja itu menatap penuh harap pada Ryeowook di dapur, dia sudah tak sabar menyantap makanan sehat masakan namjachingu Hyungnya yang jarang-jarang menginap di dorm mereka itu. Karena Donghae yakin makanan buatan sendiri –buatan Ryeowook maksudnya– lebih terjamin kesehatannya. "Wookieya~~"
'Tuk'
Dan sebuah jitakkan mendarat mulus di kepalanya disertai tatapan plus-plus yang dilayangkan dari namja berkepala besar di sebrang mejanya.
"Aa.. kenapa menjitakku Hyung," protesnya menatap Yesung tak terima.
"Diam! Jangan berisik, Ddangkoma butuh makan dengan tenang," ujar Yesung pelan, sambil mengusap cangkang kura-kura kesayangannya. Hal yang otomatis membuahkan tatapan sweatdroped dari para penghuni meja minus dua itu. Mereka mengira Yesung menjitak kepala Donghae karena namja itu seenaknya berteriak pada namjachingunya.
Dan.. minus dua itu untuk Lee Taemin, tamu yang tak begitu mengerti situasi dan tentu saja Cho Kyuhyun yang sedari bagun pagi matanya terlihat kosong. Tingkah Kyuhyun itu sebenarnya sama sekali tak luput dari pengamatan penghuni dorm lain pagi itu, tapi mereka juga tak tahu harus berbuat apa.
Selama ini mereka selalu mempercayakan Kyuhyun pada Sungmin. Saat Kyuhyun murung, mereka akan menelepon Sungmin, saat Kyuhyun sakit, Sungmin lah yang pertama mereka hubungi. Saat Kyuhyun terlalu iseng mereka akan melapor pada Sungmin, bahkan saat Kyuhyun mencuri depot ikan milik Donghae pun mereka hanya perlu menelepon Sungmin untuk mengatasinya.
Bisa diibaratkan Sungmin itu seperti pawang untuk Kyuhyun, brainware seorang Cho Kyuhyun. Itu sebabnya, mereka sangat menyesali keputusan namja itu untuk membiarkan Sungmin pergi. Bukan hanya soal perasaan, tapi juga soal... kehidupan sehari-hari mereka yang akan jadi semakin kacau kalau Evil itu lepas dari pawangnya.
"Ini, makanlah...," gumam Ryeowook sambil meletakkan sarapan hasil masakannya di atas meja dan dibantu Lee Teuk di belakangnya.
'Tak.'
Ryeowook –sengaja– meletakkan piring Kyuhyun dengan kasar di depan namja itu. Membuat semua penghuni meja menghela napasnya, minus Taemin yang hanya menatap bingung dan mengerjap imut. Bahkan sekarang muncul anti fans kelas dewa seorang Cho Kyuhyun. Bendera perang masih saja Ryeowook kibarkan tinggi-tinggi.
"Kyunie, ayo makan...," ajak Lee Teuk saat Evil Magnae itu tak menunjukkan reaksi apapun atas tingkah tak bersahabat Ryeowook.
Kyuhyun mengangguk, lalu ikut memakan sarapannya dalam diam. Sama sekali tak memprotes banyaknya sayur di piringnya. Sungguh di luar kebiasaan dan tentu saja itu sangat aneh.
'Drrr.. drrr...'
Ryeowook meraba saku celananya merasakan ponselnya bergetar. "Yeoboseo," sapanya lembut setelah melihat ID Sungmin sebagai si pemanggil.
"Kim Ryeowook?" namun alih-alih mendengar suara lembut Sungmin, justru suara maskulin itu yang keluar.
Ryeowook menatap kembali layar ponselnya untuk memastikan ID pemanggilnya. "Mana Minnie noona? Ini siapa? Di mana Minnie noona?" Sergah Ryeowook saat merasakan perasaan cemas yang tiba-tiba hadir.
"Saya Choi Siwon, ada kabar buruk... Minnie kecelakaan dan sekarang—"
"MWO? KECELAKAAN?" Ryeowook menjerit dengan berdiri menghentak kursinya kebelakang. "Apa yang terjadi? Bagaimana—"
"Bagaimana keadaannya? Di mana dia sekarang? Kenapa bisa sampai terjadi pada Minnie?" Kyuhyun bertanya setengah membentak setelah merebut ponsel Ryeowook, membuat Ryeowook itu sempat mengerjap bingung merasakan tangannya kosong tiba-tiba.
Semua mata kini tertuju pada Kyuhyun yang merubah sikapnya seratus delapan puluh derajat dari beberapa saat yang lalu.
"Sepertinya tidak terlalu parah—"
"Di mana dia sekarang!" Kyuhyun memotong kalimat si penelepon yang dia tak tahu siapa. Mendengar jawaban si penelepon membuatnya tidak puas sama sekali, dia harus memastikannya sendiri.
"Di rumah sakit pusat Seoul—"
'Tut.. tut...'
Kyuhyun memutuskan sambungan telepon bahkan sebelum si penelepon yang masih belum diketahuinya siapa itu menyelesaikan kalimatnya. Seumur hidup, dia tak pernah merasakan kecemasan sebesar ini. Kecemasan yang sepertinya mampu mengambil alih seluruh kerja sarafnya.
Setelah melempar ponsel itu pada pemiliknya, namja itu bergegas meraih kunci mobilnya dan segera keluar dari dorm yang diikuti tujuh orang lainnya.
"Taemin-ssi, bisa tolong kau jaga dorm kami? Kalau ada telepon katakan saja untuk menghubungi Heechul hyung langsung, atau hubungi lagi nanti," ujar Lee Teuk cepat, namun tetap dalam nada yang terkendali.
Taemin mengangguk dalam dan menatap kepergian Kyuhyun yang diikuti Lee Teuk, Kang In, Yesung, Ryeowook, Donghae dan Eunhyuk. Dalam hati namja imut itu berdoa, siapapun Minnie yang mereka sebut tadi, semoga dalam perlindungan Tuhan.
"Aku yang menyetir untukmu," Kang In bergerak merebut kunci mobil dari tangan Kyuhyun.
"Hyung~"
"Kau dalam keadaan lebih parah dari mabuk untuk menyetir, cepat masuk ke kursi penumpang atau kita mau berdebat dulu dan semakin lama tiba di rumah sakit?"
Tak membantah kalimat Appa Super Junior, Kyuhyun pun bergerak masuk ke sisi penumpang dari mobilnya. Kang In pun menjalankan Audi putih itu dengan kecepatan yang cukup tinggi meski tetap terkendali. Di belakangnya, Peugeot 207cc milik Yesung (bersama Ryeowook) dan Range Sport Eunhyuk (bersama Donghae dan Lee Teuk) mengikuti.
.
.
"Apa masih sakit?" Siwon bertanya lembut saat dilihatnya Sungmin yang meringis-ringis menahan sakit. Namja tinggi itu berlutut di depan Sungmin yang duduk di atas kursi rodanya.
Sungmin menggeleng. "Hanya sedikit. Mianhe, gara-gara kecerobohanku Oppa jadi repot begini," ujar Sungmin dengan nada penyesalan.
"Jangan berkata seperti itu. Sekarang kau istirahat saja, sebentar lagi obatnya pasti akan membuatmu tertidur," kata Siwon sembari mengusap bagian kaki Sungmin yang diperban penuh-penuh.
Sungmin mengangguk, yeoja itu hendak bangkit namun mengerang kesakitan saat kakinya tak bisa digerakkan hingga membuat Siwon memekik dengan kasar.
"Ya Tuhan! Kau ini benar-benar ceroboh!"
"Aigo~Appo.. Oppa," rajuk Sungmin yang hanya ditanggapi dengan gelengan pasrah dari Siwon. Namja tinggi itu bangkit, dengan perlahan dan berusaha untuk tidak menyentuh luka-luka kecil lainnya, Siwon menyelipkan satu lengannya di belakang lutut Sungmin dan satu lainnya di punggung yeoja itu.
Dengan sangat hati-hati, Siwon mengangkat tubuh mungil Sungmin. Namja itu takut juga sebenarnya, takut ada luka lain yang tersentuhnya dan menyakiti yeoja itu. Sementara Sungmin? Wajah yeoja itu sudah tak bisa lagi diselamatkan dari rona merahnya. Jantungnya terasa berdebar dengan sangat lembut, sangat nyaman.
'Brak!' pintu ruang perawatan Sungmin terhentak saat seseorang mendorongnya dengan kasar.
"Minnie ya!" Lee Teuk muncul di belakang si pelaku pendorongan pintu. Kyuhyun, membeku.
"Minnie!" Eunhyuk menjejeri leadernya.
"CHAGIYA!" Ryeowook yang paling heboh.
Bukan hanya seorang ternyata, tapi ada empat... lima.. tujuh orang namja kini berdesakkan di pintu kamar rawat Sungmin dan membelalak tak percaya mendapati pemandangan di depan mereka. Atmosfer kelam tiba-tiba saja mengambang saat Kyuhyun yang berada paling depan, tak bergerak sedikitpun. Namja itu menatap Sungmin dengan tatapan amarah yang terlalu jelas di iris foxy Sungmin.
Napas Kyuhyun memberat, dan tangannya mencengkram kenop pintu –yang belum dilepasnya–terlalu kuat.
"Ah! Chigudeulmu Minnie?" Siwon yang pertama bergerak, namja itu berjalan mendekati ranjang Sungmin dan membaringkan Sungmin perlahan lalu menyelimutinya.
"Chagiya kau—" Ryeowook yang hendak menubruk Sungmin berhenti mendadak saat Siwon justru menghalanginya dengan berdiri tepat di depan Sungmin dan menunjukkan sikap protektif yang terlalu terbaca.
Ryeowook menatap namja itu dengan pandangan bertanya.
"Jangan memeluknya terlalu erat kalau kau tidak mau menyakitinya," ujar Siwon agak kaku.
"Oppa, Gwenchana. Lukaku hanya di kaki, kepala dan lengan, aku masih bisa dipeluk oleh Wookie kok," ujar Sungmin sembari mencoba untuk setengah duduk.
"Chagiya~!" mendengar kalimat Sungmin, namja itu pun langsung memeluk Sungmin, tidak terlalu kencang karena sedikit khawatir juga. Siwon pun akhirnya mengambil langkah mundur agar yang lain juga bisa mendekat.
Dan diantara semuanya, hanya Kyuhyun yang tetap diam di tempat bersama Lee Teuk yang diam-diam mengusap punggung Kyuhyun, lembut. Sang leader mencoba menenangkan sesuatu yang bergolak begitu kuat di dada magnaenya. Meski tak terlihat mata, tapi dia tahu... Kyuhyun berada dalam emosi terlabilnya saat ini.
"Apa yang terjadi padamu Minnie?" Eunhyuk tak bisa menyembunyikan nada khawatirnya.
"Aku hanya terlalu ceroboh, Hyukie. Aku tidak sabar menyebrang, lampu penyebrangannya sudah merah, tapi karena lampu lalu lintasnya masih merah dan aku tak sabar menunggu lampu penyebrangannya hijau lagi jadi aku berlari... untung saja mobilnya tidak sedang ngebut dan Siwon oppa sempat menolongku," cerita Sungmin dengan nada yang perlahan semakin melemah.
"Dokter bilang dia akan tidur lima menit setelah obatnya disuntikkan, ini sudah lima menit lebih sebaiknya kau tidur Minnie jangan memaksakan diri," Siwon mengingatkan yeoja itu.
Padahal Sungmin masih sangat bersemangat dengan kehadiran chingudeulnya di sana. Tapi dia juga tak bisa mengabaikan ucapan Siwon yang memang terlalu benar.
"Tidurlah Minnie chagi," ujar Ryeowook lembut, seakan menyakinkan keraguan yeoja itu. Sungmin pun mengangguk dan membaringkan tubuhnya dibantu Ryeowook yang kemudian merapikan selimutnya juga.
"Bagaimana kondisinya?" Kang In pun bertanya, pada Siwon kali ini.
"Tidak apa-apa, hanya tulang keringnya mengalami retak. Luka-luka lainnya hanya luka kecil saja," jawab Siwon dengan nada tenangnya yang biasa. "Setelah menjalani pemeriksaan sekali lagi, besok juga dia sudah diijinkan pulang."
"Kau juga terluka," ujar Eunhyuk yang lebih menjurus ke pernyataan dari pada pertanyaan saat melihat lengan atas Siwon yang juga diperban.
"Ah, ini... dokter bilang bukan masalah."
Ucapan Siwon adalah kata terakhir sebelum beku kembali mengembang diantara mereka. Sungmin telah terlelap, meninggalkan mereka bersama raut damai wajah manisnya. Canggung dan kaku, hanya Ryeowook yang masih sibuk membelai lembut rambut hitam Sungmin tanpa mengusik perban di kepala yeoja itu.
Sementara yang lain justru lebih memperhatikan raut Kyuhyun yang masih mengeras. Pandangan mata namja itu jelas tertuju pada Sungmin di atas tempat tidur. Tatapan merindu yang tercemari pandangan menyesal.
"Mianhe, bisa minta waktu anda sebentar?" Lee Teuk bertanya pada Siwon dengan kepala yang mengisyaratkan bahwa dia ingin berbicara di luar ruangan.
Siwon mengangguk, dan tanpa kata namja tinggi itu keluar dari ruang perawatan itu. Seakan mengerti maksud sang leader, member lain di sertai Ryeowook pun ikut keluar dari ruangan. Meninggalkan Kyuhyun yang masih membeku di depan pintu.
Kyuhyun mengerjap sadar saat keheningan yang terlalu lama menyapanya. Namja itu memandang bingung ruangan yang telah sepi, namun tanpa banyak tingkah dia pun masuk dan menutup pintu. Menatap wajah terlelap Sungmin, lalu menyentuh pipi lembut yeoja itu. Ada gelenyar asing yang terasa akrab di dadanya saat jemari kurusnya mengusap helai rambut Sungmin.
"Mianhe, Chagiya," ujar namja itu dengan tubuh yang bergerak menunduk.
Lembut, sangat lembut ketika bibir itu menyentuh bibir Sungmin. Mengecupnya dengan segenap rasa cintanya. Yah! Cinta, hanya cinta dan tanpa sedikitpun ada campur tangan nafsu atau iba. Hanya cinta yang mendasari gerak lembut itu, mengecup bibir yang terkatup rapat dan mengusap pipi pucatnya.
"Maafkan aku yang lalai menjagamu," gumamnya setelah menenggakkan tubuh dan mendudukkan diri di tepi ranjang Sungmin. Mengenggam tangan dingin Sungmin dan mengusap-usapnya pelan.
"Kenapa kau bersikap seperti itu padaku kemarin, Minnie chagi?" Kyuhyun bermonolog sambil terus mengusap tangan Sungmin. "Karena sikapmu itu aku jadi menangis, kau tahu? Haha.. kau pasti akan menertawakanku kalau—"
"Eunghhh ppa..," Sungmin mengigau tak jelas, membuat Kyuhyun tersenyum tipis saat merasakan jemari Sungmin yang membalas genggamannya.
"Minnie, apa kau merindukanku? Aku sangat merindukanmu, meskipun saat ini kau ada didepanku tapi aku tetap rindu... karena rasanya, kau seperti begitu jauh, Min—"
"Gomawo ppa...," igauan tak jelas itu kembali terdengar, Kyuhyun tersenyum kecil saat kembali merasakan genggaman tangan Sungmin yang mengerat. "Oppa... Minnie sayang Siwonieppa."
Deg!
Pukulan telak yang mengena tepat di ulu hatinya. Senyum di bibirnya langsung lenyap. Igauan itu sama tak jelasnya, namun terdengar begitu jelas di telinga Kyuhyun. Bagai petir yang menyambar tepat di atas ubun-ubunnya. Rasa sakit yang tiba-tiba menyentak kesadarannya, tentang siapa yeoja di hadapannya ini. Lee Sungmin bukan lagi miliknya.
Ngilu di dadanya terasa begitu jelas, meng-apikan amarah sedikit demi sedikit dan akhirnya membesar. Hanya saja, Kyuhyun bingung... dia marah, tapi tak tahu marah kepada siapa? Pada Sungmin? Pada Namja tinggi itu? Pada Seohyun? Atau pada dirinya sendiri?
Dan inilah rasa sakit yang sebenarnya. Rasa sakit yang tak bisa disembuhkan oleh siapapun. Kyuhyun tersenyum hampa merasakan dirinya yang begitu bodoh. Kalau dulu rasa sakit dari Seohyun bisa di sembuhkan oleh Sungmin, apa sekarang rasa sakit dari Sungmin bisa di sembuhkan Seohyun?
Dan jawabannya tentu saja tidak. Karena kalau iya, Kyuhyun tidak akan berada di sini saat ini melainkan di sana. Di samping yeoja yang hingga kemarin masih dia anggap sebagai cinta sejatinya.
"Minnie...," panggil Kyuhyun lembut.
"Oppa...," igau Sungmin pelan.
"Apa perasaan itu masih di sana?"
"Minnie sayang Oppa."
Kyuhyun memejamkan matanya menahan buncahan rasa sakit di dadanya. Menahan desakan rasa panas di matanya. Kyuhyun menarik napas dalam-dalam, berusaha menekan rasa sesak di dadanya. Lalu bangkit dari tempatnya duduk, diusapnya rambut hitam Sungmin dan dikecupnya kening yeoja yang tengah terlelap itu.
Dan pergi...
Pergi meninggalkan ruang diam yang menjadi saksi ekspresi sakit dari seorang Cho Kyuhyun.
"Enghh...," Sungmin melenguh merasakan rasa hangat di tangannya yang tiba-tiba menghilang. Perlahan iris kelinci itu terbuka dan mengerjap bingung saat merasakan keningnya basah. Sungmin mengusap basah yang dia tak tahu apa di keningnya.
"Oppa...," panggilnya pelan.
Ruang itu begitu sepi. Tapi merasakan ada bagian tempat tidurnya yang hangat, seperti baru di tinggalkan seseorang membuat Sungmin menerka Siwon mungkin baru saja keluar entah kemana dan... sebelum keluar, namja itu mengecup keningnya kah?
Ish! Memikirkan itu membuat pipinya jadi terasa panas. Eh, kalau Siwon baru saja menciumnya, lalu air yang tadi terusap tangannya itu air apa? Tidak mungkin Siwon menciumnya sambil menangiskan?
'Ah! Sudahlah. Memikirkan Siwon oppa mencium keningku saja sudah membuat pipiku sepanas ini.. jangan memikirkan yang lebih lagi, Lee Sungmin!' batin yeoja itu. Dan tak lama kemudian, yeoja itu pun kembali memejamkan matanya. Tak lagi dapat menahan kantuk akibat obatnya.
_TBC_
Hayo ngaku! Kemarin siapa aja yang nebak MinniPpa hilang ingatan? *ngasih loly* Bhwahaha.. Lhyn paling ga bisa bikin scene amnesia... "Siapa aku? Siapa kau?" hahaha.. apalagi bikin scene sakit kepala pas ingetannya kembali. Yang udah nebak, maaf ya... :)
Siksaan untuk Kyuhyun udah cukup belum nih kira-kira? Masih mau lagi ato udahan Jeles2annya?
.
Kamus Kecil : Hajhima (Jangan), Uljima (jangan menangis). Itu doank kan ya? Yang lain di liat di chaps sebelumnya ya...
Makasih banyak buat yang udah rifyu... Lhyn sayang kalian!
Sarangchullpa92, dhian kyuhae elf, ryu ryu ryu, KarooMinnie, Kim hyunie, cho sera, Parkyoonha Evil Princess, Ka Hime Shiseiten, kyumin, Riyu, VainVampire, Evilevigne, BarbeKyu, Hyeri, naeminnie, syana suju, PrincessChintya, Baby Pumpkin, KyuHyunJiYoon, Eunhae25, hana, chi-kimchi, Cho Hyun Jin, Fujiwara Roronoa, MinnieGalz, Evilkyu Vee, qminhee, E.L.F, lee hyuri, KyuLie Minnie, kyokyorae, SungMinnie, MegaKyu, AIDASUNGJIN, JoYoungminnie, siticho, hyukieyes, takara-hoshi, 2093, diitactorlove, KimHanKyu, Rima KyuMin Elf, Kim N Wookielf, kanaya, youngers, Jojojooo, Soldier of Light, Ayuni Lee1824yewook, Ms. KMS, Auliayyg, Kyuminkyuminkyumin-sunghyun, Kyu Anarchy.
Maaf kalo ada yang kelewat atau kesalahan tulis nama akibat efek mata jereng Author.
Jawaban pertanyaan Rifyu :
# Q : Fic ini bakal berapa chapters?
A : Niatnya sih 20, kepanjangan ga? Tergantung ama kerajinan Lhyn juga sih, bisa nambah bisa ngurang.
# Q : Banyakin Scene romantis Simin, buat Kyu cemburu ¾ mati
A : Yang di atas Simin udah romantis belom? Kyu udah ¾ mati kan tuh? *nyiapin Gun buat Kyu bunuh diri* #ditembak Kyu pake Gun sendiri.
# Q : Munculin Yonghwa, kasihan Seohyun gada pasangannya
A : Iya, nanti Lhyn munculin deh. Kalo Lhyn males munculinnya paling bakal ama Taemin *dicincang Thygranger*
# Q : Taemin tunangannya yesung? Ga nyangka Taemin masuk di Yewook. Bukannya Appanya yesung ga setuju karna Wookie cowok?
A : Mwahaha... Lhyn mentok mau munculin sapa sih pas juga seorang temen request buat masukin baby Taeminnie. Eh... bukan karna Wookie cowok kok... sedikit ke ulas masalah gender sih *berusaha ngeles* tapikan Lhyn nulisnya tentang latar belakang keluarga Wookie yang ga punya Appa *tuhkan ngeles* haha.. mian kalo Lhyn salah #kabur.
# Q : Siwon suka ama Minnie ya?
A : Ah, kalo suka sih jelas ya... orang udah baik gitu.. tapi kalo Cinta...? *sok mikir* pokoknya ada alasan Khusus kenapa Siwon begitu baik apa Minnie. Nanti juga bakal ada tembak-tembakan kok.. *baca : Kyu nembak Lhyn pake Gun*
# Q : Tu kenapa WonPpa Smirk2, apa itu rencana dia buat bikin Kyu jeles?
A : Bisa jadi.. mwahaha... Lhyn ga bisa baca pikiran si Kuda Suju itu. #digiler reader.
Cuplikan Chaps depan :
"Kenapa kau begitu marah? Aku hanya menciummu, kalau kau tidak suka aku tidak akan melakukannya lagi," ujar Kyuhyun lirih.
"Kalau kau butuh ciuman kau bisa mendapatkannya dari ribuan yeoja di luar sana, tapi bukan aku! Aku bukan yeoja yang bisa dicium oleh sembarang namja yang—"
"Aku bukan sembarang namja!" sergah Kyuhyun, matanya menyipit menatap Sungmin tegas.
"Tetap saja kau bukan namja yang berhak menciumku!"
.
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_27_02_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar