AFTER ALL
Keping Sebelas
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim
Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook,
the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang
membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Imi noneun dareun saranghaet
kkaetjiman, Ojol suga obseo dashi dorikilsu obseo"
(Even if you already have another
love I can't forget you, I can't turn back around) _It's You-Super Junior_
.
"Oppa lepaskan
tanganku!" Seohyun meminta dengan suara yang menghentak.
Kesal dan kebingungan yang sangat
membuat yeoja itu tak mampu lagi berpikir tenang. Beberapa kali yeoja
itu menghentak tangannya agar Kyuhyun melepaskan cengkramannya yang terlalu
kencang. Namun nihil, namja itu seakan sama sekali tak memperdulikan
rontaannya.
Hah! Sebenarnya bukan kali ini saja
Seohyun merasa tidak diperdulikan. Sudah beberapa kali... dan alasannya selalu
sama, karena keberadaan seorang yeoja bernama Sungmin. Huh! Seohyun
bahkan tak tahu nama keluarganya.
Ya. Selalu begini, saat di SME
building, saat perayaan keluarga Cho, bahkan saat mereka baru tiba di gedung
theater dan yeoja itu telah berada di sana. Duduk di kursi tepat di
samping kursi Kyuhyun. Dan sekarang, lihat... tangannya terasa sangat perih
akibat cengkraman Kyuhyun yang terlalu kuat.
"OPPA LEPASKAN! KAU
MENYAKITIKU!" Seohyun berteriak keras.
Dan tampaknya itu berhasil. Kyuhyun
berhenti dari langkahnya yang begitu panjang dan membuat Seohyun harus berlari
kecil untuk mengimbanginya. Meski dalam remangnya tempat parkir gedung theater,
Seohyun bisa melihat mata coklat yang berkilat sedih dan marah.
Kilat penyesalan yang terlalu
kentara. Dan mirisnya, Seohyun tahu penyesalan itu bukan untuk dirinya yang
terluka tapi untuk yeoja yang masih di sana.
Kyuhyun melepaskan tangan Seohyun
perlahan dan menatap bingung yeoja itu. Dia lepas kendali, dadanya
terlalu nyeri untuk bertahan di sana. Dia tidak bisa, ada rasa yang begitu kuat
yang membuatnya tidak bisa melihat Sungmin tersenyum pada namja lain.
Dia tidak rela, sungguh sangat tidak rela ketika ada namja lain yang
lebih dekat dengan Sungmin dibanding dirinya.
Sungmin miliknya dan seharusnya tetap
menjadi miliknya. Dan tak ada yang boleh menyentuh yeoja itu selain dia.
Tidak boleh ada namja lain yang mencuri perhatiannya, tidak boleh! Tidak
boleh ada namja lain! Tidak boleh!
Karena Sungmin miliknya.
"Argh!" Kyuhyun meremas
rambut coklat caremelnya dengan kasar. Merasakan betapa frustasinya dia
dengan semua keadaan yang terasa begitu mendadak dan menekannya.
Kenapa Sungmin ada di sana? Kenapa
Sungmin ada di sisi namja itu dan bukan di sisinya? Kenapa, kenapa
Sungmin tersenyum pada namja lain dengan begitu lembut sementara padanya
Sungmin justru berusaha tak mengacuhkan. Kenapa?
Kenapa harus dia yang pergi dan
meninggalkan Sungmin di sana? Kenapa bukan namja itu yang pergi dan
membiarkan Kyuhyun tetap berada di depan Sungmin-nya, menggenggam tangan yeoja
manis beriris foxy itu dan membuatnya tersenyum menampilkan gigi
kelincinya yang begitu lucu?
"Argh!" Kyuhyun kembali
berteriak keras dan menarik rambut caramelnya yang terasa memenatkan kepala.
"Kyunie oppa!"
Seohyun memekik saat sekali lagi Kyuhyun berteriak. "Hajhima.
Kyunie oppa, hajhima!" Seohyun memeluk Kyuhyun erat, yeoja
itu benar-benar bingung melihat Kyuhyun yang hilang kendali seperti ini.
"Hajhima Oppa, Hajhima.
Jangan menyakiti diri Oppa sendiri," ujarnya dengan suara yang
bergetar, dadanya terasa sesak saat merasakan tubuh Kyuhyun yang tiba-tiba
melemas dalam pelukannya.
"Tenangkan dirimu Oppa,
jangan seperti ini," ujarnya lagi dan mengusap lembut rambut Kyuhyun yang
telah berantakan.
Kyuhyun menarik napasnya dalam-dalam.
Mencoba mengembalikan penguasaan dirinya yang sempat hilang. Dia mengerjap
bingung. Kenapa dadanya terasa begitu sakit? Kenapa bernapas saja terasa sesak?
"Seoni?"
Seohyun melepaskan pelukannya lalu
mengambil langkah mundur selangkah. "Oppa, jangan seperti itu
lagi," kata yeoja itu pelan, sedikit terdengar rasa takut di sana.
Kyuhyun menatap yeoja itu
dalam-dalam, lalu menghela napasnya yang terasa sesak. "Mianhe,"
gumamnya samar.
Kembali kesikap lembutnya, Kyuhyun
merangkul Seohyun dan membawa yeoja itu masuk kedalam mobilnya yang
telah tak jauh dari tempat mereka berdiri. Ada keheningan asing yang tiba-tiba
menyisip di antara mereka. Keheningan yang mengubah mereka menjadi dua pribadi
yang seakan tak pernah bertemu sebelumnya.
Begitu kaku.
"Kyunie oppa...,"
panggil Seohyun ragu saat Kyuhyun telah duduk di kursi kemudi di sampingnya.
"Boleh aku bertanya sesuatu?"
"Ne," namja
itu menyahut pelan sambil memasang seatbeltnya.
"Siapa... Sungmin itu
sebenarnya?"
Kyuhyun memaku, membiarkan kunci di
tangannya mengantung di udara.
"Dia... bukan sekedar chingu
biasa, kan? Kalian buka hanya sunbae dan hoobae, kan? Apa
sebenarnya—"
"Dia yeghonnyeoku... atau
mungkin mantan yeghonnyeoku," ujar Kyuhyun datar sebelum Seohyun
sempat menyelesaikan pertanyaannya.
Kedua iris coklat itu membulat dengan
mulut yang ternganga tak percaya, dipandangnya sosok namja kurus yang
duduk dengan mata menerawang jauh itu. "A-apa ma-maksud Oppa?"
Seohyun berusaha keras untuk bisa melontarkan pertanyaan itu.
"Saat kau pergi dan berkata
bahwa kau tidak akan pernah kembali, aku berniat bunuh diri," namja
itu berujar dengan dengusan pelan, entah kenapa dia jadi merasa begitu konyol
pernah melakukan hal itu.
Sementara sosok yeoja di
sampingnya semakin membelalak tak percaya.
"Aku melemparkan diriku ketengah
jalan, saat itu aku agak mabuk... ku pikir dua lampu di sana itu mobil, tapi
ternyata hanya dua motor yang sedang melakukan balap liar. Bukannya mati, malah
luka-luka menyebalkan yang kudapat," sebuah tawa hambar menyertai cerita
itu.
"Oppa—"
"Dia yang menolongku, dia
merawatku dengan sabar... hah! Padahal berani bersumpah kalau saat itu Eomma
bahkan menyuruhku mati saja dari pada terus merepotkan Minnie dan membuatnya
malu, haha... tapi dia menangis saat mengatakan itu," namja itu
kembali tertawa, hambar. "Hanya dia yang bisa bersabar dengan semua sikap
egois, kasar, dingin dan aroganku. Hingga akhirnya justru hanya dialah yang
bisa mengontrol semua itu...," iris kecoklatan itu menerawang, menatap
putaran video yang menampilkan senyum lembut yeoja itu di ujung sana.
"Dia... mengontrolku... lalu kau
datang... dan aku... melepasnya... hah! Kenapa aku bisa begitu bodoh!"
Kyuhyun bersuara dengan parau. Merasakan tenggorokannya yang tercekat, dadanya
yang disesaki penyesalan dan hatinya perih bukan main.
"Oppa... maafkan
aku..."
"Minnie chagi, kenapa aku
bisa melepaskanmu?" Kyuhyun mengusap lelehan hangat yang terasa di
pipinya. Terlalu sakit untuk ditahan. Namja itu pun menunduk,
menyandarkan kepalanya di roda kemudi. Menyembunyikan bening yang mengalir di
pipinya dari dunia.
Dia mendecih dalam hati. Mengutuki
kebodohannya, mengutuki air mata yang meleleh di pipinya. Air mata yang tak
pernah menampakkan dirinya sejak dia kanak-kanak. Bahkan saat Seohyun
meninggalkannya, tak ada air mata di sana. Entah kenapa, air mata sialan itu
justru memilih keluar sekarang?
"Uljima Oppa... Nae
jeongmal mianhe...," suara yeoja itu juga terdengar parau, yeoja
itu juga tak bisa menahan bening air mata yang ingin menyusuri pipi putihnya.
Ada sesal, ada kecewa saat mengetahui hati namja itu tidak lagi mengarah
padanya
"Bukan salahmu, Seonie. Aku yang
terlalu bodoh, pantas saja semua orang membodohiku, ternyata aku memang sangat
bodoh," ujar Kyuhyun dengan mengetuk roda kemudi itu menggunakan
kepalanya. "Kau pergi meninggalkan luka yang terlalu dalam di hatiku,
hingga aku berpikir tidak ada yang bisa melakukan hal lebih dalam lagi. Tapi
ternyata... Lee Sungmin telah berhasil menutup semua itu. Minnie chagiya,
Mianhe."
.
.
"Wookie, cepat sedikit... aku
sudah lapar!" teriak Donghae dari meja makan sambil terus mengusap-usap
perutnya. Namja itu menatap penuh harap pada Ryeowook di dapur, dia
sudah tak sabar menyantap makanan sehat masakan namjachingu Hyungnya
yang jarang-jarang menginap di dorm mereka itu. Karena Donghae yakin
makanan buatan sendiri –buatan Ryeowook maksudnya– lebih terjamin kesehatannya.
"Wookieya~~"
'Tuk'
Dan sebuah jitakkan mendarat mulus di
kepalanya disertai tatapan plus-plus yang dilayangkan dari namja
berkepala besar di sebrang mejanya.
"Aa.. kenapa menjitakku Hyung,"
protesnya menatap Yesung tak terima.
"Diam! Jangan berisik, Ddangkoma
butuh makan dengan tenang," ujar Yesung pelan, sambil mengusap cangkang
kura-kura kesayangannya. Hal yang otomatis membuahkan tatapan sweatdroped
dari para penghuni meja minus dua itu. Mereka mengira Yesung menjitak kepala
Donghae karena namja itu seenaknya berteriak pada namjachingunya.
Dan.. minus dua itu untuk Lee Taemin,
tamu yang tak begitu mengerti situasi dan tentu saja Cho Kyuhyun yang sedari
bagun pagi matanya terlihat kosong. Tingkah Kyuhyun itu sebenarnya sama sekali
tak luput dari pengamatan penghuni dorm lain pagi itu, tapi mereka juga
tak tahu harus berbuat apa.
Selama ini mereka selalu
mempercayakan Kyuhyun pada Sungmin. Saat Kyuhyun murung, mereka akan menelepon
Sungmin, saat Kyuhyun sakit, Sungmin lah yang pertama mereka hubungi. Saat
Kyuhyun terlalu iseng mereka akan melapor pada Sungmin, bahkan saat Kyuhyun
mencuri depot ikan milik Donghae pun mereka hanya perlu menelepon Sungmin untuk
mengatasinya.
Bisa diibaratkan Sungmin itu seperti
pawang untuk Kyuhyun, brainware seorang Cho Kyuhyun. Itu sebabnya,
mereka sangat menyesali keputusan namja itu untuk membiarkan Sungmin
pergi. Bukan hanya soal perasaan, tapi juga soal... kehidupan sehari-hari
mereka yang akan jadi semakin kacau kalau Evil itu lepas dari pawangnya.
"Ini, makanlah...," gumam
Ryeowook sambil meletakkan sarapan hasil masakannya di atas meja dan dibantu
Lee Teuk di belakangnya.
'Tak.'
Ryeowook –sengaja– meletakkan piring
Kyuhyun dengan kasar di depan namja itu. Membuat semua penghuni meja
menghela napasnya, minus Taemin yang hanya menatap bingung dan mengerjap imut.
Bahkan sekarang muncul anti fans kelas dewa seorang Cho Kyuhyun. Bendera perang
masih saja Ryeowook kibarkan tinggi-tinggi.
"Kyunie, ayo makan...,"
ajak Lee Teuk saat Evil Magnae itu tak menunjukkan reaksi apapun
atas tingkah tak bersahabat Ryeowook.
Kyuhyun mengangguk, lalu ikut memakan
sarapannya dalam diam. Sama sekali tak memprotes banyaknya sayur di piringnya.
Sungguh di luar kebiasaan dan tentu saja itu sangat aneh.
'Drrr.. drrr...'
Ryeowook meraba saku celananya
merasakan ponselnya bergetar. "Yeoboseo," sapanya lembut
setelah melihat ID Sungmin sebagai si pemanggil.
"Kim Ryeowook?"
namun alih-alih mendengar suara lembut Sungmin, justru suara maskulin itu yang
keluar.
Ryeowook menatap kembali layar
ponselnya untuk memastikan ID pemanggilnya. "Mana Minnie noona? Ini
siapa? Di mana Minnie noona?" Sergah Ryeowook saat merasakan
perasaan cemas yang tiba-tiba hadir.
"Saya Choi Siwon, ada kabar
buruk... Minnie kecelakaan dan sekarang—"
"MWO? KECELAKAAN?"
Ryeowook menjerit dengan berdiri menghentak kursinya kebelakang. "Apa yang
terjadi? Bagaimana—"
"Bagaimana keadaannya? Di mana
dia sekarang? Kenapa bisa sampai terjadi pada Minnie?" Kyuhyun bertanya
setengah membentak setelah merebut ponsel Ryeowook, membuat Ryeowook itu sempat
mengerjap bingung merasakan tangannya kosong tiba-tiba.
Semua mata kini tertuju pada Kyuhyun
yang merubah sikapnya seratus delapan puluh derajat dari beberapa saat yang
lalu.
"Sepertinya tidak terlalu
parah—"
"Di mana dia sekarang!"
Kyuhyun memotong kalimat si penelepon yang dia tak tahu siapa. Mendengar
jawaban si penelepon membuatnya tidak puas sama sekali, dia harus memastikannya
sendiri.
"Di rumah sakit pusat
Seoul—"
'Tut.. tut...'
Kyuhyun memutuskan sambungan telepon
bahkan sebelum si penelepon yang masih belum diketahuinya siapa itu
menyelesaikan kalimatnya. Seumur hidup, dia tak pernah merasakan kecemasan
sebesar ini. Kecemasan yang sepertinya mampu mengambil alih seluruh kerja
sarafnya.
Setelah melempar ponsel itu pada pemiliknya,
namja itu bergegas meraih kunci mobilnya dan segera keluar dari dorm
yang diikuti tujuh orang lainnya.
"Taemin-ssi, bisa tolong
kau jaga dorm kami? Kalau ada telepon katakan saja untuk menghubungi
Heechul hyung langsung, atau hubungi lagi nanti," ujar Lee Teuk
cepat, namun tetap dalam nada yang terkendali.
Taemin mengangguk dalam dan menatap
kepergian Kyuhyun yang diikuti Lee Teuk, Kang In, Yesung, Ryeowook, Donghae dan
Eunhyuk. Dalam hati namja imut itu berdoa, siapapun Minnie yang mereka
sebut tadi, semoga dalam perlindungan Tuhan.
"Aku yang menyetir
untukmu," Kang In bergerak merebut kunci mobil dari tangan Kyuhyun.
"Hyung~"
"Kau dalam keadaan lebih parah
dari mabuk untuk menyetir, cepat masuk ke kursi penumpang atau kita mau
berdebat dulu dan semakin lama tiba di rumah sakit?"
Tak membantah kalimat Appa
Super Junior, Kyuhyun pun bergerak masuk ke sisi penumpang dari mobilnya. Kang
In pun menjalankan Audi putih itu dengan kecepatan yang cukup tinggi meski
tetap terkendali. Di belakangnya, Peugeot 207cc milik Yesung (bersama Ryeowook)
dan Range Sport Eunhyuk (bersama Donghae dan Lee Teuk) mengikuti.
.
.
"Apa masih sakit?" Siwon
bertanya lembut saat dilihatnya Sungmin yang meringis-ringis menahan sakit. Namja
tinggi itu berlutut di depan Sungmin yang duduk di atas kursi rodanya.
Sungmin menggeleng. "Hanya
sedikit. Mianhe, gara-gara kecerobohanku Oppa jadi repot
begini," ujar Sungmin dengan nada penyesalan.
"Jangan berkata seperti itu.
Sekarang kau istirahat saja, sebentar lagi obatnya pasti akan membuatmu
tertidur," kata Siwon sembari mengusap bagian kaki Sungmin yang diperban
penuh-penuh.
Sungmin mengangguk, yeoja itu
hendak bangkit namun mengerang kesakitan saat kakinya tak bisa digerakkan
hingga membuat Siwon memekik dengan kasar.
"Ya Tuhan! Kau ini benar-benar
ceroboh!"
"Aigo~Appo.. Oppa,"
rajuk Sungmin yang hanya ditanggapi dengan gelengan pasrah dari Siwon. Namja
tinggi itu bangkit, dengan perlahan dan berusaha untuk tidak menyentuh
luka-luka kecil lainnya, Siwon menyelipkan satu lengannya di belakang lutut
Sungmin dan satu lainnya di punggung yeoja itu.
Dengan sangat hati-hati, Siwon
mengangkat tubuh mungil Sungmin. Namja itu takut juga sebenarnya, takut
ada luka lain yang tersentuhnya dan menyakiti yeoja itu. Sementara
Sungmin? Wajah yeoja itu sudah tak bisa lagi diselamatkan dari rona
merahnya. Jantungnya terasa berdebar dengan sangat lembut, sangat nyaman.
'Brak!' pintu ruang perawatan
Sungmin terhentak saat seseorang mendorongnya dengan kasar.
"Minnie ya!" Lee Teuk
muncul di belakang si pelaku pendorongan pintu. Kyuhyun, membeku.
"Minnie!" Eunhyuk menjejeri
leadernya.
"CHAGIYA!" Ryeowook
yang paling heboh.
Bukan hanya seorang ternyata, tapi
ada empat... lima.. tujuh orang namja kini berdesakkan di pintu kamar
rawat Sungmin dan membelalak tak percaya mendapati pemandangan di depan mereka.
Atmosfer kelam tiba-tiba saja mengambang saat Kyuhyun yang berada paling depan,
tak bergerak sedikitpun. Namja itu menatap Sungmin dengan tatapan amarah
yang terlalu jelas di iris foxy Sungmin.
Napas Kyuhyun memberat, dan tangannya
mencengkram kenop pintu –yang belum dilepasnya–terlalu kuat.
"Ah! Chigudeulmu
Minnie?" Siwon yang pertama bergerak, namja itu berjalan mendekati
ranjang Sungmin dan membaringkan Sungmin perlahan lalu menyelimutinya.
"Chagiya kau—"
Ryeowook yang hendak menubruk Sungmin berhenti mendadak saat Siwon justru
menghalanginya dengan berdiri tepat di depan Sungmin dan menunjukkan sikap
protektif yang terlalu terbaca.
Ryeowook menatap namja itu
dengan pandangan bertanya.
"Jangan memeluknya terlalu erat
kalau kau tidak mau menyakitinya," ujar Siwon agak kaku.
"Oppa, Gwenchana.
Lukaku hanya di kaki, kepala dan lengan, aku masih bisa dipeluk oleh Wookie
kok," ujar Sungmin sembari mencoba untuk setengah duduk.
"Chagiya~!"
mendengar kalimat Sungmin, namja itu pun langsung memeluk Sungmin, tidak
terlalu kencang karena sedikit khawatir juga. Siwon pun akhirnya mengambil
langkah mundur agar yang lain juga bisa mendekat.
Dan diantara semuanya, hanya Kyuhyun
yang tetap diam di tempat bersama Lee Teuk yang diam-diam mengusap punggung
Kyuhyun, lembut. Sang leader mencoba menenangkan sesuatu yang bergolak begitu
kuat di dada magnaenya. Meski tak terlihat mata, tapi dia tahu...
Kyuhyun berada dalam emosi terlabilnya saat ini.
"Apa yang terjadi padamu
Minnie?" Eunhyuk tak bisa menyembunyikan nada khawatirnya.
"Aku hanya terlalu ceroboh,
Hyukie. Aku tidak sabar menyebrang, lampu penyebrangannya sudah merah, tapi
karena lampu lalu lintasnya masih merah dan aku tak sabar menunggu lampu
penyebrangannya hijau lagi jadi aku berlari... untung saja mobilnya tidak
sedang ngebut dan Siwon oppa sempat menolongku," cerita Sungmin
dengan nada yang perlahan semakin melemah.
"Dokter bilang dia akan tidur
lima menit setelah obatnya disuntikkan, ini sudah lima menit lebih sebaiknya
kau tidur Minnie jangan memaksakan diri," Siwon mengingatkan yeoja
itu.
Padahal Sungmin masih sangat
bersemangat dengan kehadiran chingudeulnya di sana. Tapi dia juga tak
bisa mengabaikan ucapan Siwon yang memang terlalu benar.
"Tidurlah Minnie chagi,"
ujar Ryeowook lembut, seakan menyakinkan keraguan yeoja itu. Sungmin pun
mengangguk dan membaringkan tubuhnya dibantu Ryeowook yang kemudian merapikan
selimutnya juga.
"Bagaimana kondisinya?"
Kang In pun bertanya, pada Siwon kali ini.
"Tidak apa-apa, hanya tulang
keringnya mengalami retak. Luka-luka lainnya hanya luka kecil saja," jawab
Siwon dengan nada tenangnya yang biasa. "Setelah menjalani pemeriksaan
sekali lagi, besok juga dia sudah diijinkan pulang."
"Kau juga terluka," ujar
Eunhyuk yang lebih menjurus ke pernyataan dari pada pertanyaan saat melihat
lengan atas Siwon yang juga diperban.
"Ah, ini... dokter bilang bukan
masalah."
Ucapan Siwon adalah kata terakhir
sebelum beku kembali mengembang diantara mereka. Sungmin telah terlelap,
meninggalkan mereka bersama raut damai wajah manisnya. Canggung dan kaku, hanya
Ryeowook yang masih sibuk membelai lembut rambut hitam Sungmin tanpa mengusik
perban di kepala yeoja itu.
Sementara yang lain justru lebih
memperhatikan raut Kyuhyun yang masih mengeras. Pandangan mata namja itu
jelas tertuju pada Sungmin di atas tempat tidur. Tatapan merindu yang tercemari
pandangan menyesal.
"Mianhe, bisa minta waktu
anda sebentar?" Lee Teuk bertanya pada Siwon dengan kepala yang
mengisyaratkan bahwa dia ingin berbicara di luar ruangan.
Siwon mengangguk, dan tanpa kata namja
tinggi itu keluar dari ruang perawatan itu. Seakan mengerti maksud sang leader,
member lain di sertai Ryeowook pun ikut keluar dari ruangan.
Meninggalkan Kyuhyun yang masih membeku di depan pintu.
Kyuhyun mengerjap sadar saat
keheningan yang terlalu lama menyapanya. Namja itu memandang bingung
ruangan yang telah sepi, namun tanpa banyak tingkah dia pun masuk dan menutup
pintu. Menatap wajah terlelap Sungmin, lalu menyentuh pipi lembut yeoja
itu. Ada gelenyar asing yang terasa akrab di dadanya saat jemari kurusnya
mengusap helai rambut Sungmin.
"Mianhe, Chagiya,"
ujar namja itu dengan tubuh yang bergerak menunduk.
Lembut, sangat lembut ketika bibir
itu menyentuh bibir Sungmin. Mengecupnya dengan segenap rasa cintanya. Yah!
Cinta, hanya cinta dan tanpa sedikitpun ada campur tangan nafsu atau iba. Hanya
cinta yang mendasari gerak lembut itu, mengecup bibir yang terkatup rapat dan
mengusap pipi pucatnya.
"Maafkan aku yang lalai
menjagamu," gumamnya setelah menenggakkan tubuh dan mendudukkan diri di
tepi ranjang Sungmin. Mengenggam tangan dingin Sungmin dan mengusap-usapnya
pelan.
"Kenapa kau bersikap seperti itu
padaku kemarin, Minnie chagi?" Kyuhyun bermonolog sambil terus
mengusap tangan Sungmin. "Karena sikapmu itu aku jadi menangis, kau tahu?
Haha.. kau pasti akan menertawakanku kalau—"
"Eunghhh ppa..," Sungmin
mengigau tak jelas, membuat Kyuhyun tersenyum tipis saat merasakan jemari
Sungmin yang membalas genggamannya.
"Minnie, apa kau merindukanku?
Aku sangat merindukanmu, meskipun saat ini kau ada didepanku tapi aku tetap
rindu... karena rasanya, kau seperti begitu jauh, Min—"
"Gomawo ppa...,"
igauan tak jelas itu kembali terdengar, Kyuhyun tersenyum kecil saat kembali
merasakan genggaman tangan Sungmin yang mengerat. "Oppa... Minnie
sayang Siwonieppa."
Deg!
Pukulan telak yang mengena tepat di
ulu hatinya. Senyum di bibirnya langsung lenyap. Igauan itu sama tak jelasnya,
namun terdengar begitu jelas di telinga Kyuhyun. Bagai petir yang menyambar
tepat di atas ubun-ubunnya. Rasa sakit yang tiba-tiba menyentak kesadarannya,
tentang siapa yeoja di hadapannya ini. Lee Sungmin bukan lagi miliknya.
Ngilu di dadanya terasa begitu jelas,
meng-apikan amarah sedikit demi sedikit dan akhirnya membesar. Hanya saja,
Kyuhyun bingung... dia marah, tapi tak tahu marah kepada siapa? Pada Sungmin?
Pada Namja tinggi itu? Pada Seohyun? Atau pada dirinya sendiri?
Dan inilah rasa sakit yang
sebenarnya. Rasa sakit yang tak bisa disembuhkan oleh siapapun. Kyuhyun
tersenyum hampa merasakan dirinya yang begitu bodoh. Kalau dulu rasa sakit dari
Seohyun bisa di sembuhkan oleh Sungmin, apa sekarang rasa sakit dari Sungmin
bisa di sembuhkan Seohyun?
Dan jawabannya tentu saja tidak.
Karena kalau iya, Kyuhyun tidak akan berada di sini saat ini melainkan di sana.
Di samping yeoja yang hingga kemarin masih dia anggap sebagai cinta
sejatinya.
"Minnie...," panggil
Kyuhyun lembut.
"Oppa...," igau
Sungmin pelan.
"Apa perasaan itu masih di
sana?"
"Minnie sayang Oppa."
Kyuhyun memejamkan matanya menahan
buncahan rasa sakit di dadanya. Menahan desakan rasa panas di matanya. Kyuhyun
menarik napas dalam-dalam, berusaha menekan rasa sesak di dadanya. Lalu bangkit
dari tempatnya duduk, diusapnya rambut hitam Sungmin dan dikecupnya kening yeoja
yang tengah terlelap itu.
Dan pergi...
Pergi meninggalkan ruang diam yang
menjadi saksi ekspresi sakit dari seorang Cho Kyuhyun.
"Enghh...," Sungmin melenguh
merasakan rasa hangat di tangannya yang tiba-tiba menghilang. Perlahan iris
kelinci itu terbuka dan mengerjap bingung saat merasakan keningnya basah.
Sungmin mengusap basah yang dia tak tahu apa di keningnya.
"Oppa...,"
panggilnya pelan.
Ruang itu begitu sepi. Tapi merasakan
ada bagian tempat tidurnya yang hangat, seperti baru di tinggalkan seseorang
membuat Sungmin menerka Siwon mungkin baru saja keluar entah kemana dan...
sebelum keluar, namja itu mengecup keningnya kah?
Ish! Memikirkan itu membuat pipinya
jadi terasa panas. Eh, kalau Siwon baru saja menciumnya, lalu air yang tadi
terusap tangannya itu air apa? Tidak mungkin Siwon menciumnya sambil
menangiskan?
'Ah! Sudahlah. Memikirkan Siwon
oppa mencium keningku saja sudah membuat pipiku sepanas ini.. jangan memikirkan
yang lebih lagi, Lee Sungmin!' batin yeoja itu. Dan tak lama
kemudian, yeoja itu pun kembali memejamkan matanya. Tak lagi dapat
menahan kantuk akibat obatnya.
_TBC_
Hayo ngaku! Kemarin siapa aja yang
nebak MinniPpa hilang ingatan? *ngasih loly* Bhwahaha.. Lhyn paling ga bisa
bikin scene amnesia... "Siapa aku? Siapa kau?" hahaha.. apalagi bikin
scene sakit kepala pas ingetannya kembali. Yang udah nebak, maaf ya... :)
Siksaan untuk Kyuhyun udah cukup
belum nih kira-kira? Masih mau lagi ato udahan Jeles2annya?
.
Kamus Kecil : Hajhima
(Jangan), Uljima (jangan menangis). Itu doank kan ya? Yang lain di liat
di chaps sebelumnya ya...
Makasih banyak buat yang udah
rifyu... Lhyn sayang kalian!
Sarangchullpa92, dhian kyuhae elf,
ryu ryu ryu, KarooMinnie, Kim hyunie, cho sera, Parkyoonha Evil Princess, Ka
Hime Shiseiten, kyumin, Riyu, VainVampire, Evilevigne, BarbeKyu, Hyeri,
naeminnie, syana suju, PrincessChintya, Baby Pumpkin, KyuHyunJiYoon, Eunhae25,
hana, chi-kimchi, Cho Hyun Jin, Fujiwara Roronoa, MinnieGalz, Evilkyu Vee,
qminhee, E.L.F, lee hyuri, KyuLie Minnie, kyokyorae, SungMinnie, MegaKyu,
AIDASUNGJIN, JoYoungminnie, siticho, hyukieyes, takara-hoshi, 2093,
diitactorlove, KimHanKyu, Rima KyuMin Elf, Kim N Wookielf, kanaya, youngers,
Jojojooo, Soldier of Light, Ayuni Lee1824yewook, Ms. KMS, Auliayyg,
Kyuminkyuminkyumin-sunghyun, Kyu Anarchy.
Maaf kalo ada yang kelewat atau
kesalahan tulis nama akibat efek mata jereng Author.
Jawaban pertanyaan Rifyu :
# Q : Fic ini bakal berapa chapters?
A : Niatnya sih 20, kepanjangan ga?
Tergantung ama kerajinan Lhyn juga sih, bisa nambah bisa ngurang.
# Q : Banyakin Scene romantis Simin,
buat Kyu cemburu ¾ mati
A : Yang di atas Simin udah romantis
belom? Kyu udah ¾ mati kan tuh? *nyiapin Gun buat Kyu bunuh diri* #ditembak Kyu
pake Gun sendiri.
# Q : Munculin Yonghwa, kasihan
Seohyun gada pasangannya
A : Iya, nanti Lhyn munculin deh.
Kalo Lhyn males munculinnya paling bakal ama Taemin *dicincang Thygranger*
# Q : Taemin tunangannya yesung? Ga
nyangka Taemin masuk di Yewook. Bukannya Appanya yesung ga setuju karna Wookie
cowok?
A : Mwahaha... Lhyn mentok mau
munculin sapa sih pas juga seorang temen request buat masukin baby Taeminnie.
Eh... bukan karna Wookie cowok kok... sedikit ke ulas masalah gender sih
*berusaha ngeles* tapikan Lhyn nulisnya tentang latar belakang keluarga Wookie
yang ga punya Appa *tuhkan ngeles* haha.. mian kalo Lhyn salah #kabur.
# Q : Siwon suka ama Minnie ya?
A : Ah, kalo suka sih jelas ya...
orang udah baik gitu.. tapi kalo Cinta...? *sok mikir* pokoknya ada alasan
Khusus kenapa Siwon begitu baik apa Minnie. Nanti juga bakal ada
tembak-tembakan kok.. *baca : Kyu nembak Lhyn pake Gun*
# Q : Tu kenapa WonPpa Smirk2, apa
itu rencana dia buat bikin Kyu jeles?
A : Bisa jadi.. mwahaha... Lhyn ga
bisa baca pikiran si Kuda Suju itu. #digiler reader.
Cuplikan Chaps depan :
"Kenapa kau begitu marah? Aku
hanya menciummu, kalau kau tidak suka aku tidak akan melakukannya lagi,"
ujar Kyuhyun lirih.
"Kalau kau butuh ciuman kau bisa
mendapatkannya dari ribuan yeoja di luar sana, tapi bukan aku! Aku bukan
yeoja yang bisa dicium oleh sembarang namja yang—"
"Aku bukan sembarang namja!"
sergah Kyuhyun, matanya menyipit menatap Sungmin tegas.
"Tetap saja kau bukan namja
yang berhak menciumku!"
.
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa
bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_27_02_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar