Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Empatbelas


AFTER ALL
Keping Empatbelas
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yangmembuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Jigumkaji no obdon shiganun odumiojyo -without you baby– Norul mannan hu naui senghwarun kumman gathayo –baby–"
('til now, the time without you in my life was full of darkness -without you baby- but ever since i've met you, my life's been like a dream –baby–) _Miracle-Super Junior_
.
"Engh!" Sungmin melenguh merasakan bagian bawah tubuhnya yang berdenyut panas dan terasa pegal. Sedikit tak memperdulikannya, Sungmin kembali menyamankan diri di atas kasur hangatnya. Merasa begitu nyaman dengan aroma tubuh Kyuhyun yang begitu terasa di indra penciumannya.
Deg-deg-deg-deg...
Sungmin bahkan bisa mendengar detak jantung namja it—
Eh?
"Argh," kepala yeoja itu berputar cepat saat dia mencoba bangkit dan membuka matanya.
"Jangan memaksakan diri, chagi. Tidurlah lagi."
Deg.
Suara bariton itu menyentak Sungmin. Dengan keras dia memaksa untuk membuka matanya dan menatap iris coklat namja yang berada di bawahnya. Namja itu tersenyum lembut, dengan wajah yang masih berkilau bekas keringat dan rambut lepek serta... –Sungmin menujukan pandangannya kebawah–
"AAAAAAA! ! !" Sungmin berteriak sekeras-kerasnya dan melempar diri menjauh dari tubuh telanjang namja itu. Buru-buru Sungmin meraih selimut untuk menutupi tubuhnya –yang sesuai dugaannya– juga naked.
"Chagiya, kenapa berteriak seperti itu," ujar Kyuhyun kesal karena tingkah Sungmin barusan membuatnya terkejut dan ikut bergerak menjauh.
"Jangan memanggilku seperti itu! Oh Tuhan, apa yang terjadi, kenapa bisa seperti ini... oh Tuhan... oh Tuhan...," rancau gadis itu dengan pandangan bingung meneliti keadaan tempat tidurnya yang berantakan dan... aroma seks tercium kuat.
"Chagiya, kau—"
"Kubilang jangan memanggilku seperti itu!" bentak Sungmin dengan sorot marah di matanya.
"—kenapa?"
"Kenapa? Karena kita sudah gila! Oh Tuhan... sebaiknya kau pergi dari sini, kepalaku bisa meledak kalau kau tetap di sana!" ujar Sungmin keras, yeoja itu bangun dari tempat tidurnya dengan tetap menjaga agar selimut tetap menutupi tubuhnya.
Pikirannya kacau. Dan dia sama sekali tak perduli pada wajah kecewa namja itu, benar-benar tak ingin perduli pada mata yang terluka di sana. Yeoja itu bergerak ke lemari pakaiannya.
"Kau menyesal?" Kyuhyun bertanya rendah.
Sungmin meraih pakaiannya, sebelum berbalik menatap namja di atas tempat tidurnya. "Menyesal? Tentu saja aku menyesal! Kau tidak lihat betapa menyesalnya aku? Aku mabuk dan kenapa kau juga ikut mabuk semalam? Oh! Demi Tuhan... lupakan yang semalam... anggap saja kau bermimpi buruk atau apa," seusai mengucapkan itu, Sungmin segera masuk ke kamar mandinya.
Dia tak ingin melihat kekecewaan di sana. Kekecewaan yang dia tak mengerti maksudnya. Sungmin mengguyur tubuhnya di bawah shower air hangat yang mengalir deras. Kepalanya benar-benar pusing. Bagaimana mungkin dia melakukan hal 'itu' semalam. Meskipun mabuk, Sungmin bisa mengingat dengan jelas bahwa dia sama sekali tidak menolak sentuhan Kyuhyun.
Argh! Sial. Kenapa bisa jadi seperti ini? Seharusnya hal ini tidak terjadi, seharusnya hal-hal yang bisa memancing perasaan yang telah Sungmin kubur itu tidak terjadi. Tapi, tidak dapat di pungkiri, sisi dalam hatinya merasa senang. Sentuhan lembut Kyuhyun bahkan lebih memabukkan dari pada alkohol yang diminumnya.
Sentuhan itu... serasa sangat berbeda. Seakan sentuhan itu begitu pas di kulitnya, seakan sentuhan itu hanya ada untuknya. Tak pernah sebelumnya Kyuhyun menyentuhnya dengan begitu lembut dan hati-hati seperti semalam. Sepenuh perasaan, sepenuh hati, dengan rasa rindu yang ikut membumbui.
Membuat Sungmin seribu kali takkan pernah menyesalinya. Dia hanya... tak suka dengan kenyataan bahwa namja itu bukan miliknya. Dia tidak menyesali semua yang terjadi malam ini, yang dia sesali hanya kenyataan itu.. kenyataan Kyuhyun bukan lagi miliknya. Dan kata-kata itu.. kata cinta yang semalam di dengarnya... itu hanya mimpikan?
.
Setelah mengeringkan seluruh tubuhnya dengan handuk, Sungmin mengoleskan sedikit krim otot penghilang pegal sebelum berpakaian dengan rapat. Kaos putih tanpa lengan dan berkerah tinggi dengan rok berumbai bermotif polkadot putih selututnya.
"Ugh!" Sungmin mengernyit saat dirinya hampir menabrak Kyuhyun yang tengah berdiri di depan pintu kamar mandinya. "Apa yang kau lakukan?"
"Hanya untuk menegaskan bahwa aku tidak akan pernah melupakan setiap detik yang kulewati semalam!" ujar Kyuhyun dengan penuh penekanan dan iris coklat yang menatap tajam pada foxy Sungmin. "Dan jangan harap kau juga bisa melupakannya, karena kalau kau lupa aku akan melakukannya lagi, lagi dan lagi sampai kau benar-benar mengingat semuanya!"
Sungmin terkesiap mendengar ucapan Kyuhyun. Dadanya berdebar kuat dan tak terkendali. Yeoja itu memilih membuang wajahnya dan berlalu dari tempatnya berdiri. Dia tak tahu kenapa sentakan-sentakan kecil ada dan begitu terasa di dadanya.
.
.
Berbeda dengan Sungmin yang menggunakan air hangat, Kyuhyun mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Kepalanya benar-benar panas, dan hatinya benar-benar butuh sesuatu yang bisa mendinginkan.
Apa maksud yeoja itu? Seenaknya saja menyuruhnya melupakan semuanya. Dan setelah semuanya, semua rasa yang Kyuhyun ecap semalam, harapan dan cinta yang melambung tinggi kini namja itu di hempaskan jatuh begitu saja? Tanpa pertahanan, tanpa persiapan?
Benar-benar kejam.
Dia pikir Kyuhyun itu manusia seperti apa?
Setelah yeoja itu membuat Kyuhyun melepaskan semua perasaannya, dan kini dia ditinggal begitu saja?
Aih! Berpikirlah dengan jernih Cho Kyuhyun. Kau itu namja jenius yang selalu di nomor satukan. Kau harus berpikir dingin dan raih hati itu dengan kepercayaan diri. Tak ada seorang pun yang dapat menolak pesona seorang Cho Kyuhyun. Karena dia tidak ditakdirkan untuk di tolak.
.
"Dareum saram pilyo obseo nan geunyang neorago, dashi hanbon mullo bwado nan geunyang neorago..." dengan bersenandung kecil, Kyuhyun keluar dari kamar pink itu dan menghampiri Sungmin yang sedang memasak sesuatu di dapur.
"Bukankah sudah kusuruh kau pulang?"
"Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman, ojol suga obseo dashi dorikilsu obseo oh~," bukannya membalas, Kyuhyun masih tetap bersenandung.
Sungmin mendengus dan memilih tak memperdulikan namja yang berdiri di sampingnnya. Yeoja itu kembali fokus menatap bekal yang tengah dibuatnya. Kemarin bekalnya tak jadi di sampaikan karena Sungmin tidak keluar rumah gara-gara harus merawat namja di sampingnya ini.
"Bekal untuk siapa?" Kyuhyun bertanya simple.
"Bukan untukmu," jawab Sungmin dengan bibir mengerucut.
"Bukannya dia sudah menolakmu?" Kyuhyun bertanya datar.
"Mwo? Dari mana kau tahu?" mata kelinci itu membulat lucu dan menatap Kyuhyun dengan pandangan malu.
Kyuhyun mendengus dan menepuk kening Sungmin pelan. "Kau sendiri yang mengatakannya sambil menangis semalam."
"Bukannya kau tak mengerti maksudku?"
"Aku mengerti," ujar Kyuhyun cuek, namja itu meraih gelas dan menuangkan air putih kedalamnya. "Dia sudah menolakmu, kenapa kau masih saja mengejarnya? Tidak tahu malu."
"Ya! Biarkan saja, aku akan bersabar dan membuat Siwon oppa jatuh cinta padaku juga. Setidaknya selama Oppa belum bersama yeoja lain, aku akan terus berusaha!"
'Glek'
Kyuhyun menelan air minumnya dengan susah payah. Tenggorokannya terasa tercekat mendengar kalimat yeoja itu. Kyuhyun menatap Sungmin, yeoja dengan wajah bersemu merah yang tersenyum kecil menatapi dua kotak bekal di depannya.
"Apa kau benar-benar mencintainya?" tanya Kyuhyun dengan suara tercekat. Dia menatap Sungmin dengan pandangan memohon, memohon agar yeoja itu mengatakan tidak.
"Sepertinya iya. Aku benar-benar tak ingin dia meninggalkanku, kau tahu... kehilangan seseorang yang kau cintai itu sangat sakit," ujarnya, gerak tangannya yang terhenti di udara menandakan bahwa yeoja itu tengah menerawang saat ini.
"Ya.. kehilangan seseorang itu sangat sakit," ujar Kyuhyun miris menatap Sungmin dengan mata memancar rasa sakit yang tak terbaca.
"Haha.. kenapa kau berwajah seperti itu? Meskipun kau pernah merasakan kehilangan Seohyun, setidaknya kau sudah mendapatkannya kembali kan?" ujar Sungmin, yeoja itu tersenyum tipis.
Kyuhyun tertawa, miris dan sakit. "Kau benar! Setidaknya dia kembali padaku. AH, ngomong-ngomong soal Seohyun, sebenarnya aku sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengannya."
.
.
"Wookieya.. aku tahu kau di dalam, buka pintunya Wookieya... biarkan aku menjelaskannya. Ya, Wookie chagi... jangan seenaknya memutuskan, aku hanya mengantar Taemin mencari flat... Wookie, buka pintunya!" Yesung berteriak keras dengan menggedor pintu flat Ryeowook. Dia sama sekali tak perduli bila akan ada tetangga yang merasa tergangggu.
"Wookie ya!" geram namja itu dengan meremas rambutnya kesal. Tak lagi bisa bersabar, akhirnya dia pun pergi dengan pintu flat yang belum juga terbuka.
Namja membanting pintu peugeot hitamnya dengan keras dan bertolak menuju kediaman Kim di distrik Sungdong. Dia tidak bisa membiarkan Appanya terus mencampuri kehidupan asmaranya. Taemin adalah yang terakhir dan setelah ini Yesung bersumpah dia tidak akan lagi bersabar dalam menghadapi Appanya.
Tidak ada yang bisa membuatnya berpaling dari seorang Ryeowook, karena hanya namja itulah satu-satunya alasan dia masih berdiri sebagai seorang Yesung. Kim Jong Woon telah mati bersama impian masa lalunya, dan sekarang dia tidak akan membiarkan Yesung ikut mati tanpa penopangnya.
Yesung tersenyum mengingat bagaimana dulu Ryeowook menangis untuknya.
Dulu, Ryeowook selalu berkata bahwa dia adalah pemain basket favoritnya. Melebihi kesukaannya pada Yao Ming si pemain NBA terbaik Korea. Yesung sangat menyukai semangat Ryeowook saat berlatih demi mendapat posisi tim inti di sekolahnya. Dan Ryeowook pun selalu menjadi semangatnya berlatih demi meraih bea siswa untuk bergabung dengan tim NBA Senior School di London.
Saling menyemangati dan berbagi sorakan kegembiraan, berbagi air minum, berbagi handuk, berbagi sepatu dan semuanya. Saling berusaha untuk menjadi lawan yang lebih tangguh bagi diri sendiri.
Semuanya begitu manis hingga hari itu datang.
Hingga saat ini dia masih belum tahu siapa pelaku sebenarnya. Seorang saingan dari sekolah lain yang merasa terancam dengan keberadaan Yesung dan melakukan tindakan licik dengan menabrak Yesung dari belakang.
Beruntung namja itu selamat, hanya saja... patah tulang kaki kanan membuat dokter tak mengijinkannya melakukan kegiatan berat enam bulan dan melarang bermain basket selama setahun. Tak ada waktu menunggu selama itu, ujian itu akan diadakan dua bulan lagi. Yesung, atau yang saat itu akraba di panggil Jong Woon patah semangat.
Tak ada harapan untuknya meraih impian yang selama ini dikejarnya. Namun sebuah hal membuat semuanya peristiwa itu justru terasa lucu. Saat Yesung memberitahukan berita itu pada Ryeowook. Namja itu histeris melebihi Yesung. Menangis dan meraung begitu keras hingga membuat para perawat datang.
Ryeowook sangat terpukul. Namja itu mengurung diri di kamarnya dan membuang semua properti berbau basket miliknya. Hingga akhirnya justru Yesung lah yang berusaha menghibur namja itu.
"Aku tidak apa-apa, percayalah," ujar Yesung saat itu. Namja bermata kelewat sipit itu menggerakkan kursi rodanya kearah Ryeowook yang menunduk diatas kasurnya.
"Tapi Hyung... bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi, Hyung sangat menginginkan bea siswa itu... Hyung sudah bekerja keras selama ini... kenapa Tuhan sangat tidak adil?" Ryeowook berkata dengan suara seraknya yang membuat Yesung tahu bahwa namja itu baru saja menangis lagi.
"Tuhan pasti punya rencana lain untukku, masih ada banyak impian di luar sana yang bisa kukejar," ujar Yesung sembari mengusap kepala Ryeowook yang menunduk.
"Ya, Hyung... berjanjilah kau akan tetap mengejar impianmu!" Ryeowook pun mendongak dan menatap iris hitam Yesung.
"Ne, kau juga harus berjanji akan terus mendukungku dan tersenyum menyemangatiku," ujar Yesung sembari menyodorkan jari kelingkingnya yang terbilang kecil.
"Ne! Aku janji. Hyung, nyanyikan sebuah lagu untukku...," balas Ryeowook dengan mengaitkan kelingkingnya di kelingkin yesung dan tersenyum tipis.
Dan dari sanalah semuanya berawal. Nama "Yesung" yang mendadak diberikan Ryeowook saat memuji suaranya, berasal. Dari dorongan Ryeowook lah Yesung berani mendatangi ruang klub musik untuk mulai bergabung. Dan... Ryeowook pulalah yang membawanya datang kesebuah Audisi pencarian bakat dari SME. Hingga saat ini... hanya namja itulah yang membuatnya masih sanggup untuk berdiri.
.
"Yesung—.. ma-maksud saya tuan muda Jong Woon, selamat datang," sambut seorang maid dengan gugup dan kaku.
"Dimana Appa?" Yesung bertanya tanpa basa-basi.
"Tuan besar baru saja tiba dari Jepang, dia masih belum bisa diganggu," gumam maid itu pelan dengan menundukkan tubuhnya.
"Katakan saja di mana dia," balas Yesung datar namun disertai tatapan mengintimidasi yang sangat kuat..
"Di-di ruang kerjanya."
Yesung tak banyak membuang waktu lagi, namja itu segera menyusuri lantai marmer mengkilat itu. Namja itu sedikit mendengus merasakan bagaimana rumah besar itu masih saja terasa begitu dingin dan sepi.
Dengan sedikit sentakan kasar, Yesung membuka pintu ruang kerja Appanya. Ruangan itu masih sama persis seperti terakhir kali dia masuk kedalamnya. Kelam dengan aroma alkohol yang sedikit mengotori udara. Rak-rak buku besar berdiri di setiap sisi dinding dan sebuah meja dengan kursinya ada di sisi kiri ruangan.
"Jong Woon, sejak kapan sopan santunmu jadi begitu buruk. Apa menjadi public figure telah membuatmu jadi sombong dan tak memperdulikan tata krama lagi?" suara bass dan dalam itu terdengar begitu datar.
"Ini yang terakhir. Jangan mencampuri urusanku lagi dan jangan mencoba mengatur hidupku lagi!"
"Tahu apa kau tentang kehidupan? Aku ini Appamu, semua yang Appa lakukan juga demi kebaikanmu!"
"Tahu apa Appa tentang aku ha? Appa tidak mengerti apapun tentang Aku! Kalau Appa memang ingin yang terbaik untukku, Wookie adalah jawabannya!"
"Dia tidak pantas untukmu!" Teriakan keras menggema di ruang mewah itu.
"Dia yang paling pantas! Karena dialah aku bisa menjadi seperti ini, Appa yang tidak pantas berbicara seperti itu tentangnya. Terakhir aku ingat, yang berada di sampingku saat aku jatuh adalah Ryeowook bukan Appa," geram Yesung. "Sekali lagi kau melakukan sesuatu yang salah, maka ini akan menjadi terakhir kalinya aku memanggilmu Appa."
Yesung tak lagi memberi kesempatan pada sosok tua itu untuk bicara. Secara biologis, sosok itu memang Appanya. Tapi... sedikitpun, Yesung tak pernah mengingat adanya kenangan bahwa sosok itu memang benar-benar Appanya.
Appanya adalah sosok freakworker yang bahkan lebih mencintai pekerjaan dari pada keluarganya sendiri. Sejak kecil, Yesung tak pernah sekalipun terlibat dalam pembicaraan bersama Appanya, kecuali bila pertemuan berisi perintah dan pertengkaran seperti tadi bisa di sebut pembicaraan.
Yesung pun kembali melajukan peugeot hitamnya meninggalkan kediaman Kim yang terlihat menyala terang dari kejauhan sana. Sekarang hanya perlu meyakinkan Ryeowook, sekali lagi.
.
.
Sungmin menatap bingung pada buket-buket bunga yang menghiasi sudut-sudut flatnya. Lalu kembali menatap susu high calcium di tangannya, dia masih belum tahu siapa yang mengirimi semua itu. Belakangan ia sering menemukan buket bunga dan ice cream high calcium, atau susu high calcium, atau biskuit high calcium di depan pintu flatnya. Hanya sebuah kartu bertuliskan 'Mianhe' atau 'Saranghae' tanpa nama yang menyertainya.
Memangnya siapa yang perlu Sungmin maafkan? Si penabrak yang membuat kakinya patah? Yeoja bernama Sunny itu sudah meminta maaf dan juga membelikan Sungmin Kruk. Lagi pula, Sunny itu yeoja yang tak mungkin mengatakan 'Saranghae' dan kejadian itu sudah lama berlalu meskipun kiriman bunga itu datang mulai saat setelah dia kecelakaan.
Lalu siapa? Siwon? Ish.. justru seharusnya Sungmin yang mengirimi semua itu untuk Siwon. Atau Kyu— AH! JANGAN PIKIRKAN NAMA ITU! Itu sangat tidak mungkin. Kalau kartunya hanya sekedar 'Mianhe' Sungmin bisa mengerti, tapi 'Saranghae' ish... terlalu bermimpi.
Tapi siapapun orangnya, Sungmin benar-benar berterimakasih karena produk-produk high calcium yang dia berikan benar-benar membantu kesembuhan kaki Sungmin. Dia bahkan sudah tak perlu lagi menggunakan kruk untuk berjalan-jalan di sekitar rumah.
Selesai membuat susu high calcium untuk dirinya sendiri, Sungmin berjalan dengan masih sedikit terpincang menuju sofa di depan TVnya. Yeoja itu menyesap susu itu sedikit lalu meletakkannya di atas meja dan meraih dua jarum besar dengan untaian woll yang mengikutinya. Tapi... sejenak pikirannya kembali tertuju pada kiriman-kiriman itu, pagi ini dia belum mengecek pintu depan flatnya.
Mungkin kah?
Sungmin kembali meletakkan dua jarum besar itu dan bangkit dan berjalan menuju pintu depan flatnya.
"...aku benar-benar tak menyangka!" Sungmin menedengar suara Ryeowook berkata seperti itu, dan yeoja itu segera menemukan Ryeowook yang tengah berdiri di depan pintunya sendiri bersama... Kyuhyun?
"Kyunie? Kalian sedang apa?" yeoja itu bertanya penasaran menatap raut wajah keduanya yang tak biasa. Dan memang sangat tak biasa Kyuhyun berada di flat Ryeowook sepagi ini, kalau Yesung sih tak perlu ditanya.
"Aku... aku mengunjungi Wookie, menitipkan salam cinta dari Yesung hyung," ujar Kyuhyun dengan sedikit gugup.
"Oh," respon Sungmin singkat. Yeoja itu segera menunduk dan.. benar saja. Ada buket mawar merah dan sebuah kotak putih. Sungmin menunduk dan meraih kedua benda itu, lalu membuka kartu yang tersemat di buket bunganya 'Saranghae' tulisannya masih sama. Di cetak dengan mesin print dan tanpa alamat toko bunga apalagi alamat si pengirim.
"Dari penggemar rahasiamu lagi, Noona?"
Sungmin mengangguk menjawab Ryeowook. Yeoja itu lalu membuka kotak putih di tangannya dan mendapati tart strawberry kesukaannya.
"Ah, Strawberry cheese tart.. kelihatannya lezat," gumam yeoja itu dengan senyum tipisnya.
"Noona tidak takut kalau kue itu telah dibubuhi racun atau semacamnya?" komentar Ryeowook, yang tanpa di sadari Sungmin, namja itu bukan menatapnya melainkan menatap namja lain disampingnya. Kyuhyun sukses mendelik.
"Kalau dia berniat membunuhku, aku pasti sudah mati saat pertama meminum susu pemberiannya. Lagi pula, aku merasa pemberian ini sangat tulus. Kalian mau? Ayo masuk...," ajak Sungmin kemudian membuka pintu flatnya lebih lebar.
"Ah, kebetulan sekali aku lapar!" Kyuhyun berseru dan segera masuk kedalam flat itu.
"Aku tidak usah, Noona. Gomawo," ujar Ryeowook. Sungmin pun tersenyum dan menutup pintu flatnya setelah Kyuhyun ikut masuk.
"Aku ambil pisau dan piring dulu ya," gumam Sungmin, dengan meletakkan kotak kue di atas meja tempat Kyuhyun mendudukkan dirinya.
"Minnieya.. aku mau makanan buatanmu saja," ujar Kyuhyun dengan mencekal tangan Sungmin saat yeoja itu hendak pergi.
"Mwo? Aku kan tadi menawarimu kue ini, ya sudah... kau mau kubuatkan apa?" tanya Sungmin dengan berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari pergelangannya.
"Nasi goreng dengan daging asap... ahhh aku benar-benar ingin itu," jawab Kyuhyun. Namja itu masih belum mau melepaskan cekalan tangannya.
"Umm... aku buatkan, sekarang lepaskan tanganku."
Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dengan sedikit senyum kecil. Yeoja itupun segera melangkah menuju dapurnya dan mulai membuat bumbu untuk nasi goreng pesanan Kyuhyun.
Sementara di sofa itu, Kyuhyun diam. Dia masih belum terbiasa dengan sikap 'menolak' dari Sungmin. Dadanya masih saja serasa mendapat goresan baru setiap kali yeoja itu bersikap begitu biasa padanya. Dia sungguh merindukan Sungminnya. Sungmin yang selalu menspesialkannya, Sungmin yang menatapnya dengan lembut, Sungmin yang mencintainya.
Kyuhyun menatap susu strawberry yang masih setengah penuh di depannya. Dan sedikit banyak, dia merasa lega Sungmin meminum susu itu. Sungguh tak banyak yang bisa Kyuhyun lakukan untuk yeoja itu. Dan kini, dia hanya bisa menjadi seorang 'penggemar rahasia' yang tak berani melangkah lebih dekat. Dunia benar-benar telah berputar balik.
"Kau merajut lagi?" Kyuhyun bertanya agak keras dengan maksud agar Sungmin yang berada di dapur dapat mendengarnya. Dia sedikit tak suka malihat dua jarum besar itu.
"Ne," jawab yeoja itu singkat.
"Bukannya sudah kubilang agar jangan merajut lagi? Kau sama sekali tidak berbakat dan hanya akan membuat tanganmu terluka!" Kyuhyun berseru lebih keras dari sebelumnya. Nada khawatir dapat terasa jelas dalam suaranya. Namja itu memandang kearah dapur, tempat dimana Sungmin berada.
"Aku sudah mengamankan jariku," ujar Sungmin seraya mengangkat kesepuluh jarinya yang memang telah tertempeli plaster warna-warni hingga dari jauh pun Kyuhyun dapat melihatnya.
Kyuhyun mendengus. "Memangnya kau mau membuat apa? Kenapa tidak membelinya saja sih?"
"Kalau membeli kesannya tidak terlalu berarti, aku ingin membuatkan sesuatu untuk Siwon Oppa, tapi belum tahu apa. Mungkin sweater atau topi... um.. syal juga tak apa... entahlah aku tidak tahu mana yang paling disukainya."
Kyuhyun bangkit dan mendekat kearas Sungmin. Dadanya jadi semakin sesak mendengar jawaban yeoja bermata kelinci itu. "Kenapa masih mengharapkannya!" bentak Kyuhyun dengan meraih pundak yeoja itu dan mengcengkramnya.
Dia tidak suka bila yeoja itu terus-menerus mengingatkannya pada rasa menyesal yang membuat dadanya menyempit seperti ini.
"Kyu... ish, lepaskan tanganmu."
"Kenapa bersusah payah membuat sesuatu untuknya! Kenapa kau tidak mendengarkanku! sudah ku bilang KAU TIDAK BOLEH MENCINTAINYA!"
.
.
Sungmin tersentak. Sekelebat ingatan datang padanya tentang malam itu... malam di mana Kyuhyun juga mengatakan hal seperti itu. Malam yang terasa seperti mimpi dan seharusnya memang hanya menjadi mimpi.
"A-apa maksudmu Kyu?" Sungmin tergagap.
Tidak. Kyuhyun tidak boleh mengatakan hal seperti itu padanya... tidak boleh... kalimat itu tidak boleh dilanjutkan...
"Aku mencintaimu... kau harus mendengarkanku!"
"Jangan mempermainkanku Cho Kyuhyun!" Sungmin mulai geram. Dengan kasar ditepisnya kedua tangan Kyuhyun yang mencengkram pundaknya.
"Lihat aku!" Kyuhyun meraih dagu yeoja itu untuk menengadah, menatap irisnya. "Lihat dan kau akan tahu kalau aku hanya bermain-main."
Sungmin diam menatap kesungguhan dalam iris kecoklatan di depannya. Ada kelembutan, ada permohonan dan ada... cinta di dalamnya. Juga rasa sakit dan merindu yang seakan berusaha menenggelamkannya. Sungmin merasakan tubuhnya membeku, setitik rasa tak derdefinisikan tengah mengobrak-abrik hatinya.
Kenapa... baru sekarang? Kenapa saat dia tak berani lagi untuk berharap, namja itu justru memberinya sebuah harapan yang begitu tinggi. Kenapa Sungmin harus mendapatkan jutaan sengatan di dadanya karena tatapan itu.
"Kenapa Kyu? Kenapa kau melakukan ini padaku?" Sungmin bertanya dengan suara yang bergetar lirih.
"Saranghae," jawab namja itu dengan menatap iris foxy di depannya tanpa keraguan sedikitpun.
Sungmin menggeleng, memohon agar namja itu meralat ucapannya. "Kyunieya..."
"Jeongmal saranghae," Kyuhyun menegaskan
"Jangan Kyu..." ratap yeoja itu.
"Jeongmal Saranghae."
"Jebal. Aku tidak bisa Kyu... sungguh, aku tidak berani untuk berharap lagi padamu. Kau meninggalkanku, kau membuatku jatuh dalam rasa sakit yang terlalu dalam. Aku sungguh tidak ingin merasakannya lagi..."
"Beri aku kesempatan... hanya satu kesempatan," Kyuhyun masih terus menatap iris foxy di depannya, mengatakan kebenaran dalam setiap permohonannya.
"Mianhe... Kyu aku..."
"Aku mohon... aku bisa mati kalau kau—"
"Kau mau mencoba bunuh diri? Kau mengancamku?" sergah Sungmin, pancaran matanya telah berubah.
"Tanpa perlu bunuh diripun aku bisa mati! Kau hanya perlu pergi dan aku akan mati!" Kyuhyun merintih mengatakannya. Dia benar-benar tak bisa bertahan lebih lama kalau yeoja itu terus menolaknya. "Chagiya, kau yang memberiku kehidupan setelah Seohyun meninggalkanku. Dan sekarang, kalau kau benar-benar pergi... tidak ada lagi yang bisa memberiku kehidupan lagi."
Sungmin diam. Tubuhnya benar-benar terasa sangat lemas, dadanya bergemuruh dan rasa sakit itu kembali mencuat. Dia masih belum bisa mengabaikan Kyuhyun sepenuhnya, meski dia berusaha melupakannya tapi rasa itu tetaplah ada. Bulir bening yang mengalir dari iris kecoklatan itu benar-benar membuatnya sakit.
Melihat namja itu menangis dan memohon di depannya... membuatnya merasa sangat miris. Permainan takdir, benar-benar melelahkan.
"Aku tidak bisa menjanjikan apapun untukmu."
_TBC_
Okhe2 Lhyn tau Fic ini mulai membosankan... Abis Lhyn juga udah mulei Jenuh #dibakar. Sepertinya siksaan buat Kyu juga udah ga bisa lebih berat lagi #Author labil#, selain karna Lhyn ga bisa bikin Kyu jadi Cengeng terus2an Lhyn juga pengan nunjukin bahwa Kyu tetap namja tegar dan kuat. Jadi keknya yang diatas itu yang terakhir karna chap depan Lhyn mau mulai membangun perasaan Minppa lagi. Mianhe *bungkuk2*
Eh, Lhyn mau Promo... baca Fic KyuMin Lhyn yang Ke-2 ya... judulnya Vrykolakas, Ceritanya tentang Sungmin sebagai setengah Vampire dan Kyu yang merupakan Pemburu Vampire. Sama-sama menjadi anggota Super Junior dan saling menyerang di sana. Sialnya! Orang2 justru menganggap 'pertarungan' mereka sebagai hal 'Mesra' dan menobatkan mereka sebagai Best Coople. Kalo sempat mampir ya... dan makasih buat yang udah mampir dan meninggalkan jejak disana.
Terimakasih juga buat Yang sudah meninggalkan jejak di sini :
ikkimassu, KyuLie Minnie, leeyoungmin, Kim hyunie, RAJSomniaELF, Matsuka99, melani kyuminElfsha, BunnyMinnie, pink choi, VainVampire, Kyuminshipper, ChoZhouHyun, hie, E.L.F, KarooMinnie, dhian kyuhae elf, sierradew, cho sera, rikha-chan, MegaKyu, Eunhae25, KMS, a silent reader, choi hyekyung, hana, ji hyun, ChoZhouHYun, Perisai Suju, emyKMS, minnienyaevil9tha, Evilkyu Vee, Cho Hyun Jin, Perisai Suju, lala, dian, MR X, AIDASUNGJIN, kyokyorae, Dina LuvKyumin, MinnieGalz, Auliayyg, SungMinnie, RAJSomniaELF, jojojooo, sarangchullpa92, kyumin forever, Chikyumin, Ka Hime Shiseiten, Pumpkin01, Kanaya,, lee hyuri, minjeee, KyuHyunJiYoon, kimhyena, siticho, kyuppa cayankeocky, cha, CloudsomniaElf, lienaJoYers95, Ms. KMS, youngers, Thania Lee, cha, kyumin, Chika8923, daraemondut, Dan Kamu yang belum sempat meninggalkan jejakmu juga.
Maaf kalo ada nama yang kelewat ato salah ketik, maklumi mata jereng Lhyn ini ya... :)
Jawaban Rifyu :
# Q :Lhyn Orang Tegal ya? Lhyn punya FB/Twitter, boleh minta alamatnya?
A : Ya, Lhyn wong Tegal, Fb : Kanista Ran, Tweet : Ran1509. Haha.. maap Chap kemaren Lhyn lupa jawabnya... Gomen... Mianhe... *bungkuk2lagi*
# Q : Ga nyangka ada Ncnya... Lanjutin di chap depan? Gegara NC Fellnya jadi kurang Krasa?
A : Muahahaha... Lhyn aja Syok berat setelah sadar dari Trans, jadinya maap kalo ga dilanjutin.. Lhyn bener2 kaget juga bisa bikin NC di situ. Mianhe. #iner Lhyn : Ini pasti guna2 dari Kyu. *dikelelepin Kyu. Mianhe kalo Feelnya kurang beud... *Cuma bisa bungkuk2*
# Q : Itu beneran Minppa cinta ama Wonppa? Dan Wonppa Cuma nganggep Min adek?
A : ini Lhyn copy dari jawaban rifyu kemarin "sungmin yang emang perasaannya lagi labil dia ga nyadar tentang perasaan sebenarnya. Yang nyadar ya Siwonnya lah, dia kan yang lagi waras..." di chap diatas juga sedikit dijelasin kalo Minppa masih cinta ama Kyu, tapi dia takut kecewa lagi ama Kyu. sedangkan perasaan Wonppa, akan di buka di chap 15. *ketawa laknat*
# Q : Minppa ga hamil?
A : Belom...
# Q : Itu Yeppa ngapaen? Ga naksir ama Taemin kan?
A : Udah kejawab di atas kan?
# Q : Masih ada typo, Minpaa kadang manggil 'Noona' sepertinya lupa kalo Minppa di sini yeoja.
A : Haha.. iya.. Lhyn kadang emang lupa, Lhyn sendiri juga beberapa kali nemu typo itu dan langsung Lhyn edit.. kalo ada yang kelewat mohon maklumi ya... kalo bisa dih di tunjukin dimana biar Lhyn edit lagi.. *maumu!* whehehe.. makasih ya...
Dan untuk Pink Choi : Thank for you Attention, But Babe... apapun maksud kamu, entah untuk menjatuhkan mental, mencari sensasi atau apa... You get the wrong person... meskipun kamu Flamer pertama Lhyn *ngasih Loly* tapi Lhyn udah sering ngadepin Flamer yang suka mampir di akun Sissy-Sista/Brotha-Brothee Lhyn. Entah kenapa rasanya lebih marah kalo ngeliat ada Sissy-Sista/Brotha-Brothee Lhyn yang diFlame dari pada dapet sendiri *Gyah curcol deh*.
Terimakasih banyak untuk Sissy-Sista/Brotha-Brothee Lhyn yang udah baik hati ngedukung Lhyn, satu orang ga bakal bikin Lhyn meninggalkan kalian. *cipok Reader satu2*.
Cuplikan Chaps depan :
"Ayo kita kencan."
"Ya! Apa yang kau lakukan Babo? Bersikaplah manis saat mengajak kencan! Dan jangan lupa beri aku waktu untuk berdandan, asal kau tahu saja... melihat namja menunggunya berdandan itu bisa membuat yeoja merasa berarti."
.
"Bukankah dulu aku pernah memintamu untuk bertahan? Kenapa kau malah pergi?"
"Mungkin karna aku sadar kalau perasaanku tak cukup berarti untukmu? Dan kau juga tidak menahanku pergi, bukankah itu juga berarti kalau aku memang tidak cukup berarti untuk kau tahan."
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... Untuk yang nge Fav ato Alert Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_01_03_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar