Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Sembilan


AFTER ALL
Keping Sembilan
.
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
AN : ada adegan makan malam keluarga dengan posisi duduk yang memutar : Tuan Cho – Nyonya Cho – Sungmin – Siwon – Seohyun – Kyuhyun – Zhou Mi – Ahra – (kembali ke;) Tuan Cho. Agar lebih bisa membayangkannya ya...
Boleh Puter In My Dream & My All is in You milik Super Junior dan Like Crazy dari 2AM
.
"Penantianku yang begitu lama aku hentikan. Karena aku merasa ini akan sia-sia. Bukan karena aku lelah, bukan kerena aku bosan. Tapi aku mencoba memahami keadaan bahwa dirimu tak lagi dapat kujangkau karena aku tak mampu lagi mengharapkanmu." _Funny-chan D'jinchuriki_
.
.
"Keterlaluan sekali dia itu!"
Yesung hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat emosi namjachingunya yang tengah meledak. Bisa dimengerti sebenarnya, namjachingunya itu memang masih menyimpan dendam pada Cho Kyuhyun, dongsaengnya di Super Junior. Dan menjadi alasan yang tepat sekali untuk marah ketika Ryeowook justru melihat Kyuhyun yang dijemput Seohyun di dorm.
Jelas saja Ryeowook meledak, karena namja itulah yang setia memperhatikan Sungmin dari hari ke hari semenjak mereka hampir putus. Yah! Hanya 'hampir' karena siapapun tahu, Sungmin masih menunggu Kyuhyun untuk kembali padanya.
"Benar-benar Freak!"
"Jaga kata-katamu Chagi," Yesung memperingatkan, meskipun dia memahami alasan namjachingunya begitu marah, bukan berarti dia suka kata-kata kasar yang keluar dari bibir itu.
"WAE? Kau mau membelanya? Kenyataannya dia memang seperti itu. Setelah meninggalkan Noona-ku sekarang berdua-duaan dengan yeoja licik itu!"
"Kau baru saja memaki dua orang tidak bersalah, Chagi."
"Mwo? Tidak bersalah? Kau pikir meninggalkan Minnie noona-ku dan membuatnya begitu sakit itu tidak bersalah?" kini Ryeowook telah memberikan tatapan tajamnya pada Yesung. Seakan mengatakan bahwa dia siap bertempur hingga titik darah penghabisan.
Yesung menghela napas. "Kau juga harus memikirkan perasaan Kyuhyun. Kau pikir bagaimana perasaanmu kalau seseorang yang sangat kau cintai kembali saat kau telah memiliki yeghonnyeo yang begitu baik? Sangat berat bagi Kyuhyun melepas Minnie, Kyuhyun juga sakit Wookie."
"Ne! Evil itu memang sakit! Sakit jiwa! Kau pikir dengan tahu dilema seorangn Cho Kyuhyun lantas sakit hati Minnie chagi jadi menghilang atau sekedar berkurang? Ani! Semua itu tidak akan membuat sakit hati seorang Lee Sungmin menghilang!"
"Berhenti menyebut Sungmin dengan Noona-ku atau Chagi lagi Wookie, kau kekasihku!" entah kenapa amarah Yesung jadi terpancing juga.
"Lantas kenapa, ha? Kau akan meninggalkanku? Kau juga akan mengejar yeoja cantik perusak hubungan orang itu? Kau akan—"
"Cukup Wookie," sebuah suara lembut menghentikan kalimat namja itu.
Ryeowook mengalihkan pandangannya dari Yesung ke arah pintu, dan begitu melihat sosok Sungmin di sana, pandangan Ryeowook langsung melembut membuat Yesung mendengus kesal.
"Minnie chagi. Kau—?"
"Ne, aku mendengar semuanya. Gomawo Wookie, kau telah membelaku. Tapi aku akan sangat marah kalau pembelaan itu justru membuat hubunganmu dengan Yesung oppa jadi rusak. Aku tidak suka kalau kalian bertengkar hanya karena meributkan aku dan Kyunie," Sungmin berjalan pelan mendekati Ryeowook dan tersenyum lembut kearah namja itu.
"Minnie—"
"Stt... jangan lagi Wookie, aku tak mau kalian bertengkar lagi."
Ryeowook tertegun. Rasanya begitu berat melihat senyum sakit di wajah itu. Ryeowook pun meraih tubuh yeoja itu kedalam pelukannya, memeluk dan mengusap punggung Sungmin dengan lembut. Seakan ingin memberikan sedikit kekuatan untuk yeoja itu.
"Jangan memeluknya terlalu lama Wookie," kesal Yesung.
"Kenapa? Kalau tak suka pergi saja."
"Aish!"
Sungmin terkikik juga mendengar pertengkaran kecil yang jauh dari amarah diantara mereka. Yeoja itu tak menyadari, bahwa kikik kecilnya berhasil membuat sosok yang sedari tadi berdiri di depan pintu flat itu tersenyum lega.
Bukan hanya Ryeowook yang menyaksikan bagaimana sok kuatnya yeoja itu. Tersenyum sementara matanya terus berteriak perih. Kantung hitam di bawah iris kelinci itu juga kian menebal. Membuat Siwon terus berpikir, bagaimana cara agar senyum lembut itu kembali di bibir plum itu.
"Oppa! Kenapa masih di pintu saja? Ayo masuk," seru Sungmin setelah berhasil lepas dari pelukan Ryeowook. "Wookie-ya, tadi aku dan Oppa membeli Pizza cukup banyak, kita makan berempat Ne?"
Siwon masuk, namja itu memberi salam sopan pada Yesung dan Ryeowook sebelum duduk di sofa di samping Sungmin dan meletakkan dua kotak pizza yang sedari tadi terus dijinjingnya.
"Minnie bilang dia belum sempat mentraktirmu setelah sidang pertama waktu itu, Ryeowook-ah," ujar Siwon seraya membuka kedua dus pizza mereka.
"Ne! Berkat dukungan dari kalian aku berhasil dengan baik di sidang pertamaku," Sungmin mengangguk antusias. "Gamsahamnida."
Siwon mengacak rambut Sungmin saat yeoja itu membungkuk satu persatu kearah mereka. Ryeowook yang memperhatikan tingkah mereka hanya mampu tersenyum kecil. Dengan gerak tak kentara, namja itu menyuruh Yesung mendekat dan berbisik di telinganya.
"Mereka cocok, Ne?"
Sekilas, ada keterkejutan di raut Yesung. Namja itu menatap Ryeowook yang kini memasang wajah bersinar menyilaukan seakan baru saja menemukan sebuah harta karun besar.
"Apa maksudmu Wookie?"
Ryeowook hanya menggeleng pelan sambil tersenyum sumringah kala memandang Sungmin yang tengah menyuapkan potongan pizza ke mulut Siwon yang telah terbuka. Yesung hanya menghela napas, perasaannya jadi tak menentu sendiri. Di satu sisi, dia yakin Kyuhyun masih belum sepenuhnya melepaskan Sungmin, tapi di sisi lain... dia juga ingin melihat Sungmin bisa tersenyum lembut lagi. Namun akhirnya dia sadar... bahwa semua itu, bukan kuasanya untuk masuk dan mengaduk-aduk sesuai keinginannya. Dengan kata lain, dia tak ingin ikut campur terlalu jauh.
.
.
"Apa ini?" Siwon bertanya seraya mengangkat dua kotak bekal yang kini tengah mendarat di mejanya.
"Pagi tadi Wookie memintaku menemaminya membuat bekal makan siang," ujar Sungmin, lalu mulai membuka laptopnya untuk memulai bimbingannya hari itu.
"Lalu?" Siwon masih bertanya, dia masih belum bisa mengerti atas jawaban Sungmin.
"Dia menyuruhku membuat bekal juga, karena dia membuat dua jadi aku juga harus membuat dua, begitu katanya. Wookie juga bilang supaya satunya untuk Oppa saja, karena aku tak mungkin menghabiskan dua-duanya," ujar Sungmin polos tanpa menatap Siwon yang tengah berekspresi heran di depannya. Yeoja itu masih sibuk membuka-buka programnya yang telah setengah jadi.
"Kalau begitu kita makan saja dulu," ujar Siwon, menutup flip laptop Sungmin. Membuat bibir yeoja itu maju beberapa centi, namun tetap mengangguk juga.
Sungmin membuka kedua kotak bekal itu, setelah mengucapkan 'Masitge deuseyo' bersama-sama, keduanya mulai menikmati bekal yang Sungmin buat pagi tadi. Sungmin tersenyum kala memandang Siwon yang memakan kimchi dan galbi secara bergantian dengan lahap. Namja itu tampak tidak memilih-milih makanan, tidak seperti Kyuhyun yang suka sekali menyisihkan—
Sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya kala pemikiran tentang sebuah nama terlintas di kepalanya. Dia tidak mau memikirkan nama itu lagi, karena hanya akan membuat dadanya terasa semakin sesak saja. Belum lagi rasa rindu yang akan semakin membesar bila dia kembali mengingat wajah itu.
"Minnie...," Siwon mengusap bahu Sungmin, mengembalikan yeoja itu dari pikirannya sendiri. "Waeyo?"
Sungmin menggeleng, lalu kembali melahap bekalnya dengan sedikit rasa tercekat di tenggorokannya. Terasa perih.
Seusai memakan bekal makan siang mereka, Sungmin kembali fokus pada aplikasinya. Dia beberapa kali mengalami kesulitan dalam penentuan item untuk beberapa bagian tabel yang semestinya diperlukan dan dengan bijak Siwon membantunya memilah-milah mana-mana saja yang penting.
Matahari telah beranjak ke ufuk saat Sungmin menutup laptopnya setelah Siwon mengatakan bahwa pertemuan hari itu telah cukup.
"Kau sudah punya pandangan setelah lulus nanti?" Siwon bertanya, memecah keheningan yang menyelimuti koridor tempat mereka berjalan pelan.
"Ne, Appa memintaku untuk membuka cabang usahanya di Seoul dan mengelolanya sendiri, agar aku bisa belajar merintis usaha sendiri." jawab Sungmin mantap.
"Appamu pria yang hebat, dia mendidik putrinya dengan tidak memanjakannya tapi juga tidak membiarkannya lepas begitu saja, Ne?"
"Appa memang selalu begitu, tidak suka kalau aku atau Sungjin hanya berpangku tangan," Sungmin kembali mengangguk mantap.
Meski begitu ada sesuatu yang tiba-tiba menganjal dadanya. Telepon dari appanya seminggu yang lalu. Appanya benar-benar tidak suka keputusannya melepas Kyuhyun, meski dia berkata kalau dia percaya pada apapun keputusan Sungmin, Sungmin masih bisa merasakan nada berat disana.
"Minnie-ya...," panggil Siwon lembut, sekali lagi namja itu memergoki Sungmin yang tengah melamun.
"Ne?"
"Kau melamun lagi?"
Sungmin menggeleng. "Aku hanya memikirkan Appaku, sudah cukup lama aku tidak pulang kerumah dan kemarin Appa menelepon, membuatku semakin ingin memeluknya saja."
"Shhh... Appamu orang yang baik, dia pasti mengerti kalau putrinya tengah berjuang demi masa depannya. Nah, agar kau tidak bersedih, bagaimana kalau kita makan ice cream yang di taman waktu itu?"
"Oppa yang traktir?" tanya Sungmin antusias, dalam sekejap yeoja itu segera melupakan keresahan hatinya yang sempat timbul.
Siwon tersenyum kala menatap puppy eyes pemilik wajah aegyo itu, sungguh menggemaskan. Membuat Siwon tak tahan untuk sekedar mencubit pipi Sungmin dan mengacak rambutnya.
"Gomaw—" kalimat Sungmin terhenti saat merasakan ponselnya berdering. Yeoja itu tersenyum singkat pada Siwon sebelum meraih ponselnya dan... matanya sedikit membulat saat melihat ID pemanggil itu. Sedikit ragu dan khawatir, Sungmin menjawab panggilan itu.
"Yeobaseo, Eom..." sapaan kakunya terhenti. Rasanya sudah tak pantas lagi Sungmin memanggil yeoja di seberang sana dengan panggilan Eomma lagi karena.. "...eumm Ahjuma..."
"Ya. Jangan memanggilku seperti itu Chagi~ bagaimanapun kau tetap Eomma anggap sebagai putri Eomma! Eomma tidak suka!" Sungmin mengernyit mendapati penolakan itu.
"Mianhe, Eomma.. Minnie hanya—"
"Isshhh... Sudah-sudah, Eomma tidak suka kalau kau canggung seperti itu pada Eomma."
"Mianhe."
"Eomma rindu padamu Chagiya, datanglah kerumah malam ini. Ahra baru datang dari London dan kami akan mengadakan perayaan kecil di rumah, datanglah Chagiya~."
Suara merajuk itu membuat Sungmin merasa tertohok. Bagaimana mungkin Eomma Cho memintanya datang kekediaman Cho disaat mereka tengah mengadakan perayaan? Tentu saja Sungmin tidak bisa, pasti ada Kyuhyun di sana dan... meskipun sangat rindu, Sungmin tak ingin bertemu namja itu.
"Mianhe Eomma... Minnie—"
"Jebal Minnie chagi," potong nyonya Cho.
Sungmin menarik napasnya berat. "Ne, Eomma. Minnie akan datang," ujar Sungmin mengiyakan. "Boleh Minnie mengajak teman?" Sungmin bertanya saat matanya mendapati Siwon yang sedari tadi terus memperhatikannya bicara.
"Tentu saja Minnie. Baiklah, Eomma tunggu Chagiya."
Sungmin menutup ponselnya begitu panggilan berakhir dan menghela nafas panjang. Lalu di tatapnya Siwon yang memandangnya penuh perhatian.
"Eomma Kyuhyun memintaku datang ke perayaan keluarga, Oppa... kau bisa menemaniku, kan?"
.
.
Distrik Nowon tempat kediaman keluarga Cho berada cukup jauh dari tempat flat Sungmin berada. Setelah acara makan ice cream sore itu berakhir, Sungmin segera kembali ke flatnya hingga akhirnya Siwon menjemputnya pukul enam tepat. Butuh sekitar tiga puluh menit bagi porsche hitam Siwon melaju di jalan bebas hambatan untuk tiba di depan rumah bergaya tradisional itu.
Tak lama setelah Sungmin menekan bellnya, gerbang depan rumah itu segera terbuka menampilkan sosok yeoja paruh baya yang tersenyum hangat kearahnya.
"Minnie chagi, Eomma sudah menunggumu... Aihhh... apa dia chingumu? Tampan sekali, tapi hanya chingu kan?" Nyonya Cho memberondong Sungmin dengan berbagai pertanyaan, dia pun segera menggandeng Sungmin untuk segera masuk ke dalam rumahnya.
"Ani, sebenarnya dia seonsaengnimku," jawab Sungmin seraya menggandeng Siwon agar namja itu tidak berjalan di belakang mereka terlalu jauh.
"Kau tampan sekali, siapa namamu, Nak?" Nyonya Cho bertanya dengan memandang Siwon penasaran.
"Choi Siwon imnida," ujar Siwon seraya membungkuk sopan.
"Ah, Siwon-ah, tak perlu kaku. Tapi kau jangan macam-macam pada Minnieku ya, dia milik Kyuhyun," ujar Nyonya Cho tanpa aling-aling, membuat Siwon hanya tersenyum maklum.
"Eomma," rajuk Sungmin, yeoja itu telah mengembungkan pipinya tanda sebal.
Nyonya Cho terkikik kecil dan mengusap bahu Sungmin lembut, kemudian dibimbingnya Sungmin dan Siwon menuju ruang makan keluarga Cho, meski pun tanpa digandeng dengan erat seperti itu, Sungmin tidak akan tersesat. Namun nyonya Cho tetap menggandeng Sungmin dengan erat.
"Minnie ya!" Sebuah pekikan keras mengalihkan perhatian Sungmin.
Yeoja itu segera melihat yeoja lain yang tengah berjalan cepat kearahnya dan menubrukkan diri begitu saja pada Sungmin yang baru memasuki pintu ruang makan. "Ahra noona," Sungmin tersenyum dengan balas memeluk yeoja itu.
"Jangan berlarian, Chagi. Kau sedang hamil," celetukan lembut terdengar dari Zhou Mi, suami Ahra yang hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah istrinya.
Sungmin tersenyum singkat pada namja berambut merah itu dari balik bahu Ahra. Dan saat itulah Sungmin menangkap pandangan intens dari Kyuhyun yang duduk di samping kiri Zhou Mi. Sebuah tekanan terasa di dada Sungmin, debar rindu yang di sertai segores rasa perih hadir di sana.
"Aku sudah mendengar kabar itu, ishhh... aku tak tau apa yang ada di otak Saengi Babo itu. Sekarang malah dia membawa yeoja itu ke sini, kau yakin kepalanya tidak terbentur sesuatu belakangan ini," Ahra berbisik pelan sembari mengusap-usap punggung Sungmin.
Mendengar kalimat Ahra, Sungmin lalu menyadari kehadiran sosok yeoja berambut lurus yang berada di sisi kiri Kyuhyun. Goresan perih itu terasa semakin dalam dan kali ini disertai tusukan-tusukan kecil dalam beribu jumlah yang seakan berlomba mengoyak dadanya.
Sungmin melepaskan pelukan mereka dan menatap Ahra, mencoba menampilkan senyum lembutnya. "Dia tidak terbentur sesuatu, Eonni. Kupikir otaknya memang sudah rusak dari lahir," yeoja manis itu mencoba bercanda, yang kemudian dibalas dengan cubitan di pipinya oleh Ahra.
"Ah! Dia...," Ahra, terkesan sengaja menggantungkan kalimatnya dengan memberikan pandangan penuh minat pada Siwon.
"Choi Siwon imnida," Siwon yang sejak tadi berdiri di belakang Sungmin pun kembali memperkenalkan dirinya, bukan hanya pada Ahra tapi juga pada lima orang lain yang telah duduk memutari meja makan bulat itu.
"Apa kau namjachingu..." kalimat Ahra yang kembali terdengar mengantung membuahkan sebuah senyum di bibir Siwon.
"Ani, Eonni. Dia ummm... chingudeul merangkap seonsaengnimku," jelas Sungmin saat mendapati tatapan menuntut dari Ahra.
"Ahra, ayo ajak Minnie dan Siwonnie ke sini," nyonya Cho memperingatkan putri tertuanya itu.
Ahra tersenyum pada Siwon dan Sungmin sebelum mempersilahkan mereka untuk duduk di dua dari tiga kursi yang tersisa. Sungmin membungkuk pada mereka yang telah duduk sebelum duduk di samping nyonya Cho dan membiarkan Siwon duduk sisi lainnya yang juga berada disamping seorang yeoja cantik berambut lurus, Seohyun.
Sepanjang acara makan malam itu, Sungmin berusaha keras untuk tidak melihat atau bahkan sekedar melirik kearah Kyuhyun. Yeoja itu hanya terus mencoba tersenyum setiap kali Ahra melemparkan pertanyaan padanya, lalu pada Siwon, berlanjut pada Seohyun dan terakhir pada Kyuhyun.
Meski terus saja, tusukan-tusukan nyeri itu terus datang. Menantang hati Sungmin, seberapa kuat yeoja itu bisa bertahan duduk di sana. Sungmin tak ingin terlihat lemah dengan meneteskan air matanya, yeoja itu hanya bisa melampiaskan semua rasa sakitnya pada ujung rok lipit selututnya yang kini telah kusut. Meremasnya sekuat mungkin setiap kali sudut matanya melihat senyum tipis yang terukir di bibir Kyuhyun. Senyum yang tidak ditujukan untuknya.
"Aku akan mentraktirmu ice cream porsi jumbo kalau kau bisa tersenyum hingga ini semua berakhir," sebuah bisikan halus terdengar di telinga kiri Sungmin. Sementara sebuah tangan besar terasa menggenggam hangat tangannya di bawah meja.
Yeoja itu tersenyum tipis mendengar tawaran itu, tawaran konyol yang sebenarnya hanya sebuah usaha untuk menghibur. "Dua ice cream ukuran jumbo?" tawar Sungmin berusaha mengembangkan senyum manisnya.
Siwon mengangguk, lalu melepaskan genggaman tangannya dari tangan Sungmin. Kembali meraih sumpitnya dan mengambil sepotong daging asap.
"Tapi kau juga harus makan banyak," lanjutnya tidak dengan berbisik lagi, sementara tangannya telah mengarahkan daging asap itu kedepan bibir Sungmin yang segera melahapnya.
"Aigoo~ manisnya~" sebuah seruan girang membuat Sungmin dan Siwon terpecah dari dunia mereka. Keduanya memandang Ahra yang menatap mereka dengan mata yang bersinar aneh.
Menyadari ucapan itu ditujukan untuk dirinya, Sungmin segera menundukkan wajahnya yang mulai terasa panas.
"Kyunie, kau tidak ingin seperti itu juga?" lanjut Ahra dengan nada yang menggoda.
"Ani. Itu terlalu kekanakan," gumam Kyuhyun datar dan membuang wajahnya kearah lain dari Ahra. Yang sialnya itu berarti namja itu jadi menghadap kearah Sungmin, membuat sesuatu dalam dadanya bergolak aneh ketika melihat wajah itu masih saja memerah.
Ahra tersenyum melihat sikap arogan Kyuhyun yang terlalu tinggi hanya untuk menutupi sebuah gurat cemburu di iris coklatnya. "Ya! Bagaimana kalau sekarang kita bermain kartu?" Ahra memberi usul ketika dilihatnya semua telah selesai makan.
Tuan Cho mengangguk setuju, begitu juga Zhou Mi dan Kyuhyun yang mulai merasa jengah berada di meja makan, sementara Siwon hanya menatap Ahra dengan pandangan bertanya.
"Ne, Eomma cuci piring—"
"Biar Minnie saja Eomma," usul Sungmin, mencegah Nyonya Cho yang akan menumpuk mangkok nasi.
"Tapi—"
"Aku juga akan membantu," ujar Seohyun, turut menumpuk piring-piring kotornya.
Sungmin tersenyum lembut ke arah Seohyun. Nyonya Cho pun mendesah pasrah dan turut meninggalkan meja bersama yang lain. Meninggalkan Sungmin dan Seohyun berdua saja dalam suasana yang mendadak berubah canggung.
"Aku yang mengusap sabun, Seohyun-ssi yang membilasnya, Ne?" Sungmin bertanya setelah mereka berhasil memindahkan seluruh peralatan makan ke atas bak cuci piring.
Seohyun mengangguk dan tersenyum, kemudian suara air pun menjadi musik pengisi di antara mereka. Sejujurnya Sungmin tak suka suasana diam seperti ini, namun dia sendiri bingung harus memulai dengan apa. Bukan hanya itu, dia juga bingung... bagaimana mungkin dia mampu berdiri begini dekat dengan yeoja yang telah dengan jelas merebut Kyuhyun dari sisinya.
Bukankah seharusnya Sungmin benci? Marah dan menendang bokong Seohyun dengan keras hingga dia terlempar sejauh mungkin?
Tapi nyatanya, Sungmin hanya diam. Ada rasa kesal memang, apalagi saat mengingat bahwa yeoja itu juga telah mencuri ciuman Kyuhyun. Mencurinya dari Sungmin. Tapi dia tidak bisa menunjukkan rasa benci itu. Memang harus bagaimana menunjukkannya? Dengan benar-benar menendangnya? Atau menjambak rambut pirang lurusnya? Sungmin tidak sebodoh itu untuk melakukan hal bar-bar macam anak labil.
"Sungmin-ssi, boleh aku bertanya sesuatu?" suara lembut dan rendah itu menyapa gendang telinga Sungmin diantara derasnya suara air keran.
"Ne, tentu saja boleh," jawab Sungmin sedikit kaku.
"Apa... hubunganmu dengan Kyuhyunie?"
"Mwo?" Sungmin merespon kaget dan memandang ke arah Seohyun. Apa maksudnya yeoja ini bertanya seperti itu? Jangan-jangan... dia tidak tahu kalau Sungmin dan Kyuhyun...
"Mianhe, aku tidak bermaksud tidak sopan. Aku hanya—"
"Ani, Aku dan Kyuhyun...," Sungmin merasakan tenggorokannya tercekat, "...tidak ada hubungan apapun. Kami hanya berteman, saat di senior high school Kyunie adalah hoobaeku," jawabnya sambil mencoba mengembangkan senyumnya.
Sungmin pun kembali mengusap sabun pada piring di tangannya dan berusaha melupakan jawaban konyol yang baru saja terucap dari bibirnya. Kenapa dia tak jujur saja? Entahlah, yang terlintas di otak Sungmin saat ini hanya agar dia tak lagi terlalu berharap. Mengenyahkan semua pandangan yang kelak hanya akan membawa kekecewaan padanya.
Yeoja itu tidak tahu, mungkin tidak akan pernah tahu bahwa sebuah gurat kekecewaan baru saja dia ukirkan di iris kecoklatan itu. Namja berambut caramel yang berdiri di balik pintu dapur itu tengah mengepalkan tangannya dengan erat, tak tahu, entah alasan apa yang membuat dadanya terasa sesak.
TBC
Kamus kecil : yeghonnyeo (Tunangan), Gamsahamnida (thanks –formal–;) , Masitge deuseyo(Selamat menikmati;), kimchi(Sayuran fermentasi;), galbi(Iga sapi panggang;), aegyo(Wajah Manis/Imut;), Ahjuma(Bibi;), jebal(Please;), seonsaengnim(Guru/Dosen;), chingu(Teman;),Choi Siwon imnida(Saya Choi Siwon;), namjachingu(BoyFriend;), Aigo(OMG, Astaga;), Hoobae (Junior;).
Pan bener kata Lhyn... di Chaps ini Kyu mulei jeles dikit-dikit... Mianhe ne, mulei chaps ini dan seterusnya bakal banyak SiMin, tapi KyuSeo dikitan kok.
Dan... Terimakasih buat yang sudah menyempatkan Rifyu... :
Thania Lee (Mwo? Mati donk Minnie-ku kalo loncat gitu... makasih dah rifyu ya?;) Kim hyunie(Makasih... Lhyn seneng kalo ada yang nyesek baca fic Lhyn, makasih dah rifyu;) Shana Elfishy(Hua.. maaf Chingu, kalo KyuSeo di ilangin Plotnya ga bisa jalan... Lhyn udah meminim-seminim-minimkan KyuSeonya kok, itu juga Lhyn Croz bareng SiMin. Eh? Aduh, belom kok... Cuma baru Lhyn bikin draftnya ampe tamat. makasih dah Rifyu...;) Park HyunRa(Yap, Kyu pasti nyesel deh.. makasih dah rifyu ya..;) ikkimassu (hehe.. Mian.. NC kemarinka permintaan Reader.. jadi jangan salahin Lhyn ya.. #dikuliti Reader. Makasih dan rifyu;) Dina LuvKyumin(Watashiwa Lhyn Hatake desu, Yoroshikune *Oi! ituJepang!* Lhyn ga bisa pake bahasa Korea hiks:'[ Eh, sabar ya... nanti juga mereka nyatu lagi kok. Makasih dah rifyu;) KyuHyunJiYoon males Log In(Iya-iya... endingnya di tunggu aja.. Lhyn punya rencana 'aneh' untuk siwon di akhir kok. Makasih dah riyu;) Park Yeong Sung (Iya, Kyu pasti nyesel. Makasihd ah rifyu;) diitactorlove (Wah? Lhyn seneng bisa berbagi aliran *?* ama penyuka pair lain... wkwkw.. makasih dah rifyu ya...;) a silent reader(Yap. Boleh kok panggil gitu, lha kalo Lhyn panggil Chingu apa? Yah... endingnya udah Lhyn tentuin, mianhe. Makasih dah rifyu;) VainVampire (Yah... mereka bakal putus kok. Makasih dah rifyu ya..;) Yanna (Yap. Pelan2 tar Minnie bakal 'Lupa' ama Kyu berkat Siwon kok. Makasih dah rifyu ya..;) dhiankyuhae(Iya, emang gada acara hamil... biar ga tambah nyesek. Makasih dah rifyu ya;) Han je mi(hehe, makasih. Makasihd ah rifyu..;) nana (BAGUS! Makasih dah rifyu;) rina suju(ada Simin kok, makasih dah rifyu ya;) nam seulmi (KyuSeo ga lama2 kok.. Chaps 13 udah mulei fokus ke KyuMin lagi, makasih dah rifyu ya;) Just Kyumin(ya, bener! Biar Kyu juga belajar dewasa dari kesalahan. Makasihd ah rifyu ya..;) SuperGirl (Yap. Makasih dah rifyu;) Cassie Uchiha (Eist! Jangan dibakar, buat Lhy aja fotonya, mau kok wkwk.. makasih dah rifyu;) E.L.F (Wahh.. banyak juga y yang ngarep jadi WookiePpa, rencana sekitar 20an bisa kuran bisa lebih, mohon sabar ya,.. makasih dah rifyu;) Mrs. KJW (Yap boleh, chingu yang nonjokin Lhyn yang nyiumin *dikuliti* makasihd ah rifyu;) hana(kalo mau nonjok, ya tonjok aja Eonni.. tenang, ada Lhyn yang gantiin TeukiPpa buat ngobatin kok *disate* makasih dah rifyu;) sarangchullpa92(Wkwkw.. sabar Eka-chan... bentar lagi kok... Kyu pasti sakit juga, Lhyn pan adil... *Kyu : Ya! Jangan membuatku was-was Author gelo!* makasih dah rifyu;) Cho Hyun Jin (Chap depan ya.. KyuSeo mule didera ombak *bahasaloapebangetdah* Mau Lhyn colongin saputangan dari KyuPpa? Ato kaos WonPpa? Buat usap ingus tuh.. wkwk.. makasih dah rifyu;) Ka Hime Shiseiten (Wkwkw... nangis tengah malem tar dikira kunti lho *merindingsendiri* hehe, Typo emang ga pernah lepas dari Lhyn, Lhyn usahain buat ngurangin dikit2 deh, makasih dah rifyu ya;) cha (Cup-cup-cup.. nanti Lhyn bagi2 tisu toilet dari dorm suju deh *dijitakreader* sabar ya,,, chap depan juga udah galau menggalau tuh si kyu. Makasih dah rifyu;) nobinobi(Makasih rifyunya... ;) MinnieGalz(Waaa pointnya bisa di tuker tiket SS4 Suju Ga? *abaikan* makasih dah rifyu;) Hyeri(Hehe.. jangan jadi MinniPpa lah~ biar ga nyesek. Rencana 20an, bisa lebih bisa kurang. Makasihd ah rifyu ya..;) leeyoungmin (Eh, maksudnya SuGen disini tu sapa sih? Sungmin Hangeng pan?Whehe Mian, Lhyn kan masih baru, jadi belon tau banyak.. makasih dah rifyu;) MegaKyu (Siwon perpek banget ya disini.. Garystu ga ya? Wehehe.. ending tetep kok. Makasihd ah rifyu ya;) Soldier of Light (Sttt... udah jangan nangis Eonni... Kyu jeles? Sip dah! Bakal panen jeles si KyuPpa itu. Makasih Eonni udah rifyu...;) eunhae25 (Mau Tisu? Tar KyuPpa Lhyn jewer udah bikin Minnie ama reader nangis *Kyu: Ya! Yang bikin skenario tu sapa?*. Makasih dah rifyu;) kyumin(Yap pasti!pasti! kyu bakal nyesel. Makasih dah rifyu ya..;) Phirre15 (Hehe.. makasih, Lhyn belom terbiasa bikin BxB jadinya di GDSw dulu.. BxBnya buat Slight dulu. Makadih dah rifyu;) KyuJummahatters (Harapannya Lhyn kabulin.. makasih dah rifyu;) AIDASUNGJIN (Waduh, kemana Lhyn harus nyari Sungjin? Tar, Lhyn tanya ke MinniPpa dulu, kali aja dia punya... haha, iya SiMin bakal deket, makasih dah rifyu;) bunnypumpkin (Whe? Lhyn pikir Klimaksnya yang waktu MinniPpa buka jendela itu lho *MinniPpa : Itu karena aku kepanasan Lhyn, biar sriwing2 gitu* #dibakarVitaMins# Hehe, ga minta banyak juga bakal Lhyn banyakin. Makasih dah rifyu ya;) bunnypumpkin (Wah, Mian... chap ini ama besok itu ada Seonya semua... sabar ya... itu penting buat bikin Kyu bisa ngebandingin Minnie dan Seo pas keduanya ada.. makasih dah rifyu;) BunnyMinnie (Kyu suruh pergi kerumah Lhyn gih... wehehe.. makasih dah rifyu;) takara-hoshi(Eist! Jangan di tembak donk Kyunya... kasihin ke Lhyn aja gimana? Makasih dah rifyu;) melani kyuminElf(hehe, Iya.. dia pasti sakit ati kok.. udah jangan emosi ya.. ngadepin evil harus dengan evil lagi jangan pake emosi..;D makasihd ah rifyu;) sparkyUntil dead(Makasih dukungannya, ga akan Lhyn sia-sia kan. Makasih dah rifyu;) ms. KMS(Yap lanjut nanti Kyu juga dapet jatah siksa dari Lhyn kok, makasih dah rifyu;) . (Wehehe... kyu emang pergi kok.. tapi pergi untuk kembali *lagunya sapa ya?* Simin? Wah Seeepp dah! iya Lhyn terusin, makasih eonni udah mau baca dan rifyu...;) ryuu(Gyah! Jangan bakar Lhyn juga... iya Kyumin kok.. jangan bakar ya... *kedip2* makasih dah rifyu;) SungMinnie(Yap pasti! Semua permintaan chingu tinggal menunggu waktu buat terlaksana. Makasih dah rifyu;) fatthkyu (CLBK? Dari pihak Kyu ke Minnie sih ada *?* hekeke.. makasih dah rifyu ya...;) Minyu (Kyu juga bakal nangis kok... next dan next chap Kyu bakal sakit-se-sakit-sakitnya! Makasih dah rifyu...;) dian (Makasih2... Lhyn masih belajar kok. Makasih dah rifyu ya;) siticho (Iya2, bentar lagi juga Kyu yang sakit kok... makasih dah rifyu ya;)
Maaf kalo ada salah pengetikan nama dan terlewat oleh mata Jereng Lhyn...
Cuplikan Chaps depan :
"Waeyo? Kenapa menatapku seperti itu?" gertakan pelan terdengar dari Sungmin yang wajahnya kini dihiasi semburat merah.
Namun sayangnya... dan sialnya, gertakan itu bukan untuk Kyuhyun, melainkan untuk sosok namja yang berada di sisi lain yeoja itu. Tanpa sadar, Kyuhyun meremas kepalan tangannya, merasakan sesuatu yang bergolak liar di dalam perutnya.
.
Kalo kemarin Onew udah nyempil dikit, besok Baby Taeminnie-ku bakal muncul... hayo, siapa yang bisa nebak apa hubungan dia ama Minnie? Taeminnie-ku disini Namja Lho...
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
_20_02_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar