AFTER ALL
Keping Sembilan
.
Genre : Romance , Hurt/Comfort,
Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim
Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook,
the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang
membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
AN : ada adegan makan malam keluarga
dengan posisi duduk yang memutar : Tuan Cho – Nyonya Cho – Sungmin – Siwon –
Seohyun – Kyuhyun – Zhou Mi – Ahra – (kembali ke;) Tuan Cho. Agar lebih bisa
membayangkannya ya...
Boleh Puter In My Dream & My All
is in You milik Super Junior dan Like Crazy dari 2AM
.
"Penantianku yang begitu lama
aku hentikan. Karena aku merasa ini akan sia-sia. Bukan karena aku lelah, bukan
kerena aku bosan. Tapi aku mencoba memahami keadaan bahwa dirimu tak lagi dapat
kujangkau karena aku tak mampu lagi mengharapkanmu." _Funny-chan
D'jinchuriki_
.
.
"Keterlaluan sekali dia
itu!"
Yesung hanya menggeleng-gelengkan
kepalanya melihat emosi namjachingunya yang tengah meledak. Bisa
dimengerti sebenarnya, namjachingunya itu memang masih menyimpan dendam
pada Cho Kyuhyun, dongsaengnya di Super Junior. Dan menjadi alasan yang tepat
sekali untuk marah ketika Ryeowook justru melihat Kyuhyun yang dijemput Seohyun
di dorm.
Jelas saja Ryeowook meledak, karena namja
itulah yang setia memperhatikan Sungmin dari hari ke hari semenjak mereka
hampir putus. Yah! Hanya 'hampir' karena siapapun tahu, Sungmin masih menunggu
Kyuhyun untuk kembali padanya.
"Benar-benar Freak!"
"Jaga kata-katamu Chagi,"
Yesung memperingatkan, meskipun dia memahami alasan namjachingunya
begitu marah, bukan berarti dia suka kata-kata kasar yang keluar dari bibir
itu.
"WAE? Kau mau membelanya?
Kenyataannya dia memang seperti itu. Setelah meninggalkan Noona-ku
sekarang berdua-duaan dengan yeoja licik itu!"
"Kau baru saja memaki dua orang
tidak bersalah, Chagi."
"Mwo? Tidak bersalah? Kau
pikir meninggalkan Minnie noona-ku dan membuatnya begitu sakit itu tidak
bersalah?" kini Ryeowook telah memberikan tatapan tajamnya pada Yesung.
Seakan mengatakan bahwa dia siap bertempur hingga titik darah penghabisan.
Yesung menghela napas. "Kau juga
harus memikirkan perasaan Kyuhyun. Kau pikir bagaimana perasaanmu kalau
seseorang yang sangat kau cintai kembali saat kau telah memiliki yeghonnyeo
yang begitu baik? Sangat berat bagi Kyuhyun melepas Minnie, Kyuhyun juga sakit
Wookie."
"Ne! Evil itu memang
sakit! Sakit jiwa! Kau pikir dengan tahu dilema seorangn Cho Kyuhyun lantas
sakit hati Minnie chagi jadi menghilang atau sekedar berkurang? Ani!
Semua itu tidak akan membuat sakit hati seorang Lee Sungmin menghilang!"
"Berhenti menyebut Sungmin
dengan Noona-ku atau Chagi lagi Wookie, kau kekasihku!"
entah kenapa amarah Yesung jadi terpancing juga.
"Lantas kenapa, ha? Kau akan
meninggalkanku? Kau juga akan mengejar yeoja cantik perusak hubungan
orang itu? Kau akan—"
"Cukup Wookie," sebuah
suara lembut menghentikan kalimat namja itu.
Ryeowook mengalihkan pandangannya
dari Yesung ke arah pintu, dan begitu melihat sosok Sungmin di sana, pandangan
Ryeowook langsung melembut membuat Yesung mendengus kesal.
"Minnie chagi.
Kau—?"
"Ne, aku mendengar semuanya. Gomawo
Wookie, kau telah membelaku. Tapi aku akan sangat marah kalau pembelaan itu
justru membuat hubunganmu dengan Yesung oppa jadi rusak. Aku tidak suka
kalau kalian bertengkar hanya karena meributkan aku dan Kyunie," Sungmin
berjalan pelan mendekati Ryeowook dan tersenyum lembut kearah namja itu.
"Minnie—"
"Stt... jangan lagi Wookie, aku
tak mau kalian bertengkar lagi."
Ryeowook tertegun. Rasanya begitu
berat melihat senyum sakit di wajah itu. Ryeowook pun meraih tubuh yeoja
itu kedalam pelukannya, memeluk dan mengusap punggung Sungmin dengan lembut.
Seakan ingin memberikan sedikit kekuatan untuk yeoja itu.
"Jangan memeluknya terlalu lama
Wookie," kesal Yesung.
"Kenapa? Kalau tak suka pergi
saja."
"Aish!"
Sungmin terkikik juga mendengar
pertengkaran kecil yang jauh dari amarah diantara mereka. Yeoja itu tak
menyadari, bahwa kikik kecilnya berhasil membuat sosok yang sedari tadi berdiri
di depan pintu flat itu tersenyum lega.
Bukan hanya Ryeowook yang menyaksikan
bagaimana sok kuatnya yeoja itu. Tersenyum sementara matanya terus
berteriak perih. Kantung hitam di bawah iris kelinci itu juga kian menebal.
Membuat Siwon terus berpikir, bagaimana cara agar senyum lembut itu kembali di
bibir plum itu.
"Oppa! Kenapa masih di
pintu saja? Ayo masuk," seru Sungmin setelah berhasil lepas dari pelukan
Ryeowook. "Wookie-ya, tadi aku dan Oppa membeli Pizza cukup
banyak, kita makan berempat Ne?"
Siwon masuk, namja itu memberi
salam sopan pada Yesung dan Ryeowook sebelum duduk di sofa di samping Sungmin
dan meletakkan dua kotak pizza yang sedari tadi terus dijinjingnya.
"Minnie bilang dia belum sempat
mentraktirmu setelah sidang pertama waktu itu, Ryeowook-ah," ujar
Siwon seraya membuka kedua dus pizza mereka.
"Ne! Berkat dukungan dari
kalian aku berhasil dengan baik di sidang pertamaku," Sungmin mengangguk
antusias. "Gamsahamnida."
Siwon mengacak rambut Sungmin saat yeoja
itu membungkuk satu persatu kearah mereka. Ryeowook yang memperhatikan tingkah
mereka hanya mampu tersenyum kecil. Dengan gerak tak kentara, namja itu
menyuruh Yesung mendekat dan berbisik di telinganya.
"Mereka cocok, Ne?"
Sekilas, ada keterkejutan di raut
Yesung. Namja itu menatap Ryeowook yang kini memasang wajah bersinar
menyilaukan seakan baru saja menemukan sebuah harta karun besar.
"Apa maksudmu Wookie?"
Ryeowook hanya menggeleng pelan
sambil tersenyum sumringah kala memandang Sungmin yang tengah menyuapkan
potongan pizza ke mulut Siwon yang telah terbuka. Yesung hanya menghela napas,
perasaannya jadi tak menentu sendiri. Di satu sisi, dia yakin Kyuhyun masih
belum sepenuhnya melepaskan Sungmin, tapi di sisi lain... dia juga ingin
melihat Sungmin bisa tersenyum lembut lagi. Namun akhirnya dia sadar... bahwa
semua itu, bukan kuasanya untuk masuk dan mengaduk-aduk sesuai keinginannya.
Dengan kata lain, dia tak ingin ikut campur terlalu jauh.
.
.
"Apa ini?" Siwon bertanya
seraya mengangkat dua kotak bekal yang kini tengah mendarat di mejanya.
"Pagi tadi Wookie memintaku
menemaminya membuat bekal makan siang," ujar Sungmin, lalu mulai membuka
laptopnya untuk memulai bimbingannya hari itu.
"Lalu?" Siwon masih
bertanya, dia masih belum bisa mengerti atas jawaban Sungmin.
"Dia menyuruhku membuat bekal
juga, karena dia membuat dua jadi aku juga harus membuat dua, begitu katanya.
Wookie juga bilang supaya satunya untuk Oppa saja, karena aku tak
mungkin menghabiskan dua-duanya," ujar Sungmin polos tanpa menatap Siwon
yang tengah berekspresi heran di depannya. Yeoja itu masih sibuk
membuka-buka programnya yang telah setengah jadi.
"Kalau begitu kita makan saja
dulu," ujar Siwon, menutup flip laptop Sungmin. Membuat bibir yeoja
itu maju beberapa centi, namun tetap mengangguk juga.
Sungmin membuka kedua kotak bekal
itu, setelah mengucapkan 'Masitge deuseyo' bersama-sama, keduanya mulai
menikmati bekal yang Sungmin buat pagi tadi. Sungmin tersenyum kala memandang
Siwon yang memakan kimchi dan galbi secara bergantian dengan
lahap. Namja itu tampak tidak memilih-milih makanan, tidak seperti
Kyuhyun yang suka sekali menyisihkan—
Sungmin menggeleng-gelengkan
kepalanya kala pemikiran tentang sebuah nama terlintas di kepalanya. Dia tidak
mau memikirkan nama itu lagi, karena hanya akan membuat dadanya terasa semakin
sesak saja. Belum lagi rasa rindu yang akan semakin membesar bila dia kembali
mengingat wajah itu.
"Minnie...," Siwon mengusap
bahu Sungmin, mengembalikan yeoja itu dari pikirannya sendiri. "Waeyo?"
Sungmin menggeleng, lalu kembali
melahap bekalnya dengan sedikit rasa tercekat di tenggorokannya. Terasa perih.
Seusai memakan bekal makan siang
mereka, Sungmin kembali fokus pada aplikasinya. Dia beberapa kali mengalami
kesulitan dalam penentuan item untuk beberapa bagian tabel yang semestinya
diperlukan dan dengan bijak Siwon membantunya memilah-milah mana-mana saja yang
penting.
Matahari telah beranjak ke ufuk saat
Sungmin menutup laptopnya setelah Siwon mengatakan bahwa pertemuan hari itu
telah cukup.
"Kau sudah punya pandangan
setelah lulus nanti?" Siwon bertanya, memecah keheningan yang menyelimuti
koridor tempat mereka berjalan pelan.
"Ne, Appa
memintaku untuk membuka cabang usahanya di Seoul dan mengelolanya sendiri, agar
aku bisa belajar merintis usaha sendiri." jawab Sungmin mantap.
"Appamu pria yang hebat,
dia mendidik putrinya dengan tidak memanjakannya tapi juga tidak membiarkannya
lepas begitu saja, Ne?"
"Appa memang selalu
begitu, tidak suka kalau aku atau Sungjin hanya berpangku tangan," Sungmin
kembali mengangguk mantap.
Meski begitu ada sesuatu yang
tiba-tiba menganjal dadanya. Telepon dari appanya seminggu yang lalu. Appanya
benar-benar tidak suka keputusannya melepas Kyuhyun, meski dia berkata kalau
dia percaya pada apapun keputusan Sungmin, Sungmin masih bisa merasakan nada
berat disana.
"Minnie-ya...,"
panggil Siwon lembut, sekali lagi namja itu memergoki Sungmin yang
tengah melamun.
"Ne?"
"Kau melamun lagi?"
Sungmin menggeleng. "Aku hanya
memikirkan Appaku, sudah cukup lama aku tidak pulang kerumah dan kemarin
Appa menelepon, membuatku semakin ingin memeluknya saja."
"Shhh... Appamu orang
yang baik, dia pasti mengerti kalau putrinya tengah berjuang demi masa
depannya. Nah, agar kau tidak bersedih, bagaimana kalau kita makan ice cream
yang di taman waktu itu?"
"Oppa yang traktir?"
tanya Sungmin antusias, dalam sekejap yeoja itu segera melupakan
keresahan hatinya yang sempat timbul.
Siwon tersenyum kala menatap puppy
eyes pemilik wajah aegyo itu, sungguh menggemaskan. Membuat Siwon
tak tahan untuk sekedar mencubit pipi Sungmin dan mengacak rambutnya.
"Gomaw—" kalimat
Sungmin terhenti saat merasakan ponselnya berdering. Yeoja itu tersenyum
singkat pada Siwon sebelum meraih ponselnya dan... matanya sedikit membulat
saat melihat ID pemanggil itu. Sedikit ragu dan khawatir, Sungmin menjawab
panggilan itu.
"Yeobaseo, Eom..."
sapaan kakunya terhenti. Rasanya sudah tak pantas lagi Sungmin memanggil yeoja
di seberang sana dengan panggilan Eomma lagi karena.. "...eumm Ahjuma..."
"Ya. Jangan memanggilku seperti
itu Chagi~ bagaimanapun kau tetap Eomma anggap sebagai putri Eomma!
Eomma tidak suka!" Sungmin mengernyit mendapati penolakan itu.
"Mianhe, Eomma..
Minnie hanya—"
"Isshhh... Sudah-sudah, Eomma
tidak suka kalau kau canggung seperti itu pada Eomma."
"Mianhe."
"Eomma rindu padamu Chagiya,
datanglah kerumah malam ini. Ahra baru datang dari London dan kami akan
mengadakan perayaan kecil di rumah, datanglah Chagiya~."
Suara merajuk itu membuat Sungmin
merasa tertohok. Bagaimana mungkin Eomma Cho memintanya datang
kekediaman Cho disaat mereka tengah mengadakan perayaan? Tentu saja Sungmin
tidak bisa, pasti ada Kyuhyun di sana dan... meskipun sangat rindu, Sungmin tak
ingin bertemu namja itu.
"Mianhe Eomma...
Minnie—"
"Jebal Minnie chagi,"
potong nyonya Cho.
Sungmin menarik napasnya berat.
"Ne, Eomma. Minnie akan datang," ujar Sungmin
mengiyakan. "Boleh Minnie mengajak teman?" Sungmin bertanya saat
matanya mendapati Siwon yang sedari tadi terus memperhatikannya bicara.
"Tentu saja Minnie. Baiklah, Eomma
tunggu Chagiya."
Sungmin menutup ponselnya begitu
panggilan berakhir dan menghela nafas panjang. Lalu di tatapnya Siwon yang
memandangnya penuh perhatian.
"Eomma Kyuhyun memintaku
datang ke perayaan keluarga, Oppa... kau bisa menemaniku, kan?"
.
.
Distrik Nowon tempat kediaman
keluarga Cho berada cukup jauh dari tempat flat Sungmin berada. Setelah
acara makan ice cream sore itu berakhir, Sungmin segera kembali ke flatnya
hingga akhirnya Siwon menjemputnya pukul enam tepat. Butuh sekitar tiga puluh
menit bagi porsche hitam Siwon melaju di jalan bebas hambatan untuk tiba di
depan rumah bergaya tradisional itu.
Tak lama setelah Sungmin menekan bellnya,
gerbang depan rumah itu segera terbuka menampilkan sosok yeoja paruh
baya yang tersenyum hangat kearahnya.
"Minnie chagi, Eomma
sudah menunggumu... Aihhh... apa dia chingumu? Tampan sekali, tapi hanya
chingu kan?" Nyonya Cho memberondong Sungmin dengan berbagai
pertanyaan, dia pun segera menggandeng Sungmin untuk segera masuk ke dalam
rumahnya.
"Ani, sebenarnya dia seonsaengnimku,"
jawab Sungmin seraya menggandeng Siwon agar namja itu tidak berjalan di
belakang mereka terlalu jauh.
"Kau tampan sekali, siapa
namamu, Nak?" Nyonya Cho bertanya dengan memandang Siwon penasaran.
"Choi Siwon imnida,"
ujar Siwon seraya membungkuk sopan.
"Ah, Siwon-ah, tak perlu kaku.
Tapi kau jangan macam-macam pada Minnieku ya, dia milik Kyuhyun," ujar
Nyonya Cho tanpa aling-aling, membuat Siwon hanya tersenyum maklum.
"Eomma," rajuk Sungmin,
yeoja itu telah mengembungkan pipinya tanda sebal.
Nyonya Cho terkikik kecil dan
mengusap bahu Sungmin lembut, kemudian dibimbingnya Sungmin dan Siwon menuju
ruang makan keluarga Cho, meski pun tanpa digandeng dengan erat seperti itu,
Sungmin tidak akan tersesat. Namun nyonya Cho tetap menggandeng Sungmin dengan
erat.
"Minnie ya!" Sebuah pekikan
keras mengalihkan perhatian Sungmin.
Yeoja itu segera melihat yeoja
lain yang tengah berjalan cepat kearahnya dan menubrukkan diri begitu saja pada
Sungmin yang baru memasuki pintu ruang makan. "Ahra noona,"
Sungmin tersenyum dengan balas memeluk yeoja itu.
"Jangan berlarian, Chagi.
Kau sedang hamil," celetukan lembut terdengar dari Zhou Mi, suami Ahra
yang hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah istrinya.
Sungmin tersenyum singkat pada namja
berambut merah itu dari balik bahu Ahra. Dan saat itulah Sungmin menangkap
pandangan intens dari Kyuhyun yang duduk di samping kiri Zhou Mi. Sebuah
tekanan terasa di dada Sungmin, debar rindu yang di sertai segores rasa perih
hadir di sana.
"Aku sudah mendengar kabar itu,
ishhh... aku tak tau apa yang ada di otak Saengi Babo itu. Sekarang malah dia
membawa yeoja itu ke sini, kau yakin kepalanya tidak terbentur sesuatu
belakangan ini," Ahra berbisik pelan sembari mengusap-usap punggung
Sungmin.
Mendengar kalimat Ahra, Sungmin lalu
menyadari kehadiran sosok yeoja berambut lurus yang berada di sisi kiri
Kyuhyun. Goresan perih itu terasa semakin dalam dan kali ini disertai
tusukan-tusukan kecil dalam beribu jumlah yang seakan berlomba mengoyak
dadanya.
Sungmin melepaskan pelukan mereka dan
menatap Ahra, mencoba menampilkan senyum lembutnya. "Dia tidak terbentur
sesuatu, Eonni. Kupikir otaknya memang sudah rusak dari lahir," yeoja
manis itu mencoba bercanda, yang kemudian dibalas dengan cubitan di pipinya
oleh Ahra.
"Ah! Dia...," Ahra,
terkesan sengaja menggantungkan kalimatnya dengan memberikan pandangan penuh
minat pada Siwon.
"Choi Siwon imnida,"
Siwon yang sejak tadi berdiri di belakang Sungmin pun kembali memperkenalkan
dirinya, bukan hanya pada Ahra tapi juga pada lima orang lain yang telah duduk
memutari meja makan bulat itu.
"Apa kau namjachingu..."
kalimat Ahra yang kembali terdengar mengantung membuahkan sebuah senyum di
bibir Siwon.
"Ani, Eonni. Dia
ummm... chingudeul merangkap seonsaengnimku," jelas Sungmin
saat mendapati tatapan menuntut dari Ahra.
"Ahra, ayo ajak Minnie dan
Siwonnie ke sini," nyonya Cho memperingatkan putri tertuanya itu.
Ahra tersenyum pada Siwon dan Sungmin
sebelum mempersilahkan mereka untuk duduk di dua dari tiga kursi yang tersisa.
Sungmin membungkuk pada mereka yang telah duduk sebelum duduk di samping nyonya
Cho dan membiarkan Siwon duduk sisi lainnya yang juga berada disamping seorang yeoja
cantik berambut lurus, Seohyun.
Sepanjang acara makan malam itu,
Sungmin berusaha keras untuk tidak melihat atau bahkan sekedar melirik kearah
Kyuhyun. Yeoja itu hanya terus mencoba tersenyum setiap kali Ahra melemparkan
pertanyaan padanya, lalu pada Siwon, berlanjut pada Seohyun dan terakhir pada
Kyuhyun.
Meski terus saja, tusukan-tusukan
nyeri itu terus datang. Menantang hati Sungmin, seberapa kuat yeoja itu
bisa bertahan duduk di sana. Sungmin tak ingin terlihat lemah dengan meneteskan
air matanya, yeoja itu hanya bisa melampiaskan semua rasa sakitnya pada
ujung rok lipit selututnya yang kini telah kusut. Meremasnya sekuat mungkin
setiap kali sudut matanya melihat senyum tipis yang terukir di bibir Kyuhyun. Senyum
yang tidak ditujukan untuknya.
"Aku akan mentraktirmu ice
cream porsi jumbo kalau kau bisa tersenyum hingga ini semua berakhir,"
sebuah bisikan halus terdengar di telinga kiri Sungmin. Sementara sebuah tangan
besar terasa menggenggam hangat tangannya di bawah meja.
Yeoja itu tersenyum tipis
mendengar tawaran itu, tawaran konyol yang sebenarnya hanya sebuah usaha untuk
menghibur. "Dua ice cream ukuran jumbo?" tawar Sungmin
berusaha mengembangkan senyum manisnya.
Siwon mengangguk, lalu melepaskan
genggaman tangannya dari tangan Sungmin. Kembali meraih sumpitnya dan mengambil
sepotong daging asap.
"Tapi kau juga harus makan
banyak," lanjutnya tidak dengan berbisik lagi, sementara tangannya telah
mengarahkan daging asap itu kedepan bibir Sungmin yang segera melahapnya.
"Aigoo~ manisnya~"
sebuah seruan girang membuat Sungmin dan Siwon terpecah dari dunia mereka.
Keduanya memandang Ahra yang menatap mereka dengan mata yang bersinar aneh.
Menyadari ucapan itu ditujukan untuk
dirinya, Sungmin segera menundukkan wajahnya yang mulai terasa panas.
"Kyunie, kau tidak ingin seperti
itu juga?" lanjut Ahra dengan nada yang menggoda.
"Ani. Itu terlalu
kekanakan," gumam Kyuhyun datar dan membuang wajahnya kearah lain dari
Ahra. Yang sialnya itu berarti namja itu jadi menghadap kearah Sungmin,
membuat sesuatu dalam dadanya bergolak aneh ketika melihat wajah itu masih saja
memerah.
Ahra tersenyum melihat sikap arogan
Kyuhyun yang terlalu tinggi hanya untuk menutupi sebuah gurat cemburu di iris
coklatnya. "Ya! Bagaimana kalau sekarang kita bermain kartu?"
Ahra memberi usul ketika dilihatnya semua telah selesai makan.
Tuan Cho mengangguk setuju, begitu
juga Zhou Mi dan Kyuhyun yang mulai merasa jengah berada di meja makan,
sementara Siwon hanya menatap Ahra dengan pandangan bertanya.
"Ne, Eomma cuci
piring—"
"Biar Minnie saja Eomma,"
usul Sungmin, mencegah Nyonya Cho yang akan menumpuk mangkok nasi.
"Tapi—"
"Aku juga akan membantu,"
ujar Seohyun, turut menumpuk piring-piring kotornya.
Sungmin tersenyum lembut ke arah
Seohyun. Nyonya Cho pun mendesah pasrah dan turut meninggalkan meja bersama
yang lain. Meninggalkan Sungmin dan Seohyun berdua saja dalam suasana yang
mendadak berubah canggung.
"Aku yang mengusap sabun,
Seohyun-ssi yang membilasnya, Ne?" Sungmin bertanya setelah mereka
berhasil memindahkan seluruh peralatan makan ke atas bak cuci piring.
Seohyun mengangguk dan tersenyum,
kemudian suara air pun menjadi musik pengisi di antara mereka. Sejujurnya
Sungmin tak suka suasana diam seperti ini, namun dia sendiri bingung harus
memulai dengan apa. Bukan hanya itu, dia juga bingung... bagaimana mungkin dia
mampu berdiri begini dekat dengan yeoja yang telah dengan jelas merebut
Kyuhyun dari sisinya.
Bukankah seharusnya Sungmin benci?
Marah dan menendang bokong Seohyun dengan keras hingga dia terlempar sejauh
mungkin?
Tapi nyatanya, Sungmin hanya diam.
Ada rasa kesal memang, apalagi saat mengingat bahwa yeoja itu juga telah
mencuri ciuman Kyuhyun. Mencurinya dari Sungmin. Tapi dia tidak bisa
menunjukkan rasa benci itu. Memang harus bagaimana menunjukkannya? Dengan
benar-benar menendangnya? Atau menjambak rambut pirang lurusnya? Sungmin tidak
sebodoh itu untuk melakukan hal bar-bar macam anak labil.
"Sungmin-ssi, boleh aku
bertanya sesuatu?" suara lembut dan rendah itu menyapa gendang telinga
Sungmin diantara derasnya suara air keran.
"Ne, tentu saja boleh,"
jawab Sungmin sedikit kaku.
"Apa... hubunganmu dengan
Kyuhyunie?"
"Mwo?" Sungmin
merespon kaget dan memandang ke arah Seohyun. Apa maksudnya yeoja ini
bertanya seperti itu? Jangan-jangan... dia tidak tahu kalau Sungmin dan
Kyuhyun...
"Mianhe, aku tidak bermaksud
tidak sopan. Aku hanya—"
"Ani, Aku dan
Kyuhyun...," Sungmin merasakan tenggorokannya tercekat, "...tidak ada
hubungan apapun. Kami hanya berteman, saat di senior high school Kyunie
adalah hoobaeku," jawabnya sambil mencoba mengembangkan senyumnya.
Sungmin pun kembali mengusap sabun
pada piring di tangannya dan berusaha melupakan jawaban konyol yang baru saja
terucap dari bibirnya. Kenapa dia tak jujur saja? Entahlah, yang terlintas di
otak Sungmin saat ini hanya agar dia tak lagi terlalu berharap. Mengenyahkan
semua pandangan yang kelak hanya akan membawa kekecewaan padanya.
Yeoja itu tidak tahu, mungkin
tidak akan pernah tahu bahwa sebuah gurat kekecewaan baru saja dia ukirkan di
iris kecoklatan itu. Namja berambut caramel yang berdiri di balik pintu
dapur itu tengah mengepalkan tangannya dengan erat, tak tahu, entah alasan apa
yang membuat dadanya terasa sesak.
TBC
Kamus kecil : yeghonnyeo (Tunangan),
Gamsahamnida (thanks –formal–;) , Masitge deuseyo(Selamat
menikmati;), kimchi(Sayuran fermentasi;), galbi(Iga sapi panggang;),
aegyo(Wajah Manis/Imut;), Ahjuma(Bibi;), jebal(Please;),
seonsaengnim(Guru/Dosen;), chingu(Teman;),Choi Siwon
imnida(Saya Choi Siwon;), namjachingu(BoyFriend;), Aigo(OMG,
Astaga;), Hoobae (Junior;).
Pan bener kata Lhyn... di Chaps ini
Kyu mulei jeles dikit-dikit... Mianhe ne, mulei chaps ini dan seterusnya bakal
banyak SiMin, tapi KyuSeo dikitan kok.
Dan... Terimakasih buat yang sudah
menyempatkan Rifyu... :
Thania Lee (Mwo? Mati donk
Minnie-ku kalo loncat gitu... makasih dah rifyu ya?;) Kim hyunie(Makasih...
Lhyn seneng kalo ada yang nyesek baca fic Lhyn, makasih dah rifyu;) Shana
Elfishy(Hua.. maaf Chingu, kalo KyuSeo di ilangin Plotnya ga bisa jalan...
Lhyn udah meminim-seminim-minimkan KyuSeonya kok, itu juga Lhyn Croz bareng
SiMin. Eh? Aduh, belom kok... Cuma baru Lhyn bikin draftnya ampe tamat. makasih
dah Rifyu...;) Park HyunRa(Yap, Kyu pasti nyesel deh.. makasih dah rifyu
ya..;) ikkimassu (hehe.. Mian.. NC kemarinka permintaan Reader.. jadi
jangan salahin Lhyn ya.. #dikuliti Reader. Makasih dan rifyu;) Dina
LuvKyumin(Watashiwa Lhyn Hatake desu, Yoroshikune *Oi! ituJepang!* Lhyn ga
bisa pake bahasa Korea hiks:'[ Eh, sabar ya... nanti juga mereka nyatu lagi
kok. Makasih dah rifyu;) KyuHyunJiYoon males Log In(Iya-iya... endingnya
di tunggu aja.. Lhyn punya rencana 'aneh' untuk siwon di akhir kok. Makasih dah
riyu;) Park Yeong Sung (Iya, Kyu pasti nyesel. Makasihd ah rifyu;) diitactorlove
(Wah? Lhyn seneng bisa berbagi aliran *?* ama penyuka pair lain... wkwkw..
makasih dah rifyu ya...;) a silent reader(Yap. Boleh kok panggil gitu,
lha kalo Lhyn panggil Chingu apa? Yah... endingnya udah Lhyn tentuin, mianhe.
Makasih dah rifyu;) VainVampire (Yah... mereka bakal putus kok. Makasih
dah rifyu ya..;) Yanna (Yap. Pelan2 tar Minnie bakal 'Lupa' ama Kyu
berkat Siwon kok. Makasih dah rifyu ya..;) dhiankyuhae(Iya, emang gada
acara hamil... biar ga tambah nyesek. Makasih dah rifyu ya;) Han je mi(hehe,
makasih. Makasihd ah rifyu..;) nana (BAGUS! Makasih dah rifyu;) rina
suju(ada Simin kok, makasih dah rifyu ya;) nam seulmi (KyuSeo ga
lama2 kok.. Chaps 13 udah mulei fokus ke KyuMin lagi, makasih dah rifyu ya;) Just
Kyumin(ya, bener! Biar Kyu juga belajar dewasa dari kesalahan. Makasihd ah
rifyu ya..;) SuperGirl (Yap. Makasih dah rifyu;) Cassie Uchiha
(Eist! Jangan dibakar, buat Lhy aja fotonya, mau kok wkwk.. makasih dah rifyu;)
E.L.F (Wahh.. banyak juga y yang ngarep jadi WookiePpa, rencana sekitar
20an bisa kuran bisa lebih, mohon sabar ya,.. makasih dah rifyu;) Mrs. KJW
(Yap boleh, chingu yang nonjokin Lhyn yang nyiumin *dikuliti* makasihd ah
rifyu;) hana(kalo mau nonjok, ya tonjok aja Eonni.. tenang, ada Lhyn
yang gantiin TeukiPpa buat ngobatin kok *disate* makasih dah rifyu;) sarangchullpa92(Wkwkw..
sabar Eka-chan... bentar lagi kok... Kyu pasti sakit juga, Lhyn pan adil...
*Kyu : Ya! Jangan membuatku was-was Author gelo!* makasih dah rifyu;) Cho
Hyun Jin (Chap depan ya.. KyuSeo mule didera ombak *bahasaloapebangetdah*
Mau Lhyn colongin saputangan dari KyuPpa? Ato kaos WonPpa? Buat usap ingus
tuh.. wkwk.. makasih dah rifyu;) Ka Hime Shiseiten (Wkwkw... nangis
tengah malem tar dikira kunti lho *merindingsendiri* hehe, Typo emang ga pernah
lepas dari Lhyn, Lhyn usahain buat ngurangin dikit2 deh, makasih dah rifyu ya;)
cha (Cup-cup-cup.. nanti Lhyn bagi2 tisu toilet dari dorm suju deh
*dijitakreader* sabar ya,,, chap depan juga udah galau menggalau tuh si kyu.
Makasih dah rifyu;) nobinobi(Makasih rifyunya... ;) MinnieGalz(Waaa
pointnya bisa di tuker tiket SS4 Suju Ga? *abaikan* makasih dah rifyu;) Hyeri(Hehe..
jangan jadi MinniPpa lah~ biar ga nyesek. Rencana 20an, bisa lebih bisa kurang.
Makasihd ah rifyu ya..;) leeyoungmin (Eh, maksudnya SuGen disini tu sapa
sih? Sungmin Hangeng pan?Whehe Mian, Lhyn kan masih baru, jadi belon tau
banyak.. makasih dah rifyu;) MegaKyu (Siwon perpek banget ya disini..
Garystu ga ya? Wehehe.. ending tetep kok. Makasihd ah rifyu ya;) Soldier of
Light (Sttt... udah jangan nangis Eonni... Kyu jeles? Sip dah! Bakal panen
jeles si KyuPpa itu. Makasih Eonni udah rifyu...;) eunhae25 (Mau Tisu?
Tar KyuPpa Lhyn jewer udah bikin Minnie ama reader nangis *Kyu: Ya! Yang bikin
skenario tu sapa?*. Makasih dah rifyu;) kyumin(Yap pasti!pasti! kyu
bakal nyesel. Makasih dah rifyu ya..;) Phirre15 (Hehe.. makasih, Lhyn
belom terbiasa bikin BxB jadinya di GDSw dulu.. BxBnya buat Slight dulu.
Makadih dah rifyu;) KyuJummahatters (Harapannya Lhyn kabulin.. makasih
dah rifyu;) AIDASUNGJIN (Waduh, kemana Lhyn harus nyari Sungjin? Tar,
Lhyn tanya ke MinniPpa dulu, kali aja dia punya... haha, iya SiMin bakal deket,
makasih dah rifyu;) bunnypumpkin (Whe? Lhyn pikir Klimaksnya yang waktu
MinniPpa buka jendela itu lho *MinniPpa : Itu karena aku kepanasan Lhyn, biar
sriwing2 gitu* #dibakarVitaMins# Hehe, ga minta banyak juga bakal Lhyn
banyakin. Makasih dah rifyu ya;) bunnypumpkin (Wah, Mian... chap ini ama
besok itu ada Seonya semua... sabar ya... itu penting buat bikin Kyu bisa
ngebandingin Minnie dan Seo pas keduanya ada.. makasih dah rifyu;) BunnyMinnie
(Kyu suruh pergi kerumah Lhyn gih... wehehe.. makasih dah rifyu;) takara-hoshi(Eist!
Jangan di tembak donk Kyunya... kasihin ke Lhyn aja gimana? Makasih dah rifyu;)
melani kyuminElf(hehe, Iya.. dia pasti sakit ati kok.. udah jangan emosi
ya.. ngadepin evil harus dengan evil lagi jangan pake emosi..;D makasihd ah
rifyu;) sparkyUntil dead(Makasih dukungannya, ga akan Lhyn sia-sia kan.
Makasih dah rifyu;) ms. KMS(Yap lanjut nanti Kyu juga dapet jatah siksa
dari Lhyn kok, makasih dah rifyu;) . (Wehehe... kyu emang pergi kok..
tapi pergi untuk kembali *lagunya sapa ya?* Simin? Wah Seeepp dah! iya Lhyn
terusin, makasih eonni udah mau baca dan rifyu...;) ryuu(Gyah! Jangan
bakar Lhyn juga... iya Kyumin kok.. jangan bakar ya... *kedip2* makasih dah
rifyu;) SungMinnie(Yap pasti! Semua permintaan chingu tinggal menunggu
waktu buat terlaksana. Makasih dah rifyu;) fatthkyu (CLBK? Dari pihak
Kyu ke Minnie sih ada *?* hekeke.. makasih dah rifyu ya...;) Minyu (Kyu
juga bakal nangis kok... next dan next chap Kyu bakal sakit-se-sakit-sakitnya!
Makasih dah rifyu...;) dian (Makasih2... Lhyn masih belajar kok. Makasih
dah rifyu ya;) siticho (Iya2, bentar lagi juga Kyu yang sakit kok...
makasih dah rifyu ya;)
Maaf kalo ada salah pengetikan nama
dan terlewat oleh mata Jereng Lhyn...
Cuplikan Chaps depan :
"Waeyo? Kenapa menatapku
seperti itu?" gertakan pelan terdengar dari Sungmin yang wajahnya kini
dihiasi semburat merah.
Namun sayangnya... dan sialnya,
gertakan itu bukan untuk Kyuhyun, melainkan untuk sosok namja yang berada di
sisi lain yeoja itu. Tanpa sadar, Kyuhyun meremas kepalan tangannya, merasakan
sesuatu yang bergolak liar di dalam perutnya.
.
Kalo kemarin Onew udah nyempil dikit,
besok Baby Taeminnie-ku bakal muncul... hayo, siapa yang bisa nebak apa
hubungan dia ama Minnie? Taeminnie-ku disini Namja Lho...
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa
bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
_20_02_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar