Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Enambelas


AFTER ALL
Keping Enam belas
.
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
"Mwo?"Sungmin membulatkan kedua iris coklatnya. "O-Oppa sudah menikah? Ja-jadi... selama ini aku.. aku menggoda Oppa? Aku.."
"Ya, tak pertu seperti itu. Kau tidak menggodaku, kau kan yeodongsaengku," ujar Siwon dengan pelan.
Meski begitu, Sungmin tetap menunduk, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Dia malu... sangat malu... bagaimana tidak? Selama ini dia mengejar namja yang telah menikah, dia menyatakan cinta pada namja yang telah menikah!
"Kau kecewa mendengarnya? Kau sedih?" Siwon bertanya pelan dengan mengangkat wajah Sungmin agar yeoja itu menatapnya.
Sungmin menggeleng. "Aniya Oppa... Aku malu Oppa.. aku malu pada Oppa, aku—"
"Shhh...," Siwon meletakkan telunjuk panjangnya di bibir Sungmin dan menatap yeoja itu lembut, "tak ada yang salah dengan perasaanmu, tak perlu malu... kalau kau tidak merasa kecewa, seharusnya kau cukup tahu bahwa itu tanda anggapanmu tentang perasaan itu salah. Kau mengertikan, Little Bunny?"
"Oppa~" rajuk Sungmin dengan memukul pelan lengan Siwon, pipinya makin memerah mendengar panggilan itu dari Siwon. Namun yeoja itu segera diam saat menangkap seulas senyum yang begitu lembut di bibir Siwon, menampilkan lesung pipinya yang manis. Rasanya memang hangat, lembut dan menenangkan, membuatnya merasa nyaman dan seakan dalam perlindungan dinding yang kokoh.
Berbeda...
Perasaan ini sangat berbeda dari perasaan yang selalu Kyuhyun berikan. Saat Kyuhyun di sampingnya... debar yang menyentaklah yang dia rasa. Membuatnya merasa selalu gugup, selalu tak nyaman membuatnya seakan hendak meledak. Bahkan tak jarang rasa sakit dan rasa rapuh, membuatnya ingin terus menggenggam tangannya, begitu takut dia lenyap bila Sungmin lengah.
Dan... saat Kyuhyun di dekatnya...
Rasanya begitu bahagia. Seakan paruhan jiwamu begitu penuh saat dia disampingnya, meski sakit. Dan rasanya tak nyaman, khawatir dia merasa tak puas akan dirimu, takut kau tak bisa melindunginya, takut kau tak bisa membuatnya bahagia.
"Oppa..."
"Aa?"
"Kurasa... Oppa benar, aku menyanyangi Wonnie oppa... Oppaku yang tampan," Sungmin tersenyum. Rasanya begitu lega bisa mengakui perasaan yang memang benar di hatinya, meski dengan begitu, berarti Sungmin juga mengakui perasaannya pada Kyuhyun yang tak berkurang sedikitpun di dadanya.
Siwon tersenyum lega menatapi iris foxy yang dipenuhi penerimaan itu. Dengan gemas dia mengacak puncak kepala Sungmin dan merangkul yeoja itu di pundaknya. Membawa tubuh kecil itu berjalan kembali melewati pendaran lampu orange yang menyala redup.
"Kita harus segera kembali, kurasa namja bodoh itu masih menunggumu," ujar Siwon dengan mempernyaman lingkar tangannya di pundak Sungmin.
"Eung," Sungmin mengangguk, "aku tahu dia pasti menungguku. Oppa... menurutmu, apa aku harus menerima Kyuhyun lagi? Belakangan ini dia jadi sangat berubah dan sudah menyatakan cinta beberapa kali," ujar Sungmin dengan raut berpikir yang tampak imut.
"Umm...," Siwon memijat dagunya dengan sebelah tangan yang tak merangkul Sungmin, bergaya ala pemikir ulung. "Kau yang paling tahu jawabannya, Hatimu adalah tempat paling tepat untuk bertanya."
Sungmin mengangguk-anguk kecil. "Oppa... apa Oppa pernah merasa takut untuk percaya? Oppa takut mencintai dan dan takut terluka?"
"Semua orang pasti merasakan itu Minnie, hanya saja... kita tidak boleh kalah dari rasa takut itu atau kita akan menjadi orang yang paling menyedihkan tanpa kepercayaan dan tanpa orang yang dicintai, aku tahu kau yeoja yang berani Minnie," nasehat Siwon. Keduanya mulai berjalan menaiki tangga gadung flat Sungmin yang berada di lantai dua.
"Oppa... apa aku boleh mengenal yeoja itu? Yeoja yang beruntung mendapatkan namja sebaik Oppa," tanya Sungmin dengan kepala terangkat menatap Siwon.
Siwon mengulum senyumnya dan menggosok pundak Sungmin lembut. "Namanya Choi Kibum dan dia seorang namja."
"M-mwo?"
"Dia sedang menjalani terapi untuk penanaman rahim buatan dan sel telur dari DNAnya, untuk itu aku mau berpisah dengannya selama enam bulan ini karena...," Siwon mendekatkan bibirnya ketelinga Sungmin, "dokter melarangku menyentuhnya selama itu," bisik Siwon dengan sensual yang otomatis membuat wajah Sungmin memerah total, yeoja itu bahkan membekap mulutnya dengan kedua tangan agar tak mengeluarkan jeritannya.
"Ya! Oppa! Jangan mengatakan hal mesum seperti itu padaku!" bentak Sungmin akhirnya, setelah yeoja itu sadar dari trans sesaatnya.
Siwon tertawa lepas. Sebenarnya, keduanya menyadari... sangat menyadari adanya aura pembunuh yang menguar dari seorang namja yang tengah berdiri di ujur lorong itu, hanya saja... dengan sengaja keduanya sama-sama berusaha mengabaikannya.
Kyuhyun tersenyum kecut dengan tangan yang terkepal menatap namja yang merangkul Sungmin tanpa beban sedikitpun. Semakin kesal saat menatap wajah Sungmin yang memerah dan tanpa raut keberatan sedikitpun.
"Kyunieya, kenapa masih di sini?" Sungmin bertanya begitu ringan, seakan sama sekali tidak memperdulikan kecemasan di dada Kyuhyun selama namja itu berdiri di depan pintunya. Menunggu dan memikirkan apa yang mereka berdua lakukan dan bicarakan di sana.
Kyuhyun tak menjawab, namja itu hanya mendengus dan membuang pandangannya dari iris foxy itu. Padahal sudah cukup bagus Kyuhyun tetap di tempatnya dan tidak pergi menerjang namja tinggi yang kini tengah tersenyum meremehkan kearahnya.
"Kau kan bisa menunggu di dalam kalau memang ingin menunggu," lanjut Sungmin dengan nada polos dan raut kekanakan... garis wajah yang biasanya terukir saat seorang anak berhasil mengerjai korbannya.
"Kau tidak memberiku kuncinya," ujar Kyuhyun dengan mendelik pada namja yang tertawa kecil di belakang Sungmin.
"Oh, Mianhe Kyu, aku lupa," ujar yeoja itu dengan wajah aegyonya dan segera merogoh saku mantelnya dan membuka pintu. "Masuklah Kyunie, aku masih ada yang ingin dibicarakan dengan Oppa."
"Ish! Kenapa tidak diselesaikan di tempat 'rahasia' kalian saja?" dengus Kyuhyun, dengan langkah menghentak namja itu masuk kedalam flat Sungmin.
"Oppa tunggu sebentar ya, ada yang ingin aku berikan pada Oppa," pinta Sungmin, dan setelah mendapati anggukan dari Siwon, Sungmin pun menyusul Kyuhyun masuk.
Sungmin hanya menggeleng sabar saat mendapati Kyuhyun yang berbaring di sofanya dengan benda kotak kecil tergenggam di kedua tangannya. Yeoja itu berlari kecil masuk kedalam kamarnya, meraih kotak kado yang telah di siapkannya jauh-jauh hari dan kembali berlari keluar.
Siwon masih berdiri di depan pintunya saat Sungmin kembali. Sungmin tersenyum malu, dan tanpa kata menyerahkan kotak itu pada Siwon. Kedua alis namja itu terangkat saat menerimanya.
"Untukku?"
Sungmin mengangguk. "Terimakasih untuk semuanya, Oppa sungguh-sungguh telah banyak membantuku. Oppa sudah sangat baik padaku, sudah menyayangiku dan mengajariku banyak hal. Aku, sungguh ingin memberikan sesuatu yang berharga untuk Oppa, tapi aku tahu Oppa pasti tidak akan suka kalau aku membelikan sesuatu untuk hadiah buat Oppa, jadi... aku merajutnya, semoga Oppa menyukainya," ujar Sungmin dengan tanpa menatap wajah Siwon sediktpun, yeoja itu terus menunduk bahkan membungkukkan tubuhnya di akhir kalimatnya.
Hingga Siwon menariknya kedalam dekapan dada hangatnya. "Aku senang kau mau merajutkan sesuatu untukku, terimakasih banyak. Kau juga harus tahu, sebanyak aku memberi, sebanyak itu pula aku menerima darimu. Jaga dirimu baik-baik, Chagiya."
Sungmin mengangguk dan membalas pelukan itu dengan dalam. "Oppa akan kembalikan? Kalau Oppa ke Korea lagi, jangan sampai tidak menemuiku, awas saja kalau sampai aku tahu Oppa melupakanku!"
Siwon mengangguk. "Aku pasti akan mengunjungimu Chagi."
"Jangan lupa ajak istri Oppa juga, nanti aku buatkan satu syal lagi untuk Kibum-ssi."
"Kurasa dia tidak akan keberatan kalau kau memanggilnya Bummie, dia setahun lebih muda darimu. Baik-baiklah dengan namja di dalam itu," ujar Siwon dengan melepaskan pelukannya, sekilas di kecupnya kening Sungmin dan namja itu pun berbalik. Membawa punggungnya menjauh dari tempat Sungmin.
"Aku akan merindukan Oppa!" Sungmin sedikit berteriak yang di balas dengan gerak tangan Siwon yang mengatakan 'aku juga'.
Sungmin menahan napas dan memejamkan matanya erat, berusaha menahan air matanya. Berusaha menahan tangisnya yang mulai sulit terkontrol. Karena dia tak ingin terlihat sedih di depan Siwon, karena dia tak mau membuat Siwon terbebani olehnya. Dan setelah Siwon pergi... rasanya benar-benar berat untuk tidak menangis lagi.
Yeoja itu berbalik meraih kenop pintu dan...
'DUG!'
"Aaaa APPO!"
"Kyuniya~ apa yang kau lakukan dibelakang pintu?" Sungmin mengangkat alisnya menatap Kyuhyun yang mengusap-usap pipi kirinya. Sedikit hentakan dari Sungmin membuat pintu itu menghantam pipi putih mulus Kyuhyun.
"A-aku... Aku ingin tahu apa yang kau bicarakan dengannya, makanya aku menguping! Puas?" Kyuhyun berkata dengan cepat, terpaksa mengaku karena tak ada alasan yang pas untuk alibinya saat ini, lagi pula meski berbohongpun Sungmin pasti tahu kebenarannyakan?
Sungmin hanya menggelengkan kepalanya seakan tak perduli, meski dalam hati dia mensyukuri tentang kejujuran Kyuhyun padanya. "Sekarang kita sudah tidak ada urusan lagi kan? Sana kau pulang," usir Sungmin tanpa basa-basi sedikitpun, membuat bibir Kyuhyun mengerucut dan alis menaut.
"Aku cuma ingin bilang kalau besok sampai lima hari ke depan aku akan ke Paris—"
"Lalu? Aku tidak akan merindukanmu," potong Sungmin, tampaknya yeoja itu mulai menikmati perannya membuat Kyuhyun kesal. Dengan ponggah, Sungmin menampilkan senyum miringnya, bermaksud membuat Kyuhyun semakin kesal tapi...
"Engh!" Sungmin tersentak saat tubuhnya terdorong kebelakang saat namja di depannya maju dengan mendadak dan meraih bibirnya. Dan tangan Kyuhyun yang menahan pinggangnya dan kembali menariknya maju, memuskahkan jarak diantara keduanya.
Sungmin diam, tidak menolak karena dia tahu menolak dan memberontak pun percuma. Lagi pula, ciuman Kyuhyun kali ini hanya sebatas dua bibir yang saling menempel saja. Dan tak berapa lama pun Kyuhyun mengambil jarak diantara bibir mereka namun dengan lingkar tangan yang tetap tak goyah di pinggang Sungmin.
"Puas menguras kesabaranku? Aku akan meridukanmu, kau tahu? ini pertama kalinya aku benar-benar merasa enggan untuk menjalani pekerjaanku, aku tak ingin meninggalkanmu, aku takut kau akan semakin jauh bila aku melepas pengawasanku. Kumohon, jangan mengujiku terlalu lama, kau tahu aku lemah," ujar Kyuhyun dengan di selingi satu kecupan di setiap akhir kalimatnya, membuat Sungmin tak punya kesempatan untuk menyela.
Sungmin diam, dadanya seperti tercubit saat menatap iris kecoklatan itu. Dia tidak tahu perasaan macam apa yang kini tengah melanda hati namja itu. Benarkah dia merasa sakit karena kehilangannya? Dan bukan hanya sekedar rasa kehilangan yang akan hilang sesaat kemudian?
Benarkah cinta yang terlihat di mata itu? Bukan sekedar ego yang terluka karena yang dulu dimilikinya kini 'hampir' termiliki orang lain?
"Kyu— Kyaaaa~~ UGH!" Sungmin baru saja akan mengangkat tangannya mengusap pipi namja itu, tiba-tiba tubuh Kyuhyun 'seperti' terdorong ke depan, membuatnya ikut terhuyung kebelakang –karena posisinya berhadapan dengan Kyuhyun– dan karena tubuh yeojanya tak mampu menahan berat tubuh namja itu diapun terjatuh dengan keras dan -sialnya- Kyuhyun berada di atasnya.
"Ya! Apa yang kalian lakukan di belakang pintu?" Ryeowook sebagai pelaku pendorongan –pintu- memekik cukup keras dan dengan sedikit kasar menarik belakang kerah leher Kyuhyun, lalu membantu Sungmin berdiri. Kyuhyun pun tak ingin ketinggalan membantu yeoja itu bangun.
"Seharusnya aku yang marah Hyung! Kenapa mendorong pintu seenaknya!" Kyuhyun tak kalah membentak.
"Minnie noonaa~ aku lapar~~," bukannya menanggapi ajakan perang dari Kyuhyun, Ryeowook malah melengos kearah Sungmin dan merengek di depan yeoja itu.
Kyuhyun hanya mendengus dan mengutuki sikap Ryeowook pelan, lalu dengan santai namja itu berjalan kearah sofanya di depan TV dan kembali mengeluarkan sebuah benda kecil hitam laknat dari sakunya. Sungmin mengernyit melihat tingkah namja itu, bukankah tadi dia sudah berpamitan akan pergi? Kenapa malah tiduran disana lagi?
Sungmin menggeleng-geleng pelan melihat tingkah kekanakan Kyuhyun. Yeoja itu mengembalikan perhatiannya pada Ryeowook yang tampak merana dengan tangan mengusap perutnya. "Kenapa tidak masak?"
"Bahan makananku habis, aku tidak bisa belanja karena Yesung hyung terus mengikutiku!" runtuk namja imut itu.
"Kau belum memaafkannya?" Sungmin bertanya pelan, lalu melangkah menuju dapurnya dan diikuti Ryeowook di belakangnya.
"Aku sudah memaafkannya kok, aku hanya ingin sedikit menjauh darinya sebentar saja," jawab namja itu.
"Biar kutebak. Kau memaafkannya tapi tidak bicara padanyakan?" dan Ryeowook mengangguk, membuat Sungmin mengambil napas dalam-dalam. "Lalu bagaimana dia akan tahu kau memaafkannya?"
Ryeowook hanya mengangkat bahu. Namja itu menjadului Sungmin meraih wajan dan mulai memilih-milih telur dari kulkas, meski... sebenarnya telur manapun sama saja sih.
"WOOKIEYA!" sebuah teriakan menggelegar tiba-tiba, membuat Ryeowook hampir saja menjatuhkan telurnya.
Sungmin pun tersentak mendengar teriakan itu. Itu suara Yesung! Dan dengan cepat yeoja itu menatap wajah horor Ryeowook!
"Noona~ aku tidak ingin bertemu dengannya!" rengek Ryeowook. Seakan mendapat perintah dari atasan, Sungmin mengangguk patuh dan berjalan kearah pintu depannya.
Namun nasib belum mendukungnya, belum sempat yeoja itu melangkah lebih jauh, namja berkepala besar itu telah muncul di depan mereka. Wajah Yesung tampak bergembira, membuat Sungmin heran. Seperti ada kepuasan yang tak terbendung di mata sipitnya.
"Wookieya! Appa menelepon! Tadi Appa menelepon dan dia berkata akan percaya pada apapun pilihanku!" katanya tanpa bisa menyembunyikan raut bahagia itu.
Sungmin melihat.. Ryeowook membeku dengan mulut sedikit terbuka dan mata yang mengedip-edip pelan, tak lupa wajan yang melayang di udara dalam genggaman tangannya.
"Wookieya~ kau tahu apa artinya itu? Kita akan menikah! Aku akan menikahimu! Kau maukan menikah denganku?"
Sungmin blushing! Apalagi Ryeowook!
Namja imut itu bahkan sudah tak bisa lagi berkedip hingga Yesung menarik tubuhnya ke dalam pelukannya yang begitu erat.
"Kau tak perlu khawatir lagi, aku sudah berusaha dengan keras meyakinkan Appaku. Jadi ku mohon, yakinlah padaku," ujar namja berkepala besar itu.
Sungmin menekap mulutnya menghindari pekikan kaget terdengar dari bibirnya dan menganggu moment romantis di depannya. Sungmin tersenyum tipis saat menangkap lelehan air mata di pipi namja itu.
Yesung merenggangkan pelukan itu dan tersenyum tipis lalu mengusap lelehan bening di pipi Namja imut-nya. Dan tiba-tiba...
'Tang!'
Sungmin melongo saat melihat Ryeowook memukul kepala Yesung dengan wajan di tangannya!
"Ya! Kau ini kenapa parah sekali! Oh Tuhan~ malangnya nasibku! Hilang sudah harapanku dilamar di tempat romantis dan sebagai gantinya aku dilamar di dapur! Aku tidak mau tahu Hyung, kau harus melamarku ulang!"
Sungmin tersenyum tipis, namun dengan bijak dia memilih meninggalkan pasangan sejoli itu di sana. Dia bahagia... bahagia bisa melihat orang yang disayanginya tersenyum bahagia.
.
.
"Minnieya, datanglah kemari, aku lapar...," suara baritone terdengar dari sambungan telepon itu.
Sudah dua minggu berlalu dan Sungmin masih saja memikirkan kata-kata Siwon itu... bukan... bukan tentang Siwon yang telah menikah tapi tentang perasaannya. Sejujurnya... dia masih ragu, dia masih takut bila harus sekali lagi menerima kenyataan bahwa Kyuhyun bukan miliknya. Dia tidak akan sanggup bertahan bila hal itu benar-benar terjadi.
"Tidak bisa Kyunie, aku banyak pekerjaan, kau pesanlah delivery Kyunie."
Pumkins adalah sebuah perusahaan Advertising kecil yang Sungmin sedang coba bangun bersama-sama dengan Ryeowook dan tentu saja bantuan dari Appanya. Ngomong-ngomong tentang Ryeowook, Sungmin jadi ingat dia ada janji dengan namja itu sore ini untuk mendesain cincin pertunangannya dengan Yesung.
Ah, ngomong-ngomong tentang mereka, Sungmin jadi kembali tersenyum saat mengingat bagaimana Yesung mendobrag pintu flatnya demi menemui Ryewook dan dengan wajah berbinar berkata akan menikahinya. Haha, wajah Ryeowook merah sekali waktu itu. Tapi dengan kesal dia memukul Yesung dengan wajan yang memang saat itu sedang dipegangnya dan meminta Yesung melamar ulang dengan lebih romantis.
"Ya! Aku ingin masakanmu Minnie, Aku lapar~" suara itu kembali terdengar dari benda pink kecil yang menempel di pipi Sungmin.
Sungmin tak tahu usaha apa yang dilakukan namja berkepala besar itu hingga akhirnya Appa namja itu mau merestui hubungan mereka. Sungmin benar-benar bersyukur namja manis dan baik hati yang selama ini menemaninya dapat menemukan kebahagiaannya. Dan dia berdoa, semoga saja hubungan keduanya akan melangkah pada tingkat yang lebih baik lagi kelak.
"Aku tidak bisa Kyu~ tugasku menumpuk!" tolak Sungmin, dia sudah sangat terbiasa dengan sifat manja Kyuhyun yang mendadak berubah menjadi-jadi saat Sungmin memberi tahunya bahwa Siwon telah menikah.
"Ya!" Sungmin tersentak mendengar bentakan Kyuhyun yang membuat telinganya berdenging. "Urusi saja tugas-tugasmu, biarkan aku mati kelaparan!"
Tut..tut..tut...
Sungmin memiringkan kepalanya mendapat reaksi seperti itu dari Kyuhyun. Yeoja itu mengerjap dan memandang ponsel pink di tangannya, lalu menghela napas. Namja ini.. benar-benar deh... dengan terpaksa, yeoja itu pun mengirimkan pesan singkat pada Evil Magnae itu.
"Taeminya," panggil Sungmin pada namja asal jepang yang baru dua hari bekerja partime di Pumpkins.
"Ne. Noona, waeyo?" namja berambut jamur itu muncul dari balik pintu ruang kerjanya.
"Bisa tolong kau selesaikan ini? aku ada urusan di dapur sebentar," ujar yeoja itu pelan dengan senyum kecil.
Namja bernama lengkap Lee Taemin itu mengangguk patuh dan bergerak masuk kedalam ruang kerja Sungmin sementara Sungmin justru keluar menuju dapur kantornya.
.
.
Drrr... drrrr...
Kyuhyun melirik cepat pada ponselnya yang bergetar. Dia tersenyum tipis saat melihat nama pengirim tertera di layarnya dan membaca pesan singkat itu. Haha! Yeoja itu memang paling tidak bisa menolak permintaannya. Dengan cepat Kyuhyun mengetik balasannya dan mengirimkan segera.
Namja itu dengan semangat bangkit dari sofa tempatnya berbaring dan mematikan PSPnya dengan segera. Dia ingin mandi, haha... sedari pagi dia memang sedang malas mandi, tapi kalau Sungmin mau datang tidak mungkin juga kalau dia tidak mandi seperti ini.
Kyuhyun berlari ke kamarnya, meraih handuknya dan masuk kekamar mandi dengan senandung kecil yang terdengar merdu. Tentu saja merdu, diakan member Super Junior. Seusai mandi, Kyuhyun berdiam diri di depan lemari pakaiannya.
Ada begitu banyak baju di sana... yang formal sampai yang terlalu santai dengan motif bunga-bunga untuk di pantai. Jadi... dia harus memakai yang mana? Menggaruk kepalanya yang tak gatal dan memilah-milah pakaian. Ish, sayang sekali dorm sedang sepi, dia jadi tak bisa meminta pendapat dari Hyungdeulnya.
Dari pada bingung dan terus berdiam, akhirnya Kyuhyun memutuskan mencoba satu persatu bajunya. Setelah menghabiskan waktu yang cukup banyak, Kyuhyun pun berhasil menemukan jeans hitam dan kaos biru muda yang terlihat sangat pas di tubuh kurusnya... ummm sebenarnya baju-baju itu biasa saja sih, hanya saja Kyuhyun merasa sangat PeDe saat menatap dirinya dalam balutan kain katun biru itu, dia merasa tampan.
Kyuhyun lalu melangkah kearah cermin dan mematut dirinya, sedikit bersisir dan bermake up tipis agar kulit pucatnya tak terlihat semakin pucat.
"Ish! Kenapa jantungku jadi berdebar tak karuan seperti ini? Seperti akan kencan pertama saja," gumamnya setelah memberi sedikit semprotan minyak wangi pada tubuhnya.
'Teeettt… Teeettt…'
Kyuhyun sedikit tersentak mendengar bell pintu depan dorm Super Junior. Namja itu mencoba mengembangkan senyumnya dan melangkah cepat kearah pintu. Sama sekali tidak akan mengira bahwa kekecewaanlah yang akan didapatkannya.
_TBC_
HUAAA masihkah ada yang bersama Lhyn disini? Lhyn benar-benar minta maaf... Lhyn benar-benar kebanjiran tugas! *bungkuk-bungkuk* Dan untuk itu... Lhyn apdet Fic yang Lhyn ketik ditengah pembuatan Makalah yang sudah lima kali di tolak dan disuruh refisi-dan refisi lagi, maafkan kalo fic ini ancur-cur-cur seancur2nya... Lhyn sama sekali gada keinginan untuk ngetik kecuali mengingat ada Reader sekalian yang terus menunggu *maap kalo kepedean*
Dan Lhyn juga mau mohon kesabarannya karena mungkin ini apdetan terakhir di bulan maret ini, Lhyn harus sudah nyelesein tugas2 bulan april di akhir maret karena awal april Lhyn sudah berangkat SB.
Maaf kalo ada Typo, Lhyn gag koreksi lagi chap ini, dan terimakasih banyak buat yang mengingatkan. :D
Terimakasih banyak buat :
daraemondut, minnienyaevil9tha, minnienyaevil9tha, KyuLie Minnie, Hana, JiYoo861015, Ka Hime Shiseiten, VainVampire, lienaJoYers95, Ms. KMS, Cho MiNa, diitactorlove, ShanTwelve, lala, ClaireAsMe, emyKMS, Kim hyunie, Auliayyg, Kyuminshipper, dhian kyuhae elf, sungyoungpark, ayuko0510, choshikyumin, rikha-chan, Hyeri, Chikyumin, Triaaiueo, Cho Hyun Jin, AIDASUNGJIN, KarooMinnie, leeyoungmin, Memey Clouds, Fujiwara Roronoa, Kyuminshipper, Fujiwara Roronoa, shanty beibhy kyuminalways, Lil'cute Bear, MegaKyu, jojojooo, 10ve5uju, Ticia, lia bernadett, sarangchullpa92, Eunhae25, CharolineElf, lee hyuri, SungMinnie, Pumpkin01, kyumin forever, ernana, Ernana, RizkaIwanda, siticho, cha, Rima KyuMin Elf, Matsuka99, kyuminlinz92 malas login, RAJSomniaELF, youngers, Cho Ummu Archuleta, youngers, CloudsomniaElf, Cho Ummu Archuleta, SparKyuAlan, rachellmarchy08, guardiaNietha, Shyty, ury, Evilevigne.
.
Jawaban pertanyaan Rifyu :
#Q : Ga nyangka Siwon udah nikah, padahal selama ini dia terlihat suka sama Sungmin
A : Sejak Lhyn memutuskan bahwa Fic ini Kyumin maka sejak Saat itulah Lhyn memutuskan bahwa Siwon udah nikah ama Bummie, makanya Lhyn ga pernah bikin Siwon menuntut 'Rasa' dari sungmin, dia sayang ama Sungmin sebagai Adek.. :D
# Q : Buat Scene Kyu mutusin Seo dong?
A : Maaf, Scene ini sengaja Lhyn ilangi demi memperpendek FIC.. abisnya Fic ini bisa makin panjang dan panjang dan membosankan dan membosankan kalo seluruh Draft kasarnya Lhyn wujudin.
# Q : Perbanyak YeWook
A : Chap ini sudah ada YeWook meski terkesan aneh sekali =.=? Chap depan Lhyn usahain bikin YeWook lagi... tapi mohon sabar ya...
# Q : Fic ini terkesan buru-buru?
A : Hehe.. Maaf jujur aja.. Lhyn emang banyak motong Scene dari Draft asli, seperti yang Lhyn bilang diatas, biar bisa selesai dalam 20 Chap.
# Q : *ini menjurus ke pribadi bukan Fic* Lhyn biasnya Sunny? Lhyn kerja di keDutaan? Lhyn punya Twit dan FB?
A : Lhyn orangnya terbuka, jadi ga masalah seseorang suka atau benci dengan apa yang Lhyn sukai, selerakan beda-beda... dan kita ga bisa memaksakan selera... :D. Duta yang kemaren Lhyn maksud itu Du(nia nya)Ta.. maaf bikin salah paham... :D. Twit Lhyn : Ran1509 (tapi jarang dibuka) kalo mau FB aja : Kanista Ran.
Maaf kalau ada banyak Kekurangan dalam Fic ini, Lhyn masih sangat butuh belajar dan Lhyn masih jauh dari kata Profesional, Lhyn sangat menerima Kritik dan Saran untuk mendukung Lhyn menjadi lebih baik :D
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... Untuk yang Baru rifyu... yang ngeFav ato Alert Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_17_03_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar