AFTER ALL
Keping Tujuh
Genre : Romance , Hurt/Comfort,
Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Lee Donghae as Lee Donghae, Choi
Siwon as Choi Siwon, Kim Heechul as Kim Heechul, etc.
pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook,
the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain
yangmembuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Geunyeoga dolaoneyo mianhadago
haneyo, iksukhaetdeon geuriun geu songilro eorumanjyeoyo"
(She comes back she says she's sorry,
the skilled hands that i missed caress my own" _In my dream-Super Junior_
.
Suasana canggung menyelimuti meja
bulat di sudut cafetaria SME building. Bukan hanya dari Kyuhyun dan
Sungmin, tapi juga Donghae dan Eunhyuk yang ikut bergabung di sana. Hanya
Seohyun yang tampak menikmati makan siangnya. Sungmin bahkan merasakan adanya
sesuatu yang membebat tenggorokannya hingga dia kesulitan untuk menelan makan siangnya
saat itu.
Mata kelinci itu terus mengamati
Kyuhyun yang duduk di sampingnya, diam-diam. Seakan menunggu dengan was-was
sebuah kesalahan dari namja itu. Dan di samping Kyuhyun, Donghae –entah
sebab apa– lebih diam dari biasanya, begitu juga Eunhyuk yang mengunyah
makanannya dalam sunyi. Membuat Sungmin berpikir, mungkinkah mereka berdua
menyesal bergabung di meja itu?
Sungmin sendiri tak tahu kenapa dia
bisa merasa begitu kaku. Seakan ada sekat tak terlihat yang membagi mereka
dalam ruang perseorangan. Terdiam dalam batas yang belum terurai logika.
"Minnie noona...,"
keheningan terpecah oleh Eunhyuk yang tampaknya mulai jengah dengan kediam itu.
"Apa kau bisa ikut nanti?"
Sungmin menengadah menatap Eunhyuk
yang memandangnya, bertanya. "Mwo? Ikut apa?" Yeoja manis itu
menggeleng tak mengerti.
"Evil ini belum
mengatakannya?" kedua alis Eunhyuk terangkat dengan bibir mengerucut kesal
dan mendengus pada Kyuhyun.
"Aku baru berniat memberitahunya
seusai makan siang nanti. Ish! Kau mendahuluiku, Hyung!" Kyuhyun
balas mendengus.
"Memberitahu apa Kyunie?"
Sungmin menatap penasaran pada Kyuhyun dan Eunhyuk bergantian.
"Kepulau Jeju, ada sehari tanpa
schedule jadi aku ingin mengajakmu berlibur, Minnie. Kau bisa ikut kan? Sudah
lama sekali kita tidak berlibur keluar kota," ujar Kyuhyun, kedua iris
kecoklatannya menatap Sungmin, memohon.
"Kapan, Kyunie?" Sungmin
bertanya setengah berharap dia tidak punya jadwal penting di saat bersamaan.
"Besok hari keberangkatan, kita
di sana selama empat hari, dan hari ketigalah yang bisa kita gunakan untuk
berlibur, bisakan Chagi?" Kyuhyun berujar dengan tatapan lembut.
Sama sekali tak menyadari panggilan 'Chagi' yang baru saja diucapkannya
telah menyentak seorang yeoja yang mendengarkan pembicaraan mereka
dengan bingung.
Dan juga merubah mood yeoja
lain yang duduk di sana. Sungmin hampir saja tersenyum senang dan mengiyakan,
namun detik berikutnya dia ingat, lima hari dari sekarang adalah hari sidang
pertama skripsinya. Senyum yeoja itu langsung surut.
"Jangan bilang tidak, Noona...
jebal...," Eunhyuk merajuk saat melihat ekspresi Sungmin yang baru
saja berubah.
"Mianhe, Sabtu nanti ada
sidang pertamaku. Aku harus mempersiapkan semuanya, kalau aku pergi empat hari,
aku tidak akan sempat mempersiapkan semuanya," ujar Sungmin dengan penyesalannya.
Sungguh, dia sangat ingin ikut!
Meskipun dia bisa kembali setelah melewati hari ketiga, dia tidak akan yakin
bisa mempersiapkan sidangnya dalam waktu sehari. Belum lagi, dia tak mau
menanggung resiko Siwon akan membencinya karena pergi berlibur ketika sidangnya
tinggal menghitung jari.
"Yah, kalau begitu kita harus
puas makan makanan restoran selama di sana," Donghae berbicara setelah
mengelap mulutnya dengan napkin.
"Hae! Kenapa kau bicara seperti
itu, kau pikir Minnie noona itu chef pribadimu?" sebal
Eunhyuk dengan mendaratkan sebuah pukulan di lengan namja itu.
"Aish! Hyukkie, bukan hanya aku!
Kang In hyung juga berharap seperti itu," bela Donghae dengan
tangan yang membentuk perisai untuk menahan pukulan-pukulan Eunhyuk.
"Mianhe—"
"Ish, Minnie... mereka berniat
memanfaatkanmu, kenapa kau yang meminta maaf?" Kyuhyun buru-buru mecegah
kepala Sungmin yang hendak membungkuk. "Ya! Hae hyung, kau harus
minta maaf pada Minnie!"
"Ani, gwenchan—
Kyunie!" Sungmin memekik saat Kyuhyun hendak memukul kepala Donghae dengan
vas bunga kayu yang didapatnya dari tengah meja.
Suasana sedikit banyak telah berubah
setelah perdebatan tak pelik dan tak penting itu. Atmosfer yang sempat membeku
mulai mencair. Sayangnya meraka tak menyadari, satu yeoja yang masih bergelut
dengan getar dadanya di sana.
Seohyun masih berusaha mencerna
semuanya. Panggilan sayang dari Kyuhyun, bahkan kedekatan yeoja bermata
kelinci dengan member Super Junior. Setahunya, tak banyak bahkan hampir
tak ada yeoja yang mampu dekat dengan semua member. Termasuk
dirinya dulu, dia yang saat itu berstatus sebagai kekasih Kyuhyun bahkan tak
bisa sedekat itu dengan member lainnya.
Saat itu tawa yang mengembang di meja
mereka membuat tak ada yang menyadari, sebuah keputusan yang akan diambil yeoja
itu akan membuat roda takdir berputar dari titik kulminasinya.
.
.
'Huftt...'
Sungmin menghela napasnya
panjang-panjang. Digenggamnya cangkir teh itu semakin erat, seakan mengabarkan
kegelisahan hatinya yang kian tak berbentuk dan kacau. Sementara pandangan mata
kelincinya tertuju dan menatap rindu pada kotak elektronik yang menampilkan
gambar bergerak di dalamnya.
Hari ini hari kedua Kyuhyun di pulau
Jeju, entah mengapa perasaan Sungmin selalu gelisah sejak namja itu
berpamitan dengannya pagi lalu. Dan tidak biasanya dia merasakan rindu yang
mendesak seperti ini. Sampai-sampai membuatnya rela menatapi TV dan
mencari-cari chanel dan berharap bisa menemukan bayangan namja
itu disana. Yeoja itu pun menemukan apa yang dicarinya, dengan secangkit
teh hangat Sungmin menyaksikan Variety Show yang berlatar pantai pulau
Jeju itu secara live.
Namun entah apa yang terjadi pada
dadanya, seiring dengan waktu yang dilalui yeoja itu untuk menatap kotak
elektronik itu, seiring pula kegelisahan semakin membuncah dan membuncah lagi.
Ada satu perasaan mengganjal yang tak bisa Sungmin jelaskan di dadanya.
Sejak kepergiannya, Kyuhyun belum
menghubunginya meski dengan sebuah Email. Entah karena kesibukannya atau karena
hal lain, Sungmin hanya mencoba mengerti dan berharap namja itu baik-baik
saja di sana.
'Teettt.. Teettt...'
"Minnie noona, kau ada di
dalam?" suara bell yang di susul suara bariton Ryeowook mengalihkan
perhatian Sungmin sesaat.
"Masuklah Wookie," ujar yeoja
itu sembari menurunkan volume televisinya.
Kepala Ryeowook mendahului
kemunculannya, dan senyum paginya terukir demi membuat Sungmin tahu untuk apa
kedatangannya. Senyum khas bila Ryeowook hendak meminjam atau meminta sesuatu.
"Kopiku habis..." ujarnya
dengan cengiran yang makin lebar.
"Ambil saja sendiri,
Wookie," balas Sungmin dengan senyum rendah.
"Aku tidak tahu kalau Noona
suka nonton variety show pagi hari, atau karena ada Kyuhyun di
sana?"
Tanpa melihatpun Sungmin yakin sebuah
senyum menggoda terukir di bibir namja itu. "Aish!" Sungmin
hanya mendesis.
"Noona tidak
kuliah?"
"Bimbingan bersama Siwon oppa
jam sepuluh nanti, setelahnya kuliah sampai malam. Kau sendiri? Hari rabu
biasanya kau kan sibuk?"
"Semalam Yesung hyung
menelepon sampai hampir pagi, kupikir sesekali bolos tidak akan membuatmu mati,
kan?" ujar Ryeowook kalem, kemudian duduk di samping Sungmin dengan
secangkir kopi di tangan kirinya.
Tak lama kemudian keduanya terdiam,
menikmati pertunjukan dari kekasih-kekasih mereka di layar kaca. Terkadang
tersenyum kecil melihat tingkah konyol mereka dalam menjawab pertanyaan atau
menghadapi sebuah game dari pembawa acara.
"Ishhh! Awas saja kalau Yesung hyung
sampai kalah dari Hyukie hyung!" desis Ryeowook sedikit beremosi,
sementara di layar kaca terlihat Yesung yang sedang berlomba dengan Eunhyuk
dalam meniup lilin-lilin menggunakan satu lubang hidung mereka. Sungguh sangat
tidak penting! Menurut Sungmin. Tapi entah mengapa para Audience
terdengar riuh dalam mendukung idola mereka di sana.
"YEAH!" Ryeowook berteriak
penuh kemenangan seakan kemenangan Yesung di sana adalah kemenangannya sendiri.
Sementara Kyuhyun dan Donghae melonjak-lonjak memeluk Yesung yang berada satu
tim dengan mereka.
Sungmin tersenyum juga akhirnya. Dan
acara itu pun di akhiri dengan perform Super Junior yang membawakan lagu
Mr. Simple. Sungmin bangkit setelah acara itu benar-benar berakhir dan di
gantikan acara lainnya.
"Sudah mau berangkat?"
Ryeowook tanpa mengalihkan pandangan dari chanel TV yang terus di ubahnya.
"Ne," balas Sungmin
singkat, dan yeoja itupun segera menghilang di balik pintu kamarnya.
.
.
"Ya! Pantas saja aku kalah,
lubang hidung Yesung hyung sebesar itu~" protes Eunhyuk entah pada
siapa, tampaknya dia masih belum menerima kekalahannya. Komentar yang tak ayal
mengundang gelak tawa diantara hyung dan dongsaengnya.
"Aigo! Lubang hidungmu
bahkan lebih besar Hyukkie," balas Yesung dengan menarik cuping hidung
Eunhyun keatas. Membuat gelak tawa itu semakin keras.
Kyuhyun membuka tirai pintu sebuah
tenda di backstage yang berada tepat di samping Van mereka. Namja
itu membukanya lebar-lebar dan menahannya untuk hyung-hyungnya...
baru selangkah dia masuk, tawa yang tadi bergema dari tenggorokannya mendadak
tercekat.
"Seohyun?" Lee Teuk lah
yang pertama membuka suara, membuat yeoja yang duduk menunduk di sofa
itu mengangkat wajah menyadari kehadiran mereka.
"Annyeong Oppa,"
yeoja itu menunduk enam kali menyambut kedatangan mereka.
"Kenapa kau di sini?"
Kyuhyun bersuara ketus, namja itu melangkah maju menuju sebuah meja dan
mulai melepas properti-properti milik sponsor yang dipakainya.
Seohyun bangkit dan berjalan mendekat
kearah Kyuhyun yang membelakanginya. Dari cermin di depan namja itu,
Seohyun dapat melihat raut keras seorang Cho Kyuhyun. "Aku ingin bicara
dengan Oppa,"
"Aku masih ada Sche—"
"Tidak akan lama.. Oppa, jebal,"
potong yeoja itu, dengan suara bergetar dan penuh permohonan.
Kyuhyun meruntuki nasibnya, entah
kenapa sepertinya takdir tidak bisa memberikan sedikit ketenangan saja pada namja
itu. Setelah dua minggu berlatih perform dengan Seohyung yang sangat tidak
mudah dilewatinya dan akhirnya duet mereka mendapat Applause yang bagus
dari fans, kenapa yeoja itu kini malah datang dengan memberikan aroma
'privasi' bukan lagi sekedar 'job' di sini? Kenapa takdir begitu suka
melihatnya tertatih-tatih dalam mencari arah?
"Oppa... jebal,"
sekali lagi yeoja itu memohon.
Kyuhyun menghela napas berat dan
menengadah, menatap cermin yang memantulkan bayangan yeoja itu di
belakangnya, tengah menunduk. "Ne, tapi aku tak punya banyak
waktu," ujar Kyuhyun akhirnya. Dengan kaku namja itu mendahului
untuk melangkah.
"Kyu...," panggil Lee Teuk,
Kyuhyun yang telah berada di ambang pintu tenda pun memutar kepalanya.
"Jangan terlalu jauh, Ne?" lanjut sang Leeder, memberi
peringatan bermakna ganda pada Magnaenya.
Kyuhyun tersenyum tipis dan
mengangguk. Mengerti sepenuhnya maksud peringatan Eomma Super Junior itu. Namja
itu melangkah keluar dan berjalan kearah van Super Junior, dan bersandar di
salah satu sisinya. Angin pantai yang cukup kencang, sedikit menggoyangkan
rambut caramelnya. Namja itu menunduk dan menyibak rambutnya
keatas.
"Sampai kapan Oppa akan
marah padaku?" Seohyun memulai dengan sedikit kesal melihat kepasifan
Kyuhyun.
"Aku tidak marah," jawab
kyuhyun dengan nada datar dan sedikit ketus.
"Aku merindukan Oppa!"
Seohyun berkata dengan sedikit menyentak.
Yeoja itu meraih rahang kyuhyun
dengan jemarinya dan mengarahkan iris kecoklatan itu untuk menatapnya.
"Aku kembali untuk Oppa,
aku selalu memikirkan Oppa, aku selalu berharap Oppa menungguku
di sini!" Suara yeoja itu bergetar hebat hingga akhirnya lelehan
bening itu mengalir di sana. "Katakan kalau Oppa memang
menungguku," yeoja itu mengiba, meraih kedua tangan Kyuhyun dan
mengenggamnya erat.
"Seonie..." Kyuhyun
merasakan tenggorokannya tercekat. Apa yang harus di katakannya sekarang? Bahwa
dia memang selalu menunggunya? Kalau dia juga merindukan yeoja itu?
Kalau dia bahkan hampir putus asa saat yeoja itu meninggalkannya?
Tidak. Dia tidak bisa mengatakan
semua itu. Meskipun dadanya terasa bergolak riuh, meskipun hatinya begitu haus
pada sosok yeoja di depannya. Dia tidak bisa melakukan semua itu.
"Kenapa Oppa terus
menghindariku? Waeyo Oppa?" yeoja itu terisak, dengan
bahu yang bergetar dan pandangan mata yang menuntut menghujam iris kecoklatan
Kyuhyun. "Apa karena Oppa telah menemukan penggantiku?"
"Ani, Seonie. Tidak ada
yang bisa menggantikanmu," ujar namja itu lemah namun begitu jujur.
"Saranghae Oppa...
aku selalu mencintai Oppa..."
Rasanya begitu lelah mempertahankan
dinding yang dia bangun demi melindungi perasaan mereka. Dia tidak bisa bila
terus berbohong bahwa dia tidak merindukan sosok itu. Terlebih, dia tidak bisa
berbohong pada dirinya sendiri bahwa dia masih sangat menginginkan yeoja
itu.
Mungkin ini gila. Akal sehatnya tak
lagi bisa berfungsi saat tubuh hangat yeoja itu menghambur dalam
dekapannya. Katakan bahwa kewarasannya telah hilang terbawa sapuan angin laut
pulau Jeju yang begitu memabukkan. Biarkan dia melepaskan dahaganya akan
Seohyun. Biarkan, sekali lagi dia merasakan halusnya rambut itu di sela-sela
jemari panjangnya.
Biarkan dia...
Meraih apa yang BEGITU
diinginkannya.
"Nado... Saranghae."
.
.
'Puk!'
"AH!" Sungmin memekik saat ice
cream cone di tangannya begitu saja jatuh keatas trotoar. "Yah...
sayang sekali," runtuk yeoja itu dengan mengerucutkan bibirnya.
Hah! Tuhan pasti sedang
menertawainya. Sepertinya dia tidak di takdirkan sebagai makhluk yang bisa
berbuat iseng pada orang lain. Buktinya, sekarang ice cream yang akan
digunakan sebagai alasan keterlambatannya malah terjatuh dengan begitu indah di
sana.
Dia harus mengingat-ingat untuk
meminta ganti rugi pada Ryeowook yang mengusulkannya untuk memberi sedikit
'tes' pada Siwon. Yah, meskipun sebenarnya Sungmin juga penasaran sih, kenapa
Siwon begitu marah saat orang lain datang terlambat. Jadi dia ingin mencoba
datang terlambat di acara bimbingan mereka hari ini.
Dengan bibir yang masih mengerucut, yeoja
itu kembali melangkah menuju kafe tempatnya dan Siwon janjian untuk bertemu.
Meninggalkan ice cream strawberry di atas trotoar, yeoja itu
melirik jam tangan di pergelangannya dan akhirnya malah berlari kecil menyadari
dia sudah terlambat dua puluh menit lebih.
'klinting' bell pintu
kafe berbunyi saat Sungmin membukanya. Secara insting yeoja itu
mengedarkan pandangannya dan menemukan Siwon tengah duduk di sudut kafe dengan
sebuah macbook yang terbuka dan menyala.
"Annyeong Oppa, Mianhe
aku terlambat," ujar Sungmin, sedikit takut juga Siwon akan mengusirnya
dari kafe.
Siwon menengadah dan ajaibnya –atau
wajarnya bagi Sungmin– namja itu tersenyum lembut. "Gwenchana,
kenapa bisa terlambat Minnie? Tidak biasanya," gumamnya lembut dengan
gerakan tangan mempersilahkan Sungmin untuk duduk di sampingnya.
"Tadi aku melihat penjual ice
cream di jalan, karena ingin jadi aku mengantrinya," ujar Sungmin,
jujur dan sangat... menyebalkan sebenarnya. Tapi Sungmin berkata jujur bukan
karena tanpa sebab, yeoja itu merasa lega Siwon tidak marah dan merasa
bahwa jujur adalah yang terbaik. "Tapi ice creamnya malah jatuh di
tengah jalan, ini masti karena Oppa mengutukiku dari sini, ne?"
ujar Sungmin dengan bibir yang mengerucut sebal.
Hei. Hei... sebenarnya yang
seharusnya marah itu siapa di sini?
Siwon hanya tersenyum kecil melihat
tingkah Sungmin. "Aku tidak mungkin mengutukimu Minnie, nanti sepulang
dari sini kita ke sana saja, ne? Aku yang traktir."
"Jinjja?" mata
kelinci itu membulat dan menatap penuh harap pada iris mata Siwon di depannya.
Siwon tersenyum lembut menampilkan
lesung pipitnya, mengacak rambut hitam Sungmin yang tergerai dan mengangguk
kecil. "Tapi sebelumnya, kau harus fokus pada Applikasimu, ingat! Sidang
pertamamu tinggal tiga hari lagi."
Sungmin mengangguk mantap, dalam
bayangannya dia mulai menerka ekspresi Ryeowook saat dia pulang nanti dan
memberitahukan hasil keusilannya hari ini.
.
.
Bila kau tak menginginkan sesuatu,
waktu justru membuat segalanya berlalu lebih cepat hingga tiba-tiba kau
berhadapan dengan apa yang tak kau inginkan, kan? Rumus standar yang semua
orang telah tahu. Sungmin juga tahu itu, dan sialnya, meski pun dia telah
mengantisipasi hari-hari berat menuju sidang pertamanya tetap saja rasanya dia
belum siap pagi ini.
Dia bahkan terpaksa menelan obat
tidur semalam, agar bisa tertidur dan tidak bernasib tragis dengan tertidur di
tengah sidang.
"Kau pasti bisa Noona,
kau sudah berusaha selama ini!" dukung Ryeowook.
Sungmin menghela napas saat Lee Jinki
–taehaksaeng yang mendapat giliran sebelum Sungmin– keluar dari ruang
sidang dengan raut cerah. Hasilnya pasti baik, terka Sungmin mengingat Onew
–begitu Lee Jinki biasa di panggil– adalah salah seorang taehaksaeng
cerdas di angkatannya.
"Mereka tidak terlalu buruk kok,
Lee Sungmin-ssi," ujar Onew ikut menyemangati Sungmin yang berwajah pucat.
Sungmin mengangguk pada namja
itu dan mulai memutar kenop pintu ruang sidangnya. Dengan jantung yang
berloncatan, Sungmin menyapa dua pengeksekusi yang ada disana. Dia menarik
napas dalam-dalam dan berdoa pada tuhan agar semuanya berjalan lancar sebelum
membuka sidangnya. Pertama-tama dia memperkenalkan perusahaan tempat
observasinya, baru kemudian menerangkan arus-arus arah dari aplikasinya.
'Sepertinya memang tidak terlalu
buruk,' batin Sungmin saat belum juga ada interupsi dari dua eksekutor itu
untuk menyela aplikasinya. Untuk tahap awal, apa yang telah di capai Sungmin
memang bisa di bilang memuaskan.
Sungmin tak henti-hentinya bersyukur
ketika komentar bernada baik dia dapatkan dari kedua eksekutor, dalam hati dia
berjanji akan mentraktir Siwon, Ryeowook dan juga Onew yang tadi sempat
memberinya semangat.
Ah! Jangan lupakan Kyuhyun yang terus
menjadi motivasinya. Ngomong-ngomong soal Kyuhyun... Sungmin masih saja bisa
merasakan rasa gelisah di dadanya. Kemarin namja itu meneleponnya dan
menanyakan kabar lalu mengobrol cukup lama. Dan pagi tadi juga sebuah pesan
berisikan penyemangatan untuk sidangnya datang dari namja itu.
Tapi, Sungmin merasa semua itu terasa
canggung dan... sedikit hambar. Suara Kyuhyun di telepon terdengar kaku,
pesannya pun terbaca datar.
"Bagaimana?" Ryeowook menyambut
Sungmin yang baru saja keluar dengan wajah cerah.
Yeoja itu mengangguk dan
tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi kelincinya. Dengan semangat, Ryeowook
segera memeluknya dan membawa yeoja itu melompat-lompat kegirangan.
"Ayo kita cari kafe, aku akan
mentraktirmu Wookie!" Sungmin berseru semangat yang di tanggapi dengan
anggukan setuju dari Ryeowook.
Dengan langkah ringan, Sungmin
berjalan beriringan dengan Ryeowook yang tengah tersenyum lega, sama leganya
dengan Sungmin. Tangan keduanya bertautan saat melewati koridor-koridor panjang
ELF University. Sama sekali tidak menghiraukan tatapan-tatapan iri dari teahaksaeng
lainnya.
"...mereka memang serasi, ne?"
sebuah suara tertangkap telinga Sungmin, membuat Sungmin tersenyum kecil
mendengarnya.
"Ne, ish... Kyunie Oppa
memang romantis! Berciuman di tepi pantai.. Kyaaa..."
Sungmin tak dapat lagi mendengar apa
yang dikatakan yeoja yang tengah bergosip itu. Pikirannya tengah
melayang mencerna perkataan tadi dengan sebelumnya. 'pasangan serasi'
seharusnya mereka menyebut Ryeowook bukan Kyuhyun karena saat ini Sungmin
sedangn bergandengan tangan dengan seorang Kim Ryeowook. Tapi... Berciuman? Di
tepi pantai? Apa maksudnya...
Deg!
Sekelebat sebuah pemikiran di
kepalanya membuat jantungnya terasa anjlok jatuh ke bawah.
"Minnie noona?"
panggil Ryeowook yang terheran melihat Sungmin yang tiba-tiba melangkah.
"Ani," Sungmin
menggeleng, berusaha mengenyahkan pikirannya. Tapi... pantai.. pulau Jeju.. Variety
show kemari... "Aniyo!"
"Noona, Gwenchanayo?"
Ryeowook bertanya semakin cemas.
"Sudah ku bilangkan, Seohyun
pulang kembali ke Korea pasti karena Kyunie Oppa," lanjut yeoja
yang sama sekali tak mengerti tentang situasi diantara Ryeowook dan Sungmin.
Kali ini kata-kata itu telak untuk
Sungmin! Yeoja itu tak bisa lagi menolak pemikiran yang di sangkalnya.
Rasa sakit tak bisa di cegahnya, dadanya sesak seketika seakan ada bebat tak
kasat mata yang mendadak di sumpalkan ke sana.
"...Kau lihat duet mereka di
chanel tiga lusa malam?"
"Ya! Apa yang kalian
bicarakan! Jangan bergosip sembarangan di koridor kampus!" bentak Ryeowook
yang semakin merasa terganggu oleh tiga yeoja itu.
"Ish! Kenapa membentak! Kami
tidak bergosip, ini fakta!" seorang yeoja berambut pirang
menunjukkan sebuah tabloid.
Dan Sungmin melihatnya, sebuah judul
artikel yang di tulis dengan tinta merah besar 'KYUSEO : MERAJUT KEMBALI KISAH
LAMA?' tak lupa sebuah potret yang terpasang, berlatar senja hari di tepi
pantai.
'Sungguh romantis!' batin
Sungmin sakit. Sebuah kekecewaan dan kemarahan membuat segalanya terasa panas.
Dengan kasar yeoja itu merebut
tabloid itu dan berlari secepat kilat meninggalkan mereka. Termasuk Ryeowook
yang mencoba mengejarnya.
_TBC_
Huaaa~ Fic ini udah mulai mendekati
Klimaks cerita! Haaa! Padahal udah chap tujuh tapi baru mau mulai masuk masalah
inti, apa alurnya terlalu lambatnya?
Oh.. ya.. buat yang tanya/minta
kehamilan untuk Minnie... Mianhe, Minnie ga bakal hamil dulu. mianhe,
kemarin udah ada yg nanyain... Lhyn juga udah niat jawab, tapi LUPA! OMG
beneran deh! Kemaren Lhyn lagi blank banget! Makanya ga bales rifyu dulu, takut
merancau kemana-mana.
Makasih banyak buat yang udah mau dan
tetep mau Rifyu Fic Lhyn ini :
Kanaya (Huaha.. Kyu Oppa
nikahnya nanti, nunggu Lhyn lulus kulian dulu #kabur dari amukan sparKyu.
Makasih udah rifyu;) Vainvampire (Iyah, Minni emang ga hamil dulu kok,
dan Minnie juga ga Lhyn bikin cengeng2 amat kok, sesekali nangis sih... tapi ga
melulu nangis... Makasih dah rifyu;) KyuMinnie (Iya, NC yg ga perlu Lhyn
ilangin dan KyuSeo emang udah direncanain dari awal ga bakal banyak kok, Ending
masih lama, untuk kedepan mungkin banyak SiMin dan banyak eksplore perasaan
Kyu.. makasih udah rifyu;) KYUMIN137 (Hehe... ikutin aja alurnya terus
sampe akhir... happy kok.. makasih udah rifyu...;) Qminhee (hehe, Kyu
maunya nikahin Lhyn #kabur lagi dari amukan sparKyu. Iya, itulah gunanya Siwon
oppa! Makasih udah rifyu... :) KyuMinnie (Eits! Jangan sembarangan bunuh
Lhyn, tar dua jempol yang dikasilih ke Lhyn, Lhyn bikin rujak nih! #ceburin ke
got. Yap, makasih udah rifyu...;) HappyKYUMIN ( Hue, Mianhe Lhyn ga bisa
hamilin *?* Minnie dulu, tar kalo Kyu ninggalin Minnie pas udah punya anak
gimana? Kan tambah berabe. Dan NCnya juga Mian, untuk chaps2 kedepan Lhyn mau
eksplore perasaan Cast dulu tapi bakal ada lagi Kok, makasih dah rifyu;) Kyuminlinz92
(Hdeh, mianhe, buat chap ini dan chap depan masih Minnie bakal kesiksa... tapi
chap 9 Kyu yang mulai *smirk* kesiksa kok, sabar ya.. dan makasih dah rifyuuuu
;) E.L.F (Sugen? Wah.. ga ada kok, kan di paling atas juga udah di
tempelin pairnya... tenang aja, mereka Cuma kebetulan ketemu di SME dan gada
tindak lanjut kok, makasih dah rifyu ;) Hyeri (iya, konflik inti baru
muncul, apa alurnya kelambatan ya? Hehehe *ketawa setan* Kyu pasti menderita
kok, makasih dah rifyu) Hana (Waa Gomawo Eonni... eh, meskipun Minnie di
sini kebaikan tapi dia ga marrysue kan? Apa malah jadi marrysue? *degdegan*
Makasih udah rifyu...;) SungMinnie (Bentar lagi ya... chap ini ama chap
depan lagi aja Minnienya sakit, chap 9 Lhyn janji mule bikin Kyu jeles deh...
makasih dah rifyu :) Nam Seulmi (SeoKyu ada di beberapa chap kedepan
mungkin 4 chap, tapi Cuma dikitan kok, makasihd ah rifyu;) Kim Min Hyun (Gwenchana
Oppa, yg penting sekarang rifyu lagi.. *dijitak. Muaaa kalo soal perasan Wonppa
itu Ra-ha-si-a. *dijitak lagi. Wah, Kyu kan emang gitu, sok-sok ga butuh
padahal butuh banget *dijitak Kyu, Makasih dah rifyu Oppa...;) AIDASUNGJIN (Salam
kenal Chingu... Nyaaa kalo Minnie ama Siwon... *lirik2 KMS yg bawa golok* Yap
Happy Kyumin kok, makasih dah rifyu :) Eunhae (hehe, jangan sebelin
suami Lhyn, itu karna tuntutan skenario doank kok.. makasih buat komennya...
makasih dah rifyu.. :) Kyuhany (Ini chap selanjutnya, Mian rada lama.. makasih
dah rifyu..;) Soldier of Light (Hehe, Seo lagi Laper Eonnie, makanya
pengen ikut makan *ditendang* makasih dah rifyu Eonni) Hie (Makasih
pujiannya, wkwk... waktu itu buat sedikit releksi aja *maksudlo?* Chap ini
emang lebih kompleks, tapi chap depan bakal jadi Klimaksnya.. makasih dah
rifyu..;) Eunsung reshfly (Salam kenal... panggilnya Lhyn aja juga boleh
kok...hehe.. yap! Kyu pasti bakal lebih nyesek kok Simin kan bakal banyak,
makasih dah rifyu...:) KyuMinnie (Sabar chingu... sabar *ngusap bahu
Chingu* Tunggu chap 9 ya.. disana Kyu udah mule kepanasan kok... Makasih pujiannya
Chingu... Gomawo udaj rifyu :) Choshikyumin (Lhyn juga biasya Kyu kok,
Yap.. baca aja fic ini terus ya.. tar pasti liat nyeseknya Kyu*dibakar* makasih
dah rifyu :) KimHanKyu (Gomawo chingu... makasih dan rifyuuu ;) Cha
(Yaa... sabar ya Chingu... bentar lagi kok... Kyu pasti kena getahnya...
makasih dah rifyuu :) Kim Hyunie (Sedikit lagi lah~~ nanti juga Min
bahagia lah~~ makasih dah rifyu... ;)
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karna hanya Rifyu yang bisa
bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
Happy Valentine Days... Rifyu ya~
Lhyn selalu nunggu Rifyu dari Chingu semua... :D
02_14_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar