Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Tujuh


AFTER ALL
Keping Tujuh
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Lee Donghae as Lee Donghae, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Heechul as Kim Heechul, etc.
pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yangmembuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Geunyeoga dolaoneyo mianhadago haneyo, iksukhaetdeon geuriun geu songilro eorumanjyeoyo"
(She comes back she says she's sorry, the skilled hands that i missed caress my own" _In my dream-Super Junior_
.
Suasana canggung menyelimuti meja bulat di sudut cafetaria SME building. Bukan hanya dari Kyuhyun dan Sungmin, tapi juga Donghae dan Eunhyuk yang ikut bergabung di sana. Hanya Seohyun yang tampak menikmati makan siangnya. Sungmin bahkan merasakan adanya sesuatu yang membebat tenggorokannya hingga dia kesulitan untuk menelan makan siangnya saat itu.
Mata kelinci itu terus mengamati Kyuhyun yang duduk di sampingnya, diam-diam. Seakan menunggu dengan was-was sebuah kesalahan dari namja itu. Dan di samping Kyuhyun, Donghae –entah sebab apa– lebih diam dari biasanya, begitu juga Eunhyuk yang mengunyah makanannya dalam sunyi. Membuat Sungmin berpikir, mungkinkah mereka berdua menyesal bergabung di meja itu?
Sungmin sendiri tak tahu kenapa dia bisa merasa begitu kaku. Seakan ada sekat tak terlihat yang membagi mereka dalam ruang perseorangan. Terdiam dalam batas yang belum terurai logika.
"Minnie noona...," keheningan terpecah oleh Eunhyuk yang tampaknya mulai jengah dengan kediam itu. "Apa kau bisa ikut nanti?"
Sungmin menengadah menatap Eunhyuk yang memandangnya, bertanya. "Mwo? Ikut apa?" Yeoja manis itu menggeleng tak mengerti.
"Evil ini belum mengatakannya?" kedua alis Eunhyuk terangkat dengan bibir mengerucut kesal dan mendengus pada Kyuhyun.
"Aku baru berniat memberitahunya seusai makan siang nanti. Ish! Kau mendahuluiku, Hyung!" Kyuhyun balas mendengus.
"Memberitahu apa Kyunie?" Sungmin menatap penasaran pada Kyuhyun dan Eunhyuk bergantian.
"Kepulau Jeju, ada sehari tanpa schedule jadi aku ingin mengajakmu berlibur, Minnie. Kau bisa ikut kan? Sudah lama sekali kita tidak berlibur keluar kota," ujar Kyuhyun, kedua iris kecoklatannya menatap Sungmin, memohon.
"Kapan, Kyunie?" Sungmin bertanya setengah berharap dia tidak punya jadwal penting di saat bersamaan.
"Besok hari keberangkatan, kita di sana selama empat hari, dan hari ketigalah yang bisa kita gunakan untuk berlibur, bisakan Chagi?" Kyuhyun berujar dengan tatapan lembut. Sama sekali tak menyadari panggilan 'Chagi' yang baru saja diucapkannya telah menyentak seorang yeoja yang mendengarkan pembicaraan mereka dengan bingung.
Dan juga merubah mood yeoja lain yang duduk di sana. Sungmin hampir saja tersenyum senang dan mengiyakan, namun detik berikutnya dia ingat, lima hari dari sekarang adalah hari sidang pertama skripsinya. Senyum yeoja itu langsung surut.
"Jangan bilang tidak, Noona... jebal...," Eunhyuk merajuk saat melihat ekspresi Sungmin yang baru saja berubah.
"Mianhe, Sabtu nanti ada sidang pertamaku. Aku harus mempersiapkan semuanya, kalau aku pergi empat hari, aku tidak akan sempat mempersiapkan semuanya," ujar Sungmin dengan penyesalannya.
Sungguh, dia sangat ingin ikut! Meskipun dia bisa kembali setelah melewati hari ketiga, dia tidak akan yakin bisa mempersiapkan sidangnya dalam waktu sehari. Belum lagi, dia tak mau menanggung resiko Siwon akan membencinya karena pergi berlibur ketika sidangnya tinggal menghitung jari.
"Yah, kalau begitu kita harus puas makan makanan restoran selama di sana," Donghae berbicara setelah mengelap mulutnya dengan napkin.
"Hae! Kenapa kau bicara seperti itu, kau pikir Minnie noona itu chef pribadimu?" sebal Eunhyuk dengan mendaratkan sebuah pukulan di lengan namja itu.
"Aish! Hyukkie, bukan hanya aku! Kang In hyung juga berharap seperti itu," bela Donghae dengan tangan yang membentuk perisai untuk menahan pukulan-pukulan Eunhyuk.
"Mianhe—"
"Ish, Minnie... mereka berniat memanfaatkanmu, kenapa kau yang meminta maaf?" Kyuhyun buru-buru mecegah kepala Sungmin yang hendak membungkuk. "Ya! Hae hyung, kau harus minta maaf pada Minnie!"
"Ani, gwenchan— Kyunie!" Sungmin memekik saat Kyuhyun hendak memukul kepala Donghae dengan vas bunga kayu yang didapatnya dari tengah meja.
Suasana sedikit banyak telah berubah setelah perdebatan tak pelik dan tak penting itu. Atmosfer yang sempat membeku mulai mencair. Sayangnya meraka tak menyadari, satu yeoja yang masih bergelut dengan getar dadanya di sana.
Seohyun masih berusaha mencerna semuanya. Panggilan sayang dari Kyuhyun, bahkan kedekatan yeoja bermata kelinci dengan member Super Junior. Setahunya, tak banyak bahkan hampir tak ada yeoja yang mampu dekat dengan semua member. Termasuk dirinya dulu, dia yang saat itu berstatus sebagai kekasih Kyuhyun bahkan tak bisa sedekat itu dengan member lainnya.
Saat itu tawa yang mengembang di meja mereka membuat tak ada yang menyadari, sebuah keputusan yang akan diambil yeoja itu akan membuat roda takdir berputar dari titik kulminasinya.
.
.
'Huftt...'
Sungmin menghela napasnya panjang-panjang. Digenggamnya cangkir teh itu semakin erat, seakan mengabarkan kegelisahan hatinya yang kian tak berbentuk dan kacau. Sementara pandangan mata kelincinya tertuju dan menatap rindu pada kotak elektronik yang menampilkan gambar bergerak di dalamnya.
Hari ini hari kedua Kyuhyun di pulau Jeju, entah mengapa perasaan Sungmin selalu gelisah sejak namja itu berpamitan dengannya pagi lalu. Dan tidak biasanya dia merasakan rindu yang mendesak seperti ini. Sampai-sampai membuatnya rela menatapi TV dan mencari-cari chanel dan berharap bisa menemukan bayangan namja itu disana. Yeoja itu pun menemukan apa yang dicarinya, dengan secangkit teh hangat Sungmin menyaksikan Variety Show yang berlatar pantai pulau Jeju itu secara live.
Namun entah apa yang terjadi pada dadanya, seiring dengan waktu yang dilalui yeoja itu untuk menatap kotak elektronik itu, seiring pula kegelisahan semakin membuncah dan membuncah lagi. Ada satu perasaan mengganjal yang tak bisa Sungmin jelaskan di dadanya.
Sejak kepergiannya, Kyuhyun belum menghubunginya meski dengan sebuah Email. Entah karena kesibukannya atau karena hal lain, Sungmin hanya mencoba mengerti dan berharap namja itu baik-baik saja di sana.
'Teettt.. Teettt...'
"Minnie noona, kau ada di dalam?" suara bell yang di susul suara bariton Ryeowook mengalihkan perhatian Sungmin sesaat.
"Masuklah Wookie," ujar yeoja itu sembari menurunkan volume televisinya.
Kepala Ryeowook mendahului kemunculannya, dan senyum paginya terukir demi membuat Sungmin tahu untuk apa kedatangannya. Senyum khas bila Ryeowook hendak meminjam atau meminta sesuatu.
"Kopiku habis..." ujarnya dengan cengiran yang makin lebar.
"Ambil saja sendiri, Wookie," balas Sungmin dengan senyum rendah.
"Aku tidak tahu kalau Noona suka nonton variety show pagi hari, atau karena ada Kyuhyun di sana?"
Tanpa melihatpun Sungmin yakin sebuah senyum menggoda terukir di bibir namja itu. "Aish!" Sungmin hanya mendesis.
"Noona tidak kuliah?"
"Bimbingan bersama Siwon oppa jam sepuluh nanti, setelahnya kuliah sampai malam. Kau sendiri? Hari rabu biasanya kau kan sibuk?"
"Semalam Yesung hyung menelepon sampai hampir pagi, kupikir sesekali bolos tidak akan membuatmu mati, kan?" ujar Ryeowook kalem, kemudian duduk di samping Sungmin dengan secangkir kopi di tangan kirinya.
Tak lama kemudian keduanya terdiam, menikmati pertunjukan dari kekasih-kekasih mereka di layar kaca. Terkadang tersenyum kecil melihat tingkah konyol mereka dalam menjawab pertanyaan atau menghadapi sebuah game dari pembawa acara.
"Ishhh! Awas saja kalau Yesung hyung sampai kalah dari Hyukie hyung!" desis Ryeowook sedikit beremosi, sementara di layar kaca terlihat Yesung yang sedang berlomba dengan Eunhyuk dalam meniup lilin-lilin menggunakan satu lubang hidung mereka. Sungguh sangat tidak penting! Menurut Sungmin. Tapi entah mengapa para Audience terdengar riuh dalam mendukung idola mereka di sana.
"YEAH!" Ryeowook berteriak penuh kemenangan seakan kemenangan Yesung di sana adalah kemenangannya sendiri. Sementara Kyuhyun dan Donghae melonjak-lonjak memeluk Yesung yang berada satu tim dengan mereka.
Sungmin tersenyum juga akhirnya. Dan acara itu pun di akhiri dengan perform Super Junior yang membawakan lagu Mr. Simple. Sungmin bangkit setelah acara itu benar-benar berakhir dan di gantikan acara lainnya.
"Sudah mau berangkat?" Ryeowook tanpa mengalihkan pandangan dari chanel TV yang terus di ubahnya.
"Ne," balas Sungmin singkat, dan yeoja itupun segera menghilang di balik pintu kamarnya.
.
.
"Ya! Pantas saja aku kalah, lubang hidung Yesung hyung sebesar itu~" protes Eunhyuk entah pada siapa, tampaknya dia masih belum menerima kekalahannya. Komentar yang tak ayal mengundang gelak tawa diantara hyung dan dongsaengnya.
"Aigo! Lubang hidungmu bahkan lebih besar Hyukkie," balas Yesung dengan menarik cuping hidung Eunhyun keatas. Membuat gelak tawa itu semakin keras.
Kyuhyun membuka tirai pintu sebuah tenda di backstage yang berada tepat di samping Van mereka. Namja itu membukanya lebar-lebar dan menahannya untuk hyung-hyungnya... baru selangkah dia masuk, tawa yang tadi bergema dari tenggorokannya mendadak tercekat.
"Seohyun?" Lee Teuk lah yang pertama membuka suara, membuat yeoja yang duduk menunduk di sofa itu mengangkat wajah menyadari kehadiran mereka.
"Annyeong Oppa," yeoja itu menunduk enam kali menyambut kedatangan mereka.
"Kenapa kau di sini?" Kyuhyun bersuara ketus, namja itu melangkah maju menuju sebuah meja dan mulai melepas properti-properti milik sponsor yang dipakainya.
Seohyun bangkit dan berjalan mendekat kearah Kyuhyun yang membelakanginya. Dari cermin di depan namja itu, Seohyun dapat melihat raut keras seorang Cho Kyuhyun. "Aku ingin bicara dengan Oppa,"
"Aku masih ada Sche—"
"Tidak akan lama.. Oppa, jebal," potong yeoja itu, dengan suara bergetar dan penuh permohonan.
Kyuhyun meruntuki nasibnya, entah kenapa sepertinya takdir tidak bisa memberikan sedikit ketenangan saja pada namja itu. Setelah dua minggu berlatih perform dengan Seohyung yang sangat tidak mudah dilewatinya dan akhirnya duet mereka mendapat Applause yang bagus dari fans, kenapa yeoja itu kini malah datang dengan memberikan aroma 'privasi' bukan lagi sekedar 'job' di sini? Kenapa takdir begitu suka melihatnya tertatih-tatih dalam mencari arah?
"Oppa... jebal," sekali lagi yeoja itu memohon.
Kyuhyun menghela napas berat dan menengadah, menatap cermin yang memantulkan bayangan yeoja itu di belakangnya, tengah menunduk. "Ne, tapi aku tak punya banyak waktu," ujar Kyuhyun akhirnya. Dengan kaku namja itu mendahului untuk melangkah.
"Kyu...," panggil Lee Teuk, Kyuhyun yang telah berada di ambang pintu tenda pun memutar kepalanya. "Jangan terlalu jauh, Ne?" lanjut sang Leeder, memberi peringatan bermakna ganda pada Magnaenya.
Kyuhyun tersenyum tipis dan mengangguk. Mengerti sepenuhnya maksud peringatan Eomma Super Junior itu. Namja itu melangkah keluar dan berjalan kearah van Super Junior, dan bersandar di salah satu sisinya. Angin pantai yang cukup kencang, sedikit menggoyangkan rambut caramelnya. Namja itu menunduk dan menyibak rambutnya keatas.
"Sampai kapan Oppa akan marah padaku?" Seohyun memulai dengan sedikit kesal melihat kepasifan Kyuhyun.
"Aku tidak marah," jawab kyuhyun dengan nada datar dan sedikit ketus.
"Aku merindukan Oppa!" Seohyun berkata dengan sedikit menyentak.
Yeoja itu meraih rahang kyuhyun dengan jemarinya dan mengarahkan iris kecoklatan itu untuk menatapnya.
"Aku kembali untuk Oppa, aku selalu memikirkan Oppa, aku selalu berharap Oppa menungguku di sini!" Suara yeoja itu bergetar hebat hingga akhirnya lelehan bening itu mengalir di sana. "Katakan kalau Oppa memang menungguku," yeoja itu mengiba, meraih kedua tangan Kyuhyun dan mengenggamnya erat.
"Seonie..." Kyuhyun merasakan tenggorokannya tercekat. Apa yang harus di katakannya sekarang? Bahwa dia memang selalu menunggunya? Kalau dia juga merindukan yeoja itu? Kalau dia bahkan hampir putus asa saat yeoja itu meninggalkannya?
Tidak. Dia tidak bisa mengatakan semua itu. Meskipun dadanya terasa bergolak riuh, meskipun hatinya begitu haus pada sosok yeoja di depannya. Dia tidak bisa melakukan semua itu.
"Kenapa Oppa terus menghindariku? Waeyo Oppa?" yeoja itu terisak, dengan bahu yang bergetar dan pandangan mata yang menuntut menghujam iris kecoklatan Kyuhyun. "Apa karena Oppa telah menemukan penggantiku?"
"Ani, Seonie. Tidak ada yang bisa menggantikanmu," ujar namja itu lemah namun begitu jujur.
"Saranghae Oppa... aku selalu mencintai Oppa..."
Rasanya begitu lelah mempertahankan dinding yang dia bangun demi melindungi perasaan mereka. Dia tidak bisa bila terus berbohong bahwa dia tidak merindukan sosok itu. Terlebih, dia tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri bahwa dia masih sangat menginginkan yeoja itu.
Mungkin ini gila. Akal sehatnya tak lagi bisa berfungsi saat tubuh hangat yeoja itu menghambur dalam dekapannya. Katakan bahwa kewarasannya telah hilang terbawa sapuan angin laut pulau Jeju yang begitu memabukkan. Biarkan dia melepaskan dahaganya akan Seohyun. Biarkan, sekali lagi dia merasakan halusnya rambut itu di sela-sela jemari panjangnya.
Biarkan dia...
Meraih apa yang BEGITU diinginkannya.
"Nado... Saranghae."
.
.
'Puk!'
"AH!" Sungmin memekik saat ice cream cone di tangannya begitu saja jatuh keatas trotoar. "Yah... sayang sekali," runtuk yeoja itu dengan mengerucutkan bibirnya.
Hah! Tuhan pasti sedang menertawainya. Sepertinya dia tidak di takdirkan sebagai makhluk yang bisa berbuat iseng pada orang lain. Buktinya, sekarang ice cream yang akan digunakan sebagai alasan keterlambatannya malah terjatuh dengan begitu indah di sana.
Dia harus mengingat-ingat untuk meminta ganti rugi pada Ryeowook yang mengusulkannya untuk memberi sedikit 'tes' pada Siwon. Yah, meskipun sebenarnya Sungmin juga penasaran sih, kenapa Siwon begitu marah saat orang lain datang terlambat. Jadi dia ingin mencoba datang terlambat di acara bimbingan mereka hari ini.
Dengan bibir yang masih mengerucut, yeoja itu kembali melangkah menuju kafe tempatnya dan Siwon janjian untuk bertemu. Meninggalkan ice cream strawberry di atas trotoar, yeoja itu melirik jam tangan di pergelangannya dan akhirnya malah berlari kecil menyadari dia sudah terlambat dua puluh menit lebih.
'klinting' bell pintu kafe berbunyi saat Sungmin membukanya. Secara insting yeoja itu mengedarkan pandangannya dan menemukan Siwon tengah duduk di sudut kafe dengan sebuah macbook yang terbuka dan menyala.
"Annyeong Oppa, Mianhe aku terlambat," ujar Sungmin, sedikit takut juga Siwon akan mengusirnya dari kafe.
Siwon menengadah dan ajaibnya –atau wajarnya bagi Sungmin– namja itu tersenyum lembut. "Gwenchana, kenapa bisa terlambat Minnie? Tidak biasanya," gumamnya lembut dengan gerakan tangan mempersilahkan Sungmin untuk duduk di sampingnya.
"Tadi aku melihat penjual ice cream di jalan, karena ingin jadi aku mengantrinya," ujar Sungmin, jujur dan sangat... menyebalkan sebenarnya. Tapi Sungmin berkata jujur bukan karena tanpa sebab, yeoja itu merasa lega Siwon tidak marah dan merasa bahwa jujur adalah yang terbaik. "Tapi ice creamnya malah jatuh di tengah jalan, ini masti karena Oppa mengutukiku dari sini, ne?" ujar Sungmin dengan bibir yang mengerucut sebal.
Hei. Hei... sebenarnya yang seharusnya marah itu siapa di sini?
Siwon hanya tersenyum kecil melihat tingkah Sungmin. "Aku tidak mungkin mengutukimu Minnie, nanti sepulang dari sini kita ke sana saja, ne? Aku yang traktir."
"Jinjja?" mata kelinci itu membulat dan menatap penuh harap pada iris mata Siwon di depannya.
Siwon tersenyum lembut menampilkan lesung pipitnya, mengacak rambut hitam Sungmin yang tergerai dan mengangguk kecil. "Tapi sebelumnya, kau harus fokus pada Applikasimu, ingat! Sidang pertamamu tinggal tiga hari lagi."
Sungmin mengangguk mantap, dalam bayangannya dia mulai menerka ekspresi Ryeowook saat dia pulang nanti dan memberitahukan hasil keusilannya hari ini.
.
.
Bila kau tak menginginkan sesuatu, waktu justru membuat segalanya berlalu lebih cepat hingga tiba-tiba kau berhadapan dengan apa yang tak kau inginkan, kan? Rumus standar yang semua orang telah tahu. Sungmin juga tahu itu, dan sialnya, meski pun dia telah mengantisipasi hari-hari berat menuju sidang pertamanya tetap saja rasanya dia belum siap pagi ini.
Dia bahkan terpaksa menelan obat tidur semalam, agar bisa tertidur dan tidak bernasib tragis dengan tertidur di tengah sidang.
"Kau pasti bisa Noona, kau sudah berusaha selama ini!" dukung Ryeowook.
Sungmin menghela napas saat Lee Jinki –taehaksaeng yang mendapat giliran sebelum Sungmin– keluar dari ruang sidang dengan raut cerah. Hasilnya pasti baik, terka Sungmin mengingat Onew –begitu Lee Jinki biasa di panggil– adalah salah seorang taehaksaeng cerdas di angkatannya.
"Mereka tidak terlalu buruk kok, Lee Sungmin-ssi," ujar Onew ikut menyemangati Sungmin yang berwajah pucat.
Sungmin mengangguk pada namja itu dan mulai memutar kenop pintu ruang sidangnya. Dengan jantung yang berloncatan, Sungmin menyapa dua pengeksekusi yang ada disana. Dia menarik napas dalam-dalam dan berdoa pada tuhan agar semuanya berjalan lancar sebelum membuka sidangnya. Pertama-tama dia memperkenalkan perusahaan tempat observasinya, baru kemudian menerangkan arus-arus arah dari aplikasinya.
'Sepertinya memang tidak terlalu buruk,' batin Sungmin saat belum juga ada interupsi dari dua eksekutor itu untuk menyela aplikasinya. Untuk tahap awal, apa yang telah di capai Sungmin memang bisa di bilang memuaskan.
Sungmin tak henti-hentinya bersyukur ketika komentar bernada baik dia dapatkan dari kedua eksekutor, dalam hati dia berjanji akan mentraktir Siwon, Ryeowook dan juga Onew yang tadi sempat memberinya semangat.
Ah! Jangan lupakan Kyuhyun yang terus menjadi motivasinya. Ngomong-ngomong soal Kyuhyun... Sungmin masih saja bisa merasakan rasa gelisah di dadanya. Kemarin namja itu meneleponnya dan menanyakan kabar lalu mengobrol cukup lama. Dan pagi tadi juga sebuah pesan berisikan penyemangatan untuk sidangnya datang dari namja itu.
Tapi, Sungmin merasa semua itu terasa canggung dan... sedikit hambar. Suara Kyuhyun di telepon terdengar kaku, pesannya pun terbaca datar.
"Bagaimana?" Ryeowook menyambut Sungmin yang baru saja keluar dengan wajah cerah.
Yeoja itu mengangguk dan tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi kelincinya. Dengan semangat, Ryeowook segera memeluknya dan membawa yeoja itu melompat-lompat kegirangan.
"Ayo kita cari kafe, aku akan mentraktirmu Wookie!" Sungmin berseru semangat yang di tanggapi dengan anggukan setuju dari Ryeowook.
Dengan langkah ringan, Sungmin berjalan beriringan dengan Ryeowook yang tengah tersenyum lega, sama leganya dengan Sungmin. Tangan keduanya bertautan saat melewati koridor-koridor panjang ELF University. Sama sekali tidak menghiraukan tatapan-tatapan iri dari teahaksaeng lainnya.
"...mereka memang serasi, ne?" sebuah suara tertangkap telinga Sungmin, membuat Sungmin tersenyum kecil mendengarnya.
"Ne, ish... Kyunie Oppa memang romantis! Berciuman di tepi pantai.. Kyaaa..."
Sungmin tak dapat lagi mendengar apa yang dikatakan yeoja yang tengah bergosip itu. Pikirannya tengah melayang mencerna perkataan tadi dengan sebelumnya. 'pasangan serasi' seharusnya mereka menyebut Ryeowook bukan Kyuhyun karena saat ini Sungmin sedangn bergandengan tangan dengan seorang Kim Ryeowook. Tapi... Berciuman? Di tepi pantai? Apa maksudnya...
Deg!
Sekelebat sebuah pemikiran di kepalanya membuat jantungnya terasa anjlok jatuh ke bawah.
"Minnie noona?" panggil Ryeowook yang terheran melihat Sungmin yang tiba-tiba melangkah.
"Ani," Sungmin menggeleng, berusaha mengenyahkan pikirannya. Tapi... pantai.. pulau Jeju.. Variety show kemari... "Aniyo!"
"Noona, Gwenchanayo?" Ryeowook bertanya semakin cemas.
"Sudah ku bilangkan, Seohyun pulang kembali ke Korea pasti karena Kyunie Oppa," lanjut yeoja yang sama sekali tak mengerti tentang situasi diantara Ryeowook dan Sungmin.
Kali ini kata-kata itu telak untuk Sungmin! Yeoja itu tak bisa lagi menolak pemikiran yang di sangkalnya. Rasa sakit tak bisa di cegahnya, dadanya sesak seketika seakan ada bebat tak kasat mata yang mendadak di sumpalkan ke sana.
"...Kau lihat duet mereka di chanel tiga lusa malam?"
"Ya! Apa yang kalian bicarakan! Jangan bergosip sembarangan di koridor kampus!" bentak Ryeowook yang semakin merasa terganggu oleh tiga yeoja itu.
"Ish! Kenapa membentak! Kami tidak bergosip, ini fakta!" seorang yeoja berambut pirang menunjukkan sebuah tabloid.
Dan Sungmin melihatnya, sebuah judul artikel yang di tulis dengan tinta merah besar 'KYUSEO : MERAJUT KEMBALI KISAH LAMA?' tak lupa sebuah potret yang terpasang, berlatar senja hari di tepi pantai.
'Sungguh romantis!' batin Sungmin sakit. Sebuah kekecewaan dan kemarahan membuat segalanya terasa panas.
Dengan kasar yeoja itu merebut tabloid itu dan berlari secepat kilat meninggalkan mereka. Termasuk Ryeowook yang mencoba mengejarnya.
_TBC_
Huaaa~ Fic ini udah mulai mendekati Klimaks cerita! Haaa! Padahal udah chap tujuh tapi baru mau mulai masuk masalah inti, apa alurnya terlalu lambatnya?
Oh.. ya.. buat yang tanya/minta kehamilan untuk Minnie... Mianhe, Minnie ga bakal hamil dulu. mianhe, kemarin udah ada yg nanyain... Lhyn juga udah niat jawab, tapi LUPA! OMG beneran deh! Kemaren Lhyn lagi blank banget! Makanya ga bales rifyu dulu, takut merancau kemana-mana.
Makasih banyak buat yang udah mau dan tetep mau Rifyu Fic Lhyn ini :
Kanaya (Huaha.. Kyu Oppa nikahnya nanti, nunggu Lhyn lulus kulian dulu #kabur dari amukan sparKyu. Makasih udah rifyu;) Vainvampire (Iyah, Minni emang ga hamil dulu kok, dan Minnie juga ga Lhyn bikin cengeng2 amat kok, sesekali nangis sih... tapi ga melulu nangis... Makasih dah rifyu;) KyuMinnie (Iya, NC yg ga perlu Lhyn ilangin dan KyuSeo emang udah direncanain dari awal ga bakal banyak kok, Ending masih lama, untuk kedepan mungkin banyak SiMin dan banyak eksplore perasaan Kyu.. makasih udah rifyu;) KYUMIN137 (Hehe... ikutin aja alurnya terus sampe akhir... happy kok.. makasih udah rifyu...;) Qminhee (hehe, Kyu maunya nikahin Lhyn #kabur lagi dari amukan sparKyu. Iya, itulah gunanya Siwon oppa! Makasih udah rifyu... :) KyuMinnie (Eits! Jangan sembarangan bunuh Lhyn, tar dua jempol yang dikasilih ke Lhyn, Lhyn bikin rujak nih! #ceburin ke got. Yap, makasih udah rifyu...;) HappyKYUMIN ( Hue, Mianhe Lhyn ga bisa hamilin *?* Minnie dulu, tar kalo Kyu ninggalin Minnie pas udah punya anak gimana? Kan tambah berabe. Dan NCnya juga Mian, untuk chaps2 kedepan Lhyn mau eksplore perasaan Cast dulu tapi bakal ada lagi Kok, makasih dah rifyu;) Kyuminlinz92 (Hdeh, mianhe, buat chap ini dan chap depan masih Minnie bakal kesiksa... tapi chap 9 Kyu yang mulai *smirk* kesiksa kok, sabar ya.. dan makasih dah rifyuuuu ;) E.L.F (Sugen? Wah.. ga ada kok, kan di paling atas juga udah di tempelin pairnya... tenang aja, mereka Cuma kebetulan ketemu di SME dan gada tindak lanjut kok, makasih dah rifyu ;) Hyeri (iya, konflik inti baru muncul, apa alurnya kelambatan ya? Hehehe *ketawa setan* Kyu pasti menderita kok, makasih dah rifyu) Hana (Waa Gomawo Eonni... eh, meskipun Minnie di sini kebaikan tapi dia ga marrysue kan? Apa malah jadi marrysue? *degdegan* Makasih udah rifyu...;) SungMinnie (Bentar lagi ya... chap ini ama chap depan lagi aja Minnienya sakit, chap 9 Lhyn janji mule bikin Kyu jeles deh... makasih dah rifyu :) Nam Seulmi (SeoKyu ada di beberapa chap kedepan mungkin 4 chap, tapi Cuma dikitan kok, makasihd ah rifyu;) Kim Min Hyun (Gwenchana Oppa, yg penting sekarang rifyu lagi.. *dijitak. Muaaa kalo soal perasan Wonppa itu Ra-ha-si-a. *dijitak lagi. Wah, Kyu kan emang gitu, sok-sok ga butuh padahal butuh banget *dijitak Kyu, Makasih dah rifyu Oppa...;) AIDASUNGJIN (Salam kenal Chingu... Nyaaa kalo Minnie ama Siwon... *lirik2 KMS yg bawa golok* Yap Happy Kyumin kok, makasih dah rifyu :) Eunhae (hehe, jangan sebelin suami Lhyn, itu karna tuntutan skenario doank kok.. makasih buat komennya... makasih dah rifyu.. :) Kyuhany (Ini chap selanjutnya, Mian rada lama.. makasih dah rifyu..;) Soldier of Light (Hehe, Seo lagi Laper Eonnie, makanya pengen ikut makan *ditendang* makasih dah rifyu Eonni) Hie (Makasih pujiannya, wkwk... waktu itu buat sedikit releksi aja *maksudlo?* Chap ini emang lebih kompleks, tapi chap depan bakal jadi Klimaksnya.. makasih dah rifyu..;) Eunsung reshfly (Salam kenal... panggilnya Lhyn aja juga boleh kok...hehe.. yap! Kyu pasti bakal lebih nyesek kok Simin kan bakal banyak, makasih dah rifyu...:) KyuMinnie (Sabar chingu... sabar *ngusap bahu Chingu* Tunggu chap 9 ya.. disana Kyu udah mule kepanasan kok... Makasih pujiannya Chingu... Gomawo udaj rifyu :) Choshikyumin (Lhyn juga biasya Kyu kok, Yap.. baca aja fic ini terus ya.. tar pasti liat nyeseknya Kyu*dibakar* makasih dah rifyu :) KimHanKyu (Gomawo chingu... makasih dan rifyuuu ;) Cha (Yaa... sabar ya Chingu... bentar lagi kok... Kyu pasti kena getahnya... makasih dah rifyuu :) Kim Hyunie (Sedikit lagi lah~~ nanti juga Min bahagia lah~~ makasih dah rifyu... ;)
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karna hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
Happy Valentine Days... Rifyu ya~ Lhyn selalu nunggu Rifyu dari Chingu semua... :D
02_14_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar