Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Limabelas


AFTER ALL
Keping Limabelas

Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Gaseum teojyeo beoril geot gata neoui soneul jabeumyeon ne ipsure ip matchum halttaemyeon. Geunyeomani naege jooin ilsu itneun geol, I'm slave for you)
(My Heart feels like it will burst, When I hold onto your hand and we kiss. Only that girl can be my owner, I'm slave for you) _Sorry, Sorry Answer-Super Junior_
.
'Teett... Teett...'
"AISH!" Sungmin mendengus mendengar bell pintu flatnya yang berdering nyaring.
Yeoja itu baru saja selesai meneguk segelas penuh susunya sebelum bersiap naik ketempat tidur. Otaknya sudah sangat lelah seharian memberikan sentuhan akhir aplikasinya. Dua hari lagi dia sidang akhir dan Siwon benar-benar tak main-main saat bilang bahwa tak ada waktu bersantai untuknya. Seminggu ini Siwon benar-benar menggojloknya habis-habisan.
'Teett.. teeettt...'
"Sebenrat.. us.. sebentar..!" ah, bahkan untuk bicara dengan benar saja otaknya sudah tak bisa. Sungmin mempercepat langkahnya dan membuka pintu itu. "Kyunie?"
"Ayo kita kencan," ujar Kyuhyun dengan senyum lebarnya tanpa memperdulikan raut terkejut Sungmin yang semakin menjadi. Melotot dan mengerjap tak percaya dengan pendengarannya.
"Sudah lama kita tidak kencan," ujar Kyuhyun lagi dengan sebentuk senyum tipis nan manis yang sayangnya justru terlihat seperti seringai bagi Sungmin.
Yeoja itu memutar kepalanya untuk melihat jam dinding di flatnya, jam sebelas malam. "Kau mabuk? Ini hampir tengah malam, masa baru mengajak kencan? Besok pagi saja!" bentak Sungmin dan yeoja itu hendak menutup pintu flatnya saat Kyuhyun justru menarik tangannya keluar dari flat.
Kyuhyun menutup pintu flat Sungmin dan menarik yeoja itu mengikuti langkahnya.
"Ya! Apa yang kau lakukan Babo? Bersikaplah manis saat mengajak kencan! Dan jangan lupa beri aku waktu untuk berdandan, asal kau tahu saja... melihat namja menunggunya berdandan itu bisa membuat yeoja merasa berarti," cerocos Sungmin tak terima dirinya ditarik begitu saja.
"Aku tersenyum manis tadi, tapi kau malah mengabaikanku. Dan kau tak perlu berdandan, kau sudah sempurna untukku dan aku tak perlu orang lain untuk melihatmu. Ah! Kau juga sudah sangat berarti untukku. Kau ingat itu baik-baik ya," ujar Kyuhyun pelan dengan membukakan pintu audi putihnya untuk Sungmin dan menutupnya rapat begitu yeoja itu telah nyaman di tempatnya.
"Aigo, Kyu... kau tidak melihatku? Aku memakai piyama!" Sungmin berseru kesal saat Kyuhyun telah duduk di sampingnya, di depan roda kemudi.
"Sudah kubilang kau itu sempurna, meski kau telanjag pun aku suk-ARGH!" Kyuhyun menjapat jitakan di kepalanya. "Hehe.. mianhe, kalau kau dingin di belakang ada mantelmu," ujar Kyuhyun dengan menstater mobilnya dan mulai menginjak pedal gasnya.
Sungmin memutar tubuhnya kebelakang dan melihat onggokan baju di sana juga sebuah ransel besar. Dia pun meraihnya dan mendapatkan mantel panjang yang dikenalinya dan memang miliknya. Ish, ternyata mentel coklat ini ada pada Kyuhyun, kenapa namja itu tidak mengembalikannya dari dulu sih?
"Kita mau kemana? Ini hampir tengah malam, jangan bilang kau mau mengajakku kencan di Klub."
Kyuhyun hanya tersenyum misterius untuk menjawabnya. Dan tak lama kemudian, Sungmin merasakan kecepatan mobil itu berkurang hingga akhirnya benar-benar berhenti di depan taman kota yang terlihat sepi dan lenggang. Taman itu memang hanya beberapa blok dari gedung flat Sungmin.
"Ayo turun," ajak Kyuhyun. Namja itu meraih sebuah ransel yang tadi tergeletak di samping mantel Sungmin. Lalu turun dari mobilnya.
Sungmin pun ikut turun. Dia benar-benar tak bisa menebak rencana namja itu. Untuk apa dia mengajaknya berkencan di taman kota ditengah malam? Otak namja itu pasti benar-benar telah bergeser.
"Kau bilang kau ingin ke pulau terpencilkan... nah ini dia pulaunya... Oh... lihat itu-lihat... lautan membentang begitu luas, oh bagaimana ini? Aigo-aigo~ kita terdampar di sini dan tak bisa pergi... Oh... bagaimana ini..."
Sungmin melongo melihat Kyuhyun yang benar-benar menunjukkan wajah cemasnya. Dan bergerak kesana kemari seakan dia benar-benar tengah terdampar. Hah! Dia benar-benar pandai berakting.
"Ayo, jangan berdiri di tepi pantai. Bulan sedang purnama, lautnya bisa pasang.. sebaiknya kita ketengah pulau saja!" Kyuhyun berseru masih dengan menampilkan mimik cemasnya.
Namja itu meraih tangan Sungmin dan membawa yeoja itu ketengah taman kota. Rerumputan basah tampak berwarna hijau kehitaman di bawah bayangan gelap malam. Angin dinginpun seakan berlomba menusuk kulit putih yeoja itu, membuatnya menggigil kecil.
"Kau dingin? Kajja, aku sudah membuat api unggun di sana, tinggal menyalakannya saja," kata Kyuhyun dengan penuh semangat.
Dia pun menarik Sungmin untuk setengah berlari. Hingga akhirnya Sungmin bisa melihat tumpukan kayu yang telah tertata dan sebuah tenda. Kyuhyun melepas tas ranselnya dan menggelar sebuah alas kecil, lalu meminta Sungmin untuk duduk di sampingnya.
Sungmin hanya menggeleng-geleng geli melihat tingkah namja itu, yang seakan mereka benar-benar tengah berada di pulau terpencil.
"Aigo~ untung saja aku membawa banyak bekal!" Kyuhyun berseru sembari mengeluarkan sekantong marshmallow.
"Mwo? Kau membawa apa saja?"Sungmin yang penasaran pun mengintip kedalam ransel Kyuhyun.
"Daging asap, sosis, ubi dan teh panas. Kau mau yang mana?" Kyuhyun bertanya polos setelah mengeluarkan seluruh isi ranselnya.
"Ish! Kau niat sekali untuk terdampar. Beri aku semuanya," ujar Sungmin seraya meraih dua tusukan panjang yang memang telah Kyuhyun sediakan di dekat api unggun.
Dengan cekatan yeoja itu menusuk dua marshmallow dan memanggangnya diatas api yang baru saya Kyuhyun nyalakan. "Ummm mashita...," gumamnya setelah melahap marshmallow yang telah terbakar. "Ini," tawarnya pada Kyuhyun yang masih menjaga daging asapnya agar tetap terpanggang api.
Kyuhyun membuka mulutnya, membiarkan Sungmin menyuapinya."Aihghooo~ phanash!"
"Enak untuk tubuh yang sedang dingin," ujar Sungmin sembari kembali menusuk dua marshmallow lagi.
Deg!
Sungmin merasakan sebuah sengatan di dadanya saat sebuah lengan kekar merangkulnya dan membawanya mendekat pada tubuh namja di sampingnya.
"Ini enak untuk tubuh yang sedang dingin," ujar Kyuhyun dengan senyum evilnya.
Sungmin mendengus lalu mencubit perut Kyuhyun pelan dan kembali fokus pada marshmallownya. "Aku mau daging asapnya!" Sungmin berseru saat melihat daging asap milik Kyuhyun telah matang.
Tapi, alih-alih memberikan daging yang berada di tusukkannya, namja itu malah mendekatkan bibirnya yang tengah mengapit sepotong daging asap. Membuat Sungmin kesal dan menjitak kepala Kyuhyun. Kyuhyun mengaduh, hingga akhirnya namja itu pun menyuapkan daging asap lain dengan tangannya.
Waktu bergulir dengan lembut diantara mereka. Suasana yang begitu tenang dan jauh dari keramaian.. umm tidak begitu jauh sih, tapi setidaknya mereka hanya berdua dan dalam satu aliran waktu yang sama.
Menghembuskan udara ketenangan di dada yang selama ini terus beriak gelisah. Mengirim perjejak kesembuhan di hati yang sakit. Sungmin tersenyum lembut menatapi namja yang tengah serius dengan sosis di atas apinya.
Dalam mimpi pun Sungmin tak pernah berani mengharapkan semua sikap lembut namja itu. Kelembutan yang sesungguhnya, rasa cinta yang semurninya, tanpa iba tanpa ada bayangan yeoja lain di iris coklat sana. Hanya ada dia, yah, dia bisa melihatnya hanya ada dia di mata itu.
"Ya! Kenapa kau memakan semuanya!" Kyuhyun berseru membuat kedua alis Sungmin terangkat bertanya.
"Hum?"
"Sosisku, kenapa kau melahap semuanya? Ish, kau ini rakus sekali."
"Kau kan yang menyuapkannya padaku?" Sungmin masih bingung dengan sebab kekesalan Kyuhyun.
"Iya, tapi seharusnya kau menggigitnya separuh saja... sisakan buatku juga...," Kyuhyun berkata kesal dengan menunjukkan tusukkanya yang kini kosong.
Sungmin menarik daging asapnya dari api dan menyorongkannya kehadapan Kyuhyun. "Kau boleh mengambil semuanya," kata Sungmin lembut.
Meski pada akhirnya, Kyuhyun tetap saja Kyuhyun. Namja manja dan egois yang sulit mengalah. Namja keras kepala yang suka seenaknya sendiri. Dan Sungmin tetaplah menjadi yeoja yang penuh pengertian, yeoja yang selalu bisa bersabar dengan sikap etoriter Kyuhyun yang tak bisa dibantah.
"Gomawo," gumam Kyuhyun mengambil tusukan Sungmin dan menukarnya dengan tusukannya yang kosong.
"Eung," Sungmin mengangguk.
"Saranghaeyo."
"Eung. Eh?" iris kelinci Sungmin membulat dan menatap mata kecoklatan Kyuhyun yang memantulkan kilatan api unggun. "Ya! Jangan mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya," dengus Sungmin yang merasa terjebak.
"Mwo? Aku tidak mengatakannya dengan mudah," bantah Kyuhyun tak terima, dengan cekatan namja itu meraih tangan Sungmin dan meletakkan di dadanya. "Kau bisa merasakannya jantungku berdebar seperti ini terus, jadi jangan bilang aku mengucapkannya dengan mudah."
Sungmin tersentak dan menarik tangannya dengan cepat saat dia merasakan sentakan-sentakan yang begitu keras di sana. Dan saat itu juga, dia menyadari bahwa jantungnya juga tengah berlomba-lomba seakan berusaha menjebol tulang rusuknya. Yeoja itu memalingkah wajahnya kearah api, wajahnya terasa panas dan itu bukan lagi karena efek api unggun di depannya. Dan kalau saja Kyuhyun bisa lebih teliti, dia akan tahu rona ke merahan disana juga bukan sekedar karena api.
"Bukankah dulu aku pernah memintamu untuk bertahan? Kenapa kau malah pergi?" tanya Kyuhyun dengan suara rendah.
Sungmin diam cukup lama, memikirkan jawaban yang tepat. Dia ingat janji itu, bahkan sampai saat ini pun dia masih ingat setiap kilas adegan saat Kyuhyun memintanya berjanji seperti itu. Tapi kenapa dia pergi? Karena dia tak cukup kuat dengan rasa sakitnya? Bukankan dari dulu dia seharusnya telah terbiasa dengan rasa sakit itu?
"Entahlah," yeoja itu akhirnya menjawab. "Mungkin karena aku sadar kalau perasaanku tak cukup berarti untukmu? Dan kau juga tidak menahanku pergi, bukankah itu juga berarti kalau aku memang tidak cukup berarti untuk kau tahan," katanya pelan dengan iris mata yang memandang ketengah api yang terderak pelan.
"Aish! Ani-aniyo... itu salah, kau berarti untukku dan aku juga berarti untukmu," kata Kyuhyun dengan mencoba meraih rahang Sungmin dan memalingkan mata itu kearahnya. "Yang benar adalah saat itu kita sedang bodoh, dan sekarang aku sudah pintar, untuk itu aku ingin kau kembali padaku... kau juga seharusnya menjadi pintar dan kembali padaku."
Keduanya diam. Dengan gerak perlahan Kyuhyun meraih sesuatu dari saku celananya. Sebuah cincin, cincin yang sangat di kenali sungmin karena dulu... beberapa bulan yang lalu hingga setahun kebelakang, cincin itu selalu memenuhi jemarinya. Setelahnya, namja itu meraih tangan Sungmin dan meletakkan benda berkilau perak itu di atas telapaknya.
"Kyu—"
"Kembalilah padaku. Aku akan menunggumu, terus menunggumu hingga kau mau memakainya lagi," Kyuhyun tersenyum. Namja itu merendahkan kepalanya dan mengecup kening Sungmin dengan lembut. "Sudah larut kurasa, udaranya juga semakin dingin, sebaiknya kita masuk tenda dan tidur," ajak Kyuhyun kemudian.
Yeoja itu menatap Kyuhyun ragu. "Kita tidur setenda?"
"Waeyo? Seperti tidak pernah saja, aku bersumpah tidak akan macam-macam," ujar Kyuhyun dengan membentuk dua jarinya menjadi huruf 'V'.
Sungmin pun masuk kedalam tenda itu. Tenda yang cukup besar untuk dua orang, dengan alas yang terasa empuk, sepertinya Kyuhyun telah melapisinya dengan futon. Di sana juga telah tersedia dua buah bantal dan sebuah selimut yang terlipat tebal.
Sungmin membaringkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di bantal serta membuka selimut. Dengan bahasa tubuhnya, yeoja itu meminta Kyuhyun untuk ikut berbaring di sampingnya dan dia pun menyelimuti tubuh mereka berdua.
Yeoja itu mencoba menyamankan tubuhnya dengan mendekatkan diri kearah Kyuhyun. Tanpa sadar, melingkarkan lengannya di pinggang namja itu dan menyusupkan kepalanya di dada jantan Kyuhyun.
"Minnie chagiya,"
"Hem?"
"Katakan padaku, apakah masih ada aku di hatimu?" Kyuhyun bertanya hati-hati. Menyiapkan dengan segala keberaniannya untuk mendengar jawaban dari yeoja itu.
"Kau ingin aku jujur?"
Kyuhyun mengangguk, dan Sungmin bisa merasakan anggukan itu meski tidak melihatnya.
"Aku masih mencintaimu, sangat mencintaimu. Hanya saja... aku tidak berani lagi berharap padamu. Kau tahu, mencintai dan patah hati... setiap orang mungkin bisa kembali mencintai orang yang sama berulang kali tapi bukan berarti dia siap untuk patah hati berulang kali karena orang yang sama pula," jelas Sungmin pelan.
"Kau tidak mau kembali padaku karena kau takut patah hati lagi?"
Sungmin mengangguk.
"Tapi sekarang kau tahu aku mencintaimu..."
"Kau itu anak manja yang tidak biasa merasakan kehilangan. Kau pernah memilikiku, kau hanya belum bisa melihatku menjadi milik orang lain. Suatu saat, kalau kau sudah terbiasa kau juga akan meninggalkan—"
"Sttt... aku tidak akan meninggalkanmu lagi."
Sungmin diam. Merasakan lengan Kyuhyun yang mendekapnya semakin erat. Dia bisa mendengar taluan jantung namja itu, terdengar seperti nyanyian kesungguhan. Aroma maskulin yang menenangkan syarafnya, dan saat itu juga dia sadar... dia merindukan aroma ini lebih dari yang dia kira.
"Tidurlah...," ujar Kyuhyun lembut, lalu dikecupnya puncak kepala yeoja itu dan mengusap punggungnya lembut.
Sungmin lebih menyamankan dirinya di atas dada jantang Kyuhyun, lalu memejamkan matanya dan mulai memasuki dunia bawah sadarnya.
.
.
"OPPA! AKU LULUS!" Sungmin berteriak pada benda pink di tangannya. Mata dan senyumnya berbinar bahagia dan penuh kelegaan.
"Jijja? Hehe... mianhe, tapi aku sudah tahu. pihak kampus meneleponku pagi tadi," ujar Siwon dari seberang saluran.
"Mwo? Jadi Oppa sudah tahu? kenapa Oppa tidak memberi tahuku? Aku susah-susah berdiri di depan papan pengumuman, ush!"
"Mian, aku sengaja," suara tawa kembali terdengar renyah dari sana.
"Jadi, Oppa mau tidak menemaniku merayakannya? Aku mau ke taman hiburan, ke pantai dan ke Seoul tower!" Sungmin berseru bersemangat.
"Hummm, baiklah. Aku ke kampus sepuluh menit lagi, arra?"
Sungmin tersenyum lebar. "Ne, Arraseo."
"Selamat atas kelulusanmu, ayo kita rayakan ke taman hiburan, ke pantai dan ke Seoul tower!" sebuah seruan membuat sungmin sedikit melonjak saat memasukkan ponselnya.
"Mwo?"
"Bukannya kau bilang ingin ketempat-tempat itu saat lulusan?" Kyuhyun berujar polos meskipun evil smirk di bibirnya jelas tidak mendukung nadanya.
"Tapi aku sudah berjanji dengan Siwon oppa," bantah Sungmin.
"Ya! Kenapa kau malah mengajak Kuda panjang itu? Saat aku lulusan kau yang bersamaku sepanjang hari, jadi saat kau lulus hanya boleh aku yang bersamamu sepanjang hari."
"Ish, memangnya kau tidak ada jadwal? Aku tidak mau Heechul oppa mengeluh padaku tentang sifatmu."
"Hari ini aku free. Sudah ayo."
"Tidak bisa! Aku sudah berjanji dengan Siwon oppa,"
Kyuhyun menarik Sungmin tanpa peduli lagi pada penolakan yeoja itu. Cih! Mimpi saja kalau ada yang berharap dia akan membiarkan Sungmin dan Siwon berdua-duaan sepanjang hari. Kyuhyun sudah mempersiapkan hari ini jauh-jauh hari. Meminta pada Heechul untuk membebaskan jadwalnya, meminum banyak vitamin semalam agar hari ini dia siap lelah seharian. Dia benar-benar tak akan sudi membiarkan hari ini terlewat begitu saja.
.
Sungmin dengan terpaksa kembali menghubungi Siwon dan mengatakan pembatalannya. Siwon tak berkomentar banyak, dia hanya berpesan agar Sungmin hati-hati dan tidak terlalu kecapaian.
Sebuah topeng dan topi kelinci memberi penyamaran yang cukup sempurna bagi Kyuhyun. Agar semakin tak mencurigakan, Sungmin pun memakai aksesoris yang sama... hanya saja, kalau milik Kyuhyun berwarna putih, miliknya berwarna pink.
Selayaknya taman hiburan, tempat itu begitu ramai dan dipenuhi teriakan-teriakan kegembiraan. Dengan penuh semangat, melepas segala rasa penat yang selama ini menggantunginya. Sungmin menarik Kyuhyun menaiki wahana-wahana ekstrim satu persatu. Dimulai dari roller coaster, hallilintar, hingga tornado tak satu pun Sungmin lewatkan.
Sementara Kyuhyun terus mengiringi langkahnya, menautkan jemari mereka dengan erat seakan begitu takut Sungmin akan terlepas dan hilang.
"Kyunieya! Ayo naik itu!" Sungmin berseru semangat, sementara lidahnya terus menjilati ice cream strawberry yang baru saja Kyuhyun belikan untuknya. Yeoja itu telah melepaskan topeng bunnynya.
"Matahari sudah akan terbenam, kau bilang ingin ke pantai?" tampik Kyuhyun.
"Ah, iya.. tapi aku masih ingin di sini. Di sini ramai sekali dan jarang sekali aku bisa pergi ketempat ramai bersamamu...," ujar Sungmin dengan tatapan yang berubah sendu.
"Ushhh.. tak perlu khawatir, kau masih punya waktu seumur hidupmu untuk ketempat ini lagi bersamaku," ujar Kyuhyun, bermaksud menenangkan. Namun alih-alih mendapat senyum manis Sungmin, dia malah mendapat sikutan keras di perutnya.
"Bagaimana kalau kita naik itu saja?" Sungmin menunjuk ferris wheel. "Aku sudah lelah berteriak dan masih bisa menatap matahari dari sana, lalu kita makan malam dan ke Seoul tower, Bagaimana?"
Kyuhyun mengangguk, keduanya pun segera beranjak menuju wahana roda besar itu. Kyuhyun tersenyum bahagia kala menatap rona indah di wajah itu. Sungmin yang tersenyum dan tertawa lepas, Sungmin yang begitu bergembira... membuatnya begitu ingin terus menikmatinya. Memilikinya.
.
.
"Kau senang?" Tanya Kyuhyun, sesaat setelah mematikan mesin mobilnya dan menatap Sungmin dalam-dalam.
Sungmin mengangguk dan tersenyum manis. "Gomawo," ujarnya.
Kyuhyun mengangguk tipis dan keluar dari mobilnya, namja itu bergerak cepat memutari moncong audi putih itu dan membukakan pintu untuk Sungmin yang menunggu. Kyuhyun meraih tangan Sungmin dan membimbing yeoja itu turun, menutup pintu mobilnya dan menuntun Sungmin melangkah menuju flatnya di lantai dua gedung itu.
Namja itu masih berusaha menikmati sisa-sisa dari kesempurnaan harinya. Sebelum ini, tak pernah sekali pun dia merasa selepas itu, tak pernah sekali pun dia benar-benar menikmati pemandangn kota Seoul dari atas Seoul Tower. Dan perpisahan di depan pintu flat akan menjadi penutup yang sempurna kalau saja sosok namja tinggi itu ada di sana dengan sebuket besar mawar merah.
"Oppa?"
.
"Ada yang ingin kusampaikan padamu, Minnie. Bisa kita bicara berdua?" Siwon mendekat dan menyerahkan buket mawarnya pada Sungmin.
Sungmin terdiam merasakan genggaman tangan Kyuhyun di tangannya mengerat, seakan mengisyaratkan agar yeoja itu tidak pergi. Tapi... iris mata sehitam malam itu mengisyaratkan bahwa Sungmin akan menyesal bila tidak mengikutinya. Yeoja itu pun mengangguk dan melepaskan tautan tangannya dari Kyuhyun.
Siwon tersenyum tipis, lalu melangkah lebih dulu. Membiarkan Sungmin menjejeri langkahnya dengan kaku di bawah tatapan namja yang mereka tinggalkan dengan ribuah kecamuk di dadanya.
Setelah begitu banyak tersenyum hari ini, kenapa Sungmin masih bisa begitu mudah melepasnya?
.
Sebuah taman kecil di sebelah utara bangunan flat Sungmin menjadi tempat tujuan Siwon. Namja itu duduk di salah satu ayunan yang terasa sedikit basah lantaran udara malam yang memang cukup dingin. Sungmin mengikuti jejak Siwon dan duduk di satu ayunan yang tersisa.
"Oppa mau bicara apa?" Sungmin bertanya pelan dengan manatap figur Siwon yang tengah menerawang.
"Kau tahu tujuan awalku datang ke Korea, kan?" tanya namja itu, terdengar ambigu bagi Sungmin.
"Ne, untuk mengawasi bisnis Daddy Oppa dan juga E.L.F university yang ternyata milik Oppa. Oppa pernah menceritakannya padaku dan aku masih mengingatnya," ujar Sungmin apa adanya.
"Dua minggu yang lalu Daddy memintaku kembali... hanya saja aku menolak karena aku masih bertanggung jawab untuk membimbing skripsimu sampai akhir dan... sekarang kau sudah lulus jadi—"
"Jangan katakan itu!" pekik Sungmin, menyadari mulai maksud pembicaraan namja itu. "Jangan Oppa.. aku mohon jangan pergi... aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau Oppa juga pergi meninggalkanku!" air mata yeoja itu telah mengalir turun.
"Hey, Minnie chagiya..." Siwon memanggil lembut. "Aku menyayangimu dan kau pun menyayangiku SEBAGAI saudara, percayailah perasaan itu. Kau harus berani untuk memasuki hatimu supaya kau benar-benar tahu tentang perasaanmu yang sebenarnya," ujarnya kalem.
Sungmin menengadah dan menatap Siwon yang kini telah berdiri di depannya. "Oppa... aku benar-benar menyayangi Oppa..."
"...sebagai OPPAmu," sambung Siwon. "Hei.. mau kubagi sebuah rahasia?" Siwon bergerak mengusap air mata Sungmin dan tersenyum lembut
Sungmin menatap iris malam di depannya dan mengangguk ragu.
"Mau ku bagi sebuah rahasia? Rahasia besar yang ada di hatimu, rahasia yang aku yakin kau sendiri juga tidak tahu."
Sungmin sesegukan dan mengangguk.
"Ini rahasia besar dan tidak sembarangan orang bisa tahu," kata Siwon, dibuat misterius meski terasa gagal. "Ada sebuah cinta yang sangat besar di hatimu, dan kau tahu siapa nama yang terukir di depan pintunya?" Kali ini rasa misterius itu benar-benar terasa.
Sungmin berdiam, berpikir dan menatap iris malam itu dalam-dalam. Sebuah ketenangan dan perlindungan terasa menyarap hangat di dadanya. "Apa itu... Oppa?"
"Tentu saja bukan!" ujar Siwon keras dengan menyentil dahi Sungmin iseng. "Dia adalah orang yang tetap tidak bisa kau benci meski dia telah membuatmu menangis berkali-kali. Kau tau... dia adalah seorang cho Kyuhyun—"
"Oppa!"
"Sttt... aku bisa melihatnya Minnie, dari setiap senyumanmu, raut sedihmu, dari setiap tatapan matamu padanya. Kau masih sangat mencintainya dan dia mencintaimu Minnie, jangan sia-siakan cintanya, jangan sampai kau kehilangan dia dua kali."
"Tapi—"
"Dan satu rahasia lagi," potong Siwon dengan cepat. "Aku sudah menikah."
_TBC_
Hiyaaa... Banyak KyuMin moment! Semoga reader puas dan gada yang protes gegara Kyu ga di siksa lagi. Dan... ommoooo... apa itu yang terakhir? Haha... pasti Reader yang terhormat udah pada tau dengan siapa Wonppa nikah. Ahaha... Jadi karna setelah ini Wonppa bakal pergi, chap-chap selanjutnya bakal fokus ke KyuMin dan YeWook saja.
Yang nebak Chap ini ada Bummie, Mianhe... tapi, meski nanti Wonpa pergi, dia bakal balik maen ke Korea lagi ama Bummie kok... kapan itu? Lhyn belom tau, belom Lhyn ketik #ditusuk bareng ubi.
Terimakasih banyak buat yang udah rifyu kemaren :
Aurelia, Chi-Kimchi, Cho Sera, Evilkyumin, Kyumin Forever, Lala, Minnienyaevil9tha, VainVampire, EmyKMS, RAJSomniaELF, Cho Hyun Jin, KarooMinnie, Parkkyoonha Evil Princess, Sarangchullpa92, Choi Hekyung, Daraemondut, Rikha-chan,KyuLie Minne, Kim HamKyu, Kim Hyunie, Eunhae25, Hana, Kimhyena, Farkhaa, Leeyoungmin, Triaaiueo, AIDASUNJIN, Cha, Kyuminshipper, Barbekyu, Dhian Kyuhae Elf, Caxiebum, Melani KyuminElfsha, JoYoungminnie, Lee Hyuri, Ndoek, Pumpkin01, Dian, Jojojooo, Diitactorlove, Ka Hime Shiseiten, Kyumin, GuardiaNietha, Hyeri, Dina LuvKyumin, Chikyumin, LienaJoyers95, MegaKyu, Memey Clouds, Jinki Jung, Yuu, SungMinnie, Siticho, Eternal Spring-Vitamin, VitaMinnieMin, EvilKyu Vee, Evilevigne, Perisai Suju, Hyun Ji Yoon 'KyuHyunJiYoon, Cho Sarie, FatthKyu.
Jawaban Pertanyaan Rifyu...
# Q : FF GS Lhyn selaen Ini?
A: Gada. Ini satu2nya Fic GS punya Lhyn.. ada Kyumin Lain tapi ga GS.
# Q : Apdet makin lama, Kurang pandang pula?
A : Huaa... Mianhe, akhir2 ini makin banyak Misi di Duta yang bikin Lhyn susah konsen ngetik. Makanya apdet lama, kalo masalah panjang sih... udah standar Lhyn 3k+ word perchap. Mianhe *bungkuk2*
# Q : Wookie udah maapin Yesung dan Yewook Moment Banyakin?
A: Haha... anggap aja udah ya... Tohkan Yesung udah usaha bikin Appanya ga macem2 lagi. Niatnya dia ama Taemin juga cuma bantu doank.. wkwkwk... *dilempar karna seenaknya* Tapi... haha.. maap, chap ini malah gada Yewook, tapi Chap depan bakal ada berita bahagia buat YeWook Kok...
# Q : Pertanyaan dari Pumpkin01 :
A : -Kyu marah ama Sunny dan ngesinisin Sunny : Nyah, Lhyn ga tau...Lhyn belom ketemu ama Kyu belakangan ini *disate* tapi keknya sih kalo marah terang2an ga mungkin ya.. haha.. mungkin Cuma jutek/sinis aja ama tu Yeoja, ato mungkin Minppa emang sekongkol ama Sunny buat ngetes Kyu *in my Dream*. BTW, bias Lhyn di SNSD itu Sunny Lho *gada yang tanya!* -Lhyn itu Pumpkiners/SparKyu? Lhyn Itu PumpSparkNest, jadi Kyu harus ama Min dan Won itu ditengah tapi Won harus ama Bum! #seenaksendiri*dipereskekjeruk* -Suka SunSun couple atau KyuSeoh? TIDAK/Enggak/NOPE! Lhyn sukanya Couple yang satu grub, SuJuxSuJu, SHINeexSHInee, dll.
# Q : Minnie hamil dan epilog sampe punya anak?
A : SEEEPP dah!
# Q : Ini udah mau Ending ya?
A : Umm mungkin... empat/lima Chap lagi... *itu masih banyak bego!*
# Q : Wookie tau kalo Penggemar Minnie itu Kyu?
A : Haha.. iya... jadi yang kemaren itu kalo diceritain dari sudut Kyu ato Wookie : Kyu lagi kepergok naroh tuh benda2 di depan pintu Minnie, trus lagi minta Wookie buat tutup mulut gitu...
Cuplikan chap depan :
"Minnieya, datanglah kemari, aku lapar...,"
"Tidak bisa kyunie, aku banyak pekerjaan, kau pesanlah delivery kyunie."
"Ya! Urusi saja tugas-tugasmu, biarkan aku mati kelaparan!"
.
"Minnieya, kumohon jangan pergi terlalu jauh agar aku bisa meraihmu lagi."
.
Chap depan keknya ga menarik deh... Lhyn lagi kurang bergairah *?* nulis... Eh, buat yang nunggu Vrykolakas *hening* ehemkaloadaehem *hening* Maaf ya... apdetnya Lama, soalnya Lhyn pengen fokus ke After All dulu... Mianhe *bungkuk2*
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... Untuk yang Baru rifyu... yang ngeFav ato Alert Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_10_03_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar