AFTER ALL
Keping Delapan belas
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim
Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the
other only Friendship.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang
membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"One love one love, the memories
are beautiful always be my girl
One love one love, The memories are beautiful I don't wanna ever say good bye"
_Super Junior KRY+Eunhyuk_One Love_
.
Sungmin melenguh bangun dari tidurnya, yeoja manis itu bangun dengan
mata masih terpejam. Perutnya terasa bergolak dan kepalanya berputar pening
kalau dia membuka matanya.One love one love, The memories are beautiful I don't wanna ever say good bye"
_Super Junior KRY+Eunhyuk_One Love_
.
Namun dengan terpaksa yeoja itu bangun dan berjalan dengan terhuyung-huyung menuju kamar mandinya. Sesuatu di dalam perutnya mendesak untuk keluar, membuatnya tak sabar menuju wastafel dan...
"Hooekkk..."
Suara aneh itu keluar, tapi jelas tak ada sesuatu apapun yang keluar dari mulutnya. Perutnya masih kosong, jadi tak ada yang bisa dimuntahkan. Namun anehnya, setelah beberapa kali mengeluarkan suara aneh itu, mualnya menghilang bersamaan dengan pening di kepalanya.
Sungmin membasuh wajahnya dan menatap pantulan dirinya yang terlihat pucat. Dia tak mengerti, bukannya hangover itu terjadi hanya di pagi hari setelah mabuk? Sungmin memang minum cukup banyak diacara pertunangan Ryeowook dan mengalami hangover parah pagi harinya hingga dia tak bisa bangun sepanjang siang.
Tapi bukan berarti dia harus mengalami hangover di pagi selanjutnya dan selanjutnya lagi kan? Ini sudah pagi ke empat! Ish, dia benar-benar kapok mabuk kalau seperti ini. Sungmin kembali membasuh wajahnya dan mengeringkannya dengan handuk kecil di samping cermin.
Yeoja itu masih sedikit terhuyung keluar dari kamar mandinya dan langsung menuju dapur. Meraih gelas untuk membuat susu high calsiumnya. Kaki Sungmin memang sudah sembuh total, seminggu yang lalu dia bersama Ryeowook ke rumah sakit untuk check up dan hasilnya retakan di tulang kering Sungmin telah tertutup rapat –dia juga sudah mengabarkan hal ini pada Siwon–. Namun karena si pengirim masih belum berhenti mengirimi kado-kadonya jadi Sungmin pun terpaksa meminumnya terus.
'Tok... tok.. tokk...'
Sungmin menghentikan tegukan susunya dan menatap kearah pintu. Suara ketukan pelan yang terdengar khas, membuat yeoja itu berjalan cepat dan membuka pintunya.
"Noona sudah memasak?" tanya sosok namja yang berdiri di depan pintunya dengan sebuah baki yang disangga kedua tangannya.
"Belum Wookie, kau membuat sandwich?"
Ryeowook mengangguk pelan. "Noona mau?"
Gantian Sungmin yang mengangguk dan menatap lapar pada tumpukan sandwich di atas baki. Yeoja itu memiringkan tubuhnya agar Ryeowook bisa masuk dan segera menutup pintunya.
"Mau kubuatkan kopi?" tawar Sungmin dengan iris foxy menatap punggung Ryeowook yang tengah berjalan menuju meja makannya.
"Expresso, saja."
Sungmin mengangguk tak sadar, meski Ryeowook masih membelakanginya. Yeoja manis itu segera menuju dapurnya, meraih dua cangkir kopi dan membuat campuran manis pahit kopi dan krimer yang sempurna.
Sungmin kembali saat Ryeowook telah selesai menata meja makan, yeoja itu segera mengangsurkan secangkir ekspresso pada Ryeowook dan duduk di samping namja itu.
"Kau mau sosis atau daging?"
"Dua-duanya!" seru Sungmin bersemangat, perutnya terasa memanggil roti bertumpuk isinya itu.
Ryeowook tersenyum tipis dengan tingkah Sungmin yang seakan telah ratusan tahun tidak makan sandwich dan mengambilkan dua potong sandwich untuk Sungmin. sementara untuknya sendiri dia mengambil dua sandwich daging.
Ryeowook masih asik menikmati sandwichnya saat sebuah suara aneh terdengar dari sampingnya. Kedua alis hitamnya terangkat dan berpaling menatap Sungmin yang kini berwajah pucat pasi.
"Minnie Noona?"
"Hoeekk..."
Suara aneh yang berasal dari Sungmin itu kembali terdengar. "Noona gwencha—"
Belum sempat Ryeowook menyelesaikan kalimatnya, yeoja itu telah berlari cepat kearah kamar mandi di dalam kamarnya. Ryeowook mengernyit. Apa ada yang salah dengan sandwichinya? Oh Tuhan.. apa dia meracuni Sungmin? Ryeowook membuka sandwich sosis yang tinggal separuh di piring Sungmin dan mengendus satu persatu isinya.
Apa ada yang salah? Sandwichnya tercium dan terlihat baik, setengah cemas dan setengah penasaran, Ryeowook mengangkat sandwich itu dan menggigitnya, lalu mengunyahnya. Rasanya sama enaknya dengan yang biasa.. lalu kenapa...
"Minnie noona~ gwenchanayo? Kau kenapa?" Ryeowook berseru cemas dengan berlari melintasi ruangan flat Sungmin menuju kamar yeoja itu.
Dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan mendapati Sungmin yang membungkuk di atas wastafel. Ryeowook mendekar dan mengusap tengkuk Sungmin lembut dan menyingkirkan anak rambut yang menjuntai kedepan.
"Noona, gwenchanayo?" Ryeowook bertanya lagi setelah Sungmin menegakkan dirinya.
"Molla, sejak minum di rumahmu waktu itu aku terus hangover di pagi hari. Tapi tadi aroma sosis itu juga membuatku mual, apa aku keracunan bir itu?" Sungmin bertanya dengan menatap bayangan dirinya yang terlihat pucat pasi.
"Kita ke dokter saja, aku akan menemanimu, ne?"
Sungmin terlihat ragu, namun melihat raut khawatir di wajah Ryeowook dalam cermin membuatnya mengangguk dan kembali mencuci wajahnya. Entah perasaan apa yang berganyut di dadanya, dia cemas tapi tak tahu cemas untuk apa. Yeoja itu pun mencoba tersenyum, agar Ryeowook tidak makin khawatir padanya.
.
.
Ryeowook mengangkat alisnya heran karena alih-alih memberikan amplop hasil pemeriksaan Sungmin, dokter di depannya malah mengulurkan tangan kanannya. Ryeowook mengerti dokter itu mengajak untuk berjabat tangan, tapi berjabat tangan untuk apa?"
Ryeowook melirik Sungmin yang juga sama heran dan sama penasarannya sebelum membalas jabat tangan itu dengan ragu.
"Jadi?"
"Selamat Kim-ssi, istri anda tengah mengandung buah hati kalian," ujar dokter itu, membuat Ryeowook sedikit tersentak dan menatap Sungmin yang tengah membeku. "Usia kandungannya sudah menginjak minggu kelima, saya telah memberi resep untuk memilimalisir mualnya, beberapa vitamin dan susu untuk istri anda."
Ryeowook masih terdiam, tidak tersenyum dan juga tidak bersedih. Dia menunggu reaksi Sungmin, karena baginya perasaan Sungmin lah yang jauh lebih penting. Jika yeoja itu bahagia dengan berita ini, diapun juga bahagia. Dan bila yeoja itu bersedih, sudah tentu dia juga akan bersedih.
Ryeowook kembali tersentak saat melihat bulir bening itu turun di pipi yeoja yang masih membeku di sampingnya. Dengan segera, namja imut itu meraih bahu Sungmin dan memeluk yeoja itu, mengusap punggungnya dengan lembut.
"Minnie Noona, bersabarlah," ujar Ryeowook lembut, meski tak tahu bagaimana ia bisa menggambarkan keprihatinannya.
"Hiks... aku bahagia Wookie~" ujar Sungmin dengan suaranya yang terdengar sedikit serak.
Lagi-lagi, namja itu tersentak. Namun kali ini diiringi seulas senyum tipis dan mendekap Sungmin semakin erat.
Ryeowook merangkul Sungmin dengan erat saat keduanya keluar dari ruangan dokter itu. Sungmin masih terisak kecil dengan senyum tipis yang menghiasi bibirnya. Yeoja itu sendiri tak mengerti kenapa dia bisa merasa begitu senang dan lega. Merasa bahwa dunia begitu indah saat ini. Seakan semua tersenyum menyambut berita kehamilannya.
Yah! Dia hamil. Dan tidak ada yang salah dengan itu. Dia hamil dan akan segera menjadi Eomma, impian setiap yeoja. Sementara Ryeowook mengusap pundaknya sembari mengucapkan selamat berkali-kali, Sungmin pun terus mengusap perut ratanya. Lima minggu. Usianya baru lima minggu tapi telah membawa kebahagiaan yang begitu besar untuk Sungmin.
"Minnie Noona," pangil Ryeowook pelan.
"Hemm? Waeyo Wookie?"
"Apa yang akan kau katakan pada Kyuhyun?" Ryeowook bertanya hati-hati.
Sungmin menghentikan senyumnya dan diam sesaat. "Mollayo. Mungkin, aku tidak akan mengatakan apapun padanya."
Ryeowook menghentikan langkahnya dan menatap Sungmin intens. Dengan iris coklatnya dia mencoba mencari keyakinan dalam mata foxy itu. "Apa maksudmu, Noona? Jangan katakan kau—"
"Aku tidak tahu Wookieya, aku bingung. Aku tahu aku tidak bisa terus seperti ini, Kyuhyun sudah berulang kali mengatakan perasaannya tapi seakan tak pernah cukup untuk membuatku yakin padanya. Kurasa akan lebih mudah kalau aku mencoba meyakinkan diriku bahwa aku memang labih baik tanpa Kyuhyun."
"Kau egois kalau seperti itu noona, bukan hanya pada Kyuhyun tapi juga pada bayimu sendiri. Bagaimanapun juga—"
"Bagaimana kalau dia menolakku lagi?" potong Sungmin. iris foxynya kembali berkilat sedih. "Bagaimana kalau dia menolak bayi ini?"
"Itu tidak akan terjadi, Noona. Kita tahu dia bukan orang jahat, meskipun kadang terlalu usil. Lagi pula, kau hanya perlu mengatakannya dan... bagaimanapun keputusan dia nantinya, kaulah yang memegang kuncinya," ujar Ryeowook kalem.
Sungmin diam sesaat sebelum mengangguk pelan. "Tapi Wookie, kau jangan memberi tahukan hal ini pada siapapun dulu sebelum aku siap mengatakannya pada Kyuhyun, arra? Jebal..."
Ryeowook tersenyum lembut dan mengangguk pelan, lalu kembali merangkul Sungmin dan membawa yeoja kelinci itu keluar dari rumah sakit. Dia ingin membawa Sungmin makan ice cream di sebuah toko untuk merayakan kabar bahagia ini. Dan mengetahui seberapa sukanya Sungmin pada ice cream, dia tak perlu khawatir akan ditolak.
.
.
.
Sungmin menatap kertas putih di tangannya. Sudah seminggu sejak kertas itu dia dapatkan, dan sudah seminggu sejak dia berjanji pada Ryeowook akan memberi tahukan hal ini pada Kyuhyun. Namun hingga saat ini, hal itu belum juga terpenuhi. Hingga kertas putih itu terlihat kusut karena terlalu seringnya Sungmin buka-tutup dan terus Sungmin bawa kemana-mana.
Sungmin masih belum cukup berani. Meski telah berulang kali dia mencoba meraih kertas itu dari saku mantel atau tasnya saat bersama Kyuhyun. Namun nihil, pada akhirnya dia hanya meremas udara dan menarik keluar tangannya dari sana.
Yeoja kelinci itu menghela napas berat dan kini ganti menatap sebuah tiket konser eksklusif Super Junior. Semalam Kyuhyun datang dan memberikannya, dengan wajah kusut dan kuyu namja itu menyampaikan keinginannya agar Sungmin datang di konser tersebut. Sungmin yang prihatin melihat namja itu pun menerimanya dengan mudah dan membawa kyuhyun masuk kedalam flatnya. Bayang gelap di bawah mata itu membuatnya miris.
"Kenapa tengah malam begini belum pulang? Kau butuh istirahat!" cecar Sungmin malam itu. Meski dalam hati dia merasa bersalah juga, dia tahu kondisi Kyuhyun saat ini juga dikarenakan keabsenannya dalam menjaga namja itu.
"Aku baru saja selesai take scene untuk VCR Super Show four kami akhir bulan nanti," ujar Kyuhyun pelan dan mulai mengeluarkan kotak hitam kecil dari sakunya, PSP kesayangannya.
Sungmin menggeleng dan merebut benda laknat itu. Dengan kelembutannya yang biasa, dia mulai meminta Kyuhyun untuk beristirahat dan tidur. Sungguh, namja itu benar-benar terlihat kurus sekarang. Mengingatkan Sungmin pada sosok Kyuhyun yang di temuinya empat tahun yang lalu di pinggir jalan di dekat flatnya.
Sungmin menghela nafasnya lagi. Kemudian melirik jam di dinding dan kembali menghela napas lagi. Jam enam tepat dan konser itu akan di adakan jam tujuh tepat. Yeoja itu pun segera bangkit dan meraih tas tangan yang telah tergeletak di sampingnya dan menyusupkan lagi kertas putih di tangannya. Berharap, kali ini dia bisa mendapatkan keberaniaan untuk mengungkapkannya.
.
.
"Ugh!" lenguh Sungmin saat menghempaskan pantatnya di atas kursi audience yang berada tepat di depan panggung. Dia tak menyangka bahwa untuk sekedar melihat konser Super Junior dia harus mengantri begitu panjang di pintu masuk dan berpusing-pusing ria mencari tempat duduk yang sesuai dengan nomor tiketnya.
Dan beruntung sekali dia punya tiket dengan nomor kursi yang berada di barisan terdepan. Ah, mungkin bukan beruntung juga, tapi memang Kyuhyun yang telah menyiapkannya. Ish! Awas saja kalau penampilan namja itu tidak memuaskan. Dia sudah berpeluh-peluh ria demi tidak menyiakan tiket itu. Ini bukan tentang harga, ya! Dia tahu harga tiket eksklusif seperti ini bisa mencapai ratusan ribu won. Tapi tentang kondisinya.. oh Tuhan.. dia tengah hamil muda!
"Noonaaaa!" sebuah panggilan keras menyita perhatian Sungmin, dan tentu saja perhatian penonton lainnya.
Dan Sungmin pun tersenyum tipis saat melihat Eunhyuk yang melonjak-lonjak demi membuat dirinya terlihat diantara pada kru dan berbagai peralatannya. Sementara di belakang Sungmin terdengar suara teriakan yang cukup memekakkan telinga.
Eunhyun berjalan cepat kearahnya dan setelah mendekat, Sungmin baru sadar bahwa seorang yeoja yang membawa-bawa spray dan sisir mengikuti namja itu.
"Syukurlah kau datang! Aku cemas sekali kau tidak bisa datang, Minnie Noona," ujar Eunhyuk saat dirinya menjatuhkan bokongnya di kursi di samping Sungmin yang kebetulan masih kosong.
"Apa yang kau cemaskan Hyukie? Kalau aku tidak datang berarti aku sibuk," ujar Sungmin dengan tersenyum canggung pada yeoja yang tengah menata rambuh Eunhyuk.
"Sudah lama sekali kau tidak melihat kami di panggung. Kau harus tahu bagaimana rasanya melihatmu dari panggung sana, aku merasa sangat bangga bisa tampil secara langsung di depan Minnie noona dan membuat Noona terpesona padaku," ujar Eunhyuk dengan sedikit merajuk. Sama sekali tidak memperdulikan kecanggungan Sungmin karena beberapa kamera mulai menyorot mereka
"Tak perlu di atas panggung, melihatmu berlatih di dorm saja bisa membuatku terpesona, Hyukie," ujar Sungmin begitu dewasa dengan tangan yang serta merta ikut merapikan anak rambut Eunhyuk yang jatuh di dekat mata.
"Hahaha...," namja itu tertawa, memperlihatkan barisan giginya yang putih dan juga gusi pinknya. "Arra-Arraseo, aku memang mempesona," ujarnya penuh percaya diri.
Sungmin hanya terkikik kecil melihat tingkah Eunhyuk.
"Ne, aku harus kembali kebelakang. Tapi aku berjanji akan menampilkan yang terbaik untuk Noona," Eunhyuk bangun dari tempat duduknya dan melambai kearah fansnya. "Aku akan menampilkan yang terbaik untuk kalian ELF!"
"KYAAAA HYUKIE OPPAAAA!"
.
.
Acara dimulai dengan 'Listen to you' dari Kyuhyun solo yang langsung di sambung dengan 'Believe' oleh semua member. Hingga lagu berakhir, penonton benar-benar telah tersihir oleh pesona Super Junior yang malam itu begitu bersinar berada dalam balutan black-white suit. Barulah saat lagu kedua berakhir, yeoja dan namja yang merupakan MC acara itu muncul dengan memberikan tepuk tangan mereka yang diikuti dengan meriah oleh penonton lainnya. Obrolan ringan menjadi penjeda sebelum lagu berikutnya.
Sungguh!
Sungmin tak pernah tahu bahwa Kyuhyun bisa begitu mempesona saat di atas panggung seperti saat ini. Sepanjang acara beberapa kali namja itu meleparkan senyum sarat makna padanya. Senyum yang jelas terlihat berbeda dengan senyum yang dia berikan pada kamera atau mereka yang meneriakkan namanya, di mata Sungmin. Hingga seratus lima menit terlewati tanpa terasa bagi Sungmin, ya... seratus lima menit yang berlalu itu sama sekali tidak terasa karena terlalu menikmatinya, seratus lima menit yang berbeda dengan lima belas menit yang akan di mulai sejak sekarang...
"Eunhyukya~ kami baru saja mendapat berita bahwa kau menemui seorang yeoja di kursi penonton sebelum acara ini di mulai, apa itu benar?" tanya Hyuri, sang yeoja MC
Begitu senyap. Sungmin yang merasa dirinya tengah dibicarakan mulai merasakan kesenyapan di sekelilingnya. Yeoja itu menatap penuh harap pada Eunhyuk yang tampak gugup di atas panggung, berharap namja itu mau berbohong sedikit saja dan mengatakan tidak.
"Apa dia seseorang yang sepesial untukmu? Kudengar kalian terlihat dekat," Soo Lan si namja MC menimpali.
Namun jantung Sungmin hampir melompat saat tiba-tiba Kangin berdiri dan segera melangkah keluar dari Stage area. Hanya dengan sebuah lampu sorot yang mengikutinya, namja berbadan besar itu berjalan melewati barisan kamera dan kameramennya.
Demi bayi dalam kandungannya! Sungmin ingin sekali berlari dari tempatnya duduk atau menghilang lenyap saat Appa Super Junior itu mengulurkan tangannya tepat kearahnya.
Sungmin menggeleng dengan segenap kemampuannya untuk menggerakkan anggota tubuhnya yang saat itu terasa kaku.
"Ini acara life, jangan menghancurkan imageku sebagai Korea number one handsome guy dengan menolakku Minnie," ujar Kangin disertai kedipan mata genit yang membuat seluruh ELF berteriak gila.
Sungmin semakin merasa gugup, ditambah lagi saat dia melihat beberapa kamera tengah menshootnya hingga wajahnya dan wajah Kangin kini bergantian tampil di layar besar di kanan-kiri podium.
"Aku akan menjamin hidupmu, aku janji," Kangin lebih mendesak kali ini, hingga akhirnya yeoja itupun menyambut uluran tangan besar Kangin dan mengikuti langkah namja itu turun dari podium tempatnya duduk menuju ke Stage Area.
Seorang yeoja berseragam kru mencegat Sungmin dan meminta yeoja itu memakai entah apa dan meletakkan benda kotak hitam itu menempel di bagian belakang rok lipit pinknya, sementara micro mic tepat di kerah kemeja putih bergaris pink tipis yang juga tengah dikenakannya.
Entah sengaja atau bagaimana, Sungmin tak tahu.. tapi kini tempat duduk yang tersisa hanya ada di sisi Kyuhyun yang duduk di ujung kursi panjang itu. Padahal kalau di pikir seharusnya yang kosong itukan tempat Kangin dan tempat Kangin itu di dekat Lee Teuk.
Kyuhyun bangkit dan ganti meraih tangan Sungmin yang berada di genggaman Kangin, lalu membawa yeoja itu duduk merapat di dekatnya. Sementara Kangin pun duduk di lengan kursi di sisi lain Kyuhyun.
"Annyeong, Lee Sungmin imnida," ujar Sungmin gugup sementara Kyuhyun berusaha merilekskan yeoja itu dengan mengusap punggung tangannya. Hal yang sebenarnya tak luput dari bidikan kamera dan mata seluruh dunia yang menyaksikan acara life itu. Sementara bagi Sungmin, hal sederhana seperti itu benar-benar terluputkan perhatiannya yang tengah gugup setengah mati.
Dia seakan ingin mati kaku di atas panggung ini saja! Oh tuhan... berilah kekuatan pada jantung yeoja manis itu.
"Annyeong, Sungmin-ssi. Kau manis sekali malam ini," Soo Lan menyapa dengan senyum ramah, yang dibalas Sungmin dengan anggukan pelan. Yeoja itu mengusap hidungnya guna mengurangi gugup.
"Jadi, pada siapa aku harus bertanya... haha, kalian benar-benar membingungkan," ujar Soo Lan lagi.
"Benar, baru beberapa menit yang lalu anggapan dunia asmara Super Junior yang tertutup terpecahkan oleh Eunhyuk-ssi, dan sekarang.. Lee Sungmin-ssi, bisa perkenalkan diri anda lebih jauh. Saya dan yang lain sangat penasaran tentang diri anda," Hyuri menatap Sungmin dengan matanya yang berkilat ingin tahu.
Sungmin menelan ludah gugup dan menarik napas dalam-dalam. "Saya..."
"Pacar kami," seloroh kangin, yang otomatis membuat semua orang membulatkan matanya.
"A-Ani! Aniyo, Oppa jangan bicara asal, kita sedang life!" runtuk Sungmin yang justru menjadi tak sadar bahwa dirinya tengah dishoot beberapa kamera.
"Kalau menurutku, dia Cheef pribadi kami," Donghae berkata ringan, membuat suasana mulai berubah atmosfernya.
"Sepertinya dia lebih pantas disebut cleaning service kami, dia suka sekali merapikan dorm," ujar Leeteuk dengan senyum angelnya.
Sungmin mulai gelagapan. Entah kenapa, dia merasa hidupnya akan terancam kalau dia tidak segera bicara tapi...
"Ish! Hyung jangan bicara sembarangan. Dia milikku," ujar Kyuhyun dengan keras dan tegas, berbeda dengan nada hyung-hyungnya yang terkesan dalam candaan.
Kyuhyun bangkit dari duduknya dan menatap Sungmin dengan dalam, berusaha membawa Sungmin masuk ke dalam dunianya, dunia di mana hanya ada mereka berdua.
"Aku... aku tahu selama ini kau masih ragu padaku, kau masih memendam perasaan kecewamu. Tapi sekali ini, aku akan membuktikannya Chagiya, aku ingin kau tahu aku serius," Kyuhyun berujar dengan wajah kaku namun tetap berusaha menyunggingkan sebuah senyum.
Kyuhyun menarik napas, mengulurkan tangannya meminta Sungmin ikut berdiri. Sesaat, yeoja itu merasa linglung namun meraih tangan Kyuhyun juga akhirnya. "Aku tahu aku akan selalu mengecewakanmu, aku tahu telah banyak air matamu untuk menangisi sikapku. Tapi kumohon, percayalah... Saranghae Lee Sungmin, jeongmal saranghae. Beri aku kesempatan sekali lagi, hanya sekali lagi karena aku berjanji takkan menyiakannya sampai aku mati. Aku berjanji tak akan main-main lagi, tak akan menyakitimu lagi. Meskipun aku tak bisa menjanjikan kebahagiaan yang penuh untukmu, tapi aku berjanji akan selalu mengusahakan kebahagiaan itu hanya untukmu. Aku hanya perlu satu kesempatan lagi dan aku tidak akan pernah melepasmu lagi... Lee Sungmin. Marry me, Lee Sungmin?"
Lee Sungmin membeku. Yeoja kelinci itu mematung saat Kyuhyun jatuh berlutut di depannya. Jantungnya melompat dalam hentakan-hentakan yang begitu kasar di dadanya, perutnya bergolak seakan ada aspal mendidih yang meletup-letup di dalamya. Begitu panas. Iris kecoklatan Kyuhyun sama sekali tak berpaling dari iris foxynya saat namja itu meraih kotak berbeludru hitam dari celananya dan membukanya di depan Sungmin. memajang cincing berlingkar putih bermahkota blue shappire di depan mata itu.
Sungmin masih mematung. Hanya matanya yang tampak mulai beriak kecil. Dia merasa seperti terangkat jauh ke atas... ke atas segala beban yang selama ini menggelayutinya. Ini adalah lamaran pertamanya. Pertama kalinya Kyuhyun melamarnya karena dulu... pertunangan mereka hanyalah sebuah ide yang diusulkan orang tua Kyuhyun. Ide yang dia iyakan olehnya begitu saja karena memang saat itu dia telah jatuh dalam pesona Cho Kyuhyun.
"Geudaereul saranghandaneun mal pyuhngsaeng maeil haejugo shipuh, Would you marry me? Nuhl saranghago akkimyuh saragago shipuh," sebuah lantunan lagu lembut mengalir dalam suara bass Leeteuk yang merdu.
Sungmin menatap leader Super Junior yang tersenyum meyakinkan padanya.
"Geudaega jami deul ddaemada nae pare jaewuhjugo shipuh. Would you marry me? Iruhn naui maeum huhrakhaejullae?" Kangin melanjutkan bait manis lagu mereka. Marry U, malam itu benar-benar membuat hati Sungmin bergetar.
Sungmin mengalihkan pandangannya pada Appa Super Junior itu, mata hitamnya yang menatap dengan lembut pada iris foxynya.
"Just look at me, Lee Sungmin. aku ingin kau hanya melihatku," Kyuhyun berkata dengan meraih tangan Sungmin dan mengecupnya lembut. "Would you marry me?" sekali lagi namja itu bertanya, masih dengan mata yang menatap dalam keseriusan pada yeoja di depannya
Sungmin menatap iris kecoklatan itu dan mendapatkan kesungguhan yang dicarinya. Rasa cinta yang begitu dalam seakan hendak menenggelamkannya. Kehangatan dan kelembutan yang menggulung tubuh rapuhnya. Ketegaran yang bisa menjadi tempatnya bersandar. Semua ada dalam mata itu.
Sungmin mencoba memantapkan hatinya, mengumpulkan segenap kepercayaannya yang dulu pernah terpecah. Dan tanpa mengalihkan iris foxynya pada objek lain selain mata itu, Sungmin mengangguk dengan bisikan pelan...
"I will..."
Yeoja itu tak dapat mendengar apapun lagi selain buncahan kebahagiaan di dadanya dan dengungan sorak penuh suka cita di deru napasnya. Dia telah memutuskannya. Untuk sekali lagi percaya, untuk sekali lagi memberikan roda kemudi hatinya pada namja bersurai crully caramel yang masih berlutut di hadapannya.
Tidak Sungmin, tak pula Kyuhyun. Keduanya telah menitikkan butir mutiara kebahagiaan dari iris mereka. Sementara 'Marry U' mulai memasuki bait terakhirnya dan teriakan dari podium di sana tengah menggambarkan berbagai rasa. Entah kecewa, entah bahagian untuk idola mereka.
Kyuhyun bangkit dari simpuhannya, menatap penuh makna pada iris foxy itu dan meraih tangan yeoja itu, menyematkan cincin bermahkota blue shappire di jemarinya. Setelahnya, namja bersurai caramel itu mengecup lembut kening yeoja miliknya, dan menarik miliknya itu kedalam dekapannya. Sungmin hanya mampu menyerahkan dirinya dalam dekapan hangat namja kurus di hadapannya.
"Kali ini, aku tidak akan pernah melepaskanmu lagi, meski kau berusaha pergi, aku akan tetap menggenggammu. Kau tahu aku egois, Cho Sungmin."
_FIN/TBC_
Noh tuh! Minnie udah hamil dan mereka
udah mau nikah! Akhirnya~ fic ini udah bisa Lhyn katakan rampung! Masih adakah
yang mau lanjut... cukup disini atau satu chaps lagi... atau genapin 20?
Semuanya terserah reader deh... tapi kalo lanjut kedepan udah ga akan ada
konflik berat lagi...
Eh.. Lhyn mau Pamer! Haha.. Lhyn
punya Blog baru.. (ga baru2 amat sih, tapi baru kesentuh) dan disana ada Fic SiBum...
yang Lhyn buat Khusus untuk Ultah SiwonniePPa (Bias Lhyn) dan untuk semua
yang Request pair Ini... yang mau baca silahkan kunjungi ranluvanime(dot)blogspot(dot)com.
Oh, Lhyn juga mau tanya... Pasangan buat Seohyun ntu enaknya sapa ya? (jangan member SuJu ya... :)
Oh, Lhyn juga mau tanya... Pasangan buat Seohyun ntu enaknya sapa ya? (jangan member SuJu ya... :)
Makasih banyak Buat :
Fujiwara Roronoa, VainVampire,
ayuko0510, farchanie01, minnienyaevil9tha, jojojooo, kanaya, HyunMing joo,
ChanYue malas log in, SungMinnie, kyumin forever, dincubie, Chikyumin,
min190196, sarangchullpa92, Phirre15, KyuLie Minnie, lala, winda1004, choi
hyekyung, siticho, Minnie Trancy, farchanie01, emyKMS, rikha-chan, Cho Kyuri
Mappanyukki, v13kyumin, eunhae25, Cho ndithkeyta , RAJSomniaELF, Hyeri,Mey
Hanazaki, dhian kyuhae elf, Cho Hyun Jin, Kim Soo Hyun, ayuko0510,
CloudsomniaElf, ernanaGyu, AIDASUNGJIN, MegaKyu, minnienyaevil9tha,leeyoungmin,
Memey Clouds, stevhani,Ka Hime Shiseiten, melani kyuminElfsha, KimHankyu,
BarbeKyu, kikihanni, cha, CloudSomniaLoveYunJae, Cho MiNa, Mrs. KJW, hana, Cho
Ummu Archuleta, RizkaIwanda, Kyu Anarchy 99.
Jawab Pertanyaan Rifyu :
# Ga Suka GS yang hamil sebelum
menikah.
A : Sebenernya Lhyn juga ga suka kalo
hamil sebelum nikah, tapi untuk meminimalisir ketidaksukaan itu, di sini Lhyn
buat Kyu melamar Min sebelum dia tahu Min hamil. Jadi, jelas bukan kehamilan
itu yang memaksa mereka menikah, meski pun mereka saling cinta.
# Masukin Minho...?
A : Wahh Keknya ga bisa.. udah mepet deket Ending.. Mianhe...
# anaknya KyuMin Cewek pa Cowok?
A : Niatnya Lhyn sih Cowok, dan Lhyn lagi ngadain Audisi buat pemerannya nih :)
# Masukin Minho...?
A : Wahh Keknya ga bisa.. udah mepet deket Ending.. Mianhe...
# anaknya KyuMin Cewek pa Cowok?
A : Niatnya Lhyn sih Cowok, dan Lhyn lagi ngadain Audisi buat pemerannya nih :)
Keknya Cuma itu pertanyaan yang perlu
Lhyn jawab, Coz yang lain udah di jawab di dalam STORY di atas... . Gamsahamnida,,..
Cuplikan Chap Depan :
"Apa aku datang di waktu yang
kurang—"
"OPPA!" Sungmin exited,
yeoja itu langsung mendongak begitu mendengar suara yang sangat
dikenalnya itu. "Oppa datang?" iris kelinci itu melebar, lalu
dengan asal ia memberikan piringnya pada Kyuhyun. Sungmin merentangkan kedua
tangannya memberi isyarat bagi Siwon untuk memeluknya karena dia sendiri
terhalang oleh gaun coklat panjang pilihan Ahra.
.
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya... Untuk yang Baru rifyu... yang ngeFav ato Alert
Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk
Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
Saranghaeyo!
_09_04_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar