AFTER ALL
Keping Sembilan belas
Genre : Romance , Hurt/Comfort,
Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim
Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook,
the other only Friendship.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang
membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"You are the one, Ojig nomani
nesarang, You are the sun, Tasuhi gamsaon miso, You are my love, To na yogshi
gudemane ojig dan han saram, Onjekajina gyothe issoyo."
"You are the one, You are my
only love, You are the sun, Your smile warmly embraced me, You are my love, I'm
her one and only, Together forever."_Super Junior_ You Are The One_
.
Dorm Super Junior malam itu benar-benar penuh karena tak hanya Super
Junior dan Cinderella manager saja yang ada di sana. Tapi juga ada kedua
orang tua Kyuhyun, kedua orang tua Sungmin bersama Sungjin, Ryeowook, Hangeng
dan juga Heebum –sepertinya Heechul tak bisa melewati masa sulit ini tanpa dua
nama terakhir–..
Kyuhyun sama sekali tak terkejut saat pulang dan mendapati dorm mereka sudah seperti taman kanak-kanak dengan pita warna-warni dan balon di sana-sini. Memangnya apa yang bisa dirahasiakan kalau kau merencanakan sesuatu bersama Super Junior? Terutama Kangin... dan Eunhyuk... dan Donghae juga... dan... ah! Pokoknya Kyuhyun bersumpah tidak akan mengikutsertakan hyungdeulnya dalam rencana apapun lagi.
Mereka merayakan acara life itu dengan berlebihan, padahal sudah ratusan kali Kyuhyun tampil life meski pun acara life kali ini lebih istimewa karena yah... dia melamar Sungmin. Merasa agak jengah dengan suasana pesta yang tak pernah berbeda dengan pesta manapun, Kyuhyun menyeret Sungmin dari samping Eommanya dan membawa yeoja itu ke kamarnya.
"Huaaahhh~ aku lelah sekali chagiya... melamarmu benar-benar menguras otak, tenaga dan mental," gumam Kyuhyun sembari membanting tubuhnya di atas kasur.
"Kau menyesal?" ujar Sungmin dengan datar.
Kyuhyun terdiam sejenak, menarik napas panjang dan duduk di tepi tempat tidurnya. "Kemarilah," ajaknya dengan mengulurkan tangan meminta sambutan dari Sungmin.
Yeoja itu diam sesaat sebelum meraih tangan Kyuhyun yang terulur dan mengikuti arahan namja kurus itu untuk duduk di pangkuannya. Membuat wajah chubbynya memerah.
"Seluruh Korea dan seluruh dunia akan tahu aku mencintaimu, mereka tidak akan berhenti menyiarkan, mengunduh dan mengaplod ulang, menshare di blog-blog mereka hingga akhirnya seluruh dunia tahu aku mencintaimu. Tapi kenapa kau masih saja ragu padaku?" Kyuhyun berkata dengan mengusap-usap pipi chubby Sungmin yang memerah.
"Itu karena mereka tidak tahu siapa kau sebenarnya," ujar Sungmin, berusaha membela.
"Bahkan mereka yang tidak tahu siapa aku pun mengerti bahwa aku mencintaimu. Kenapa kau yang tahu siapa aku malah ragu?" Kyuhyun mulai bersuara rendah, berada dalam posisi seperti itu di atas tempat tidurnya, mau tidak mau membuat libidonya naik perlahan. Namja itu mengecup lembut bibir Sungmin, lalu berkata lagi, "saranghae, saranghae, saranghae,jeongmal saranghae. Jangan pernah meragukan itu selama hidupmu, arra?"
Mata kelinci itu menatap dalam iris kecoklatan Kyuhyun sebelum mengangguk. Yeoja itu hanya bisa mengangguk lantaran bibir Kyuhyun yang sama sekali tak berjarak dari bibirnya saat mengucapkan itu. Kyuhyun tersenyum tipis dan mulai mencium bibir plum Sungmin dengan lebih intens. Dia merindukan bibir itu, merindukan setiap respon hangat dan lembut yang diterimanya.
Kyuhyun yakin dia bisa menggila bila tak segera merasakan manisnya bercinta dengan Sungmin. memagut hangat bibir pink itu dan dengan perlahan merebahkan tubuh berisi Sungmin di atas tempat tidurnya.
"Engghhh..." lenguhan pertama yeoja itu terdengar saat Kyuhyun menyibak bibir plum di bawahnya dan menyapa penghuni di dalamnya. Menyapa dalam desiran lembut, mengeksplor semua yang ada, hingga suara decapan mengiringi kegiatan mereka.
"K-Kyuhhh..." suara Sungmin lepas saat Kyuhyun melepas bibirnya dan mulai mencari-cari titik hisapan di leher putih yeoja itu, sementara tangannya mulai memberi remasan pelan di dada Sungmin yang masih tertutup sempurna. "Kyuhh.. hentikhand lu... dha yangin kubicaa-ah.. Kyuhh," lenguh Sungmin dengan tangan berusaha mencegah tangan Kyuhyun memijat dadanya lebih kuat.
"Bicaranya besok saja Minnie.. aku menginginkanmu malam ini... segera," bisik Kyuhyun dengan sesekali menggigit telinga Sungmin dan menghisapnya lembut.
"Kyuuhh... balll... ahhh... jebbal...," mendengar Sungmin sampai memohon membuat Kyuhyun tak tega juga, sedikit takut Sungmin akan marah dan meninggalkannya.
"Bicaralah," namja itu menyerah pada akhirnya dan bangkit dari atas tubuh Sungmin lalu duduk bersandar di kepala tempat tidurnya.
Sungmin ikut bangkit dan menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun, mengusap dada bidang itu agar kesal di hati Kyuhyun menghilang. Yah.. dia tahu Kyuhyun sedikit kesal karena dia menunda acara mereka. Tapi bagaimanapun, dia harus bicara tentang ini.
"Apa kau benar-benar siap untuk menikah denganku?" tanya Sungmin, terkesan hati-hati.
Tangan Kyuhyun yang sebelumnya mulai mengusap rambut Sungmin kini berhenti. "Kau menanyakan kesiapanku bukan karena kau sendiri belum siapkan, Minnie?"
"Aniyo, Kyunie. Aku hanya... aku khawatir dengan karirmu selanjutnya," ujar Sungmin dengan jemari yang menari-nari di dada bidang Kyuhyun.
"Aku sudah membicarakan itu dengan SME dan Heechul hyung sebelumnya. SME mengatakan itu hak pribadiku asal aku siap menerima semua konsekuensinya. Dan aku siap menerima semua konsekuensinya, kalau ELF tidak bisa menerimamu maka itu artinya mereka juga menolakku, aku mungkin akan keluar dari Super Junior dan membiarkan Hyungdeul tetap berkarir tanpa aku. Lalu kita bersama-sama membangun Pumpkins dan hidup bahagia selamanya. Tapi kalau ELF menerimamu, aku pun tidak akan meninggalkan mereka, tapi aku tetap akan membangun Pumpkins bersama denganmu dan hidup bahagia selamanya," ujar Kyuhyun, terdengar ringan tanpa beban.
"Mengapa kau mengatakannya dengan begitu mudah?"
"Tentu saja mudah, karena kau ada di sampingku. Lusa aku akan mengadakan konverensi pers dan dua minggu lagi kita menikah. Aku tak mau menundanya terlalu lama, aku juga sudah mengatakan ini pada semua yang tengah berpesta di bawah dan mereka setuju," ujar Kyuhyun dengan memposisikan dirinya untuk berhadapan dengan yeoja itu. "Kau sudah selesai bicara? Boleh aku melanjutkan yang ta—"
"Ya, Kyu. Kenapa kau selalu mesum?" Sungmin memukul lengan Kyuhyun pelan. "Ada satu hal lagi...," Sungmin berujar dengan menggantung kalimatnya.
Alis Kyuhyun terangkat melihat raut Sungmin yang meragu. Kyuhyun mengusap rahang lembut yeoja itu dan mengangkatnya sedikit. "Ada apa?" Kyuhyun bertanya lembut.
"Kyunieya..." Sungmin memulai dengan ragu, "Aku... Kyunieya aku... hamil," ujar Sungmin lirih.
"Mwo? Minnie chagiya.. bicaralah dengan lebih keras."
"Kyunieya... a-aku.. aku... aku hamil."
"Mwo?"
"Aku hamil Kyu!" Sungmin berteriak, sedikit kesal.
"Aku dengar Minnie!" Kyuhyun ikut berteriak, namun dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Jadi?"
"Jadi?"
"Kyu!"
"Omooo~ Minnie~" Kyuhyun berteriak girang dan langsung menerjang tubuh yeoja itu, membawanya berguling-guling di atas tempat tidur dengan penuh suka cita. "Gomawo... gomawo chagiya gomawo."
"Kyuuuuu hentikaaan!" Sungmin berteriak atas tingkah Kyuhyun yang memeluknya sambil berguling-guling di atas tempat tidur.
"Kau tahu apa artinya itu chagi?"
"Molla?"
"Appa! Aku akan dipanggil Appa!"
Sungmin sweatdroped dalam pelukan Kyuhyun yang masih membawanya berguling. Tapi tak ayal, semua ini membawa kelegaan yang teramat berarti bagi yeoja kelinci itu. Kyuhyun menerimanya, Kyuhyun mencintainya, Kyuhyun tidak akan melepaskannya dan yang paling berarti... Kyuhyun menyambut bahagia kehadian buah cinta mereka.
"Kau tidak ingin memberi tahu yang lain, Kyu?"
"Besok saja, kita berpesta sendiri saja malam ini."
"Kyu!"
"Besok saja! Biar mereka punya alasan untuk membuat pesta lagi dan kita bisa berpesta sendiri lagi."
"Ish! Mesum!"
"Ayo lanjutkan!"
.
.
Sekarang Sungmin tahu kenapa banyak orang yang berharap hanya menikah sekali saja seumur hidup mereka. Karena mempersiapkan pernikahan benar-benar melelahkan! Memang benar Sungmin tak perlu kesana-kemari untuk mempersiapkan segalanya. Tapi tetap saja melelahkan meski ia hanya perlu duduk dan mendengarkan mereka bicara... siapa mereka?
Ada Kim Joon Yu, desainer gaun pengantin yang khusus dipanggil dari kota tempatnya berkarir di Paris oleh yeoja senior Cho. Lalu, Joe Kalrk Ride, ia seorang desainer perhiasan yang datang dari London bersama Ahra. Juga puluhan nama lain yang membutuhkan satu keping episode tersendiri untuk menjelaskannya. Mulai dari event organiser hingga chef patiseri yang dipesan khusus oleh dua yeoja Cho yang Exited mendengar dua kabar bahagia itu.
Keluarga Sungmin?
Bukan berarti keluarga Sungmin tak peduli atau tidak senang, mereka sama senangnya dan sama pedulinya dengan keluarga Kyuhyun. Hanya saja, sudah menjadi watak keluarga Lee bahwa mereka tidak suka menunjukkan sesuatu yang berlebihan.
"Minnie, untuk pesta pernikahanmu kau ingin mengambil tema apa?" Ahra bertanya antusias dengan membalik-balik sebuah promote book di tangannya.
"Tema? Apa harus ada temanya?" Sungmin bertanya polos, dia tidak pernah menikah sebelumnya jadi wajar saja kalau dia tidak tahu hal seperti itu.
"Tentu saja... bagaimana kalau sweety princess? Ah tidak, terlalu kekanakan. Nanti malah jadi seperti pesta ulang tahun anak usia lima tahun. Umm... kalau summer? Aish... aku lebih suka winter, tapi sepertinya Spring lebih cocok untukmu... ah.. bagaimana kalau four season saja?"
Sungmin bingung bagaimana untuk menghadapi celotehan Ahra yang lebih terdengar seperti sedang bermonolog sendiri. "Aku percaya dengan pilihan Eonnie."
"Baguslah, four season. Perbedaan yang membawa indah, juga agar pernikahan kalian tetap kokoh selama empat musim hingga maut memisahkan. Ah! Itu manis sekali..."
"Putri Eomma memang pintar," nyonya Cho memuji Ahra. "Nah, Minnie... sekarang kau harus memilih di mana pestanya akan diselenggarakan, 'four season' Eomma rasa membutuhkan satu ruangan yang besar," kali ini giliran yeoja senior Cho yang bicara.
Sungmin menghela napas berat, sepertinya ini akan berlangsung lama.
.
.
"Kau cantik sekali Minnie," gumam Ahra.
Sungmin hanya mengangguk dengan sipuan malu dan menghela napas panjang. Oke! Dia ingin bertanya sebelum cerita ini berlanjut...
apa ada seseorang yang dengan iseng mempercepat putaran jarum waktu? Aish! Kenapa waktu berjalan begitu cepat?
Seakan tidak akan cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan benar. Sungmin menghela napasnya sekali lagi dan meyakinkan diri bahwa hari ini akan berjalan sempurna. Hari pernikahannya dan dia tidak menikah dengan orang lain, melainkan Cho Kyuhyun. Namja evil manja yang suka seenaknya. Ayah dari little angel di dalam rahimnya.
Sungmin menatap pantulan dirinya yang sempurna dalam balutan kain putih. Sempurna kecuali pipinya yang menurut Sungmin semakin tembam saja. Gaun pengantin putih dengan ekor sepanjang tiga meter itu milik ibu mertuanya. Yeoja yang masih cantik dalam usianya yang separuh abad itu menginginkan Sungmin mengenakan gaun itu. Meski begitu tentu saja nyonya gila fashion itu tidak membiarkan Sungmin terlihat 'kuno' maka itu dia mendatangkan desainer khusus dari paris untuk 'sedikit' merombaknya. Hasilnya... Sungmin tak jauh beda dengan bidadari-bidadari dalam lukisan maestro agung.
Ahra memasangkan tiara kecil itu di atas kepala Sungmin. kalau tiara ini pemberian Eommanya sendiri, meski ada sedikit rombakan dengan dipasangnya blue sapphire stone di puncaknya oleh Joe Kalrk Ride, disesuaikan dengan batu berlian yang menjadi mahkota dari cincin pernikahan mereka.
"You look like angel, Sweety," ujar Ahra dengan kembali memperbaiki tatanan rambut Sungmin yang sebenarnya tetap sempurna.
"Gomawo Eonnie," ujar Sungmin malu-malu.
"Ladies, kalian tak mau mempelai prianya datang dan mendobrag pintu ini, kan?" Zhoumi memunculkan sosoknya yang luar biasa tinggi di ambang pintu.
Sungmin tersenyum malu sementara Ahra tampak merasa sedikit salah tingkah. Sungmin menatap calon eonnienya, meminta persetujuan. Dan yeoja berambut gelombang itu mengangguk dalam, meraih ekor gaun pengantin Sungmin dan membiarkan yeoja itu berjalan perlahan di depannya.
Zhoumi pun turut membantu Sungmin menangani ekor gaunnya yang terbilang panjang itu. Tepat di bawah tangga rumah keluarga Cho, Appa Sungmin telah berdiri gagah dalam balutan tuxedo hitamnya, menunggu dengan senyum berkharismanya. Namja penyuka ketenangan itu meraih tangan Sungmin dan tersenyum tipis.
"Kita berangkat sekarang?"
Sungmin mengangguk.
Ikrar pernikahan akan dilaksanakan di gereja yang masih berada dalam satu kawasan dengan rumah besar keluarga Cho. Gereja kecil tempat Kyuhyun mengikuti Misa setiap hari minggunya. Mereka memang sengaja memilih tempat itu, karena untuk ikrar ini mereka memang tak mengundang banyak orang selain keluarga sendiri dan kerabat dekat saja.
Mobil hitam yang ditumpangi dua yeoja dan dua namja itu pun berhenti tepat di depan pintu gereja. Sungmin menghela napasnya begitu panjang, menenangkan detak jantungnya yang bertalu semakin kuat. Pintu penumpang di samping Sungmin terbuka dan tangan kokoh Appanya terulur hangat. Sungmin menatap iris hitam bergurat tua itu sesaat sebelum meraihnya dan musik pengiring pun bergema.
Melangkah menyusuri karpet merah menuju namja tampan dalam balutan suit tuxedo putih yang berdiri gagah di depan altar. Sungmin merasakan getaran di setiap tubuhnya, begitu suci, begitu khitmat, begitu sakral.
"Jagalah putriku dengan kesungguhanmu seumur hidupmu, Nak," Tuan Lee berpesan sebelum dia menyerahkan tangan Sungmin dalam genggamannya ke genggaman Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk. "Aku bersumpah, Appa."
Dan Kyuhyun pun membimbing Sungmin untuk berdiri tepat di sampingnya, di depan altar, di hadapan pastor, di bawah naungan Tuhan.
Pastor pun mulai menyampaikan votum dan salamnya, lalu mulai mempersilahkan bagi keberadaan jemaat yang mungkin keberatan dengan pernikahan ini dan akhirnya ikrarpun dibacakan...
"Bersediakan kau Cho Kyuhyun, di hadapan Tuhan dan jemaatNya di sini, mengakui bahwa Lee Sungmin adalah isterimu, karunia Tuhan. Berjanji akan senantiasa mengasihi dan menolongnya dan setia baik di dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, di kala untung maupun malang, sesuai dengan kewajiban seorang suami yang baik. Engkau dan isterimu akan senantiasa berbakti kepada Tuhan dan hidup suci dengan mematuhi firmanNya, sampai maut memisahkan?"
Sungmin merasakan genggaman tangan Kyuhyun yang mengerat sebelum kata itu terucap. "Ya. Saya bersedia."
Sungmin tersenyum begitu lega, yeoja itu pun menatap Pastor di depannya, bersiap mengatakan hal yang sama.
.
.
Berbanding terbalik dengan ikrar yang berlangsung sederhana dan hikmat, pesta pernikahan digelar dengan begitu mewah dan elegant. Dua yeoja Cho.. –uh.. karena sekarang Sungmin juga seorang Cho maka sebaiknya tambahkan kata Senior– memilih sebuah hall room hotel berbintang lima. Hall room berlantai dua itu sukses disulap menjadi pertunjukan empat musim oleh Cho Ahra.
Dilantai atas –Sungmin melihatnya dari Stage Pelaminan– telah disulap menjadi daerah musim panas dan musim semi, tirai-tirai berwarna soft orange dan jutaan bunga yang menghiasinya seakan mempertegas kesan dua musim itu. Dan turun kebawah –lantai Sungmin berdiri dengan Kyuhyun di sampingnya– adalah wahana musim dingin, ratusan kristal-kristal es bergantung di udara dengan begitu cantik sementara di Stage mempelai telah tersentuh nuansa musim gugur, termasuk gaun pengantin yang Sungmin kenakan kini.
Meriah, namun begitu elegan dan mewah. Sekitar seribu undangan tersebar dan satu stasiun TV eksklusif menyiarkan acara mereka. Acara yang sejak sepuluh hari yang lalu telah dielukan sebagai salah satu perhelatan besar tahun ini. Kedua mempelai terlihat kelelahan dan duduk di singgasananya, Sedari acara dimulai mereka terus menerima ucapan selamat yang bergantian datang sementara pihak keluarga tengah berada diantara para tamu.
"Noona... makanlah," Ryeowook muncul dari arah depannya dengan membawa sebuah piring besar. "Aku tahu Noona belum makan, benarkan?"
"Wookieya, aku memang sangat lapar," dengan gaunnya yang –meski lebih simple dari gaun sebelumnya– membatasi gerak tubuhnya, Sungmin antusias menyambut kedatangan Ryeowook dengan makanan di tangannya.
"Aku juga lapar Hyung, kenapa tidak membawa untukku juga?" protes Kyuhyun, karena Ryeowook memang hanya membawa satu piring saja.
"Kau kan namja Kyu," elak Ryeowook, meski sebenarnya dia agak malas. Lalu namja imut itu pun duduk di kursi empuk singgasana bersama kedua mempelai. "Huaa.. aku lelah sekali."
"Aku lebih lelah Wookie, kau tidak bersama yang lain?"
"Kau kan yang menikah Noona, wajar kalau lelah. Tapi aku? Ini bukan pernikahanku tapi sejak dua minggu yang lalu ikut repot juga," gumam Ryeowook, bermaksud menyindir.
"Ya.. ya. Aku tahu kau sangat membantu Hyung. Tapi aku juga sudah mengucapkan terimakasih pada Hyungdeul semua, kalian bahkan dapat makanan gratis selama membantuku. Minnie aku lapar," Kyuhyun merengek di depan Sungmin, tak tahan juga dengan gejolak rasa dalam perutnya.
"Ya, Magnae! Jaga tingkahmu, kau ini sedang menikah. Eh, tadi Noona menanyakan yang lain kan? Mereka sedang menemani tamu-tamu entertainer lain," ujar Ryeowook tanpa mempedulikan kedua mempelai yang tengah saling menyuapi.
"Apa aku datang di waktu yang kurang—"
"OPPA!" Sungmin exited, yeoja itu langsung mendongak begitu mendengar suara yang sangat dikenalnya itu. "Oppa datang?" iris kelinci itu melebar, sementara dengan asal ia memberikan piringnya pada Kyuhyun. Sungmin merentangkan kedua tangannya memberi isyarat bagi Siwon untuk memeluknya karena dia sendiri terhalang oleh gaun coklat panjang pilihan Ahra.
"Mana mungkin aku melewatkan pernikahan yeosaengieku? Gyeolhon chukha deuriyeoyo chagiya, " Siwon berujar kalem dengan memberikan sebuah pelukan hangat pada Sungmin. entah sengaja atau tidak, namja itu tengah mengacuhkan sang mempelai pria. "Aa... Chagi, ada yang ingin kuperkenalkan padamu."
Sungmin melepaskan pelukannya, entah mengapa dia merasa telah menantikan moment ini sejak jauh-jauh hari. Yeoja itu pun mengintip kebalik punggung lebar Siwon dan...
"Choi Kibum imnida, selamat atas pernikahanmu Lee Sungmin," ujar namja itu lembut.
Sungmin sempat ternganga. Namja di depannya... bagaimana mendeskripsikannya ya... tampan. Chek. Manis. Chek. Cantik. Chek. Dengan rambut hitam lurus yang jatuh menyentuh kening berkulit seputih susu itu, juga bibir pink lembut yang –sebagai yeoja– Sungmin tahu tak berpoles apapun dan senyum yang.. oh Tuhan...
"Ehem.. namanya sekarang Cho Sungmin," Kyuhyun menyela, berusaha membangun eksistensinya sebagai raja di sana.
"Oumm, Sorry i'm forget—"
"Kibum-ssi? Kau Kibum-ssi? Bummie-Bummienya Wonnie Oppa?" Sungmin terlihat jauh lebih exited dari saat kemunculan Siwon tadi.
Kyuhyun mendengus kesal, meski dia tahu Siwon memang diundang oleh Sungmin, dan dia juga tahu Siwon telah menikah tapi entah kenapa dia tetap saja kesal melihat tingkan 'Sok' hangat namja itu pada istrinya. Cih! Mereka bahkan hanya mengucapkan selamat pada Sungmin saja.
"Diacuhkan ha, Magnae?"
"Jangan mengejekku, Hyung," kesal Kyuhyun dengan memakan sendiri makanan di piringnya. Sementara iris kecoklatannya menatap kesal Sungmin yang tengah mengobrol akrab dengan dua namja di depanya.
"Wookieya~ kurasa kau perlu mengenal Bummie-ah, dia bisa memberikan saran untukmu saat kau sudah menikah dengan Yesung Oppa nanti, saat ini dia tengah hamil," Sungmin berujar semangat.
"Mwo?" Ryeowook tampak berbinar.
Dan akhirnya, namja imut itu pun ikut terlibat dalam pembicaraan diatas stage pelaminan itu, meninggalkan si mempelai pria yang tengah menghancurkan makanan di piringnya dengan aura membunuh yang begitu menguar kental.
'Kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal Chagiya,' bati Evil Magnae itu.
.
.
Yeoja berambut pirang lurus itu menatap miris pada direksi di depannya. Namja yang dicintainya, namja yang selama dua puluh tahun mengisi hatinya, sahabat sejak kecil dan juga cinta pertamanya. Berdiri di sana, di atas pelaminan dengan seorang yeoja lain di sampingnya.
Demi apapun.
Kalau ada satu kesalahan yang paling disesalinya, itu adalah saat dia melepas namja itu demi sekolah musiknya di Paris. Entah kenapa, sejak dulu... sejak dia menjejakkan kakinya di Paris, dia merasa bahwa akan ada saatnya hal seperti ini datang.
Kyuhyun yang manja, Kyuhyun yang seenaknya dan Kyuhyun yang begitu iseng... akan menemukan objek lain selain dirinya. Objek untuk bergantung, objek untuk bermanja, objek yang mampu menerima segala keegoisannya, yang sanggup berbenteng dari isengnya namja berambut crully itu. Yang lebih baik dari dia.
Sejak dia meninggalkannya empat setengah tahun yang lalu, saat cahaya di mata itu melenyap ketika dia mengatakan keinginannya menetap di Paris. Saat kemarahan atas orang tuanya yang tak mengijinkannya ikut ke Paris bercampur dengan keputus asaan pada cinta yang seakan tak terbalas.
Seohyun tahu, bahwa saat itu Kyuhyun akan mendapatkan inangnya yang baru. Yang mampu melahirkan kekuatan dalam diri namja itu, yang mampu mencintainya sepenuh hati. Bukan menjadikannya nomor dua setelah musik. Seperti dirinya, dan itu adalah Lee Sung... ah... Cho Sungmin.
Seohyun berbalik, rasanya sulit, begitu sulit untuk melangkah mendekat untuk sekedar mengucapkan selamat. Seakan tengah berlomba dalam menghancurkan jantungnya sendiri jika dia melangkah lebih dekat. Rambut pirangnya berkibar pelan saat dia berjalan cepat diantara tamu-tamu lain, menaiki tangga dan berlari kecil kearah pintu keluar.
Dia menghela napasnya berat.
Lorong hotel ini terasa jauh lebih baik dari pada di dalam sana. Tempat yang sepi dan tenang dengan pendar lembut cahaya keemasan. Dia pun berjalan perlahan dalam gontai, membawa kakinya melangkah pelan. Membawa hatinya dalam perih.
Dadanya terasa sesak. Meski dia berusaha merelakannya, tapi tetap saja rasa sesak tak bisa dihindari.
Melepaskan cinta pertamanya, melepaskan kekasih pertamanya, melepaskan namja yang selama ini mengisi hatinya... begitu saja... sangat sesak.
Seohyun tak tau, kenapa dulu dia begitu yakin Kyuhyun akan menunggunya meski dalam ketidakpastian. Atau... kenapa dulu dia bisa begitu mudah meninggalkan namja itu hanya demi sebuah impian.
Dan sekarang... dia menyesal.
"Kuatlah Seo Joo Hyun! Kau tidak boleh seperti itu! Kau harus kuat!" dia bermonolog, dengan mengusap kasar air mata yang lancang membelai pipi halusnya.
"Seohyun-ya... ya! Seohyun-ya!"
Seohyun berhenti melangkah saat mendengar suara seseorang meneriakkan namanya. Secepat kilat dia membersihkan rasa basah di wajahnya dan berbalik.
"Omooo... Jung Yong Hwa Oppa?" terkejut bukan main saat mendapati seorang namja yang berlari cepat kearahnya.
Dan semakin terkejut saat namja itu tak berhenti berlari hingga menubruk tubuh kecilnya. "Aigo... aigo~ Oppa hati-hati!" yeoja itu berjengit saat tubuhnya mundur dua langkah akibat terjangan dari namja yang kini memeluknya itu.
"Aigo~ aku beruntung sekali bisa bertemu denganmu di sini, aku sempat ragu saat melihat punggungmu, untungnya aku sangat hapal punggung ini. Sedang apa kau di sini?"
"Oppa... seharusnya aku yang bertanya, sedang apa Oppa di Korea? Terakhir kuingat, Oppa bilang ingin berkarir di Paris saja," ujar Seohyun, masih membiarkan Jonghwa tetap mendekapnya.
Entah sadar atau tidak, yeoja itu tersenyum begitu tulus, tersenyum begitu puas hanya dengan mendapati keberadaan sunbaenya di Korea. Sunbae yang banyak mengajarkannya kunci-kunci klasik nada piano, atau bagaimana cara memberi goresan lembut pada kanvas di depannya. Sunbaenya yang sering mentraktirnya secangkir latte saat dia berhasil memahami ilmu seni lebih dalam.
"Aku ke Korea untuk mengejar mimpi bersamamu."
.
_TBC_
Oke! Oke! Udah Lhyn beri sedikit clue
tentang nasib Seohyun selanjutnya, dan selebihnya terserah anda... :) hahaha...
Bummie juga udah keluar... ah~
senangnya bisa ngeluarin namja yang satu ini... yah... lima belas nama Super
Junior udah keluar, tapi sayangnya Lhyn ga bisa biin scene yang nampilin
ShinPpa dan Henry-gege :'(
Tapi tolong jangan ada yang ngarepin
NC ya... chap terakhir udah Lhyn buat dan gada NC cuma ada 'sedikit' kegiatan
malam tapi 'this and that' nya ga Lhyn papar... haha...soft aja... yah, kalian
kan udah pernah baca NC buatan Lhyn... jadi bisa ngebayangin lah gimana... ga
panas ga asem.
AH! Makasih banyak buat yang kemarin
rifyu –lagi– :
kimhyena, Cho MiNa, v13kyumin,
choshikyumin, Hyeri, farchanie01, KarooMinnie, Minnie Trancy, Cho Ummu
Archuleta, siticho, melani kyuminElfsha, Cho kyumin, camelia rhapsody, HyunMing
joo, Ms. KMS, Chikyumin, Lovesungminppa, dhian kyuhae elf, Kim Soo Hyun, Kim
Nuri Shfly, Cho ndithkeyta, S-I-D-E-R, jojojooo, CloudSomniaLoveYunJae, Cho
Hyun Jin, qminhee, Ka Hime Shiseiten, imsmL, KyuLov, RAJSomniaELF, kyumin
forever, leeyoungmin, Nda Indiesetyaputry, alia choi, Suci, Shynta2124,
Diitactorlove, JungJaejoongYunJae's Daughter, Cho Kyuri Mappanyukki,
CloudsomniaElf, Evilevigne, stevhani, hana, kanaya, eunhae25, Myeolchi's wife,
ayuko0510, Mrs. KJW, MegaKyu, beibhy kyuminalways89, ernanaGyu, choi hyekyung,
min190196, AIDASUNGJIN, VainVampire, jaexi, Memey Clouds, wookppawife,
caxiebum, Chorheya, Ticia, dian april, QMingKyutes137, Matsuka99, Cho GyuMin
Lee, cha, rikha-chan, sarangchullpa92, SungMinnie, RizkaIwanda.
Jawaban Pertanyaan :
#lanjut ampe 20 chap?
A: Okhe deh.. asal janji pada rifyu ampe akhir ya... ?
A: Okhe deh.. asal janji pada rifyu ampe akhir ya... ?
# Anaknya Kyumin... Baby Yoogeun,
Sunghyun, Minhyun, kembar aja ?
A : Gyahhh Lhyn susah ngebayanginnya kalo kembar *Mian* ...Dan Lhyn pilih Baby Yoogeun Moogeun... makasih buat kalian yang udah nyaranin nama-nama itu... :)
A : Gyahhh Lhyn susah ngebayanginnya kalo kembar *Mian* ...Dan Lhyn pilih Baby Yoogeun Moogeun... makasih buat kalian yang udah nyaranin nama-nama itu... :)
# Lamaran yang bagus, itu ide Kyu ato
Member lain? Jadi inget WGM TeukSora... ?
A: Itu ide Lhyn.. yang Lhyn bisikin lewat mimpi ke Kyu *abaikan* wah... Lhyn belon nonton WMG satu episode pun! Mianhe kalo samaan... Lhyn beneran ga ngerti... *bungkuk2*
A: Itu ide Lhyn.. yang Lhyn bisikin lewat mimpi ke Kyu *abaikan* wah... Lhyn belon nonton WMG satu episode pun! Mianhe kalo samaan... Lhyn beneran ga ngerti... *bungkuk2*
# Ngarepin si SS4INA bisa kejadian
Itu... ?
A : Hiyaaa... Lhyn ga nonton... Tapi tetep ngarepi n Hal yang sama... :) Ayo KyuPpa... Doitdoitdoit! *ala Hyukie di A-cha*
A : Hiyaaa... Lhyn ga nonton... Tapi tetep ngarepi n Hal yang sama... :) Ayo KyuPpa... Doitdoitdoit! *ala Hyukie di A-cha*
# Apa ga ada Haters Min...?
Gyaaahh.. Haters Min? Anggap aja ga ada... Fans Kyu kebanyakan KyuMin pan? Hahaha... *Oi! Yang ditanya itu kondisi dalam FIC bukan REAL!* whehehehe... yah, anggap aja ga ada.. *author ga bertanggung jawab, mau gampang aja* #di bantai reader
Gyaaahh.. Haters Min? Anggap aja ga ada... Fans Kyu kebanyakan KyuMin pan? Hahaha... *Oi! Yang ditanya itu kondisi dalam FIC bukan REAL!* whehehehe... yah, anggap aja ga ada.. *author ga bertanggung jawab, mau gampang aja* #di bantai reader
# Yesung kok Ga kebagian ngomong..?
A : Waahhh Lhyn exited banget udah
ngelarin masalah YeWook makanya sempat ngelupain Yesung dalam Fic ini..
*dibantai Cloudy* Mianhe...
Cuplikan Chap terakhir :
"Ya! Jangan membentakku! Kalau
kau tidak mau masak juga tidak apa-apa, tapi jangan membentakku!" jerit
sungmin dengan suara bergetar, sedikit banyak membuat kyuhyun kaget juga dengan
reaksi yeoja ini. "Memangnya apa susahnya memasak untukku? Aku ini
istrimu, dan sedang hamil anakmu? Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi?
Arraseo, Kau sudah tidak mencintaiku la—"
"Ya! Ya! Ya!" jerit
kyuhyun, mulai frustasi melihat air mata sungmin yang mengalir. "Kau ini
bicara apa?"
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya hingga Lhyn bisa berada di titik Ini... Untuk yang Baru
rifyu... yang ngeFav ato Alert Story atopun Author...
GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa
bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_14_04_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar