AFTER ALL
Keping Delapan
.
Genre : Romance , Hurt/Comfort,
Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun,
Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim
Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin,
Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook,
the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje,
aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain
yangmembuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME,
Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari
imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun.
Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Geunyeoga geotgo isseoyo
eoddeon saramgwa dajeonghi nae gaseumeun mogeobge naeri nulryeoyo"
(she's walking away embracing another
person my chest feels like it's being crushed under a heavy weight) _In my
dream-Super Junior_
.
'Brag-brag-brag!'
Sungmin tak bisa lagi bersabar meski
sekedar untuk memencet bell pintu dorm Super Junior. Dengan
kejam, yeoja itu menggedornya. Emosinya tersulut begitu cepat dan tepat
sasaran, di titik terfatal, di titik yang paling ditakutinya.
"Minnie? Kena—" ucapan Lee
Teuk tak berlanjut karena yeoja itu telah berlari meninggalkannya begitu
pintu itu terbuka. Berlari dengan amarah yang membakar matanya menuju bagian
dalam dorm itu.
'Brag!' tak kalah kasar,
Sungmin membuka pintu kamar Kyuhyun hingga membuat namja itu melonjak
bangun dari tempat tidurnya.
"Ya! Minnie—" bahkan
sorot amarah di mata itu mampu membuat seorang Cho Kyuhyun menelan kembali kata
makiannya.
"Ada yang ingin kau jelaskan
padaku?" Sungmin berujar dengan suara bergetar menahan amarah. "Apa
itu di tanganmu?" Sungmin bertanya lagi sebelum Kyuhyun bisa menjawab saat
mata yeoja itu menangkap benda berkilau di tangan Kyuhyun.
"Minnie-ya, ada apa
denganmu?"
"Berikan benda itu," desis
Sungmin. Sungguh, rasa marah benar-benar telah membakar dadanya. Dan rasa
kecewalah yang menyulut semuanya. "BERIKAN!" dengan sentakan kasar
Sungmin merebut benda itu dari tangan Kyuhyun, tak perduli bila rantainya
menggores tangan namja itu. Membuatnya meringis perih.
Jika tadi amarah hanya membakar
dadanya , maka yang terjadi sekarang adalah rasa marah telah membakar tubuh
itu. Dengan kebencian yang terkobar perlahan dari iris kelinci yang menggelap
menatap liontin hati berukir dua buah nama... Kyuhyun & Seohyun.
"Berikan padaku Minnie,"
suara Kyuhyun terdengar membujuk. Meski sejujurnya namja itu telah
merasakan sesak yang membebat dadanya melihat sorot mata itu.
'Brugh!' alih-alih memberikan
liontin itu, Sungmin justru melempar tabloid itu tepat kewajah Kyuhyun, membuat
namja itu kembali meringis kesakitan atas ulah kasar Sungmin.
"Kau puas?" sergah Sungmin
tajam.
Mata Kyuhyun membulat menatap halaman
depan yang memuat foto 'memuakkan' itu.
"Minnie—"
"Demi aku Kyunie... tak bisakah
kau melupakan dia?" berubah seratus delapan puluh derajat, nada bicara
Sungmin kali ini, penuh permohonan. "Aku sudah cukup bersabar, tapi kau
selalu saja merusak kesabaranku dengan segala bayangannya!" dan nada
kemarahan itu kembali datang dengan cepat, secepat menghilangnya tadi.
"Kau tidak akan pernah bisa melupakannya kalau dalam hatimu sendiri kau
tidak pernah melepaskannya! Bahkan sampai detik ini aku masih bisa melihat dia
di matamu..."
"Aku berusaha Minnie, aku mohon
kembalikan kalung itu padaku."
Sungmin diam, hatinya kecut melihat
Kyu memohon demi sebuah kalung di tangannya. "Aku sakit Kyu..." lirih
yeoja itu. "...dan aku lelah," air mata itu telah menemukan
jalannya, terjatuh lurus di pipi putih Sungmin, mengikuti lekuk dagunya dan
bermuara di lantai di bawahnya.
Yeoja itu kembali diam, iris
kelinci itu menatap kearah mata kecoklatan disana. Mencari-cari.. barang
sedikit kebenaran yang bisa membuatnya tetap yakin untuk bertahan. Berharap ada
kebohongan dan semua yang terjadi saat ini hanya rekayasa skenario bagi dunia
mereka.
Tapi tak ada. Tak ada sedikitpun
celah yang bisa Sungmin dapatkan, mata itu menatapnya dalam iba. Dalam belas
kasih untuknya yang mengemis cinta. Yang tercetak di sana adalah kebenaran, ada
kisah dalam mata itu, dan dia bukanlah pelakon utamanya di sana.
Miris.
Sungmin berjalan pelan mendekati
jendela. Menyibak tirai dan membukanya, membiarkan angin malam masuk kedalam
kamar dorm yang berada di lantai dua belas. Dengan menahan getir, yeoja
itu mengangkat tangan kanannya dan melepas cincin pengikat yang setahun
belakangan terus melingkar di sana. Tanpa guna.
Yah! Tidak ada gunanya cincin itu
tetap melingkar disana, sementara hati keduanya adalah dua kesatuan yang
berbeda.
"Apa yang kau lakukan
Minnie!" bentak Kyuhyun, namja itu hendak mendekat untuk mencegah
apapun hal bodoh yang hendak sungmin lakukan. Namun dengan sebuah pandangan
tajam dari Sungmin menghentikan langkahnya yang ragu.
Dan namja itu hanya bisa
menggeleng tak setuju saat melihat cincin itu terlepas dan kini tergeletak di
telapak kanannya sementara kalung itu di tangan kirinya. Sungmin diam, berusaha
menahan air mata yang keluar tanpa isakan itu.
"Waktumu, Cho Kyuhyun. Mana yang
akan kau pilih?" ujar Sungmin sembari menyodorkan kedua tangannya.
"Aku akan membuang apa yang tersisa di tanganku, Kyuhyun... kau bebas
memilih!"
Kyuhyun menggeleng. "Jangan
lakukan itu—"
"Kau hanya perlu mengambil salah
satu benda ini!" bentak Sungmin, dengan satu isakan kecil.
Diam...
Terlalu lama...
Tatapan mereka saling bertabrakan, memohon,
menuntut dan iba. Ragu bercampur baur dengan sakit yang mendesak. Perih yang
seakan berlomba untuk menghancurkan hati keduanya, siapa yang akan roboh lebih
dulu.. sang namja.. atau si yeoja?
"Kau tidak bisa memilih
Kyu?" Sungmin bertanya sarkatis pada akhirnya, disertai sebuah dengus
mencemooh tang terlalu kentara.
Yeoja itu tertawa, hambar,
entah untuk apa. Melangkah perlahan dan mempersempit jarak diantara mereka.
Dengan gerak yang terputus isakan, Sungmin meraih tangan kanan Kyuhyun dan
meletakkan keduanya di sana. "Aku tidak akan menunggumu terlalu lama,
cukup pikirkan kemana hatimu akan pulang Kyuhyun."
.
.
Kyuhyun mematung menatap punggung
Sungmin yang bergetar keluar dari kamarnya. Apa yang akan kau lakukan bila di
posisi Kyuhyun sekarang? Mengejarnya? Jangan bodoh. Memangnya mengejar untuk
apa? Meyakinkan yeoja itu bahwa Kyuhyun tak ingin dia pergi, lalu menyakitinya
lagi saat dia kembali sadar bahwa Kyuhyun tidak benar-benar mencintainya?
Kyuhyun menyayanginya, sungguh. Rasa
sayang yang kadang kelewat batas hingga hampir membutakan. Namun sayangnya, tak
cukup kuat untuk membuat Kyuhyun melupakan cinta lain yang lebih besar di sana,
di dadanya.
Jadi, apa yang harus Kyuhyun lakukan
sekarang?
Melihat yeoja itu terluka tak
urung membuat dadanya juga berdenyut sakit. Rasa bersalah yang membludak.
"ARGH!" Kyuhyun mengerang
frustasi. Ditatapnya dua benda dalam genggamannya itu, sebuah cincin dan sebuah
liontin. Mewakili dua yeoja yang berbeda, mewakili dua rasa yang
berbeda.
'Brak!'
Kyuhyun mendongak ketika sekali lagi
pintunya terbuka paksa dan...
'Bugh!'
Sebuah pukulan keras mendarat di
rahang Kyuhyun hingga namja itu terjatuh di atas tempat tidurnya. Dia
mengerang merasakan panas dan perih di sudut bibirnya, sementara hidungnya baru
saja mencium aroma karat. Kyuhyun, meraba sudut bibirnya yang terasa asin.
Tak lama kemudian, sebuah tarikan
kuat di kerahnya menyita perhatiannya. Kyuhyun meratap iris coklat bening yang
penuh amarah itu, meski bila di bandingkan dengan amarah di mata kelinci tadi,
yang ini bukanlah apa-apa.
"Kau. Benar-benar—"
"Wookie, cukup!" tangan
lain muncul, dan memegang pergelangan tangan Ryeowook yang hampir melayang
untuk kedua kalinya.
"Jangan membelanya Hyung!"
Ryeowook berkeras, mencoba melepaskan tangan Yesung dan mempererat cengkraman
di kerah baju Kyuhyun.
"Ani, aku tidak
membelanya. Sejam lagi kami ada show, Heechul hyung akan marah besar
kalau lukanya tidak bisa ditutupi nanti," jelas Yesung dengan intonasi
yang begitu standar, seakan yang terjadi di depannya hanya sebuah perdebatan di
meja makan. Namja berkepala besar itu pun menarik Ryeowook menjauh dari
Kyuhyun dan keluar dari kamar itu dengan paksa.
Lalu Lee Teuk mendekat dengan sebuah
kantong kompres yang telah diisi es, dengan yakin sang Leader telah
menduga hal ini akan terjadi begitu Ryewook menyerobot masuk mengikuti Sungmin
tadi. Lee Teuk mendongakkan wajah dongsaengnya dan menempelkan kompres
itu perlahan, sedikit menghasilkan ringisan dari Kyuhyun.
"Apa itu di tanganmu Kyu?"
Lee Teuk bertanya pelan.
Kyuhyun menggeleng, mencoba
menyembunyikan dua benda yang tergenggam di tangan kanannya. "Bukan
apa-apa Hyung."
"Kyu... Mianhe," Lee
Teuk kembali berujar pelan, membuat Kyuhyun sedikit menunduk untuk menatap
matanya. "Kami mendengar semuanya."
Kyuhyun diam, entah mengapa dia tak
terkejut kalau para Hyungnya berusaha mencuri dengar pembiracaannya
dengan Sungmin. Melihat Kyuhyun hanya diam, hanya satu hal yang bisa Lee Teuk
simpulkan, bahwa Kyuhyun membutuhkan waktu untuk sendiri.
Namja berhati lembut itu
menyudahi kompresannya pada luka Kyuhyun, lalu sedikit memberi salep yang juga
telah dia persiapkan. Selesai dengan semuanya, dia menghela napas dan menatap dongsaengnya
dengan pandangan berat.
"Kyunie, kau harus memikirkannya
baik-baik. Jangan sampai kau menyesal nantinya," ujarnya seraya menepuk
bahu Kyuhyun lembut.
"Gomawo Teuki eomma,"
dengan anggukan pelan Kyuhyun menjawab.
Hanya butuh beberapa detik hingga Lee
Teuk keluar dan pintu kamarnya kembali tertutup. Hening dan sepi, semuanya jadi
terasa begitu tenang, terlalu tenang malah. Hingga tanpa sadar justru
menimbulkan kekhawatiran lainnya.
Kyuhyun menghela napasnya berat. Kembali
ditatapnya dua benda yang tergenggam di tangannya. Dan anehnya, dia merasa ada
sesuatu beban yang terlapas begitu iris matanya menatap kalung berliontin hati
itu.
Dia mengerjapkan mata, merasakan
perasaan lega yang entah datang dari mana menyusup pelan di dadanya. Dia...
pria bebas sekarang. Sungmin yang melepasnya kan? Bukan dia yang meninggalkan yeoja
itu.
Ada sisi hatinya yang terasa sakit
memang, tapi... tidak menutup perasaan membuncah kala menatap liontin itu.
Sebuah harapan timbul begitu besar di dadanya, harapan akan kebahagiaan yang
bisa diraihnya seperti dulu, seperti empat tahun yang lalu, sebelum yeoja
itu pergi.
Kyuhyun tersenyum tipis, bangkit dari
duduknya dan beranjak menuju lemari. Dia membuka lemari dengan sedikit tarikan
napas, menguatkan hatinya untuk bisa membuka sebuah laci di dalamnya dan...
...meletakkan cincin itu disana.
Cincin milik Sungmin, meski begitu, dia tetap memakai cincin yang melingkar di
jari manisnya. Masih tidak tahu mengapa, rasanya berat bila harus membiarkan
cincin yang telah melingkar di jarinya setahun ini terlepas begitu saja.
.
.
Sungmin berlari kecil dengan langkah
yang terseok, dengan air mata yang tumpah ruah mengalir deras dari mata
kelincinya yang memerah. Kedua tangannya bertumpuk di atas dada, mencengkram
kemeja yang dikenakannya, sesekali dengan geram dan kasar yeoja itu memukul-mukul
dadanya sendiri. Berharap rasa sakit di dalamnya akan hilang, atau sekedar
berkurang.
Isakannya terdengar tertahan di
lorong tangga menuju flatnya. Menyirim gelombang pilu di udara, menghembus
perlahan, meninggalkan jejak sakit yang tak berkurang. Lara itu masuk terlalu
jauh, mengguncangkan tubuh dan hatinya.
"Minnie-ya?" suara
bariton mengejutkan Sungmin.
Yeoja itu menengadah dan
melihat namja tinggi itu di depannya, lalu buru-buru menunduk lagi. Tak
ingin dia terlihat menangis di depan orang lain, tak ingin dia menunjukkan sisi
lemahnya di sana. Namun tanpa di duga -atau mungkin justru sesuai dugaannya- namja
itu menarik tubuh Sungmin yang bergetar ke dalam pelukannya.
"Waeyo? Gwenchanayo?
Minnie-ya..."
"Oppa... hiks...
sa-sakit... Op-pa... sakit se-kali... hiks..." gumamnya dengan
suara parau yang tercekat.
Dadanya benar-benar sakit dan sesak,
hatinya telah terluka. Tergores rasa kecewa yang begitu dalam. Sungmin
menangis, terisak dengan tubuh yang terus berguncang pelan.
"Shhh... menagislah... Chagiya,
tak perlu di tahan," ujar Siwon menenangkan dengan tangan yang terus
mengusap bahu Sungmin lembut. "Kau bisa menumpahkannya padaku, membagi
rasa sakitnya padaku, kau bisa menceritakan semuanya padaku dan setelah itu
berhentilah menangis... shhh..."
Sungmin mengangguk dengan sesegukan
keras, membenamkan kepalanya dalam-dalam di dekapan hangat itu, mencoba mencari
kenyamanan yang tak kunjung datang. Sungmin membiarkan tubuhnya melemah di
sana, bersandar sepenuhnya pada tubuh Siwon yang menyangganya, membawanya masuk
dan mendudukannya di sofa dengan masih terus memeluknya. Mengusap rambut dan
bahunya, terus mencoba menenangkan.
"Apa yang terjadi Minnie? Apa
seseorang menyakitimu?" Siwon bertanya sepelan dan sehati-hati mungkin.
Dan Sungmin mengangguk. "Dia,
meninggalkanku Oppa... aku tahu dia akan meninggalkanku..."
Perlahan yeoja itu bercerita,
menceritakan semuanya. Dari awal, hingga kisah hari ini, tak tahu apa yang
terjadi dengan dirinya, begitu saja mengeluarkan semuanya. Seakan terus
berharap dengan membagi kisah itu dia juga bisa membagi rasa sakitnya.
Hingga akhirnya yeoja itu
terlelap, sedikit pendamaian dalam mimpi yang tak tersentuh rasa sakit. Tak
peduli jika pagi menjelang dan sakit itu kembali datang.
Dan pagi memang datang, bersama
sisa-sisa ketegaran. Sungmin membuka matanya yang terasa begitu berat, dan
merasakan ada sesuatu yang telah hilang. Yeoja itu segera sadar, saat
menatap jemari manisnya yang telah polos, bahwa semua yang terjadi semalam
bukan lah mimpi.
Sungmin kembali memejamkan matanya,
mencoba menahan air mata yang kembali mendesak ingin keluar. Memijat pelipisnya
dan menarik napas dalam-dalam. Dia telah menangis semalaman, dan tak kan
menangis lagi hari ini. Karena semalam dia sudah berjanji untuk tidak menangis
lagi pada... eh?
Siwon?
Tersentak akan pemikiran pada namja
itu, Sungmin menyingkap selimutnya dan mencari-cari ponselnya. Benda pink kecil
itu ia temukan tepat di samping tempat tidurnya, lalu segera menekan sebuah
kontak dan menunggu...
'Tuuut... tuuut...'
'Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby."
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby."
Eh? Kenapa bunyi rington ponsel itu
justru terdengar dari luar kamarnya? Sungmin mematikan ponselnya, berharap yang
tadi bukanlah nada suara ponsel Siwon. Lalu, kembali menekan nomor itu.
Hal yang sama kembali terjadi, nada
dering sebuah ponsel terdengar dari luar kamarnya, membuat alis yeoja
itu bergerak merapat. Lalu kembali mematikan ponselnya, dengan perasaan sedikit
cemas, Sungmin keluar dari kamarnya dan... kecemasannya terbukti.
Ada sebuah kaki yang bersandar di
kepala sofanya. Membuat Sungmin jadi merasa sangat tidak enak saat mendapati
Siwon yang tengah tertidur di sana, di sofanya yang tak cukup panjang untuk
tubuh tinggi itu. Dan ponsel itu tergeletak manis di atas mejanya.
'Babbo Lee Sungmin! Kau
benar-benar telah merepotkan orang lain!' gerutunya sendiri dalam hati.
Sungmin berjalan mendekat dan
berjongkok di dekat wajah Siwon yang masih terlelap. Setitik perasaa haru
menghangatkan dadanya, namja itu begitu rela menemaninya dan
menghiburnya. Namja tampan berhati hangat, yang berhasil membuat Sungmin
tak merasa sendirian.
"Kenapa memandangiku seperti
itu? Aku tampan ya?" suara parau Siwon terdengar, dan wajah namja
itu yang menatapnya dengan mata yang berkedip-kedip pelan membuat Sungmin
merasakan panas di sekitar pipinya.
"Pedenya... aku hanya merasa
telah sangat merepotkanmu, dan Oppa benar-benar beruntung sekali.
Keadaan membuat Oppa jadi seperti malaikat untukku, begitu tepat waktu
ada di depan pintuku saat aku ingin di peluk."
"..."
"Hahaha... aku jadi asal
bicara... mianhe... aku mau memasak, Oppa mau apa?
"Syukurlah kau sudah lebih baik
Minnie," gumam Siwon lembut, dengan mata yang menatap hangat yeoja
itu.
"Gomawo, ini semua berkat
Oppa!"
.
.
Kyuhyun menyeka keringat tipis yang
bersarang di keningnya. Tak tau kenapa dia merasa sangat lelah hari ini,
tubuhnya juga jadi lebih sering berkeringat padahal aktifitasnya jelas berada
di ruangan ber-AC.
Dia mendengus saat melihat para hyungnya
berjalan mendahuluinya masuk kedalam ruang ganti mereka. Mereka benar-benar
berlebihan dalam menghadapi masalahnya, masalah pribadi Kyuhyun. Memang benar
Kyuhyun membutuhkan waktu untuk berpikir tenang. Tapi, bukan berarti lantas
para hyungnya jadi mengacuhkan dia seperti ini kan?
Cih! Sepertinya bukan hanya Ryeowook
yang berkeinginan menghajar dia habis-habisan.
"Magnae, ponselmu
berdering terus-terusan," kata Lee Teuk, menyadarkan dongsaengnya
dari lamunan berkesumatnya.
Kyuhyun mengangguk, lalu bergegas
mengikuti asal suara ponselnya berada. Di jaket pribadinya, ternyata. Namja
itu meraihnya dan segera meraihnya, menekan tombol 'Yes' dan
mendekatkannya ke telinga.
"CHO KYUHYUN! APA YANG KAU
LAKUKAN BABBO!" teriakan melengking Eommanya membuat Kyuhyun harus
menjauhkan benda itu dari telinganya.
"Ya! Eomma, bicaranya
biasa saja," sahut Kyuhyun kesal.
"Kau anak durhaka! Jangan
hubungi Eomma sebelum kau bisa meyakinkan Minnie! Oh, tuhan... kasihan
sekali Minnie-ku... Kyu! Kau bukan anak Eomma!"
'Tuuutt.. Tuutt.. Tuutt...'
Sambungan terputus, membuat Kyuhyun
harus membuka mulutnya dan terbengong. Ish! Eommanya masih saja suka
berlebihan. Bukannya dari dulu Eommanya lebih suka menganggap Kyuhyun
bukan anaknya?
Baru saja Kyuhyun hendak meletakkan
ponsel itu, benda itu kembali berdering. Dari nomor rumahnya lagi. Dengan agak
kesal Kyuhyun kembali memencet tombol hijau itu.
"Aku tahu aku bukan anak Eomma!"
sergah Kyuhyun segera.
"Ini Appa," ish,
kenapa malah suara dalam Appanya yang menyahut.
"Jangan terlalu dipikirkan
kata-kata Eomma, dia hanya emosi," Appanya berujar tenang,
ketenangan yang dari dulu selalu diidamkan Kyuhyun. Ketenangan yang justru
menurun lebih dominan pada noonanya Ahra, sementara dia justru mendapat
warisan sifat dominan Eommanya yang selalu labil.
"Ne, Appa."
"Kyuhyun-ah, pikirkan
baik-baik semuanya. Bukan hanya Eomma, Appa juga selalu berpikir
bahwa Sungmin adalah hal terbaik yang pernah kau dapatkan. Berpikirlah dengan
dewasa, jangan sampai kau menyesalinya kelak."
"Ne, Appa. Gomawo,"
Kyuhyun kembali menyahut dengan jawaban yang sama.
"Ne, sudah... Appa
harus menenangkan Eommamu, dia bisa membakar habis semua fotomu
Kyu."
Kyuhyun tersenyum miris setelah
sambungan itu terputus. Tak tahu kedua orang tuanya tahu dari mana, yang jelas
masalah ini akan semakin pelik bila kedua orang tuanya ikut turun tangan. Dia
menghela napasnya berat, sebelum meraih baju-baju pribadinya dan mengganti
kostum panggungnya.
Semua jadwal hari ini telah selesai.
Tak terlalu banyak, tapi membuatnya merasa begitu sangat lelah. Membuatnya
ingin sekedar bersandar dalam dekapan hangat seseorang, membuatnya berpikir
bahwa belaian di rambut caramelnya bisa membuatnya merasa sangat tenang.
Kyuhyun kembali meraih ponselnya,
hendak menekan speed dial favoritnya sebelum kemudian dia tersentak dan
sadar. Tak seharusnya dia mengharapkan belaian yang sama dari tangan itu, dan
mungkin, tangan itu juga telah enggan untuk memberikan rengkuhan hangatnya pada
tubuh Kyuhyun.
Namja itu tersenyum, senyum
yang seharusnya bisa membuatnya tampak tengah berbahagia. Tapi, sayangnya
justru rasa pahitlah yang terpancar di mata itu. Tak tahu kenapa dia merasa
begitu kurang.
'Ini hanya sementara'
batinnya. Empat tahun bersama Sungmin bukan hal yang bisa dilupakan dalam
hitungan hari. Mungkin mulai sekarang, kebiasaan-kebiasaan lamanya harus segera
di rubah dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru. Atau lebih tepat bila... kembali
ke kebiasannya yang dulu... sebelum dia bersama seorang Lee Sungmin. Namja
itu kembali tersenyum, sedikit lebih beremosi kali ini, lalu jemari panjangnya
membuka sebuah kontak di phone booknya dan menekannya...
"Yeoboseo, Seonie
ya...?"
_TBC_
Mwahahaha... Apakah Lhyn ini terlalu
Laknat? #kabur. BTW, siapa yang mau ngikut WookiePpa? Asik tuh bisa nonjok
KyuPpa... *dicincang SparKyu*
Jangan pada protes ya~ genrenya aja
Hurt/Confort, jadi harus ada konflik yang bikin nyesek kek gini. *eh,
konfliknya nyesek kan?* ngomong-ngomong, kenapa jadi banyak yang minta banyakin
SiMinnya ya... *sok ga bersalah*
Dictionary kecil buat yang kemaren
minta (Dulu juga Lhyn pernah minta kek gitu ama Author senior lho *curcol*) : Dorm
(Semacam Mesh/tempat tinggal bersama), Yeoja (Cewek), Namja (Cowok),
Hyung (panggilan kakak cowok dari seorang cowok), Ani/aniyo (Tidak),
Mian/Mianhe (Maaf -bentuk tidak formal-), Dongsaeng (Adik cowok),
Gomawo (Thaks –bentuk tidak formal-), Eomma (Mama), Appa (Papa),
Wae/Waeyo (Kenapa), Gwenchanayo (Apa baik-baik saja?),
Gwenchana (Baik-baik saja/tidak apa-apa), Oppa (panggilan kakak
cowok dari seorang cewek), Chagiya (-panggilan- Babe/Honey/sayang),
Babbo (bodoh), Magnae (Termuda dalam tim/grub), Ne (Ya),
Yeoboseo (-menjawab panggilan telepon dengan- Hallo). Semoga bisa sedikit
membantu dan semoga saja yang Lhyn maksud di atas bener)
Makasih banyak buat yang udah rifyu :
Anggik (whehe,, kalo Sad
ending sih yang ada Lhyn di kroyok nantinya, makasih dah rifyu:) Kim Hyunie
(Noh siminnya udah mule banyak pan? Tungguin aja, tar ada saatnya Kyuhyun
meledak juga kok. Makasih dah rifyu...:) MinnieGalz (Wehehe... yah
begitulah *?* nanti juga kyu nyadar kok, makasih dah rifyu ya...:) vainvampire
(Nyah... padahal bagian KyuSeonya cukup penting buat kedepannya lho... tapi
ya... gapapa lah, asal Vain-ssi ga kehilangan alurnya ya... SiMin udah mule
banyak kok, makasih dah rifyu:) Yuki (hehe, itu dibagian akhir Kyu sudah
hampir sadar kan, tapi tersesal lagi *?* ah, rifyunya membantu kok, bikin Lhyn
jadi semangat lanjut. Makasih dah rifyu:) Thania Lee (Nyaha... Kyu emang
Lhyn bikin 'sedikit' labil disini, Shhh jangan marah ama Kyuppa ya... Kyuppa
anak baik kok... makasih chingu udah mau rifyu:) Kyuminliz92(Waha..
nanti ada lho saat kyu ngomong 'Aku telah mati tanpa perlu bunuh diri' ke Minnie
*spoiler* pasti puas deh... makasih udah rifyu:) nam seulmi (Hadeh...
KyuMin di pisahin dulu deh... buat sementara aja kok ya? Makasih dah riyu...:) E.L.F
(Hehe... udah Lhyn buat ngamuk tuh! Meski gada barang pecah sih... makasih
udah rifyu:) Hana (Waahhaa... makasih2, Lhyn selalu seneng kalo ada yang
sakit kalo baca fic Lhyn *diVoodoo* iya, chap 9 di tunggu aja ya Eonni, di
akhir chap ini juga Kyu agak kesetrum dikit tuh, makasih dah rifyu..:) AIDASUNGJIN
(Engga kok babe... sungmin ga hamil... Husshhh udah cup cup jangan nangis.. nih
sapu tangan, Lhyn colong dari saku Wonppa lho. Makasih dah rifyu ya..:) Takara-hoshi
(Wah.. niatnya mau apdet kemaren, tapi FFn eror, jadinya nunggu FFn waras lagi
deh. Makasih dah rifyu:) Ka Hime Shiseiten (Annyeong Ka salam kenal,
walcom di kotak rifyu Lhyn.. makasih udah bela-belain baca Fic Lhyn. Typonya
mohon di maklumin ya, Lhyn udah usaha profread sebelum publis kok... makasih
dah rifyu ya...:) Dian (Iya, bentar lagi... chap depan juga bakal
sedikit keliatan cemburunya si Kyu itu... makasih dah rifyu:) Fatthkyu
(Yap! Lanjut, makasih dah rifyu..:) Saira Suju (Ini cepet kan? Makasihd
ah rifyu...:) E.L.F (Haha, tenang aja.. siksaan dari Lhyn pasti bikin
sakit kok *grin* makasih dah rifyu..:) Hyeri (Ga lama lagi kok... sabar
ya... makasih dah rifyu:) Meiryu (Nama chingu ga asing deh.. Apa Chingu
juga berkeliaran *?* di Naruto -KakaSaku khususnya-?. Mwah, NC SiMin udah Lhyn
apus... Maaf... *bungkuk2* soal balas dendam tenang aja.. Lhyn punya banyak
cara kok *nyolong evil smirk dari Kyu*. Makasih dah rifyu:) Putputritri
(SiMin jadian? Liat aja tar ya... bakal ada kejutan di pait SiMin kok...
Makasih semangatnya Chingu~ makasih dah rifyu Chingu~:) Cho Hyun Jin
(hehe, Iya emang banyak yang sama.. tadinya Lhyn kira mata Lhyn yang udah
jereng . iya ga banyak moment KyuSeo kok.. Cuma dikit tapi cukup penting lho,
sabar ya Chingu... makasih dah rifyu..:) Mrs. KJW (Waaa... masa di
tonjokin semua castnya... waduh, kesian juru make upnya donk... *ikut di
tonjok* wahh chapnya bakal banyak lho.. sekitar 20an... sabar ya bacanya...
makasih dah rifyu:) Bunnie Minnie (Wahhh kenapa jadi pindah haluan?
*salahmu!* makasih ya dah rifyu:) Namikaze Malfoy (EA... Kyu
ditendangnya kerumah Lhyn aja gimana? *dideathglare SparKyu* Wonppa itu sangat
menerima Minnie oppa kok.. makasihd ah rifyu:) Eunhae25 (Haha.. satu
lagi yang berubah haluan.. wkwk... bener nih lebih setuju SiMin, nanti Lhyn
pertimbangin Lho... Makasih dah rifyu:) Kin Min Hyun (Woo.. Noona-nya
Oppa juga ikut baca? Chap ini puncak dari semuanya Lho Ppa.. Aduh, Typo-nya
emang banyak banget kemarin, abis pas Lhyn edit malah Ffnnya ga nyimpen gegara
error.. akhirnya chap tu Lhyn biarin ampe pas publis ini baru Lhyn edit.
makasih dah rifyu Oppa..:) nupi ELF VIP (Wehehe.. Lhyn pikir juga fic
ini terlalu kelamaan klimaksnya... abis susah buat ngebangun perasaan para
castnya.. maklumin ya karna Lhyn baru disini. makasih dah riyu ya..:) Evilaegyeo
(Ga banyak kok KyuSeonya, Lhyn bikin seperlunya aja buat eksplor felling Kyu
aja... makasih dah rifyu:) SungMinnie (Kalo ga salah disini terakhir
MinniPpa nangis karna Kyu deh.. chap 12 malah Kyu yang nagis karna Minnie.. di
usahain apdet kilat kok, makasihd ah rifyu:) KyuJummhatters (Cobalah
mengerti perasaan Kyu *apasih?* kyukan juga emang lagi bimbang*mule ga jelas*
jadi maafin Kyu.. jangan benci Kyu *nahlo gila kambuh* malasih dah rifyu..:) Evilevigne
(Yap! Tenang aja, Lhyn juga pengennya Kyu lebih sakit kok... makasih pujiannya
Chingu... Umur? Pokoknya udah cukup umur buat bikin akun FFn kok *dihajar* makasih
dah rifyu:) Evilkyu Vee (Makasih sarannya, Lhyn jalanin deh... mudah2n
bisa membantu.. makasih udah mau baca Fic Lhyn, makasih udah rifyu..:) Melani
Kyuminelf (Haha.. tar Kyu kena getahnya sendiri kok... Haha.. sejujurnya,
menurut Lhyn Minnie emang lebih baik sih... gag tau tuh kenapa si Kyu bisa kek
gitu banget *disate Kyu* makasih dah rifyu:) Soldier of Light (Tau ga
Eonni *gaklah* Lhyn juga waktu ngetik kata kramat itu hapus-ketik berulang kali
lho.. ga yakin bikin KyuPpa ngomong gitu juga sih... tapi ya tuntutan peran
*maksudlo?* makasih dah rifyu...:) Ikkimasu (Ga telat kok Chingu..
Yah... bagai di dera samudralah pokoknya... Minnie aja mpe ngamiuk gitu...
makasih dah rifyu Chingu:) KyuLie Minnie (Yap! Nanti Kyu Lhyn bikin sadar
kok... wkwk... Lhyn jadi kesian ama Kyu yang dikutuk banyak reader... makasih
dah rifyu ya...:)
Next Chap : Ryewook memulai aksi
sebagai comblang untuk Siwon dan Sungmin. Siwon dan Sungmin datang ke perayaan
kepulangan Ahra...
"Apa... hubunganmu dengan
Kyuhyunie?"
"Ani, Aku dan Kyuhyun... tidak
ada hubungan apapun. Kami hanya berteman, saat di senior high school Kyunie
adalah dongsaengku,"
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk
semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karna hanya Rifyu yang bisa
bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
_17_02_2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar