Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Delapan


AFTER ALL
Keping Delapan
.
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yangmembuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Geunyeoga geotgo isseoyo eoddeon saramgwa dajeonghi nae gaseumeun mogeobge naeri nulryeoyo"
(she's walking away embracing another person my chest feels like it's being crushed under a heavy weight) _In my dream-Super Junior_
.
'Brag-brag-brag!'
Sungmin tak bisa lagi bersabar meski sekedar untuk memencet bell pintu dorm Super Junior. Dengan kejam, yeoja itu menggedornya. Emosinya tersulut begitu cepat dan tepat sasaran, di titik terfatal, di titik yang paling ditakutinya.
"Minnie? Kena—" ucapan Lee Teuk tak berlanjut karena yeoja itu telah berlari meninggalkannya begitu pintu itu terbuka. Berlari dengan amarah yang membakar matanya menuju bagian dalam dorm itu.
'Brag!' tak kalah kasar, Sungmin membuka pintu kamar Kyuhyun hingga membuat namja itu melonjak bangun dari tempat tidurnya.
"Ya! Minnie—" bahkan sorot amarah di mata itu mampu membuat seorang Cho Kyuhyun menelan kembali kata makiannya.
"Ada yang ingin kau jelaskan padaku?" Sungmin berujar dengan suara bergetar menahan amarah. "Apa itu di tanganmu?" Sungmin bertanya lagi sebelum Kyuhyun bisa menjawab saat mata yeoja itu menangkap benda berkilau di tangan Kyuhyun.
"Minnie-ya, ada apa denganmu?"
"Berikan benda itu," desis Sungmin. Sungguh, rasa marah benar-benar telah membakar dadanya. Dan rasa kecewalah yang menyulut semuanya. "BERIKAN!" dengan sentakan kasar Sungmin merebut benda itu dari tangan Kyuhyun, tak perduli bila rantainya menggores tangan namja itu. Membuatnya meringis perih.
Jika tadi amarah hanya membakar dadanya , maka yang terjadi sekarang adalah rasa marah telah membakar tubuh itu. Dengan kebencian yang terkobar perlahan dari iris kelinci yang menggelap menatap liontin hati berukir dua buah nama... Kyuhyun & Seohyun.
"Berikan padaku Minnie," suara Kyuhyun terdengar membujuk. Meski sejujurnya namja itu telah merasakan sesak yang membebat dadanya melihat sorot mata itu.
'Brugh!' alih-alih memberikan liontin itu, Sungmin justru melempar tabloid itu tepat kewajah Kyuhyun, membuat namja itu kembali meringis kesakitan atas ulah kasar Sungmin.
"Kau puas?" sergah Sungmin tajam.
Mata Kyuhyun membulat menatap halaman depan yang memuat foto 'memuakkan' itu.
"Minnie—"
"Demi aku Kyunie... tak bisakah kau melupakan dia?" berubah seratus delapan puluh derajat, nada bicara Sungmin kali ini, penuh permohonan. "Aku sudah cukup bersabar, tapi kau selalu saja merusak kesabaranku dengan segala bayangannya!" dan nada kemarahan itu kembali datang dengan cepat, secepat menghilangnya tadi. "Kau tidak akan pernah bisa melupakannya kalau dalam hatimu sendiri kau tidak pernah melepaskannya! Bahkan sampai detik ini aku masih bisa melihat dia di matamu..."
"Aku berusaha Minnie, aku mohon kembalikan kalung itu padaku."
Sungmin diam, hatinya kecut melihat Kyu memohon demi sebuah kalung di tangannya. "Aku sakit Kyu..." lirih yeoja itu. "...dan aku lelah," air mata itu telah menemukan jalannya, terjatuh lurus di pipi putih Sungmin, mengikuti lekuk dagunya dan bermuara di lantai di bawahnya.
Yeoja itu kembali diam, iris kelinci itu menatap kearah mata kecoklatan disana. Mencari-cari.. barang sedikit kebenaran yang bisa membuatnya tetap yakin untuk bertahan. Berharap ada kebohongan dan semua yang terjadi saat ini hanya rekayasa skenario bagi dunia mereka.
Tapi tak ada. Tak ada sedikitpun celah yang bisa Sungmin dapatkan, mata itu menatapnya dalam iba. Dalam belas kasih untuknya yang mengemis cinta. Yang tercetak di sana adalah kebenaran, ada kisah dalam mata itu, dan dia bukanlah pelakon utamanya di sana.
Miris.
Sungmin berjalan pelan mendekati jendela. Menyibak tirai dan membukanya, membiarkan angin malam masuk kedalam kamar dorm yang berada di lantai dua belas. Dengan menahan getir, yeoja itu mengangkat tangan kanannya dan melepas cincin pengikat yang setahun belakangan terus melingkar di sana. Tanpa guna.
Yah! Tidak ada gunanya cincin itu tetap melingkar disana, sementara hati keduanya adalah dua kesatuan yang berbeda.
"Apa yang kau lakukan Minnie!" bentak Kyuhyun, namja itu hendak mendekat untuk mencegah apapun hal bodoh yang hendak sungmin lakukan. Namun dengan sebuah pandangan tajam dari Sungmin menghentikan langkahnya yang ragu.
Dan namja itu hanya bisa menggeleng tak setuju saat melihat cincin itu terlepas dan kini tergeletak di telapak kanannya sementara kalung itu di tangan kirinya. Sungmin diam, berusaha menahan air mata yang keluar tanpa isakan itu.
"Waktumu, Cho Kyuhyun. Mana yang akan kau pilih?" ujar Sungmin sembari menyodorkan kedua tangannya. "Aku akan membuang apa yang tersisa di tanganku, Kyuhyun... kau bebas memilih!"
Kyuhyun menggeleng. "Jangan lakukan itu—"
"Kau hanya perlu mengambil salah satu benda ini!" bentak Sungmin, dengan satu isakan kecil.
Diam...
Terlalu lama...
Tatapan mereka saling bertabrakan, memohon, menuntut dan iba. Ragu bercampur baur dengan sakit yang mendesak. Perih yang seakan berlomba untuk menghancurkan hati keduanya, siapa yang akan roboh lebih dulu.. sang namja.. atau si yeoja?
"Kau tidak bisa memilih Kyu?" Sungmin bertanya sarkatis pada akhirnya, disertai sebuah dengus mencemooh tang terlalu kentara.
Yeoja itu tertawa, hambar, entah untuk apa. Melangkah perlahan dan mempersempit jarak diantara mereka. Dengan gerak yang terputus isakan, Sungmin meraih tangan kanan Kyuhyun dan meletakkan keduanya di sana. "Aku tidak akan menunggumu terlalu lama, cukup pikirkan kemana hatimu akan pulang Kyuhyun."
.
.
Kyuhyun mematung menatap punggung Sungmin yang bergetar keluar dari kamarnya. Apa yang akan kau lakukan bila di posisi Kyuhyun sekarang? Mengejarnya? Jangan bodoh. Memangnya mengejar untuk apa? Meyakinkan yeoja itu bahwa Kyuhyun tak ingin dia pergi, lalu menyakitinya lagi saat dia kembali sadar bahwa Kyuhyun tidak benar-benar mencintainya?
Kyuhyun menyayanginya, sungguh. Rasa sayang yang kadang kelewat batas hingga hampir membutakan. Namun sayangnya, tak cukup kuat untuk membuat Kyuhyun melupakan cinta lain yang lebih besar di sana, di dadanya.
Jadi, apa yang harus Kyuhyun lakukan sekarang?
Melihat yeoja itu terluka tak urung membuat dadanya juga berdenyut sakit. Rasa bersalah yang membludak.
"ARGH!" Kyuhyun mengerang frustasi. Ditatapnya dua benda dalam genggamannya itu, sebuah cincin dan sebuah liontin. Mewakili dua yeoja yang berbeda, mewakili dua rasa yang berbeda.
'Brak!'
Kyuhyun mendongak ketika sekali lagi pintunya terbuka paksa dan...
'Bugh!'
Sebuah pukulan keras mendarat di rahang Kyuhyun hingga namja itu terjatuh di atas tempat tidurnya. Dia mengerang merasakan panas dan perih di sudut bibirnya, sementara hidungnya baru saja mencium aroma karat. Kyuhyun, meraba sudut bibirnya yang terasa asin.
Tak lama kemudian, sebuah tarikan kuat di kerahnya menyita perhatiannya. Kyuhyun meratap iris coklat bening yang penuh amarah itu, meski bila di bandingkan dengan amarah di mata kelinci tadi, yang ini bukanlah apa-apa.
"Kau. Benar-benar—"
"Wookie, cukup!" tangan lain muncul, dan memegang pergelangan tangan Ryeowook yang hampir melayang untuk kedua kalinya.
"Jangan membelanya Hyung!" Ryeowook berkeras, mencoba melepaskan tangan Yesung dan mempererat cengkraman di kerah baju Kyuhyun.
"Ani, aku tidak membelanya. Sejam lagi kami ada show, Heechul hyung akan marah besar kalau lukanya tidak bisa ditutupi nanti," jelas Yesung dengan intonasi yang begitu standar, seakan yang terjadi di depannya hanya sebuah perdebatan di meja makan. Namja berkepala besar itu pun menarik Ryeowook menjauh dari Kyuhyun dan keluar dari kamar itu dengan paksa.
Lalu Lee Teuk mendekat dengan sebuah kantong kompres yang telah diisi es, dengan yakin sang Leader telah menduga hal ini akan terjadi begitu Ryewook menyerobot masuk mengikuti Sungmin tadi. Lee Teuk mendongakkan wajah dongsaengnya dan menempelkan kompres itu perlahan, sedikit menghasilkan ringisan dari Kyuhyun.
"Apa itu di tanganmu Kyu?" Lee Teuk bertanya pelan.
Kyuhyun menggeleng, mencoba menyembunyikan dua benda yang tergenggam di tangan kanannya. "Bukan apa-apa Hyung."
"Kyu... Mianhe," Lee Teuk kembali berujar pelan, membuat Kyuhyun sedikit menunduk untuk menatap matanya. "Kami mendengar semuanya."
Kyuhyun diam, entah mengapa dia tak terkejut kalau para Hyungnya berusaha mencuri dengar pembiracaannya dengan Sungmin. Melihat Kyuhyun hanya diam, hanya satu hal yang bisa Lee Teuk simpulkan, bahwa Kyuhyun membutuhkan waktu untuk sendiri.
Namja berhati lembut itu menyudahi kompresannya pada luka Kyuhyun, lalu sedikit memberi salep yang juga telah dia persiapkan. Selesai dengan semuanya, dia menghela napas dan menatap dongsaengnya dengan pandangan berat.
"Kyunie, kau harus memikirkannya baik-baik. Jangan sampai kau menyesal nantinya," ujarnya seraya menepuk bahu Kyuhyun lembut.
"Gomawo Teuki eomma," dengan anggukan pelan Kyuhyun menjawab.
Hanya butuh beberapa detik hingga Lee Teuk keluar dan pintu kamarnya kembali tertutup. Hening dan sepi, semuanya jadi terasa begitu tenang, terlalu tenang malah. Hingga tanpa sadar justru menimbulkan kekhawatiran lainnya.
Kyuhyun menghela napasnya berat. Kembali ditatapnya dua benda yang tergenggam di tangannya. Dan anehnya, dia merasa ada sesuatu beban yang terlapas begitu iris matanya menatap kalung berliontin hati itu.
Dia mengerjapkan mata, merasakan perasaan lega yang entah datang dari mana menyusup pelan di dadanya. Dia... pria bebas sekarang. Sungmin yang melepasnya kan? Bukan dia yang meninggalkan yeoja itu.
Ada sisi hatinya yang terasa sakit memang, tapi... tidak menutup perasaan membuncah kala menatap liontin itu. Sebuah harapan timbul begitu besar di dadanya, harapan akan kebahagiaan yang bisa diraihnya seperti dulu, seperti empat tahun yang lalu, sebelum yeoja itu pergi.
Kyuhyun tersenyum tipis, bangkit dari duduknya dan beranjak menuju lemari. Dia membuka lemari dengan sedikit tarikan napas, menguatkan hatinya untuk bisa membuka sebuah laci di dalamnya dan...
...meletakkan cincin itu disana. Cincin milik Sungmin, meski begitu, dia tetap memakai cincin yang melingkar di jari manisnya. Masih tidak tahu mengapa, rasanya berat bila harus membiarkan cincin yang telah melingkar di jarinya setahun ini terlepas begitu saja.
.
.
Sungmin berlari kecil dengan langkah yang terseok, dengan air mata yang tumpah ruah mengalir deras dari mata kelincinya yang memerah. Kedua tangannya bertumpuk di atas dada, mencengkram kemeja yang dikenakannya, sesekali dengan geram dan kasar yeoja itu memukul-mukul dadanya sendiri. Berharap rasa sakit di dalamnya akan hilang, atau sekedar berkurang.
Isakannya terdengar tertahan di lorong tangga menuju flatnya. Menyirim gelombang pilu di udara, menghembus perlahan, meninggalkan jejak sakit yang tak berkurang. Lara itu masuk terlalu jauh, mengguncangkan tubuh dan hatinya.
"Minnie-ya?" suara bariton mengejutkan Sungmin.
Yeoja itu menengadah dan melihat namja tinggi itu di depannya, lalu buru-buru menunduk lagi. Tak ingin dia terlihat menangis di depan orang lain, tak ingin dia menunjukkan sisi lemahnya di sana. Namun tanpa di duga -atau mungkin justru sesuai dugaannya- namja itu menarik tubuh Sungmin yang bergetar ke dalam pelukannya.
"Waeyo? Gwenchanayo? Minnie-ya..."
"Oppa... hiks... sa-sakit... Op-pa... sakit se-kali... hiks..." gumamnya dengan suara parau yang tercekat.
Dadanya benar-benar sakit dan sesak, hatinya telah terluka. Tergores rasa kecewa yang begitu dalam. Sungmin menangis, terisak dengan tubuh yang terus berguncang pelan.
"Shhh... menagislah... Chagiya, tak perlu di tahan," ujar Siwon menenangkan dengan tangan yang terus mengusap bahu Sungmin lembut. "Kau bisa menumpahkannya padaku, membagi rasa sakitnya padaku, kau bisa menceritakan semuanya padaku dan setelah itu berhentilah menangis... shhh..."
Sungmin mengangguk dengan sesegukan keras, membenamkan kepalanya dalam-dalam di dekapan hangat itu, mencoba mencari kenyamanan yang tak kunjung datang. Sungmin membiarkan tubuhnya melemah di sana, bersandar sepenuhnya pada tubuh Siwon yang menyangganya, membawanya masuk dan mendudukannya di sofa dengan masih terus memeluknya. Mengusap rambut dan bahunya, terus mencoba menenangkan.
"Apa yang terjadi Minnie? Apa seseorang menyakitimu?" Siwon bertanya sepelan dan sehati-hati mungkin.
Dan Sungmin mengangguk. "Dia, meninggalkanku Oppa... aku tahu dia akan meninggalkanku..."
Perlahan yeoja itu bercerita, menceritakan semuanya. Dari awal, hingga kisah hari ini, tak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, begitu saja mengeluarkan semuanya. Seakan terus berharap dengan membagi kisah itu dia juga bisa membagi rasa sakitnya.
Hingga akhirnya yeoja itu terlelap, sedikit pendamaian dalam mimpi yang tak tersentuh rasa sakit. Tak peduli jika pagi menjelang dan sakit itu kembali datang.
Dan pagi memang datang, bersama sisa-sisa ketegaran. Sungmin membuka matanya yang terasa begitu berat, dan merasakan ada sesuatu yang telah hilang. Yeoja itu segera sadar, saat menatap jemari manisnya yang telah polos, bahwa semua yang terjadi semalam bukan lah mimpi.
Sungmin kembali memejamkan matanya, mencoba menahan air mata yang kembali mendesak ingin keluar. Memijat pelipisnya dan menarik napas dalam-dalam. Dia telah menangis semalaman, dan tak kan menangis lagi hari ini. Karena semalam dia sudah berjanji untuk tidak menangis lagi pada... eh?
Siwon?
Tersentak akan pemikiran pada namja itu, Sungmin menyingkap selimutnya dan mencari-cari ponselnya. Benda pink kecil itu ia temukan tepat di samping tempat tidurnya, lalu segera menekan sebuah kontak dan menunggu...
'Tuuut... tuuut...'
'Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby."
Eh? Kenapa bunyi rington ponsel itu justru terdengar dari luar kamarnya? Sungmin mematikan ponselnya, berharap yang tadi bukanlah nada suara ponsel Siwon. Lalu, kembali menekan nomor itu.
Hal yang sama kembali terjadi, nada dering sebuah ponsel terdengar dari luar kamarnya, membuat alis yeoja itu bergerak merapat. Lalu kembali mematikan ponselnya, dengan perasaan sedikit cemas, Sungmin keluar dari kamarnya dan... kecemasannya terbukti.
Ada sebuah kaki yang bersandar di kepala sofanya. Membuat Sungmin jadi merasa sangat tidak enak saat mendapati Siwon yang tengah tertidur di sana, di sofanya yang tak cukup panjang untuk tubuh tinggi itu. Dan ponsel itu tergeletak manis di atas mejanya.
'Babbo Lee Sungmin! Kau benar-benar telah merepotkan orang lain!' gerutunya sendiri dalam hati.
Sungmin berjalan mendekat dan berjongkok di dekat wajah Siwon yang masih terlelap. Setitik perasaa haru menghangatkan dadanya, namja itu begitu rela menemaninya dan menghiburnya. Namja tampan berhati hangat, yang berhasil membuat Sungmin tak merasa sendirian.
"Kenapa memandangiku seperti itu? Aku tampan ya?" suara parau Siwon terdengar, dan wajah namja itu yang menatapnya dengan mata yang berkedip-kedip pelan membuat Sungmin merasakan panas di sekitar pipinya.
"Pedenya... aku hanya merasa telah sangat merepotkanmu, dan Oppa benar-benar beruntung sekali. Keadaan membuat Oppa jadi seperti malaikat untukku, begitu tepat waktu ada di depan pintuku saat aku ingin di peluk."
"..."
"Hahaha... aku jadi asal bicara... mianhe... aku mau memasak, Oppa mau apa?
"Syukurlah kau sudah lebih baik Minnie," gumam Siwon lembut, dengan mata yang menatap hangat yeoja itu.
"Gomawo, ini semua berkat Oppa!"
.
.
Kyuhyun menyeka keringat tipis yang bersarang di keningnya. Tak tau kenapa dia merasa sangat lelah hari ini, tubuhnya juga jadi lebih sering berkeringat padahal aktifitasnya jelas berada di ruangan ber-AC.
Dia mendengus saat melihat para hyungnya berjalan mendahuluinya masuk kedalam ruang ganti mereka. Mereka benar-benar berlebihan dalam menghadapi masalahnya, masalah pribadi Kyuhyun. Memang benar Kyuhyun membutuhkan waktu untuk berpikir tenang. Tapi, bukan berarti lantas para hyungnya jadi mengacuhkan dia seperti ini kan?
Cih! Sepertinya bukan hanya Ryeowook yang berkeinginan menghajar dia habis-habisan.
"Magnae, ponselmu berdering terus-terusan," kata Lee Teuk, menyadarkan dongsaengnya dari lamunan berkesumatnya.
Kyuhyun mengangguk, lalu bergegas mengikuti asal suara ponselnya berada. Di jaket pribadinya, ternyata. Namja itu meraihnya dan segera meraihnya, menekan tombol 'Yes' dan mendekatkannya ke telinga.
"CHO KYUHYUN! APA YANG KAU LAKUKAN BABBO!" teriakan melengking Eommanya membuat Kyuhyun harus menjauhkan benda itu dari telinganya.
"Ya! Eomma, bicaranya biasa saja," sahut Kyuhyun kesal.
"Kau anak durhaka! Jangan hubungi Eomma sebelum kau bisa meyakinkan Minnie! Oh, tuhan... kasihan sekali Minnie-ku... Kyu! Kau bukan anak Eomma!"
'Tuuutt.. Tuutt.. Tuutt...'
Sambungan terputus, membuat Kyuhyun harus membuka mulutnya dan terbengong. Ish! Eommanya masih saja suka berlebihan. Bukannya dari dulu Eommanya lebih suka menganggap Kyuhyun bukan anaknya?
Baru saja Kyuhyun hendak meletakkan ponsel itu, benda itu kembali berdering. Dari nomor rumahnya lagi. Dengan agak kesal Kyuhyun kembali memencet tombol hijau itu.
"Aku tahu aku bukan anak Eomma!" sergah Kyuhyun segera.
"Ini Appa," ish, kenapa malah suara dalam Appanya yang menyahut.
"Jangan terlalu dipikirkan kata-kata Eomma, dia hanya emosi," Appanya berujar tenang, ketenangan yang dari dulu selalu diidamkan Kyuhyun. Ketenangan yang justru menurun lebih dominan pada noonanya Ahra, sementara dia justru mendapat warisan sifat dominan Eommanya yang selalu labil.
"Ne, Appa."
"Kyuhyun-ah, pikirkan baik-baik semuanya. Bukan hanya Eomma, Appa juga selalu berpikir bahwa Sungmin adalah hal terbaik yang pernah kau dapatkan. Berpikirlah dengan dewasa, jangan sampai kau menyesalinya kelak."
"Ne, Appa. Gomawo," Kyuhyun kembali menyahut dengan jawaban yang sama.
"Ne, sudah... Appa harus menenangkan Eommamu, dia bisa membakar habis semua fotomu Kyu."
Kyuhyun tersenyum miris setelah sambungan itu terputus. Tak tahu kedua orang tuanya tahu dari mana, yang jelas masalah ini akan semakin pelik bila kedua orang tuanya ikut turun tangan. Dia menghela napasnya berat, sebelum meraih baju-baju pribadinya dan mengganti kostum panggungnya.
Semua jadwal hari ini telah selesai. Tak terlalu banyak, tapi membuatnya merasa begitu sangat lelah. Membuatnya ingin sekedar bersandar dalam dekapan hangat seseorang, membuatnya berpikir bahwa belaian di rambut caramelnya bisa membuatnya merasa sangat tenang.
Kyuhyun kembali meraih ponselnya, hendak menekan speed dial favoritnya sebelum kemudian dia tersentak dan sadar. Tak seharusnya dia mengharapkan belaian yang sama dari tangan itu, dan mungkin, tangan itu juga telah enggan untuk memberikan rengkuhan hangatnya pada tubuh Kyuhyun.
Namja itu tersenyum, senyum yang seharusnya bisa membuatnya tampak tengah berbahagia. Tapi, sayangnya justru rasa pahitlah yang terpancar di mata itu. Tak tahu kenapa dia merasa begitu kurang.
'Ini hanya sementara' batinnya. Empat tahun bersama Sungmin bukan hal yang bisa dilupakan dalam hitungan hari. Mungkin mulai sekarang, kebiasaan-kebiasaan lamanya harus segera di rubah dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru. Atau lebih tepat bila... kembali ke kebiasannya yang dulu... sebelum dia bersama seorang Lee Sungmin. Namja itu kembali tersenyum, sedikit lebih beremosi kali ini, lalu jemari panjangnya membuka sebuah kontak di phone booknya dan menekannya...
"Yeoboseo, Seonie ya...?"
_TBC_
Mwahahaha... Apakah Lhyn ini terlalu Laknat? #kabur. BTW, siapa yang mau ngikut WookiePpa? Asik tuh bisa nonjok KyuPpa... *dicincang SparKyu*
Jangan pada protes ya~ genrenya aja Hurt/Confort, jadi harus ada konflik yang bikin nyesek kek gini. *eh, konfliknya nyesek kan?* ngomong-ngomong, kenapa jadi banyak yang minta banyakin SiMinnya ya... *sok ga bersalah*
Dictionary kecil buat yang kemaren minta (Dulu juga Lhyn pernah minta kek gitu ama Author senior lho *curcol*) : Dorm (Semacam Mesh/tempat tinggal bersama), Yeoja (Cewek), Namja (Cowok), Hyung (panggilan kakak cowok dari seorang cowok), Ani/aniyo (Tidak), Mian/Mianhe (Maaf -bentuk tidak formal-), Dongsaeng (Adik cowok), Gomawo (Thaks –bentuk tidak formal-), Eomma (Mama), Appa (Papa), Wae/Waeyo (Kenapa), Gwenchanayo (Apa baik-baik saja?), Gwenchana (Baik-baik saja/tidak apa-apa), Oppa (panggilan kakak cowok dari seorang cewek), Chagiya (-panggilan- Babe/Honey/sayang), Babbo (bodoh), Magnae (Termuda dalam tim/grub), Ne (Ya), Yeoboseo (-menjawab panggilan telepon dengan- Hallo). Semoga bisa sedikit membantu dan semoga saja yang Lhyn maksud di atas bener)
Makasih banyak buat yang udah rifyu :
Anggik (whehe,, kalo Sad ending sih yang ada Lhyn di kroyok nantinya, makasih dah rifyu:) Kim Hyunie (Noh siminnya udah mule banyak pan? Tungguin aja, tar ada saatnya Kyuhyun meledak juga kok. Makasih dah rifyu...:) MinnieGalz (Wehehe... yah begitulah *?* nanti juga kyu nyadar kok, makasih dah rifyu ya...:) vainvampire (Nyah... padahal bagian KyuSeonya cukup penting buat kedepannya lho... tapi ya... gapapa lah, asal Vain-ssi ga kehilangan alurnya ya... SiMin udah mule banyak kok, makasih dah rifyu:) Yuki (hehe, itu dibagian akhir Kyu sudah hampir sadar kan, tapi tersesal lagi *?* ah, rifyunya membantu kok, bikin Lhyn jadi semangat lanjut. Makasih dah rifyu:) Thania Lee (Nyaha... Kyu emang Lhyn bikin 'sedikit' labil disini, Shhh jangan marah ama Kyuppa ya... Kyuppa anak baik kok... makasih chingu udah mau rifyu:) Kyuminliz92(Waha.. nanti ada lho saat kyu ngomong 'Aku telah mati tanpa perlu bunuh diri' ke Minnie *spoiler* pasti puas deh... makasih udah rifyu:) nam seulmi (Hadeh... KyuMin di pisahin dulu deh... buat sementara aja kok ya? Makasih dah riyu...:) E.L.F (Hehe... udah Lhyn buat ngamuk tuh! Meski gada barang pecah sih... makasih udah rifyu:) Hana (Waahhaa... makasih2, Lhyn selalu seneng kalo ada yang sakit kalo baca fic Lhyn *diVoodoo* iya, chap 9 di tunggu aja ya Eonni, di akhir chap ini juga Kyu agak kesetrum dikit tuh, makasih dah rifyu..:) AIDASUNGJIN (Engga kok babe... sungmin ga hamil... Husshhh udah cup cup jangan nangis.. nih sapu tangan, Lhyn colong dari saku Wonppa lho. Makasih dah rifyu ya..:) Takara-hoshi (Wah.. niatnya mau apdet kemaren, tapi FFn eror, jadinya nunggu FFn waras lagi deh. Makasih dah rifyu:) Ka Hime Shiseiten (Annyeong Ka salam kenal, walcom di kotak rifyu Lhyn.. makasih udah bela-belain baca Fic Lhyn. Typonya mohon di maklumin ya, Lhyn udah usaha profread sebelum publis kok... makasih dah rifyu ya...:) Dian (Iya, bentar lagi... chap depan juga bakal sedikit keliatan cemburunya si Kyu itu... makasih dah rifyu:) Fatthkyu (Yap! Lanjut, makasih dah rifyu..:) Saira Suju (Ini cepet kan? Makasihd ah rifyu...:) E.L.F (Haha, tenang aja.. siksaan dari Lhyn pasti bikin sakit kok *grin* makasih dah rifyu..:) Hyeri (Ga lama lagi kok... sabar ya... makasih dah rifyu:) Meiryu (Nama chingu ga asing deh.. Apa Chingu juga berkeliaran *?* di Naruto -KakaSaku khususnya-?. Mwah, NC SiMin udah Lhyn apus... Maaf... *bungkuk2* soal balas dendam tenang aja.. Lhyn punya banyak cara kok *nyolong evil smirk dari Kyu*. Makasih dah rifyu:) Putputritri (SiMin jadian? Liat aja tar ya... bakal ada kejutan di pait SiMin kok... Makasih semangatnya Chingu~ makasih dah rifyu Chingu~:) Cho Hyun Jin (hehe, Iya emang banyak yang sama.. tadinya Lhyn kira mata Lhyn yang udah jereng . iya ga banyak moment KyuSeo kok.. Cuma dikit tapi cukup penting lho, sabar ya Chingu... makasih dah rifyu..:) Mrs. KJW (Waaa... masa di tonjokin semua castnya... waduh, kesian juru make upnya donk... *ikut di tonjok* wahh chapnya bakal banyak lho.. sekitar 20an... sabar ya bacanya... makasih dah rifyu:) Bunnie Minnie (Wahhh kenapa jadi pindah haluan? *salahmu!* makasih ya dah rifyu:) Namikaze Malfoy (EA... Kyu ditendangnya kerumah Lhyn aja gimana? *dideathglare SparKyu* Wonppa itu sangat menerima Minnie oppa kok.. makasihd ah rifyu:) Eunhae25 (Haha.. satu lagi yang berubah haluan.. wkwk... bener nih lebih setuju SiMin, nanti Lhyn pertimbangin Lho... Makasih dah rifyu:) Kin Min Hyun (Woo.. Noona-nya Oppa juga ikut baca? Chap ini puncak dari semuanya Lho Ppa.. Aduh, Typo-nya emang banyak banget kemarin, abis pas Lhyn edit malah Ffnnya ga nyimpen gegara error.. akhirnya chap tu Lhyn biarin ampe pas publis ini baru Lhyn edit. makasih dah rifyu Oppa..:) nupi ELF VIP (Wehehe.. Lhyn pikir juga fic ini terlalu kelamaan klimaksnya... abis susah buat ngebangun perasaan para castnya.. maklumin ya karna Lhyn baru disini. makasih dah riyu ya..:) Evilaegyeo (Ga banyak kok KyuSeonya, Lhyn bikin seperlunya aja buat eksplor felling Kyu aja... makasih dah rifyu:) SungMinnie (Kalo ga salah disini terakhir MinniPpa nangis karna Kyu deh.. chap 12 malah Kyu yang nagis karna Minnie.. di usahain apdet kilat kok, makasihd ah rifyu:) KyuJummhatters (Cobalah mengerti perasaan Kyu *apasih?* kyukan juga emang lagi bimbang*mule ga jelas* jadi maafin Kyu.. jangan benci Kyu *nahlo gila kambuh* malasih dah rifyu..:) Evilevigne (Yap! Tenang aja, Lhyn juga pengennya Kyu lebih sakit kok... makasih pujiannya Chingu... Umur? Pokoknya udah cukup umur buat bikin akun FFn kok *dihajar* makasih dah rifyu:) Evilkyu Vee (Makasih sarannya, Lhyn jalanin deh... mudah2n bisa membantu.. makasih udah mau baca Fic Lhyn, makasih udah rifyu..:) Melani Kyuminelf (Haha.. tar Kyu kena getahnya sendiri kok... Haha.. sejujurnya, menurut Lhyn Minnie emang lebih baik sih... gag tau tuh kenapa si Kyu bisa kek gitu banget *disate Kyu* makasih dah rifyu:) Soldier of Light (Tau ga Eonni *gaklah* Lhyn juga waktu ngetik kata kramat itu hapus-ketik berulang kali lho.. ga yakin bikin KyuPpa ngomong gitu juga sih... tapi ya tuntutan peran *maksudlo?* makasih dah rifyu...:) Ikkimasu (Ga telat kok Chingu.. Yah... bagai di dera samudralah pokoknya... Minnie aja mpe ngamiuk gitu... makasih dah rifyu Chingu:) KyuLie Minnie (Yap! Nanti Kyu Lhyn bikin sadar kok... wkwk... Lhyn jadi kesian ama Kyu yang dikutuk banyak reader... makasih dah rifyu ya...:)
Next Chap : Ryewook memulai aksi sebagai comblang untuk Siwon dan Sungmin. Siwon dan Sungmin datang ke perayaan kepulangan Ahra...
"Apa... hubunganmu dengan Kyuhyunie?"
"Ani, Aku dan Kyuhyun... tidak ada hubungan apapun. Kami hanya berteman, saat di senior high school Kyunie adalah dongsaengku,"
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karna hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
_17_02_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar