Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Sepuluh


AFTER ALL
Keping Sepuluh
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship, Ada request untuk Slight lainnya silahkan PM.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Nunmantteumyeon ni saenggak -Hey girl- Janakkaena sasil neo hana bakke anboyeo."
(When I open my eyes I think of you (Hey girl) Assleep or awake the truth is I can only see you) _Sorry, Sorry-Super Junior_
.
"Huaahhh... capeknya~," keluh Ryeowook sembari membaringkan tubuhnya di atas sofa berlengan panjang dan menyandarkan kepalanya di pangkuan Yesung yang duduk di ujung sofa.
"Ya, yang baru selesai show itu aku," protes Yesung, pelan. Lalu membiarkan jemari kecilnya menyusup di helai kecokelatan namja yang berbaring di pangkuannya.
"Aku kan mencintaimu Hyung, jadi kalau Hyung lelah aku juga lelah," komentar Ryeowook kocak yang membuahkan satu cubitan halus di pipinya. "Ngomong-ngomong, kenapa si Evil itu tidak pulang bersama kita tadi?"
Yesung meraih remote dan menyalakan TV di depannya sebelum menatap namjachingunya yang tengah memainkan rumbai-rumbai di tepian bantal sofa. "Dia pulang lebih dulu jadi tidak ikut latihan untuk perform besok."
"Oh... tapi dia tidak di sinikan? Uff... pasti menemui yeoja itu lagi, kenapa makin hari dia makin menyebalkan sih?" Ryeowook menggerutu, gerutuan yang telah acap kali Yesung dengar akhir-akhir ini.
Yesung bisa mengerti dan paham dengan sikap mengibarkan bendera perang dari Ryeowook untuk magnaenya. Dan Yesung sudah cukup makan rasa pahitnya kalau dia ikut menanggapi hal itu. Kalau saja dia tidak melihat seberapa dekat hubungan namjachingunya itu dengan yeoja bernama Lee Sungmin, sudah pasti Yesung akan menjadikan 'pembelaan berlebihan' ini sebagai masalah besar.
'Teeettttt... Teeettttt...'
Ryeowook menghentikan sumpah serapahnya saat mendengar pintu dorm Super Junior yang berbunyi, namja itu menatap Yesung sesaat sebelum bangkit dan berjalan menuju pintu. Kembali menggerutu.. "...pasti si Evil itu, awas saja kalau dia membawa yeoja itu ke sini."
Namja itu membuka pintu dan terpaksa harus menelan kembali kalimat 'manis' yang hampir tercetus dari bibirnya, karena dia melihat namja imut yang asing baginya. "Siapa? Mencari siapa?"
"Sillehamnida," namja itu membungkuk dan tersenyum manis, wajahnya sangat imut dengan rambut pirang menyerupai jamur yang dengan sukses manambah kesan lucu di sana. "Saya mencari Kim Yesung, apa benar dia tinggal di sini?"
"Mwo?" Ryeowook sedikit terkejut mendengar tujuan namja itu. "Ne, Kim Yesung memang tinggal di sini. Boleh tahu kau ada perlu apa?" Ryeowook bertanya tanpa dapat menekan rasa penasarannya.
"Siapa Wookie?" Yesung muncul sebelum namja itu menjawab, setelah menatap Ryeowook sesaat Yesung pun mengalihkan pandangannya pada namja imut itu.
"Dia mencarimu Hyung," ujar Ryeowook dengan nada penasaran yang masih sama.
"Kim Yesung? Lee Taemin imnida, aku baru tiba dari Jepang dan Jong Shi Ajusshi menyuruhku untuk menemuimu di sini," ujar namja itu dengan senyumnya yang –demi apapun– membuat Ryeowook merasa sangat khawatir, dan... mendengar nama Appa Yesung disebut, dengan segala keajaibannya itu mampu membuat lutut Ryeowook terasa bergetar.
Firasatnya mengatakan akan ada hal buruk yang terjadi.
"Appa yang mengirimmu ke sini?" Yesung bertanya dengan telah kehilangan empatinya.
Namja imut itu mengangguk, masih dengan senyum manisnya yang... menakutkan bagi Ryeowook.
"Apa hubunganmu dengan Appa? Apa dia menyuruhmu untuk menjadikanku baby sittermu?" Yesung tersenyum sinis dan berkata dengan sarkatis.
"Ani...," dia menggeleng polos, "aku yeghonnyeomu, Yesung hyung."
"MWO?" Ryeowook membelalakan matanya lebar-lebar, sementara lututnya benar-benar melemas seketika. Dia benar-benar tidak suka melihat senyum imut nan polos di bibir itu.
.
.
"Apa tidak apa-apa?" Sungmin bertanya sekali lagi dengan pandangan mata yang mengarah pada Siwon dan dua lembar tiket di tangannya bergantian.
"Sudah kukatakan aku tidak tahu lagi siapa yang bisa kuajak, Minnie," jawab Siwon, masih dengan tenang membawa porschenya tetap melaju.
"Tapi ini... theater ini kan sangat mahal, aku tidak pernah nonton di sana sebelumnya."
"Yah, kuharap kau suka."
Sungmin mengangguk menghadapi senyum Siwon, lagi pula tak ada lagi kesempatan untuknya menolak karena mobil yang mereka tumpangi baru saja masuk basement parkiran gedung theater itu.
"Tak jauh dari sini ada restoran kecil," Siwon berkata sembari membukakan pintu penumpang untuk Sungmin. "Selesai dari sini kita kesana, Ne?"
"Omooo? Tidak usah, aku tidak mau terlalu merepotkan Oppa," tolak Sungmin, yeoja itu menerima uluran tangan Siwon dan balas menggenggamnya erat.
"Aku yang mau, kau menemaniku saja. Tapi, kalau kau mau berbaik hati menemaniku, aku akan mentraktirmu," ujar Siwon berbelit, membuat Sungmin menggembungkan pipinya.
Siwon membawa Sungmin memasuki gedung theater itu. Suasana klasik dengan siraman cahaya keemasan menyambut Sungmin di sana. Sebuah ruangan berbentuk bulat dengan sebuah panggung yang masih tertutup tirai merah ada di sana. Ruangan itu cukup besar, namun tak banyak kursi yang disediakan. Sungmin menduga bahwa tempat itu hanya menampung sekitar seratus orang sekali tampil.
Udara AC dan aroma terapi lavender menyapa lembut, sementara kursi-kursi berbeludru merah telah cukup terisi.
"Ladies first...," gumam Siwon saat namja itu telah menemukan barisan nomor kursi mereka.
Berada diurutan kedua di depan dan ada disudut tengah yang cukup strategis. Sungmin duduk dengan gugup setelah mengambil sebuah buku alur cerita yang tergeletak di kursinya. Ini pertama kalinya dia menyambangi tempat seperti ini.
"Kau tak suka?" Siwon bertanya pelan saat menatapi raut wajah Sungmin.
"Ani, aku suka kok," jawab Sungmin, dengan mengambangkan senyum tipisnya.
"Aku tak mau memaksamu, kita keluar saja kalau di sini memang tidak membuatmu nyaman," tawar Siwon dengan sebuah pandangan yang menyiratkan pengertiannya.
"Aku suka kok, Oppa..."
"Kau yakin? Kalau pertunjukannya sudah dimulai, kita tidak bisa keluar sampai pertunjukannya selesai."
Sekali lagi Sungmin menggeleng dan tersenyum tipis. Bagaimanapun dia tak mau merepotkan Siwon lebih jauh lagi, biarpun tiket itu didapat gratis dari kenalan Siwon yang Sungmin tak tahu seberapa kenalnya mereka. Tapi, Sungmin cukup tahu diri untuk tidak menyia-nyiakannya. Hah! Appanya pasti akan menceramahinya habis-habisan kalau dia membeli tiket ini sendiri dengan sengaja.
"Duduklah," sebuah suara yang sangat akrab di telinga Sungmin terdengar. Bukan... bukan suara Siwon melainkan suara...
"Kyunie?" Sungmin berujar saat matanya menangkap sosok itu, sama sekali tidak ada nada menegur dalam suaranya.
"Minnie?" Kyuhyun juga tampak terkejut saat mendapati Sungmin yang duduk kursi yang berada tepat di samping nomor kursinya.
Sungmin tersenyum lembut namun cukup simple dan memilih untuk tak terlibat pembicaraan lebih jauh dengan Kyuhyun atau pun yeoja yang bersama dengan Kyuhyun, Seohyun.
Sungmin diam dan menunduk, mulai membuka-buka bukunya dan mulai membaca alur cerita yang akan dipertunjukkan sekitar lima menit lagi, dia sedang mencoba mengalihkan perhatian. Sebuah cerita klasik, tentang saat di mana keberadaan vampire masih dipercaya. Seorang vampire yang jatuh cinta pada pemburunya sendiri, mengenaskan menurut Sungmin. Ada sedikit intrik dan kekuatan politik yang tersaji didalamnya, entah mengapa Sungmin jadi membayangkan bahwa drama itu adalah gabungan antara Romeo Juliet dengan Van Helsing.
Tak lama kemudian tirai merah itu di buka perlahan di iringi sebuah alunan musik berdominasi violin yang terdengar antara kebahagiaan namun menyayat.
"Kita tetap bisa keluar kalau kau mau, Minne?" Siwon berbisik pelan di telinganya.
Sungmin hanya menggeleng dengan gelengan pelan.
"Minnie—"
"Gwenchana, aku benar-benar tidak apa-apa, Oppa. Tak perlu terlalu cemas," gumam Sungmin dalam bisikan yang hanya bisa di dengar Siwon.
Yah, Sungmin tak apa-apa... atau setidaknya, berusaha untuk tidak apa-apa. Hanya perlu untuk tidak memandang mereka, hanya perlu untuk tidak menganggap mereka berada di sana dan dia tidak akan apa-apa. Lagi pula, ada Siwon di sana... Sungmin yakin bahwa namja itu akan berusaha untuk menenangkan hatinya saat Sungmin merasa mulai kacau.
Tak perlu banyak usaha, Sungmin hanya perlu menggenggam tangan Siwon dan semua rasa itu akan mereda. Seperti biasa. Lalu rasa nyaman itu akan menyebar lewat sentuhan jemari besar itu, menenangkan dan menghangatkan.
Yah! Hanya seperti itu dan semuanya sudah cukup untuk Sungmin.
.
.
.
Well, silahkan nikmati waktu bebas yang kau ajukan dengan susah payah pada Heechul, Kyuhyun. Ya! Kau harus benar-benar menikmati hasil kerja kerasmu yang telah merengek-rengek hanya untuk dibebaskan dari jadwal latihan sore ini. Untuk tidak menyiakan ajakan kencan dari yeoja itu, yeoja yang kini duduk di sisi kananmu.
Lalu kenapa? Kenapa perhatianmu justru tertuju pada yeoja lain di sisi kirimu, yeoja yang bahkan terkesan sedang mencoba tak mengacuhkanmu? Kenapa, kau harus memperhatikan raut senang itu, kenapa kau harus menimati pertunjukan yang disajikan bibir plum kala melengkung ke atas itu?
Lihat Kyuhyun... Lihat senyum itu, tawa kecil yang bahkan terdengar begitu merdu diantara tawa puluhan orang lain di sekitarmu. Membuat tangan jadi terasa gatal untuk tidak menyentuh pipi lembut itu dan membuatnya menampikan senyum itu tepat kearahmu. Kearahmu, Kyuhyun.
"Waeyo? Kenapa menatapku seperti itu?" gertakan pelan terdengar dari Sungmin yang wajahnya kini dihiasi semburat merah.
Namun sayangnya... dan sialnya, gertakan itu bukan untuk Kyuhyun, melainkan untuk sosok yang berada di sisi lain yeoja itu. Tanpa sadar, Kyuhyun meremas kepalan tangannya, merasakan sesuatu yang bergolak liar di dalam perutnya. Seperti api yang menjalar pelan, namun pasti. Membakar sedikit demi sedikit.
"Ani...," Kyuhyun melihatnya, bagaimana namja di sana tampak salah tingkah dengan menggaruk belakang kepalanya. Memuakkan!
"Minnie-ya, kau—"
"Shhh!" Kyuhyun mendesis tajam saat melihat gerakan tangan namja itu yang hendak mengusap pipi Sungmin.
Sungmin berbalik, melemparkan pandangan bertanya dari mata kelinci itu. Mata kelinci yang... –Kyuhyun tak tahu– seakan sesuatu telah hilang dari sana.
"Jangan berisik!" Kyuhyun menjawab pandangan tanya itu dengan desisan pelan, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah panggung.
Ada yang hilang dipandangan iris foxy itu, entah apa Kyuhyun tak tahu... namun dia ingin tahu. Sesuatu yang lenyap, sesuatu yang seharusnya tak boleh lenyap. Namja itu menunduk, merasakan sebuah kesenyapan yang merayapi dadanya.
"Hiks..." isakan yang tertahan menyentak Kyuhyun.
Dengan cepat namja itu mengalihkan pandangannya pada Sungmin, yeoja yang tengah mengusap air matanya dengan asal. Kyuhyun tersenyum, yeoja itu masih saja cengeng dengan hal-hal berbau drama picisan seperti yang kini tengah di tampilkan di atas panggung. Biasanya, saat nonton bersama bersama, Kyuhyun selalu menyediakan sekotak tissu atau sekedar sapu tangan. Ah! Sepertinya dia membawa sapu tangan di...
"Pakailah."
"Gomawo, Oppa~ hiks...," ujar Sungmin yang sekali lagi menyentak Kyuhyun. Kyuhyun menatap yeoja manis itu yang baru saja menerima sebuah sapu tangan dari... lagi-lagi, sosok namja di sisi lainnya.
"Sssttt... sudah-sudah Minnie," gumam namja itu dengan nada yang begitu lembut. Dan Kyuhyun benar-benar ingin mematahkan lehernya saat itu juga, saat tangan besar itu dengan seenaknya menarik kepala Sungmin ke dadanya.
Dia... benar-benar sudah tak tahan! Tidak seharusnya, mereka melakukan itu, karena seharusnya Sungmin hanya bisa menyadarkan dirinya di dada Kyuhyun! Tidak ada yang lain!
"Jangan lakukan itu, Kyunie!"
Kyuhyun tersentak saat merasakan sebuah sentuhan hangat di tangannya yang terkepal. Namja itu mengerjap, lalu menatap yeoja berambut pirang lurus yang menatapnya dengan khawatir.
"Seonie...," ujar Kyuhyun linglung.
Namja itu segera melemaskan kepalan tangannya yang terasa amat kaku, entah kenapa. Kyuhyun tersenyum, dan mengusap rambut Seohyun lembut. Lalu diam dan kembali menatap panggung. Di mana lakon-lakon tengah memainkan sandiwara mereka dengan apik. Memontang-pantingkan perasaan penonton.
Namun tak menyentuh perasaan namja itu. Kyuhyun tetap diam saat semuanya tertawa, dia juga diam saat yang lain diam. Iris kecoklatannya menerawang entah kemana, menyusuri jejak-jejak yang terhapus dalam sekejap mata.
Sesuatu di dadanya tengah bergolak, memperjuangkan sesuatu yang terasa penting... dan dia tak tahu itu apa.
.
.
Sungmin masih sibuk mengusapi lelehan air matanya yang belum berhenti saat Siwon membawanya keluar dari gedung theater. Genggaman tangan Siwon semakin mengerat saat mereka berjalan membelah jalanan padat pejalan kaki di kawasan itu.
Sungmin memasukkan sapu tangan Siwon ke dalam saku mantelnya, lalu merapatkan mantel itu sesaat sebelum kembali memusatkan perhatian pada jalanan di depan mereka. Sungmin menengadah, membiarkan cahaya keemasan lampu kota menghujani wajahnya dan menembus iris kelinci itu.
Deg!
Sebuah sengatan listrik tiba-tiba saja terasa di dadanya saat Siwon dengan lembut membawa tangan Sungmin masuk kedalam saku mantel namja itu. Dada Sungmin berdebar merasakan aroma intim yang tiba-tiba menguar diantara mereka. Udara memang dingin, dan usaha Siwon untuk menghangat tangan Sungmin benar-benar berhasil. Bahkan bukan hanya tangannya saja yang menghangat, karena wajah yeoja itu pun jadi terasa memanas.
Sungmin tersenyum tipis, hal ini... hal sepele seperti berjalan di tengah kerumunan dengan bergandengan tangan dengan sang kekasih adalah hal yang sering kali Sungmin impikan. Impian yang mungkin takkan pernah mampir di pikiran orang lain.
Karena Kyuhyun tak pernah bisa melakukan hal-hal sesepele ini bersama Sungmin. Karena Kyuhyun selalu membawanya ketempat-tempat dengan aura privasi yang sangat tinggi. Dan karena Kyuhyun... tak pernah membawa telapak tangan Sungmin masuk kedalam saku mantelnya.
Sungmin menengadah dan menatap wajah Siwon yang beberapa centi berada di atas kepalanya. Wajah itu tetap tenang seperti biasa, membuat Sungmin merasa miris. Kalau saja wajah di sana berbeda, seandainya sosok itu adalah Kyuhyun pasti akan sangat membahagiakan. Kalau saja, Kyuhyun bisa bersikap sehangat ini padanya, kalau saja... AKH! Hentikan Lee Sungmin! Kau tidak boleh lagi mengharapkannya.
Sudah terlalu lama, tiga bulan adalah waktu yang cukup untuk seorang Cho Kyuhyun menentukan pilihannya. Dan bila nyatanya sampai saat ini dia belum juga kembali padanya, bukankah itu berarti bahwa dia tidak memilihnya? Bukankah semuanya cukup jelas?
"Kita duduk di sana saja, ne? Sepertinya hanya itu meja yang tersisa," ajakan Siwon membuat Sungmin kembali ke dirinya lagi, yeoja itu mengangguk sebagai jawaban dan mengikuti langkah Siwon yang masih menggenggam tangannya.
Kafe itu memang terkenal dengan menunya yang memiliki rasa lebih, jadi meski hari ini bukan akhir pekan tempat itu tetap saja ramai. Siwon menarikkan salah satu kursi dan dengan senyum kecilnya dia meminta Sungmin untuk duduk.
"Hah! Sepertinya tak ada tempat lagi, kita bergabung saja. Gwenchanayo, Seonie?"
Belum juga Sungmin meletakkan bokongnya di atas kursi, sebuah suara tak asing mengalihkan perhatiannya. Dia menghela napas saat mata kelincinya menatap dua sosok itu. Namja dan yeoja yang mengenakan pakaian terlalu tertutup. Kyuhyun memakai mantel panjang dengan masker dan topi sementara Seohyun mengenakan mantel dan syal yang terlalu tinggi hingga hampir mencapai hidungnya dan sebuah kacamata besar.
"Kalian tak keberatankan?" Kyuhyun bertanya dengan pandangan mata ganjil yang menatap Sungmin.
Sungmin mendengus tak menjawab, dia tahu Kyuhyun sengaja melakukan hal itu. Namja itu mengikutinya, entah untuk alasan apa. Sementara Siwon justru menjawab dengan sopan, yang menurut Sungmin terlalu sopan untuk diberikan pada namja seukuran Kyuhyun.
Sungmin pun duduk dengan mencoba tak memperdulikan emosi yang sempat tertangkap matanya di iris kecoklatan itu. Ada kilat api yang dia tak mengerti dan dia tak ingin mencoba mengerti meskipun dia tahu Kyuhyun menunjukkan rasa dalam mata itu untuknya.
"Sudah siap memesan?" seorang Maid datang menghampiri mereka dengan senyum simpulnya.
"Ne, Bibimbab dua dan—" Siwon dan Kyuhyun berpandangan, karena mereka baru saja mengucapkan hal yang sama. Makanan favorite Sungmin.
"Satu ekspreso, kau mau minum apa Minnie?" Siwon lebih dulu mengacuhkan hal 'aneh' itu dan menatap Sungmin yang masih mencoba menganggap hal tadi adalah ketidaksengajaan saja. Mungkin Seohyun juga suka dengan Bibimbab? Mungkin.
"Aku mau Ice cream ini, Oppa," jawab Sungmin sambil membolak-balik buku menu di bagian yang menampilkan pilihan menu ice cream.
"Teh hijau hangat dan zangrandi ice cream," lanjut Siwon pada Maid yang dengan cepat mencatat pesanan mereka. "Ice creamnya untuk dessert saja ya, Minnie," ujar Siwon pelan yang dijawab dengan anggukan kecil oleh Sungmin.
"Oppa, lain kali kita nonton lagi, ne?" Sungmin bertanya dengan suara pelan dengan maksud agar hanya Siwon yang mendengarnya, dia sempat melirik Kyuhyun yang sedang menyebutkan pesanan minumannya sesaat saja tadi.
Siwon mengangguk. "Kau akhirnya suka juga? Nanti kita nonton lagi setelah kau lulus sidang akhirmu, bagaimana?"
"Euh... sebulan lagi dong Oppa... bagaimana kalau minggu depan saja?"
"Ani-aniyo. Kau harus mengurangi waktu menyenangkan dirimu untuk sementara dan benar-benar berpusat pada sidang akhirmu, oke?"
Sungmin berpikir sejenak, lalu akhirnya mengangguk mengiyakan. "Kalau aku lulus, aku mau seharian di taman hiburan, lalu berteriak di tepi pantai sore harinya dan menghabiskan malam di atas Seoul tower," ujar Sungmin dengan menampilkan raut berpikir imutnya.
"Haha, itu akan jadi hari yang melelahkan," ujar Siwon mengacak rambut Sungmin pelan.
"Sangat tidak mengasikkan," celetuk Kyuhyun dengan nada sarkatis.
"Mwo?" Sungmin menatap kejam namja yang menatapnya malas-malasan.
"Kubilang sangat tidak mengasikkan," kali ini Kyuhyun berkata dengan nada menantang.
"Apanya yang tidak mengasikkan? Kau pikir merayakan kelulusan dengan membuat Heebum hampir memakan Ddangkoma itu mengasikkan?" Sungmin bertanya dengan delikannya yang sama sekali tidak menyeramkan. Tanpa disadarinya, iris foxy yang terlihat penuh itu justru membuat jantung Kyuhyun berdebar semakin kencang.
"Setidaknya itu tidak membosankan," Kyuhyun berbicara rendah tanpa menatap Sungmin.
"Heebum memakan Ddangkoma?" Seohyun bertanya heran dan Siwon juga menatap penasaran pada Sungmin.
"Ne, dia menculik Heebum dari Heechul oppa dan menyembunyikannya di kamar Yesung oppa tanpa memberinya makan. Sepanjang siang SME building gempar mencari Heebum, dan Yesung oppa berteriak gila saat menemukan Ddangkoma hampir dimakan Heebum malam harinya," cerita Sungmin dengan semangat sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun dengan kejam.
"Ish, itu yang dinamakan seru," ujar Kyuhyun dengan dengus kesalnya.
"Itu keterlaluan!" Sungmin berujar agak keras, kesal dengan sikap Kyuhyun yang terlihat biasa saja.
"Biar saja keterlaluan, meski begitu kau juga tetap—" Kyuhyun menghentikan ucapannya tiba-tiba.
Membuat Seohyun dan Siwon menatapnya bertanya, sementara Sungmin membulatkan matanya dan menatap Kyuhyun. Pandangan keduanya bertemu, hanya sesaat karena Sungmin segera mengalihkannya pada hal lain. Kyuhyun mendecih melihat sikap yeoja itu, sikap yang terkesan menolak.
Pesanan mereka datang, membuat suasana yang mendadak kaku bisa sedikit teralihkan oleh kegiatan personal mereka di atas meja. Sungmin terus menunduk menyantap makan malamnya tanpa berani mengangkat wajah memandang Kyuhyun yang berada tepat di depannya.
"Oppa... Gomawo, ne?" Sungmin berujar pelan, berharap kali ini Kyuhyun benar-benar tidak akan mendengarnya.
"Untuk?" Siwon balas berbisik dengan mendekatkan tubuhnya pada Sungmin.
"Semua yang Oppa berikan dan lakukan untukku, mulai dari menjadi pembimbingku hingga menjadi sahabat yang sangat baik untukku," ujar Sungmin, masih dengan berbisik dan kali ini matanya sengaja menatap mata Siwon, agar namja itu tahu seberapa sungguh-sungguhnya ucapan Sungmin kali ini.
"Semua itu kan memang tugasku, tak perlu berterimakasih terlalu berlebihan. Aku senang bisa membuatmu bahagia, untuk itu tetaplah semangat," balas Siwon dengan senyum lebar yang menampilkan lesung pipi manisnya.
"Ne! Hwanting!" ujar Sungmin dengan sedikit penekanan untuk menunjukkan rasa semangatnya. "Gomawo anak baik," canda Sungmin dengan mengacak rambut Siwon, persis seperti yang biasa Siwon lakukan padanya.
"Haha... kau ini...," gemas akan tingkah Sungmin, Siwon pun mencubit kedua pipi Sungmin dengan lembut.
"YA!"
'Brag!'
Sebuah teriakan keras dan pukulan di meja mereka membuat Siwon dan Sungmin melonjak terkejut. Keduanya pun menatap si pelaku yang kini berdiri dengan amarah yang terpancar di matanya.
"Jangan berbisik-bisik di depanku! Ish! Kalian benar-benar kekanakan! Seoni, kita pergi saja dari sini!" Kyuhyun berkata dengan keras, dengan sentakan kasar namja itu mengeluarkan lembar Won dari dompetnya dan menarik Seohyun dengan kasar.
Kyuhyun melangkah cepat, diikuti Seohyun yang terbopoh di belakangnya, keluar dari kafe padat pengunjung itu. Meninggalkan Sungmin yang masih mengerjapkan mata kelicinya akibat terlalu kaget tadi, sementara Siwon... dengan mata yang berkilat ganjil namja itu tersenyum simpul.
Senyum misterius yang tak satupun orang mampu mengartikannya.
.
.
"Ani...," Lee Taemin menggeleng polos, "aku yeghonnyeomu."
"MWO?" Ryeowook membelalakan matanya lebar-lebar, sementara lututnya benar-benar melemas seketika. Dia benar-benar tidak suka melihat senyum imut nan polos di bibir itu.
Sementara Yesung justru terlihat biasa dan masih bertahan dengan sikap sinisnya yang mendadak muncul tadi. "Katakan pada Appa itu tidak akan berhasil, aku sudah menikah dengan Wookie-ku," Yesung merangkul Ryeowook saat mengatakan ini.
Namja itu terdiam dan menunduk dengan raut bingung dan khawatirnya. Raut yang Ryeowook tahu... bahwa tidak ada seorang pun yang mampu mengabaikan kekecewaan di sana.
"Kenapa kau masih di sini? Kau menungguku mengusirmu secara langsung?" bahkan Ryeowook dapat merasakan hilangnya kadar sinis dalam suara Yesung kali ini.
"Aniyo, ponselku tidak berfungsi di sini," namja itu menggeleng pelan, masih belum mengangkat wajahnya.
"Lalu? Kau kan bisa menggunakan telepon umum di luar sana," saran Yesung bahkan terdengar ragu kali ini.
"Hai, Arigatou Gozaimazu..." namja itu membungkuk dan tanpa mengangkat wajahnya, dia berjalan pergi.
Seharusnya Ryeowook membiarkan namja itu pergi dan tak membiarkan sisi kemanusiannya menang dengan bertanya... "kau mau kemana?"
Namja itu menghentikkan langkahnya dan berbalik pelan, lalu tersenyum tipis seakan mengerti kekhawatiran Ryeowook. "Ke tempat penukaran uang, lalu mencari penginapan," jawabnya lalu membungkuk lagi dan kembali berjalan.
"Apa kau tidak punya saudara atau teman di Korea?" Yesung yang bertanya kali ini.
"Keluarga Kim satu-satunya yang Kaa-san kenal di Korea, tapi tak apa, aku bisa menjaga diriku. Kalian tak perlu cemas."
Yesung dan Ryeowook sama-sama terdiam dan saling memandang.
"Hei, tinggallah di sini sementara waktu sampai kau mendapatkan penginapan yang bagus," ucap Yesung dengan cukup cepat. "Tak apakan, Wookie?"
Ryeowook mengangguk bimbang. Antara cemas pada hatinya sendiri dan prihatin pada namja itu. "Dia sepertinya masih belasan tahun," gumamnya saat menatap raut kekanakan di wajah yang tersenyum dengan binar itu.
_TBC_
Haha.. dan ternyata.. Taemin gada hubungan apapun ama Sungmin Hahaha *garing, ga lucu, dijitak reader*
Kyu udah cemburu tingkat akhir tuh.. Puas Reader terhormat? *smirk*
Kamus kecil : Sillehamnida (Permisi), Ajusshi (Paman), yeghonnyeo (Tunangan), Arigatou Gozaimazu (Terimakasih Banyak), Kaa-san (Ibu). Kalo ga salah, bahasa korea dan jepangnya itu doank kan? Yang lain di liat chap sebelumnya ya...
Makasih banyak buat :
Cho Sera, PrincessChintya, KarooMinnie, KyuLie Minnie, Sugar Rin, JoYoungminnie, Parkyoonha Evil Princess, E.L.F, SparkyUntil dead, E.L.F, LienaJoYers95, VainVampire, Kyumin, VainVampire, Shana Elfishy, Ka Hime Shiseiten, Ikkimassu, Lalapop, BarbeKyu, Hyeri, Caxiebum, Ms. KMS, Nam Seulmi, Cho Hyun Jin, Kyu Anarchy, KimHanKyu, Hyukieyes, Takara-hoshi, Kanaya, Qminhee, Sarangchullpa92,Queen of Tears,Diitactorlove,Dian, 2093, SungMinnie, WindaaKyuMin, KyuHyunJiYoon 'masih' Males Log In, hana, Cha, MinnieGalz, Eunhae25, Evilkyu Vee, Melani KyuminElf, Cho Kyutmin1322, Evilevigne, Kim hyunie, AIDASUNGJIN, Rima KyuMin Elf, Siticho, Fujiwara Roronoa, Phirre15, Jojojoooo, Soldier Of Light, lee hyuri, chi-kimchi, Baby Pumpkin
Maaf kalo ada yang kelewat atau kesalahan tulis nama akibat efek mata jereng Author.
Jawaban pertanyaan Rifyu :
# Q : Siksa Kyu lebih kejam lagi, dan buat lebih cemburu lagi!
A : Siip Beres! Semakin lama Kyu bakal semakin kesiksa kok...
# Q : Chapnya pendek, kurang panjang... balesan rifyu malah lebih panjang!
A : Hwaa maaf... Lhyn emang suka banyak bacot... chap kemarin ada 2800+ word only story kok... emang sih biasanya 3k+ sih, jadi buat nutup chap kemaren ini Lhyn bikin 3200+ word only story. Mianhe... balesan Rifyunya juga Lhyn buat pendek. Ga banyak ngomong lagi. Mianhe.
# Q : Kapan KyuMin moment lagi?
A : Di atas banyak tuh... wkwkw... ada Wonppa ama Seo sih...
# Q : Endingnya Kyumin
A : ini udah di pastikan kok... jadi tenang aja ya... tetep baca dan rifyu.. :) *maumu!*
# Q : Banyakin SiMin momen kalo perlu WonPpa nembak Minnie?
A : Simin banyak kok... kalo nembak... Liat aja entar ya... *Smirk* #dikelelepin KyuPpa.
# Q : Munculin Kibum?
A : Yap! Nanti Lhyn munculin deh... tapi akhiran ya...
Cuplikan Chaps depan :
"Saya Choi Siwon, ada kabar buruk... Minnie kecelakaan dan sekarang—"
"MWO? KECELAKAAN?"
.
"Minnie chagi, apa kau merindukanku? Aku sangat merindukanmu, meskipun saat ini kau ada didepanku tapi aku tetap rindu... karena rasanya, kau seperti begitu jauh, Min—"
.
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya... jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini...
_24_02_2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar