Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Terakhir


AFTER ALL
Keping Terakhir
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Nghhh..." Sungmin menggeliat dalam tidurnya, seperti anak kucing dia bergelung merapatkan diri pada sumber kehangatan di sampingnya. Lalu, kembali menggeliat saat menyadari dirinya tak lagi bisa terlelap.
Dia membuka matanya perlahan, menyapakan iris kelincinya pada dunia. Yeoja itu memutar pandangan, memandang sebuah kamar berdinding kayu dengan berpenerangan lampu pijar keemasan. Kamar yang sangat cantik, pikirnya. Dia mencoba bangkit, mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat tingkah nakal Kyuhyun semalam, lalu meraih potongan pakaiannya yang tercecer di lantai dan mengenakanya.
Kamar itu sangat klasik, dengan sebuah lemari kayu, lampu dinding, lukisan-lukisan berpigura dan tak berpigura, serta potret-potret yang menempel tersebar di seluruh dinding. Tanpa pendingin ruangan dan hanya sebuah perapian kecil yang sejak tadi terus meniupkan udara dingin.
Setelah mengenakan semua pakaiannya, yeoja itu berjalan pelan mendekati dinding, menatap satu persatu potret dalam pigura kayunya, di balik kaca. Potret pertama, menampilkan seorang yeoja berusia sekitar tiga puluhan mengenakan gaun terusan panjang yang menampilkan perut buncitnya dan yeoja kecil yang tengah menempelkan telinga di perut buncit yeoja senior dan sebuah catatan kecil tertulis di bawahnya 'Ahra mendengarkan Angel Kyu bicara dari perut Eomma'. Sungmin tersenyum, ...Angel Kyu? Sepertinya doa itu tak terkabul karena nyatanya bayi dalam perut buncit itu telah menjadi Evil Kyu, sekarang. Sungmin terkikik, Kasihan sekali yang menulis catatan kecil ini.
Beranjak kepotret lain, kali ini menampilkan bayi kecil berambut coklat crully yang terbaring dengan memainkan sebuah bola biru ditangannya, berlatar rumput hijau musim semi. Dan kali ini dengan bangga Sungmin langsung mengenali aegya itu sebagai suaminya, Cho Kyuhyun. Perlahan Sungmin menggeser direksinya berdiri, mengganti satu potret dengan potret yang lain yang perlahan menampilkan pertumbuhan seorang Cho Kyuhyun. Dan dari sana, Sungmin bisa memastikan bahwa kamar ini adalah kamar pribadi Kyuhyun di pulau Chomerra ini.
Setelah puas dengan kumpulan potret itu, tangan Sungmin bergerak menggeser pintu balkon dan...
"Omo~" dia benar-benar terpesona menatap hamparan rumput hijau yang melandai di depannya. Sebuah padang rumput yang ditanami sekitar lima belas pohon sakura yang tersebar dan berbatasan langsung dengan hutan pinus, sementara langit tengah melukiskan gradasi merah-hitamnya warna yang menjadi sajian wajib untuk upacara memanggil matahari.
"Kau suka?" sebuah lengan tiba-tiba saja melingkar di pinggangnya.
Sungmin mengangguk tanpa berbalik. "Cantik sekali Kyu, kenapa kau tidak pernah bilang kalau sunrisenya secantik ini?"
"Aku pernah bilang semuanya cantik di sini, itu sebabnya Eomma sangat suka pulau ini dan nekat membelinya," ujar Kyuhyun dengan suara rendah dan napas yang menggelitik telinga Sungmin.
Sungmin mengangguk-angguk, lalu mengusap lengan Kyuhyun yang setia melingkar di pinggangnya. Kyuhyun memang sering menceritakan keberadaan pulau pribadi keluarga Cho ini, tapi karena letaknya yang hanya bisa di jangkau dengan jet pribadi Sungmin tak pernah berharap bisa menginjakkan kakinya di sini.
"Masih ada tiga belas pagi yang bisa kau nikmati di sini. Sekarang biarkan aku menikmatimu, key?" Kyuhyun berujar dengan suara rendah dan mulai menyarukkan bibirnya di ceruk leher Sungmin.
"Ya!" jerit Sungmin saat merasakan lidah Kyuhyun yang telah bermain di telinganya, dengan sedikit menyentak yeoja itu melepas pelukan Kyuhyun dan berputar menghadap namja itu, "OMO! PABBOYA! KENAPA TIDAK MEMAKAI BAJUMU!" Sungmin menjerit dan dengan refleks membuang pandangannya saat matanya menemukan kyuhyun yang naked di depannya.
"Ish, kau ini. Cuma ada kita berdua di pulau ini," ujar Kyuhyun dengan suara berat dan tanpa peringatan namja itu menyentak Sungmin kembali kedalam pelukannya, sesegera mungkin menangkap bibir plum yeoja kelincinya.
"Akh! Kyuhh... jangan sekarang...," rintih Sungmin, saat Kyuhyun mulai menjelajahkan lidahnya di leher Sungmin.
"Aku menginginkanmu Chagiya. Sekarang," bisik Kyuhyun tepat ditelinga Sungmin, membuat yeoja itu mengeram merasakan gairah yang memuncak dalam suara namja itu.
Baiklah. Sungmin menyerah, dan pagi ini akan menjadi pagi yang panjang untuk mereka.
.
.
"Enghhh.." untuk kedua kalinya hari itu Sungmin melenguh bangun dari tidurnya. Dan seketika juga dia mengutuki suaminya yang –meski telah begitu lelah– mampu membuatnya mencapai puncak berkali-kali hingga tubuhnya benar-benar tak bisa digerakkan.
"Kau sudah bangun Chagiya?" suara bass itu menyapa dari ambang pintu.
Sungmin mencoba tersenyum dan mengangguk, meski dalam hati dia masih mengutuki namja Evil yang kini tengah berjalan kearahnya dengan membawa sebuah meja kecil di tanganya. Refleks Sungmin merapatkan selimutnya dan hal itu dengan sukses membuat kekehan pelan terdengar dari Kyuhyun.
"Tenanglah, untuk saat ini kebutuhan little Cho telah terpenuhi. Sekarang tinggal kebutuhan perut kita, dan melihat kondisimu yang tak bisa bangun kukira kita harus sarapan di atas tempat tidur, ne?" seringgai jahil muncul di bibir tebal namja itu.
"Ish, kau pikir karena siapa aku begini, Pabboya!" Sungmin memukul bahu Kyuhyun pelan saat namja itu duduk di sampingnya dan membuka kaki meja kecil itu di pangkuan Sungmin. Sungmin mengernyit menatap bubur merah dengan kimchi dan soup daging yang masih mengepul serta secangkir latte cantik di atas mejanya. "Siapa yang memasak?" tanyanya langsung.
"Jaesoo ajumma, dia dan suaminya yang menjaga pulau ini dan tinggal di bawah bukit," terang Kyuhyun dan Sungmin mengangguk-angguk paham.
Yeoja itu mulai mengaduk buburnya dan menyendok pelan, meniupinya dengan sabar sebelum mengangsurkannya ke depan bibir Kyuhyun. Namja itu menerimanya dengan senang hati dan tersenyum dikulum. Saat berikutnya Sungmin kembali meniupi bubur itu dan memasukkannya ked alam mulutnya sendiri. Rasanya lumayan, menurut Sungmin. Namun...
Yeoja itu baru saja hendak menyuapkan sendok ke mulut Kyuhyun saat sesuatu bergolak di perutnya.
"Emp!" Sungmin mendekap mulutnya, melempar sendok tanpa peduli tempat dan berlari menuju kamar mandi. "Hooekk!"
Ugh! Sial, morningsick lagi. Yeoja itu berterima kasih banyak pada Kyuhyun yang dengan pengertian mau memijat tengkuknya dengan lembut serta membalutkan selimut di tubuh polosnya.
"Gwenchana?" meski terdengar tenang, tapi Sungmin tahu bahwa Kyuhyun tengah menyembunyikan kekhawatirannya.
Sungmin mengangguk sebagai jawaban, yeoja itu segera membasuh wajahnya saat rasa mual itu telah menghilang. Setelahnya, Kyuhyun menggendong Sungmin kembali ke tempat tidur dan kembali merapikan selimutnya.
"Makanlah lagi," tawar Kyuhyun dengan menyorongkan sendok di depan bibir Sungmin, dari suaranya saja Sungmin tahu, Kyuhyun mengerti bahwa dia tak mau memakan bubur itu lagi.
Dan nyatanya, Sungmin memang menggeleng. Menutup mulutnya rapat-rapat.
"Kau harus makan Minnie," ujar Kyuhyun antara membujuk dan putus asa. Dia tahu seberapa keras kepalanya Sungmin dan jika Sungmin bilang tidak maka itu berarti tidak.
"Aku tidak mau Kyu, kau saja yang makan," tolak Sungmin, dengan sedikit keras.
"Tapi kau harus makan Minnie!"
"Tidak mau! Aku tidak mau makanan itu!"
"Lalu kau mau makan apa? Jaesoo ajumma cuma memasak ini saja, kau tahu?"
"Aku tidak mau makan itu! Kalau Jaesoo ajumma tidak masak yang lain kau saja yang masak!" seru Sungmin keras. "Ya, Kyu... memasaklah untukku," lalu berubah memelas.
"Mwo?" iris coklat itu membulat. "Chagiya, kau tahukan seberapa ahlinya aku di dapur? Jangan minta yang aneh-aneh, makan ini saja, ne?"
"Kau jahat!" seru Sungmin dengan sebuah pukulan lemah, tiba-tiba saja raut wajah yeoja itu berubah begitu sedih. "Aku tidak mau makan itu, aku mau masakanmu," Sungmin masih merajuk.
Kyuhyun mengambil napas dalam-dalam. "Ya! Kau ini kenapa? Kau tahukan aku tidak bisa memasak!" ujarnya keras, mulai tak sabar.
"YA! Jangan membentakku! Kalau kau tidak mau masak juga tidak apa-apa, tapi jangan membentakku!" jerit Sungmin dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. Membuat Kyuhyun kaget setengah mati melihat reaksi yeoja kelincinya. "Memangnya apa susahnya memasak untukku? Aku ini istrimu dan sedang mengandung anakmu. Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi? Ne, arraseo. Kau sudah tidak mencintaiku la—"
"Ya! Ya! Ya!" jerit Kyuhyun, namja itu mulai frustasi melihat air mata yang mengalir dari iris foxy itu. "Kau ini bicara apa?"
"Arraseo! Kau tak perlu memasak untukku–" Kyuhyun hendak menghela napas lega, "—aku mau mati kelaparan saja!"
"MWO?" iris kecoklatan itu membulat lebar saat yeoja itu berbalik memunggunginya dengan bahu yang bergetar hebat. "Chagiya, uljima... aku akan memasak untukmu... uljima... jangan membuatku terlihat seperti appa yang buruk di depan anak kita. Aku akan memasak," rajuk Kyuhyun. Namja itu menyerah dan mulai mengusap bahu Sungmin lembut.
"Jinjja?" suara Sungmin terdengar serak.
"Ne, aku akan memasak untukmu. Tapi kau harus mengawasiku, aku tak mau membakar dapur atau meracunimu dengan tidak sengaja, arra?"
Setelah pertengkaran sengit yang melibatkan perasaan itu, Kyuhyun pun membawa Sungmin kedapur. Tentunya setelah dia juga menunggu yeoja itu mandi cukup lama tanpa mengijinkannya ikut mandi bersama. Huft
Beruntung...
…perempuan ngidam -yang adalah istrinya- itu Sungmin. Sungminnya yang baik hati hingga yeoja itu tidak meminta menu-menu Italian atau Brazil atau soup kimchi yang sudah tentu akan membuatnya melongo di depan kompor. Sungmin hanya meminta sebuah telur mata sapi yang dengan sukses membuat tujuh belas butir tersia-sia. Tapi, Sungmin ternyata cukup kejam dengan tidak mau membantu Kyuhyun walau sekedar menyalakan kompor.
"Kau harus menekannya sebelum memutar kenopnya!" omel yeoja itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kyuhyun mengangguk patuh. Namun nyatanya, baru setelah lima belas kali mencoba –yang membuat Sungmin terpaksa membuka jendela karena bau gas– kompor pun menyala.
Setelah dengan perjuangan yang begitu berat dari seorang Cho Kyuhyun, dua buah telur mata sapi pun terhidang di atas piring.
"Kelihatannya enak, sekarang suapi aku Kyu," pinta Sungmin saat keduanya telah duduk manis di meja makan dengan Kyuhyun yang masih mengenakan apronnya.
Kyuhyun kembali mengangguk patuh dan meraih garpu dan pisau di tengah meja.
"Aish Kyu, jangan gunakan itu. Gunakan tanganmu, arra?" ujar yeoja kelinci itu dengan senyum manisnya. Sementara Kyuhyun membeku.
"Dengan tangan?"
"Ne," Sungmin mengangguk imut.
"Tapi Minnie... aku sendiri saja tak pernah makan langsung dengan—" ucapan Kyuhyun tercekat di tenggorokan saat melihat iris kelinci yang telah berkaca-kaca. "Arra-arraseo, aku akan menyuapimu dengan tanganku."
Namja itu menghela napas berat. Dia benar-benar tak mengerti dengan perubahan mood Sungmin yang bisa berganti dengan cepat secepat kedipan matanya. Dia benar-benar bingung dengan Sungmin yang menjadi super sensitif seperti ini.
Huft! Sepertinya benar kata Ahra dulu, sewaktu dia baru masuk sekolah dasar. Rumah ini memiliki aura roh jahat! Huh! Kyuhyun harus segera menelepon Eomma agar segera mengundang pendeta untuk mensucikan rumah ini- pulau ini bila perlu! Secepatnya! Dia tak mau bulan madunya terusik gara-gara roh jahat itu!
.
"Kyuniya~"
"Aaa..."
"Apa kau suka wanita gendut?"
"Tidak, gendut itu jelek."
"Mwo? Jadi benar kau akan meninggalkanku? Perutku akan membesar dan aku akan jadi gendut! KAU JAHAT CHO KYUHYUN!"
"Mwo... aniyo-aniyo! Aku suka wanita gendut, gendut itu seksi! Uljima... uljima..."
_FIN_
.
_Epilog_
Five years letter.
'Klek'
Kompor itu menyala, menghidupkan jilatan-jilatan kebiruan dari api yang lapar. Segera, Sungmin meletakkan sebuah wajan di atasnya dan mengisinya dengan sedikit minyak. Sembari menunggu minyak panas, yeoja berambut hitam pendek itu menyibak tirai jendela dapur dengan cekatan.
Selama beberapa detik yeoja itu termenung, menatapi matahari pagi yang bersinar cerah di ufuk sana. Kemudian kembali teringat pada minyaknya dan segera memasukkan cukup banyak potongan kimchi ke dalamnya. Tak perlu menjadi peramal untuk tahu bahwa dia akan kedatangan banyak tamu pagi ini.
"Wangi sekali," sebuah lengan memeluknya dari belakang.
"Hanya kimchi," ujar Sungmin dengan memasukkan potongan daging asap.
"Bukan kimchinya, tapi kau Chagi," sosok yang memeluknya kini mulai menyentuhkan bibirnya di ceruk leher Sungmin.
"Aku sedang memasak Kyu, lepaskan atau makanannya tidak matang sebelum mereka datang!" sergah Sungmin dengan mencoba melepaskan lengan Kyuhyun.
"Aku bisa memakanmu," ujar Kyuhyun enteng dengan menghirup aroma tubuh Sungmin yang begitu menggoda, menurutnya.
"Lalu Yoogeun dan hyugdeulmu? Mau makan apa mereka? Cepat lepaskan!"
"Che! Kenapa kau membiarkan Yoogeun menginap di dorm lagi? Mereka itu membawa pengaruh buruk untuk anakku!" gerutu Kyuhyun, dengan ogah-ogahan dia melepas lingkar lengannya dan beranjak meraih sebuah gelas.
"Dia akan mendapat pengaruh yang lebih buruk kalau tetap di sini semalam, lagi pula Geunnie juga nyaman bersama mereka," balas Sungmin sambil lalu dan mulai mengaduk masakan dalam wajannya.
"Yah! Saking nyamannya sampai dia punya banyak Appa!"
Sungmin tertawa rendah. Bahkan sampai sekarang Kyuhyun masih tidak rela dengan hal itu. Tapi Sungmin juga tak bisa berbuat banyak, Yoogeun anak yang mudah sekali bergaul dan itu membuat semua orang menyayanginya. Terutama anak-anak Super Junior yang menolak mentah-mentah dipanggil Ajussi oleh anaknya. Sementara Yoogeun tak mungkin memanggil mereka Hyung sama seperti panggilan Kyuhyun untuk mereka
"Sebaiknya kau mandi dulu, Kyu. Kau masih bau sekali," gumam Sungmin.
Kyuhyun hanya mengangguk, dia sendiri juga sudah merasa tak nyaman dengan tubuhnya yang begitu lengket. Namja kurus berambut curlly itu melangkah menjauh dari dapur setelah menghabiskan air putihnya.
.
.
"Eomma~" tangan kecil itu mengetuk pintu. "Eomma Yeosung lapah Eomma~" yeoja kecil itu masih berusaha mengetuk pintu kamar orang tuanya. Namun untuk kesekian kalinya pintu itu tak kunjung terbuka, justru membuatnya bingung dengan suara-suara aneh yang terdengar semakin keras.
Dia ingin meraih kenop pontu, berjingkat-jingkat sekuat tenaga dan menariknya kebawah dan... gagal! Pintunya terkunci.
"Uhhh... Eomma~" yeoja itu merengut sebal dan mengusap perutnya yang terasa semakin lapar. "Aish... ke lumah Geun Oppa aja ah, Yeosung lapah."
Yeoja kecil berambut coklat pendek itu pun berlari kecil kearah pintu depan rumahnya, memakai sepatunya dengan susah payah dan memutar kenop pintunya dengan susah payah. Lalu mengintip kecil dari lubang pintunya, lorong apartemen itu selalu sepi di jam-jam seperti ini. Biasanya baru akan ramai saat para penghuninya mulai keluar untuk bekerja.
"Geun oppa di lumah Minnie jumma atau Teuk jussi ya? Ummm... ke lumah minnie jumma caja deh, yang ada makanankan di lumah Minnie jumma," setelah memutuskan hal itu, dia melangkahkan kaki kecilnya menuju lift di ujung lorong.
Jangan meremehkannya, meski usianya baru menginjak angka tiga, dia telah hapal tombol mana yang akan membawanya ke lantai tempat Minnie jumma dan juga tombol mana yang akan membawanya ke tempat Teukie jussi.
Yeoja kecil itu menunggu, di depan lift dengan menyenandungkan sebuah lagu yang pernah diajarkan Geun oppa padanya.
"Noona cantik, apa kau tersesat?" sebuah suara bass mengejutkannya. Membuat senandung kecilnya terhenti di tengah reff dan dia pun memutar kepalanya, seorang namja tinggi berambut merah telah berlutut di depannya, mengulurkan tangan dan mengacak rambut coklat pendeknya.
"Aniyo, Yeosung mau ke lumah Geun oppa," ujarnya sambil menggeleng kecil dan tersenyum lebar.
"Ke rumah Geun oppa? Kau tahu di mana rumahnya?"
"Ung! Yeosung tau, nanti Yeosung akan menekan tombolnya sendili,"
"Anak pintar, mau Oppa temani?"
.
.
'Tok.. tok.. tok...'
Kyuhyun mendengar suara pintu kamarnya di ketuk, dia melirik sesaat pintu itu sebelum bergumam 'masuk saja' dan kembali mematut dirinya di depan cermin.
"Morning Appa..." namja kecil itu membuka pintu dan segera berlari menuju appanya. Kyuhyun menyambutnya dengan rentangan tangan dan membawa namja kecil itu dalam gendongannya.
"Morning anak appa yang paling tampan, bagaimana acara menginapnya?" tanya Kyuhyun dengan mengecup pipi chubby putranya.
"Cool," Yoogeun mengacungkan jempolnya, "Hyukie appa mengajariku moogeun-moogeun dance!" akunya dengan semangat. Membuat Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak mendengus di depan putranya yang baru genap empat tahun itu.
Kyuhyun mengacak rambut hitam tebal anaknya. Kemudian mendesiskan kemalangannya dalam hati. Ya! Dia malang! Kalian tidak dengar bagaimana putranya tadi memanggil si monyet SuJu itu dengan sebutan 'Appa'? sebutan kehormatan yang seharusnya hanya di tujukan untuknya. Tapi, dengan mudahnya Cho kecil itu menghianatinya, memanggil semua Super Junior dengan sebutan Appa.
Ah! Jangan lupakan bocah-bocah SHINee yang kurang ajar itu! Sejak mengikuti acara konyol macam Hello Baby itu, Yoogeun punya lima Appa tambahan! Hah, memangnya Appa itu apa? Seenaknya ditambah begitu saja. Padahal kan dia yang susah payah membuatnya bersama Sungmin, kenapa yang lainnya ikut menikmati hasilnya juga sih...
"Hufftt..."
Kyuhyun menghela napas berat dalam perjalananya membawa Yoogeun ke meja makan.
"Appa, waeyo?"
"Ah, aniyo," Kyuhyun menggeleng dan mencubit pipi chubby itu. Sekali lagi Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak mendengus mengejek kesialannya. Kali ini karena fisik Yoogeun yang... –sudah berulangkali Kyuhyun mengeluhkannya pada Sungmin– terlalu mirip Sungmin. Namja kecil itu tak menyisakan jejak sedikitpun tentang rupa keberadaan Cho Kyuhyun dalam guratan fisik sempurnanya.
Lihat rambut hitam tebalnya, lihat mata bulat kelincinya, lihat bibir poutynya, lihat pipi tembamnya. Bahkan dengan lancang Minho mengklaim dia lebih pantas disebut sebagai Appa Yoogeun dari pada dirinya. Karena Yoogeun lebih mirip dengaku, katanya.
Ah! Sudahlah, tak ada gunanya menyesali hal itu setiap hari. Sungmin bisa mencekiknya kalau tahu.
"Coooolll... Stew jamur!" seru Yoogeun dari atas gendongan appanya, dengan sigap namja kecil itu melompat ke kursi dan tersenyum puas pada Sungmin.
Sungmin melongo. "Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu Geunie?" selidik Sungmin, tampak tak suka dengan ucapan putranya, sementara di sisi lain meja, Eunhyuk mulai mengkerut.
"Hyukie Appa!" seru Yoogeun tanpa rasa khawatir sedikitpun.
Sungmin mendelik pada si terpidana dan melemparinya dengan garpu yang untungnya segera di tangkap oleh Donghae sebelum benda itu menyentuh kening mulus Eunhyuk. Sungmin mendesis.
"Geunie chagi, jangan mengucapkan kata seperti itu di meja makan lagi, Arra?" ujar Sungmin pelan, sementara di sampingnya Kyuhyun merancau yang terdengar seperti 'sudahku bilang mereka membawa pengaruh buruk!'.
"Arra," Yoogeun mengangguk pelan, "tapi kenapa Eomma?"
"Tidak sopan," Sungmin mulai menyendokan nasi ke piring empat namja yang tengah mengelilingi mejanya. Sudah menjadi agenda tak tertulis bahwa setiap pagi anggota Super Junior akan datang ke flatnya untuk menumpang sarapan.
"Dan kalian," Sungmin berujar saat menyendokkan nasi ke mangkuk Donghae, "Berhentilah mengajari Yoogeun yang aneh-aneh. Ingat umur, cari yeoja dan cepatlah nikahi dia!" kalimat Sungmin terdengar lembut dan pelan, tapi jangan abaikan intimidasi dari iris foxy itu.
Eunhyuk dan Donghae mendadak terbatuk-batuk entah karena apa.
"Kemana Kangin oppa dan Teukie oppa? mereka tidak ikut sarapan?"
Belum sempat salah satu dari mereka menjawab ketika bell rumah itu berdenting. "Mungkin itu mereka," gumamnya entah pada siapa.
Sungmin berjalan cepat kearah pintu dan membukanya. "Ah, Yonghwa-ssi? Anyyeong, baik sekali kau mau berkunjung kemari, bagaimana kabarmu dan Seohyun-ssi?" Sungmin bertanya cepat saat melihat siapa tamunya.
"Ah, kabar kami baik, ummm... sebenarnya aku mengantar yeoja cantik ini," jawab namja itu dengan agak kaku.
Sungmin mengalihkan pandanganya searah dengan direksi yang di pandang Yonghwa. "Aigo~ Yeosung kau kesini sendirian lagi Chagi? Ucapkan terimakasih pada Ajussi," ujar sungmim dengan mengusap rambut coklat yeoja kecil itu.
"Gamsahamnida Ajussi," Yeosung membungkuk kecil di depan namja itu.
Yonghwa pun berpamitan setelah menolak dengan pelan ajakan sarapan bersama dari Sungmin, namja tinggi itu pergi dengan sebuah salam dari Sungmin untuk Seohyun yang kini tengah hamil tiga bulan.
"Kau lapar?"
Yeosung menggangguk dan berlari cepat kearah meja makan, meninggalkan Sungmin yang masih menutup pintu. Dan Yeosung sudah duduk di kursi di samping Yoogeun saat Sungmin tiba di meja makan.
Sungmin mengambil peralatan makan khusus untuk yeoja tiga tahun itu dan memulai sarapan bersama mereka. Rutinitas pagi yang tak jauh berbeda dengan pagi lainnya. Ramai seperti sebuah keluarga besar.
Setelah ini, Sungmin yakin bell rumahnya akan berdenting dan pasangan YeWook akan dengan heboh menanyakan keberadaan putri mereka. Atau, KangTeuk yang muncul dengan muka mengantuk, Kangin yang tampak hangover karena mabuk semalaman dan Leeteuk yang kurang tidur karena mengurusi Appa Super Junior itu.
Entah mana yang lebih dulu, yang pasti sungmin juga telah menyiapkan sarapan untuk empat tamu yang belum datang itu.
'Ting.. ting..'
Oh, itu bukan suara bell pintu rumahnya, melainkan suara ponselnya. Sebuah email baru saja masuk dan Sungmin membukanya dengan cepat.
"OMO~ Kyuniya~ Siwon oppa, Bummie dan Wokie ada di Korea! Mereka akan datang siang ini!" Sungmin berseru semangat setelah membaca emailnya.
"Ck. Diakan sering datang kesini, kenapa kau selalu sesenang itu sih?" gerutu Kyuhyun.
Sungmin tersenyum dikulum. Kyuhyun memang selalu mengeluh setiap Siwon memberi kabar akan datang, meski pada akhirnya namja itu akan menyambut Siwon dengan cukup terbuka.
Sungmin tahu, tahu dengan pasti bahwa di balik sifat Kyuhyun yang kekanakan, dia menyembunyikan kedewasaannya. Kedewasaan yang membuat namja itu mampu mengucapkan kata terimakasih pada Siwon. Rasa terimakasih yang sama besar dengan rasa terimakasih dari Sungmin untuk seohyun.
Karena kepergian Seohyun lah, Sungmin bisa hadir di hadapan Kyuhyun yang terluka malam itu. Dan, karena kedatangan yeoja itu pula Kyuhyun mampu menyadari hatinya yang sebenarnya. Sungmin tak yakin dia akan merasakan kebahagiaan seperti ini jika saja yeoja itu tak kembali…
… karena selamanya, Sungmin hanya akan menjadi bayangan bagi yeoja itu. Karena selamanya, Kyuhyun takkan tahu siapa yang mengisi hatinya.
Menyadari yang telah pergi ternyata berarti, jauh lebih baik dari pada terus tergenggam namun terabaikan.
After All…
Kisah ini memang tak bisa di tutup dengan ungkapan "… Happily forever after," karena kata akhir jelas masih jauh di ujung sana dan… kebahagiaan bukan hal yang akan terus bertahan tanpa perjuangan.
"… aku memang tak bisa menjanjikan kebahagiaan untukmu, tapi aku bersumpah akan mengusahakan kebahagiaan selalu untukmu."
_END_
Maaf untuk apdet yang Luama banget! Lhyn ketemu trouble ama Laptop rusak dan (karena Lhyn ga suka laptop yang udah buka segel pabrik) terpaksa nunggu punya duit buat beli lagi. Mianhe.
Dan tahukah kalian? Laptop yang rusak itu, rusaknya membawa hilang seluruh File di laptop Lhyn, dan untuk kedua kalinya Lhyn kehilangan semua File Fanfiction Lhyn yang udah Lhyn ketik dengan bercucur keringat! *Lebay*
Abaikan curhat gaje itu.
Finnaly….
YES! Tamat! Meski dengan gaje karna file pertama jelas hilang oleh si laptop. Tapi lhyn ngerasa LEGA! Makasih banyak buat yang telah mendedikasikan diri *bahasanya…* pada fic ini. Terimakasih banyak untuk semua dukungannya dari Keping Pertama Hingga Keping Terakhir yang membuat satu Fic ini Utuh Sempurna :
2093, a silent reader, AIDASUNGJIN, alia choi, AmyKyuMinElf, Anggik, Anonymus, AraPidooy, Arin0911, Auliayyg, Aurelia, ayuko0510, Ayuni Lee1824yewook,
Baby Pumpkin, BarbeKyu, Beibhy kyuminalways89, Biya-kyuke, BunnyMinnie,
Bunnypumpkin,
camelia rhapsody, Cassie Uchiha, Caxiebum, Cha, ChanYue, Chi-kimchi, Chika8923, Chikyumin, Cho GyuMin Lee, Cho Hyun Jin, Cho kyumin, Cho Kyuri, Cho Kyutmin1322, Cho MiNa, Cho ndithkeyta, Cho Sarie, Cho Sera, Cho Ummu Archuleta, choi hyekyung, Chofani, Chorheya, Choshikyumin, ChoZhouHyun, CloudsomniaElf, ClaireAsMe, CloudSomniaLoveYunJae,
Daraemondut, dhian kyuhae elf, dian april, Dian, dincubie, Diitactorlove, Dina LuvKyumin,
E.L.F, emyKMS, ErnanaGyu, Eternal Spring-Vitamin, Eunhae , Eunhae25, Eunsung reshfly, Evilaegyeo, Evilevigne, Evilkyu Vee, Evilkyumin,
farchanie01, Farkhaa, Fatthkyu, Fujiwara Roronoa,
GaemGyu, gemini girl, Gray Lucifer
, GuardiaNietha,
Han je mi, HaEHyuk HaEHyuk, Hana, Haneunsungreshfly3424, HappyKYUMIN, Hie, Hyeri, Hyun Ji Yoon, Hyukieyes, HyunMing joo,
Ikimasu
, imsmL, inchangel, iRMA281182,
Jaexi , ji hyun , jie hyun, Jinki93, Jinki Jung, Jiyoo861015, Jojojoooo, JoYoungminnie, JungJaejoongYunJae's Daughter, JungNhurra, Just Kyumin,
Ka Hime Shiseiten, kanaya, KarooMinnie, kikihanni, Kim hyunie, Kim Min Hyun, Kim N Wookielf, Kim Nuri Shfly, Kim Soo Hyun, KimHanKyu, Kimhyena, Kitsune Diaz isHizuka, KMS, Kyokyorae, Kyu Anarchy 99, KyuHyunJiYoon, KyuJummhatters, KyuLie Minnie, KyuLov, Kyumin, Kyumin Forever, KYUMIN137, KyuMindaughter
, Kyuminlinz92, KyuMinnie, KyuminAegya, Kyuminkyuminkyumin-sunghyun Kyuminshipper, kyuppa cayankeocky,
10ve5uju, Lala, Lalapop, lee hyuri, Leeyoungmin, lia bernadett, lienaJoYers95, Lil'cute Bear, Lovesungminppa,
Mappanyukki, Matsuka99, MegaKyu, Meiryu, Melani Kyuminelf, Mey Hanazaki, Memey Clouds, min190196, mingKyu, minjeee, Minnie, MinieKyu, Minnie Trancy, MinnieGalz, minnienyaevil9tha, MinniepunyaKYU, Minyu, MR X, Mrs. KJW, ms. KMS, Myeolchi's wife,
Naeminnie
, nakyukyumin, Nam Seulmi, NamikazeMalfoy, Nana, Nda Indiesetyaputry, Ndoek, No Name, nobinobi, nupi ELF VIP, Park HyunRa, Park Yeong Sung, Phirre15, Putputritri, Perisai Suju, Pumpkin01, pink choi, Parkkyoonha Evil Princess, PrincessChintya,
QMingKyutes137, Qminhee, Queen of Tears,
rachellmarchy08
, RAJSomniaELF, Rima KyuMin Elf, rinasuju, rikha-chan, Riyu, RizkaIwanda, ryu ryu ryu, Ryuu ryuu,
S-I-D-E-R, Saira Suju, sarangchullpa92, sierradew, Shana Elfishy, shanty beibhy kyuminalways, ShanTwelve,Shawolelf137, Shynta2124, shyty, Siticho, Soldier of Light, SparKyuAlan, sparkyUntil dead, stevhani, Suci, Sugar Rin, sungyoungpark, SungMinnie, SuperGirl, syana suju,
Takara-hoshitakara-hoshi
, Thania Lee, Ticia, Triaaiueo,
Ury, uthyRyeosomnia,
v13kyumin, Vainvampire, Vitaminielf, VitaMinnieMin,
winda1004, WindaaKyuMin Yanna, wookppawife,
Youngers, Yuki, yukiLOVESUNGMIN, yunjaeHeart, Yuu, YuyaLoveSungmin
Juga Kamu yang belum Sempat untuk Meninggalkan Jejak. RIfyu Selalu Lhyn tunggu meski kisah kecil ini telah berakhir.
Mohon Maaf Bila ada Nama yang Tak Tercantumkan atau Kesalahan Ketik.
TERIMAKASIH untuk yang mencantumkan Lhyn sebagai Author Favorite kalian, Juga yang mencantumkan Fic ini dan Fic-Fic Lhyn lain kedalam List Favorie Kalian.
GAMSAHAMNIDA…
.
.
Yap! Sampai ketemu di Fic Lhyn selanjutnya… bye-bye… *tebar kembang tujuh rupa*

1 komentar:

  1. Sebenarnya aku udah baca ff ini di Screenplays, juga buatan author bukan?? hehe ... ^^
    Aku suka banget ceritanya dari awal sampe akhir aku baca semuanya, cuma gak sempet kasih komen.

    Josohamnida author ^^
    Always KyuMin! ^^

    BalasHapus