Selasa, 26 Juni 2012

Dinary (Kyumin Part)

JUST COPY FROM FFN
Dinary Part Kyu-Min
Lost U, Lost Memory
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : T
Pairing : Kyuhyun X Sungmin.
Warning : GS, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Ran hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinas Ran tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
Nan ajikdo neoreur bomyeon gaseumi apa, Keumsaerado nunmuri ssodajilga bwa, Aesseo nan babocheoreom utgo ittneun geol oreuni? saranghae saranghae yaksokhalke, Mianhae mianhae dorawajwo Press the reset.
Even now when I look at you my heart hurts, I try hard not to let my tears fall, Don't you know that I'm smiling like e fool? I Love You I Love You I Promise You, I'm Sorry I'm Sorry, Come back to me, press the reset. (Reset – Super Junior)
.
.
Tidak-tidak! Bukan begini, bukan begini seharusnya! Tidak boleh begini!
Namja kurus itu menatap nanar apartemen kosong di depannya. Kosong, hanya tirai-tirai diam yang masih tertingal. Kosong, bahkan demi sejejak aroma strawberry yang seringkali terabaikan keberadaannya.
"Minnieya~, Waeyo? Waeyo, kau benar-benar pergi?" ujar namja kurus itu putus asa. Penyesalan yang mendalam dan terlalu dalam bergumul dan bergulung-gulung di dadanya. Mengikis perlahan pertahanan hatinya tanpa... dia... si pemilik hati.
.
Flashback...
.
Kyuhyun menatap yeoja imut di depannya dengan tatapan menilai. Jujur saja, dia sedikit tertarik padanya... oh! Bukan! Bukan tertarik dalam konteks 'Cinta'. Oh, ayolah... dia Cho Kyuhyun.
Seorang Cho yang digemari banyak yeoja cantik dan seksi di luar sana. Seorang pemain hati tanpa pernah mau mempercayakan hatinya pada siapapun.
Apalagi pada seorang yeoja seperti Lee Sungmin. Dia akui, yeoja itu cuk— sangat manis, wajah bergaris lembut dengan mata kelinci yang memancar dalam dan bibir plum yang seakan mengundang. Dan sedikit alasan itulah yang membuat Kyuhyun yakin untuk menerima pernyataan cinta sunbae-nya itu.
"Baiklah, aku mau jadi namjachingumu. Tapi, dengan satu syarat... jangan pernah membatasi kebebasanku," ujar Kyuhyun dengan menatap penuh penekanan pada iris kelinci itu.
Sungmin membulatkan iris gelapnya dan mengulum senyum di bibir plum itu. Lalu mengangguk dalam. "Arra, asal kau tidak menduakanku aku tidak akan membatasi apapun kebebasanmu."
.
.
"Kyunieya~ aku membawakanmu bekal," seorang yeoja bermata foxy meletakkan dua kotak bekal di atas meja Kyuhyun. Kyuhyun mengernyit, bell istirahat baru saja berbunyi dan sunbae yang merangkap yeojachingunya ini telah tiba di kelasnya?
"Aku tidak suka bekal," ujar Kyuhyun datar. Dan itu memang benar, dia tak suka bekal yang dibawa dari rumah, entah itu buatan Eommanya, Ahra-eonnienya atau bahkan ratusan siswa-siswi yang mencoba menarik perhatiannya. Dia tak suka bekal karena—
"Tenang saja, aku tahu kau tidak suka sayur. Buka dulu tutupnya kalau memang tidak suka kau boleh membuangnya," yeoja kelinci itu tersenyum tulus dan menatap Kyuhyun lembut.
Kyuhyun tersenyum miring, meremehkan. Lalu dengan kasar dia membuka kotak bekal itu dan...
"Pfhhhttt..." namja itu menahan tawanya saat melihat wajahnya yang tergambar di atas nasi.
Ada kim yang membentuk rambut hitamnya, jamur yang membentuk wajah pucatnya, sosis, potongan daging asap, dan... tak ada sayur di sana. Lagi pula, aromanya menggiurkan. Tanpa sadar namja itu meraih sumpit yang diulurkan Sungmin dan mulai memakan bekal itu.
Sungmin tersenyum melihat keberhasilannya membuat Kyuhyun memakan sayur yang telah dia sulap bersama jamur untuk menghilangkan aroma sayuran itu. Dia tahu, Kyuhyun bukan tak menyukai sayur, dia hanya tak selera saat membaui aroma sayuran yang khas.
.
"Kyunieya~ bagaimana kalau besok kita ke eonderland? Aku ingin sekali beerteriak diatas roller coaster!" seru yeoja itu semangat. Dia melangkah mundur di hadapan Kyuhyun yang melangkah maju, membuat keduanya saling berpandangan.
"Ani, aku tidak suka tempat ramai,"ujar Kyuhyun datar. Dia masih tak mengerti kenapa dirinya bisa mengikuti kemauan yeoja ini untuk berjalan kaki sepulang sekolah, meninggalkan mobilnya di sekolah.
Sungmin mempoutkan bibirnya dan mengembungkan pipinya, sebal. Membuat Kyuhyun mati-matian menahan tangannya untuk tidak melayang mencubit dan membungkam bibir pouty itu dengan bibirnya. "Hanya sebentar saja, aku janji. Hanya naik roller coaster, lalu pulang. Eh, tapi jangan lupa makan ice cream dan permen kapas. Lalu…" Sungmin menunjukkan pose berpikirnya dengan mencubiti dagunya pelan.
Kyuhyun mendesis dalam hati dan bersenyum miring tanpa sepengetahuan Sungmin yang masih saja sibuk berpikir. "Ya. Lee Sungmin, kau itu sedang merayuku agar mau ke wonderland, bukannya menyusun daftar kegiatan saat di wonderland." Ujar Kyuhyun, gemas juga dengan tingkah yeoja di depannya.
Sungmin mengerjap. Kemudian terkekeh kecil menyadari kebodohannya. "Tapi kau maukan? Ayolah Kyu.. nanti aku buatkan bekal lalu kita makan bersama di atas rumput Aigo~ itu romantic sekali… kau maukan Kyunie?"
Merasa puas dengan tingkah imut yeoja itu, Kyuhyun pun mengangguk menyetujui. Membuat Sungmin melonjak-lonjak girang.
"Ya! Kyu, itu ada penjual toko ice cream. Ayo kesana!"
Kali ini, tanpa persetujuan Kyuhyun, yeoja itu menarik tangan Kyuhyun dan membawa si namja kurus ikut berlari bersamanya. Menuju kedai ice cream yang akan menjadi saksi dimana Kyuhyun semakin terjerat perlahan oleh pesona yeojachingunya.
Yeoja yang seharusnya menjadi mainannya saja.
.
Tak ada yang mampu mengelak dari waktu dan tak ada yang bisa mengelak dari kasih lembut seorang Lee Sungmin. Siapa yang takkan luluh, Siapa yang takkan tersenyum saat bibir plum itu menyunggingkan senyum? Dan siapa yang takkan bersedih bila melihat iris kelinci itu meneteskan bulir mutiaranya?
Tidak ada.
Termasuk juga seorang Cho Kyuhyun. Namun tentu saja, kemunafikan adalah satu musuh dalam selimut yang begitu keji. Menyembunyikan jejak-jejak kasih dalam hati di balik topeng ego.
Hari itu... Dua Puluh Maret.
Karena ego, semuanya hancur.
.
Udara Maret yang membawa musim semi menari dengan lembut menghapus rasa panas akibat aktifitas berat Cho Kyuhyun pagi itu. Sedikit melatih tubuhnya dengan bermain basket di lapangan outdoor milik sekolah.
Masih terlalu pagi untuk para siswa berkeliaran di sana, terkecuali dia dan... seorang yeoja.
"Kemampuanmu makin baik saja, Oppa," ujar yeoja itu dengan mengangsurkan sebuah handuk putih bersih.
Kyuhyun menarik sudut bibirnya, terlalu terbiasa dengan pujian macam itu meski bagi orang lain pujian yang datang dari Victoria bisa saja jadi sebuah anugrah. Karena Victoria, yeoja cantik bertubuh tinggi yang seorang ketua cheer di sekolah dan juga... princess school of the year.
Dengan ponggah Kyuhyun menerima handuk itu dan mengusapkan ke lehernya. Lalu dengan 'sedikit' mesra dia memberikan kecupan bibirnya di bibir yeoja itu. Bukan hal yang patut di herankan bila seorang princess seperti Victoria berada di samping Kyuhyun. Tidak, bukan karena Kyuhyun seorang prince school of the year –Kyuhyun akan tertawa mendapat lelucon macam itu– justru karena Cho Kyuhyun adalah Everlasting Evil School.
Meski pada kenyataannya Cho Kyuhyun telah menjalin sebuah ikatan tak kasat mata dengan seorang yeoja bernama Lee Sungmin, hal itu tak lebih dari sekedar lelucon di mata mereka dan siswa-siswi lain. Tapi tentu saja, mereka memilih diam. Memangnya siapa yang mau menerima resiko sebuah tendangaan dari pemegang gelar juara Martial Art Seoul?
Namun sayangnya. Ada yang terluputkan dari pengawasan Kyuhyun pagi itu. Namja itu sama sekali tak menyadari keberadaan yeoja kelinci yang menatapnya sedih di antara deretan anak tangga.
.
Amarah dalam mata kelinci itu membara. Dadanya terasa tercekik mati. Bukankah dia sudah mengatakannya? Menyatakan kalau Cho Kyuhyun boleh melakukan apapun kecuali menduakannya? Kecuali bermain dengan yeoja lain? Lalu sekarang…
Dan kenapa harus sekarang…? Tidak bisakah lain waktu? Besok… atau lusa… atau kemarin saja asal bukan hari ini. Karena hari ini….
Dia harus kuat.
"YA! KAU BRENGSEK CHO KYUHYUN!" Sungmin berteriak begitu keras. Yang tak ayal membuat kedua anak manusia di tengah lapangan itu terlonjak.
"Sungmin?" bukan terkejut, takut, cemas atau khawatir yang tergambar dari nadanya, melainkan datar dan.. bosan.
"APA YANG KAU LAKUKAN!" amuk yeoja kelinci itu.
"Aku? Berlatih basket," jawab Kyuhyun santai, terlalu santai malah.
"KAU MENCIUMNYA!"
"Lalu?"
"KAU ITU MILIKKU!" Kyuhyun sedikit terkejut saat menyedari adanya bulir bening di iris kelinci itu, namun dengan cepat disingkirkannya rasa aneh yang mendadak ada itu.
"Aku bukan milikmu, memang benar aku namjachingumu, tapi aku bukan milikmu. Dan asal kau tahu saja, aku mulai bosan denganmu! Kau benar-benar memuakkan, terlalu sok suci... bersyukurlah aku memiliki mereka, dengan begitu aku tak perlu memaksamu untuk keatas ranjang—"
'PLAK!'
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi berkeringat Kyuhyun, satu tamparan yang setidaknya membuahkan sebuah ringisan sakit.
"Kau—" Sungmin mengeram, namun tampaknya yeoja itu telah kehabisan kata dan segera berbalik pergi.
Sekali lagi, sebuah sentakan rasa aneh mengganggu dada Kyuhyun saat melihat bulir bening di pipi pucat yeoja kelinci itu. Seakan ada rasa sedih yang ikut merembes masuk ke dadanya hanya melalui tatapan iris foxy itu.
Dan kembali, dengan cepat ditepisnya rasa itu. Tak perlu.. sungguh tak perlu baginya untuk memikirkan semua itu, Kyuhyun tahu, Sungmin mencintainya dengan begitu tulus dan dalam. Dan seratus persen dia yakin, suatu saat yeoja itu akan datang lagi padanya dan memohon untuk kembali berdiri di sampingnya.
Memohon dengan tangis yang tersedu berlutut di depannya.
Yah. Dia yakin itu, seyakin bahwa matahari akan terbit lagi esok hari.
.
.
Dan Kyuhyun tak heran ketika seharian dia tidak melihat yeoja kelinci itu, entah untuk datang memberikan bekal, entah untuk mengajaknya sekedar duduk dan membaca di perpustakaan atau sekedar berkeliaran di koridor sekolah.
Hingga esoknya...
Dan esoknya...
Dan esoknya lagi...
.
Empat April.
Kyuhyun bangkit dari tempat tidurnya. Jam weker di mejanya masih menunjuk pada angka lima... pagi. Hari ini, entah hari keberapa dia tak bisa memejamkan matanya. Bahkan PSP hitam itu tak mampu lagi menghilangkan bayangan senyum manis dari bibir plum itu. Ya, PSP yang notabene adalah kekasih sejatinya tak lagi lebih menarik dari putaran film tentang penampilan aegyo yeoja kelinci dari otaknya.
Rasa rindu menggerogoti dadanya pelan. Keyakinannya tentang hari esok dan matahari yang akan terbit musnah perlahan. Matahari itu telah pergi, lenyap entah ke mana.
Dua minggu berlalu dan Sungmin tak juga muncul di sekolah, apalagi muncul di hadapannya untuk memohon hubungan mereka kembali seperti yang diperkirakan otak jeniusnya. Yang terjadi justru sebaliknya. Rasa rindu itu benar-benar tak tertahankan, membuat seorang Cho Kyuhyun diam-diam mengintip ke kelas sunbaenya itu. Mencari dan mencari lagi, dan esoknya lagi. Hingga kini yang bisa dilihatnya hanya sekedar fantasi semu dalam otaknya.
"Argh! Sial. Aku harus menemuinya hari ini atau aku bisa makin gila!" jeritnya frustasi.
Dengan keyakinan penuh, dia pun mulai menyusun kata maafnya. Mempersiapkan dirinya, berpakaian sememikat mungkin. Mengunjungi toko bunga dengan canggung. Seumur hidupnya itu pertama kalinya dia datang ke toko bunga.
.
Dan akhirnya tiba di bangunan berlantai empat itu, apartemen kecil tempat flat Sungmin berada. Memarkirkan audi putihnya dengan gugup dan menarik napas panjang. Dia tahu ini tak akan sulit, Sungmin mungkin marah, kesal dan kecewa padanya tapi.. dia tahu Lee Sungmin adalah yeoja pemaaf.
Sedik— umm sangat gugup sebenarnya, namja kurus itu menaiki tangga satu persatu menuju lantai dua. Dan mencoba mengembangkan senyum canggung kala berhadapan dengan sebuah pintu coklat di depannya.
.
'Tok.. tok.. tokk...' mengetuk pintu.
Tak ada jawaban… dia mencoba mengetuknya lagi…
'Tok.. tok.. tok...'
"Ya, kau Cho Kyuhyun?" seseorang memanggilnya dari belakang.
Kyuhyun berbalik dan melihat namja kecil itu, Kim Ryeowook, classmate-nya yang baru dia sadari keberadaannya setelah Sungmin banyak bercerita tentang namja itu dan persahabatan mereka.
"Anny—"
"April mop sudah berlalu tiga hari yang lalu? Kenapa baru membuat lelucon sekarang," ujarnya begitu ketus.
"Lelucon?" Kyuhyun membeo.
"Mau apa kau datang kemari? Mencari Minnie noona? Sampai matipun kau tak akan menemukannya di sini!" namja itu begitu dingin, bukan hanya nada ucapannya, tapi juga iris coklatnya yang begitu tajam seakan mendakwanya sebagai tersagka utama.
"A-apa maksudmu?" tak dapat di pungkiri, hatinya mencelos begitu saja. Seakan jatuh ke dasar perutnya dan ada blender di sana. Menggilasnya habis.
"Kau benar-benar namja brengsek Cho Kyuhyun!"
"AKU TAHU AKU BRENGSEK! TAPI APA MAKSUDMU DENGAN TAK ADA MINNIE DI SINI!" jeritnya mulai kalap. "Dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin dia tahu aku membutuhkannya!"
"Membutuhkannya? Kau pikir dia tak membutuhkanmu? Kau... memangnya apa yang kau tahu tentang dia?" Ryeowook mendorong bahu Kyuhyun kasar. "Apa kau tahu Minnie noona di Korea sendirian? Apa kau tahu kedua orang tuanya ada di Jepang? Apa kau tahu kedua orang tuanya bekerja di kedutaan? Apa kau mendengar berita kecelakaan pesawat di Jepang dan dua korbannya adalah duta besar Korea dan istrinya? Apa kau tahu Minnie Hyung begitu kehilangan dan kau menghianatinya? Apa kau tahu pagi itu dia datang kesekolah untuk mengucapkan selamat tinggal pada sekolahnya? Apa kau tahu semua itu? KAU TIDAK TAHU!"
Kyuhyun jatuh. Pertahanan dirinya telah runtuh, kakinya tak lagi mampu menopang beban diri dan hatinya.
"Kalau kau ingin masuk, masuk saja. Flat itu tidak dikunci dan kau bisa melihat kekosongan apa yang di tinggalkan Minnie noona bersama sakit hatinya di ruangan itu!"
End of flashback.
"Minnie chagi~ itu semua tidak benarkan? Kau hanya marah padaku dan akan kembali memaafkanku kan? Chagiya~ CHAGIYA!"
.
Bulir bening itu tak terbendung. Mungkin tak sebanding dengan jumlah yang mata kelinci itu keluarkan. Tapi bukankan itu cukup untuk menggambarkan sebuah penyesalan? Penyesalan yang mendalam.
Namja itu bahkan mulai kehilangan akalnya, meremas rambutnya kuat-kuat dan mencari dengan begitu lapar aroma tubuh Sungmin di flat kecil itu.
"Minnieya, kau tak boleh pergi! Kau tak boleh pergi! Aku membutuhkanmu! Aku membutuhkanmu!"
Hilang sudah semuanya, pertahanannya, akal sehatnya. Namja itu bangkit dengan cepat dan berlari menembus lorong kecil apartemen itu, melompati dalam tiga langkah tangga panjang itu dan menginjak tanpa kesadaran pedal gas audi putihnya.
Dia tahu, Sungmin tak mungkin pergi meninggalkannya dalam keadaan seperti ini. Dia tahu Sungmin akan menunggunya, meski begitu lama dia tahu yeoja itu masih menunggunya di sana. Dia tahu, meski dua minggu yang lalu dia tak sempat mengucapkan salam perpisahan di bandara, yeoja itu akan tetap di sana. Menunggunya datang untuk memeluknya dan menguatkannya dan berjanji akan datang lagi padanya dan...
.
Terlalu cepat! Kecepatan mobil itu terlalu cepat dan tak diiringi kesadaran dari pengemudinya. Terlalu cepat hingga tak sanggup berbelok dengan benar di tikungan. Terlalu cepat dan menghantam pembatas jalan... berputar seratus delapan puluh derajat di udara dan menghantam aspal dengan keras.
.
Kyuhyun masih menginjak gasnya sedalam mungkin, tangannya terasa kebas namun licin di stir kemudi. Pandangannya berputar sesaat dan... tak kembali ke posisi semula. Kepalanya pening...
"Minnie chagi?" lirihnya diambang kesadaran.
Kepalanya berat, semakin berat, semakin gelap dan hilang.
.
Cho Ahra meremas-remas kedua telapak tangannya dengan gugup. Dua minggu berlalu dan baru hari ini sebuah perkembangan tentang kondisi namdongsaengnya dia dapatkan. Setelah dua minggu terdiam dalam komanya, hari ini namdongsaengnya itu membuka mata.
Tapi.. hatinya miris melihatnya. Namdongsaengnya... hanya menatap kosong pada dirinya, seakan dia tak ada di sana, seakan dia hanya makhluk trasnparan.
Dan di lorong putih itu dia menunggu, menunggu tim dokter itu keluar dari ruang intensif ICU. Ruangan yang selama dua minggu ini menjadi tempat tinggal namdongsaeng kesayangannya. Sekali lagi dia melirik ponselnya, berharap mendapat balasan meski sekedar pesan singkat dari kedua orang tuanya yang masih berada di London.
'Tit'
Suara pelan yang berasal dari lampu di atas ruangan itu memadam. Ahra bangun dengan cepat dan menyambut tim dokter yang keluar.
"Bagaimana kondisinya?"
"Kita keruangan saya saja Cho-ssi."
Ahra mengangguk dan mengikuti langkah namja berbaju putih-putih di depannya. Memasuki sebuah ruang kecil bernuansa putih dengan ratusan kertas-kertas yang tertata rapi.
"Bagaimana kondisinya?" Ahra mengulang pertanyaan yang sama.
"Terpaksa saya katakan bahwa kondisinya lebih buruk dari yang saya perkirakan. Cho Kyuhyun mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya dan itu membuat sebagian otaknya mengalami shock skala tinggi. Hal yang membuatnya mengalami Retrograde Amnesia Permanent."
.
.
Dan pada akhirnya waktu pulalah yang menentukan, mana-mana yang tak cukup berharga untuk dilupakan dan mana-mana yang terlalu berharga untuk diingat.
Penyesalan memang selalu datang terakhir, tapi seburuk apapun penyesalan akan menjadi sebuah pengalaman berharga bila kau mampu memperbaikinya. Dan bila tidak... biarkan takdir yang bergandengan dengan waktu yang menentukannya.
_FIN_
Yap! Fic ini pernah di publis di sebuah page FB. Tapi sedikit Lhyn udah dan Lhyn tambahin, untuk nambahin koleksi Oneshoot Lhyn di FFN.
Buat yang nunggu Kibum Vers. Dari Dinary-nya Siwon, sabar ya.. baru Lhyn ketik setengah... :)
Ada yang mau Dinary versi Donghae ? Atau versi Eunhyuk?
Makasih buat yang udah rifyu kemarin :
therany, Circle The Past, RistaMbum, Asahi, Seo Shin Young, Lee HyoJoon, Mulov, wonniebummie, diitactorlove, Caxiebum, iruma chan, Clouds54, bumie407, kailyn, Ichigobumchan, rikha-chan, eunhae25, Viivii-ken, Sung Hye Ah, Park Ha Ri, zakurafrezee, thasya357, Sibumxoxo, Kim Soo Hyun, OktavLuvJaejoong, Jewel LeeAihara, KimHanKyu, Dila choi, cha, blockbjaelf, Lil'cute Bear, monkey D eimi, QueenDeeBeauty.
Makasih ya udah mau Rifyu Fic Lhyn.BTW, Kemaren ada yang menyayangkan sikap Donghae di Siwon Versi ya.. Hehe... tenang aja Babe.. Besok di Kibum Versi bakal ketauan alasan Donghae kok... nanti sekalian Lhyn bikin Donghae Versi ama Eunhyuk Versi juga deh ya... Donghae ga Playboy Kok..
Tapi sekarang pada Rifyu dulu ya...

Rabu, 06 Juni 2012

AFTER ALL Keping Terakhir


AFTER ALL
Keping Terakhir
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"Nghhh..." Sungmin menggeliat dalam tidurnya, seperti anak kucing dia bergelung merapatkan diri pada sumber kehangatan di sampingnya. Lalu, kembali menggeliat saat menyadari dirinya tak lagi bisa terlelap.
Dia membuka matanya perlahan, menyapakan iris kelincinya pada dunia. Yeoja itu memutar pandangan, memandang sebuah kamar berdinding kayu dengan berpenerangan lampu pijar keemasan. Kamar yang sangat cantik, pikirnya. Dia mencoba bangkit, mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat tingkah nakal Kyuhyun semalam, lalu meraih potongan pakaiannya yang tercecer di lantai dan mengenakanya.
Kamar itu sangat klasik, dengan sebuah lemari kayu, lampu dinding, lukisan-lukisan berpigura dan tak berpigura, serta potret-potret yang menempel tersebar di seluruh dinding. Tanpa pendingin ruangan dan hanya sebuah perapian kecil yang sejak tadi terus meniupkan udara dingin.
Setelah mengenakan semua pakaiannya, yeoja itu berjalan pelan mendekati dinding, menatap satu persatu potret dalam pigura kayunya, di balik kaca. Potret pertama, menampilkan seorang yeoja berusia sekitar tiga puluhan mengenakan gaun terusan panjang yang menampilkan perut buncitnya dan yeoja kecil yang tengah menempelkan telinga di perut buncit yeoja senior dan sebuah catatan kecil tertulis di bawahnya 'Ahra mendengarkan Angel Kyu bicara dari perut Eomma'. Sungmin tersenyum, ...Angel Kyu? Sepertinya doa itu tak terkabul karena nyatanya bayi dalam perut buncit itu telah menjadi Evil Kyu, sekarang. Sungmin terkikik, Kasihan sekali yang menulis catatan kecil ini.
Beranjak kepotret lain, kali ini menampilkan bayi kecil berambut coklat crully yang terbaring dengan memainkan sebuah bola biru ditangannya, berlatar rumput hijau musim semi. Dan kali ini dengan bangga Sungmin langsung mengenali aegya itu sebagai suaminya, Cho Kyuhyun. Perlahan Sungmin menggeser direksinya berdiri, mengganti satu potret dengan potret yang lain yang perlahan menampilkan pertumbuhan seorang Cho Kyuhyun. Dan dari sana, Sungmin bisa memastikan bahwa kamar ini adalah kamar pribadi Kyuhyun di pulau Chomerra ini.
Setelah puas dengan kumpulan potret itu, tangan Sungmin bergerak menggeser pintu balkon dan...
"Omo~" dia benar-benar terpesona menatap hamparan rumput hijau yang melandai di depannya. Sebuah padang rumput yang ditanami sekitar lima belas pohon sakura yang tersebar dan berbatasan langsung dengan hutan pinus, sementara langit tengah melukiskan gradasi merah-hitamnya warna yang menjadi sajian wajib untuk upacara memanggil matahari.
"Kau suka?" sebuah lengan tiba-tiba saja melingkar di pinggangnya.
Sungmin mengangguk tanpa berbalik. "Cantik sekali Kyu, kenapa kau tidak pernah bilang kalau sunrisenya secantik ini?"
"Aku pernah bilang semuanya cantik di sini, itu sebabnya Eomma sangat suka pulau ini dan nekat membelinya," ujar Kyuhyun dengan suara rendah dan napas yang menggelitik telinga Sungmin.
Sungmin mengangguk-angguk, lalu mengusap lengan Kyuhyun yang setia melingkar di pinggangnya. Kyuhyun memang sering menceritakan keberadaan pulau pribadi keluarga Cho ini, tapi karena letaknya yang hanya bisa di jangkau dengan jet pribadi Sungmin tak pernah berharap bisa menginjakkan kakinya di sini.
"Masih ada tiga belas pagi yang bisa kau nikmati di sini. Sekarang biarkan aku menikmatimu, key?" Kyuhyun berujar dengan suara rendah dan mulai menyarukkan bibirnya di ceruk leher Sungmin.
"Ya!" jerit Sungmin saat merasakan lidah Kyuhyun yang telah bermain di telinganya, dengan sedikit menyentak yeoja itu melepas pelukan Kyuhyun dan berputar menghadap namja itu, "OMO! PABBOYA! KENAPA TIDAK MEMAKAI BAJUMU!" Sungmin menjerit dan dengan refleks membuang pandangannya saat matanya menemukan kyuhyun yang naked di depannya.
"Ish, kau ini. Cuma ada kita berdua di pulau ini," ujar Kyuhyun dengan suara berat dan tanpa peringatan namja itu menyentak Sungmin kembali kedalam pelukannya, sesegera mungkin menangkap bibir plum yeoja kelincinya.
"Akh! Kyuhh... jangan sekarang...," rintih Sungmin, saat Kyuhyun mulai menjelajahkan lidahnya di leher Sungmin.
"Aku menginginkanmu Chagiya. Sekarang," bisik Kyuhyun tepat ditelinga Sungmin, membuat yeoja itu mengeram merasakan gairah yang memuncak dalam suara namja itu.
Baiklah. Sungmin menyerah, dan pagi ini akan menjadi pagi yang panjang untuk mereka.
.
.
"Enghhh.." untuk kedua kalinya hari itu Sungmin melenguh bangun dari tidurnya. Dan seketika juga dia mengutuki suaminya yang –meski telah begitu lelah– mampu membuatnya mencapai puncak berkali-kali hingga tubuhnya benar-benar tak bisa digerakkan.
"Kau sudah bangun Chagiya?" suara bass itu menyapa dari ambang pintu.
Sungmin mencoba tersenyum dan mengangguk, meski dalam hati dia masih mengutuki namja Evil yang kini tengah berjalan kearahnya dengan membawa sebuah meja kecil di tanganya. Refleks Sungmin merapatkan selimutnya dan hal itu dengan sukses membuat kekehan pelan terdengar dari Kyuhyun.
"Tenanglah, untuk saat ini kebutuhan little Cho telah terpenuhi. Sekarang tinggal kebutuhan perut kita, dan melihat kondisimu yang tak bisa bangun kukira kita harus sarapan di atas tempat tidur, ne?" seringgai jahil muncul di bibir tebal namja itu.
"Ish, kau pikir karena siapa aku begini, Pabboya!" Sungmin memukul bahu Kyuhyun pelan saat namja itu duduk di sampingnya dan membuka kaki meja kecil itu di pangkuan Sungmin. Sungmin mengernyit menatap bubur merah dengan kimchi dan soup daging yang masih mengepul serta secangkir latte cantik di atas mejanya. "Siapa yang memasak?" tanyanya langsung.
"Jaesoo ajumma, dia dan suaminya yang menjaga pulau ini dan tinggal di bawah bukit," terang Kyuhyun dan Sungmin mengangguk-angguk paham.
Yeoja itu mulai mengaduk buburnya dan menyendok pelan, meniupinya dengan sabar sebelum mengangsurkannya ke depan bibir Kyuhyun. Namja itu menerimanya dengan senang hati dan tersenyum dikulum. Saat berikutnya Sungmin kembali meniupi bubur itu dan memasukkannya ked alam mulutnya sendiri. Rasanya lumayan, menurut Sungmin. Namun...
Yeoja itu baru saja hendak menyuapkan sendok ke mulut Kyuhyun saat sesuatu bergolak di perutnya.
"Emp!" Sungmin mendekap mulutnya, melempar sendok tanpa peduli tempat dan berlari menuju kamar mandi. "Hooekk!"
Ugh! Sial, morningsick lagi. Yeoja itu berterima kasih banyak pada Kyuhyun yang dengan pengertian mau memijat tengkuknya dengan lembut serta membalutkan selimut di tubuh polosnya.
"Gwenchana?" meski terdengar tenang, tapi Sungmin tahu bahwa Kyuhyun tengah menyembunyikan kekhawatirannya.
Sungmin mengangguk sebagai jawaban, yeoja itu segera membasuh wajahnya saat rasa mual itu telah menghilang. Setelahnya, Kyuhyun menggendong Sungmin kembali ke tempat tidur dan kembali merapikan selimutnya.
"Makanlah lagi," tawar Kyuhyun dengan menyorongkan sendok di depan bibir Sungmin, dari suaranya saja Sungmin tahu, Kyuhyun mengerti bahwa dia tak mau memakan bubur itu lagi.
Dan nyatanya, Sungmin memang menggeleng. Menutup mulutnya rapat-rapat.
"Kau harus makan Minnie," ujar Kyuhyun antara membujuk dan putus asa. Dia tahu seberapa keras kepalanya Sungmin dan jika Sungmin bilang tidak maka itu berarti tidak.
"Aku tidak mau Kyu, kau saja yang makan," tolak Sungmin, dengan sedikit keras.
"Tapi kau harus makan Minnie!"
"Tidak mau! Aku tidak mau makanan itu!"
"Lalu kau mau makan apa? Jaesoo ajumma cuma memasak ini saja, kau tahu?"
"Aku tidak mau makan itu! Kalau Jaesoo ajumma tidak masak yang lain kau saja yang masak!" seru Sungmin keras. "Ya, Kyu... memasaklah untukku," lalu berubah memelas.
"Mwo?" iris coklat itu membulat. "Chagiya, kau tahukan seberapa ahlinya aku di dapur? Jangan minta yang aneh-aneh, makan ini saja, ne?"
"Kau jahat!" seru Sungmin dengan sebuah pukulan lemah, tiba-tiba saja raut wajah yeoja itu berubah begitu sedih. "Aku tidak mau makan itu, aku mau masakanmu," Sungmin masih merajuk.
Kyuhyun mengambil napas dalam-dalam. "Ya! Kau ini kenapa? Kau tahukan aku tidak bisa memasak!" ujarnya keras, mulai tak sabar.
"YA! Jangan membentakku! Kalau kau tidak mau masak juga tidak apa-apa, tapi jangan membentakku!" jerit Sungmin dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. Membuat Kyuhyun kaget setengah mati melihat reaksi yeoja kelincinya. "Memangnya apa susahnya memasak untukku? Aku ini istrimu dan sedang mengandung anakmu. Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi? Ne, arraseo. Kau sudah tidak mencintaiku la—"
"Ya! Ya! Ya!" jerit Kyuhyun, namja itu mulai frustasi melihat air mata yang mengalir dari iris foxy itu. "Kau ini bicara apa?"
"Arraseo! Kau tak perlu memasak untukku–" Kyuhyun hendak menghela napas lega, "—aku mau mati kelaparan saja!"
"MWO?" iris kecoklatan itu membulat lebar saat yeoja itu berbalik memunggunginya dengan bahu yang bergetar hebat. "Chagiya, uljima... aku akan memasak untukmu... uljima... jangan membuatku terlihat seperti appa yang buruk di depan anak kita. Aku akan memasak," rajuk Kyuhyun. Namja itu menyerah dan mulai mengusap bahu Sungmin lembut.
"Jinjja?" suara Sungmin terdengar serak.
"Ne, aku akan memasak untukmu. Tapi kau harus mengawasiku, aku tak mau membakar dapur atau meracunimu dengan tidak sengaja, arra?"
Setelah pertengkaran sengit yang melibatkan perasaan itu, Kyuhyun pun membawa Sungmin kedapur. Tentunya setelah dia juga menunggu yeoja itu mandi cukup lama tanpa mengijinkannya ikut mandi bersama. Huft
Beruntung...
…perempuan ngidam -yang adalah istrinya- itu Sungmin. Sungminnya yang baik hati hingga yeoja itu tidak meminta menu-menu Italian atau Brazil atau soup kimchi yang sudah tentu akan membuatnya melongo di depan kompor. Sungmin hanya meminta sebuah telur mata sapi yang dengan sukses membuat tujuh belas butir tersia-sia. Tapi, Sungmin ternyata cukup kejam dengan tidak mau membantu Kyuhyun walau sekedar menyalakan kompor.
"Kau harus menekannya sebelum memutar kenopnya!" omel yeoja itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kyuhyun mengangguk patuh. Namun nyatanya, baru setelah lima belas kali mencoba –yang membuat Sungmin terpaksa membuka jendela karena bau gas– kompor pun menyala.
Setelah dengan perjuangan yang begitu berat dari seorang Cho Kyuhyun, dua buah telur mata sapi pun terhidang di atas piring.
"Kelihatannya enak, sekarang suapi aku Kyu," pinta Sungmin saat keduanya telah duduk manis di meja makan dengan Kyuhyun yang masih mengenakan apronnya.
Kyuhyun kembali mengangguk patuh dan meraih garpu dan pisau di tengah meja.
"Aish Kyu, jangan gunakan itu. Gunakan tanganmu, arra?" ujar yeoja kelinci itu dengan senyum manisnya. Sementara Kyuhyun membeku.
"Dengan tangan?"
"Ne," Sungmin mengangguk imut.
"Tapi Minnie... aku sendiri saja tak pernah makan langsung dengan—" ucapan Kyuhyun tercekat di tenggorokan saat melihat iris kelinci yang telah berkaca-kaca. "Arra-arraseo, aku akan menyuapimu dengan tanganku."
Namja itu menghela napas berat. Dia benar-benar tak mengerti dengan perubahan mood Sungmin yang bisa berganti dengan cepat secepat kedipan matanya. Dia benar-benar bingung dengan Sungmin yang menjadi super sensitif seperti ini.
Huft! Sepertinya benar kata Ahra dulu, sewaktu dia baru masuk sekolah dasar. Rumah ini memiliki aura roh jahat! Huh! Kyuhyun harus segera menelepon Eomma agar segera mengundang pendeta untuk mensucikan rumah ini- pulau ini bila perlu! Secepatnya! Dia tak mau bulan madunya terusik gara-gara roh jahat itu!
.
"Kyuniya~"
"Aaa..."
"Apa kau suka wanita gendut?"
"Tidak, gendut itu jelek."
"Mwo? Jadi benar kau akan meninggalkanku? Perutku akan membesar dan aku akan jadi gendut! KAU JAHAT CHO KYUHYUN!"
"Mwo... aniyo-aniyo! Aku suka wanita gendut, gendut itu seksi! Uljima... uljima..."
_FIN_
.
_Epilog_
Five years letter.
'Klek'
Kompor itu menyala, menghidupkan jilatan-jilatan kebiruan dari api yang lapar. Segera, Sungmin meletakkan sebuah wajan di atasnya dan mengisinya dengan sedikit minyak. Sembari menunggu minyak panas, yeoja berambut hitam pendek itu menyibak tirai jendela dapur dengan cekatan.
Selama beberapa detik yeoja itu termenung, menatapi matahari pagi yang bersinar cerah di ufuk sana. Kemudian kembali teringat pada minyaknya dan segera memasukkan cukup banyak potongan kimchi ke dalamnya. Tak perlu menjadi peramal untuk tahu bahwa dia akan kedatangan banyak tamu pagi ini.
"Wangi sekali," sebuah lengan memeluknya dari belakang.
"Hanya kimchi," ujar Sungmin dengan memasukkan potongan daging asap.
"Bukan kimchinya, tapi kau Chagi," sosok yang memeluknya kini mulai menyentuhkan bibirnya di ceruk leher Sungmin.
"Aku sedang memasak Kyu, lepaskan atau makanannya tidak matang sebelum mereka datang!" sergah Sungmin dengan mencoba melepaskan lengan Kyuhyun.
"Aku bisa memakanmu," ujar Kyuhyun enteng dengan menghirup aroma tubuh Sungmin yang begitu menggoda, menurutnya.
"Lalu Yoogeun dan hyugdeulmu? Mau makan apa mereka? Cepat lepaskan!"
"Che! Kenapa kau membiarkan Yoogeun menginap di dorm lagi? Mereka itu membawa pengaruh buruk untuk anakku!" gerutu Kyuhyun, dengan ogah-ogahan dia melepas lingkar lengannya dan beranjak meraih sebuah gelas.
"Dia akan mendapat pengaruh yang lebih buruk kalau tetap di sini semalam, lagi pula Geunnie juga nyaman bersama mereka," balas Sungmin sambil lalu dan mulai mengaduk masakan dalam wajannya.
"Yah! Saking nyamannya sampai dia punya banyak Appa!"
Sungmin tertawa rendah. Bahkan sampai sekarang Kyuhyun masih tidak rela dengan hal itu. Tapi Sungmin juga tak bisa berbuat banyak, Yoogeun anak yang mudah sekali bergaul dan itu membuat semua orang menyayanginya. Terutama anak-anak Super Junior yang menolak mentah-mentah dipanggil Ajussi oleh anaknya. Sementara Yoogeun tak mungkin memanggil mereka Hyung sama seperti panggilan Kyuhyun untuk mereka
"Sebaiknya kau mandi dulu, Kyu. Kau masih bau sekali," gumam Sungmin.
Kyuhyun hanya mengangguk, dia sendiri juga sudah merasa tak nyaman dengan tubuhnya yang begitu lengket. Namja kurus berambut curlly itu melangkah menjauh dari dapur setelah menghabiskan air putihnya.
.
.
"Eomma~" tangan kecil itu mengetuk pintu. "Eomma Yeosung lapah Eomma~" yeoja kecil itu masih berusaha mengetuk pintu kamar orang tuanya. Namun untuk kesekian kalinya pintu itu tak kunjung terbuka, justru membuatnya bingung dengan suara-suara aneh yang terdengar semakin keras.
Dia ingin meraih kenop pontu, berjingkat-jingkat sekuat tenaga dan menariknya kebawah dan... gagal! Pintunya terkunci.
"Uhhh... Eomma~" yeoja itu merengut sebal dan mengusap perutnya yang terasa semakin lapar. "Aish... ke lumah Geun Oppa aja ah, Yeosung lapah."
Yeoja kecil berambut coklat pendek itu pun berlari kecil kearah pintu depan rumahnya, memakai sepatunya dengan susah payah dan memutar kenop pintunya dengan susah payah. Lalu mengintip kecil dari lubang pintunya, lorong apartemen itu selalu sepi di jam-jam seperti ini. Biasanya baru akan ramai saat para penghuninya mulai keluar untuk bekerja.
"Geun oppa di lumah Minnie jumma atau Teuk jussi ya? Ummm... ke lumah minnie jumma caja deh, yang ada makanankan di lumah Minnie jumma," setelah memutuskan hal itu, dia melangkahkan kaki kecilnya menuju lift di ujung lorong.
Jangan meremehkannya, meski usianya baru menginjak angka tiga, dia telah hapal tombol mana yang akan membawanya ke lantai tempat Minnie jumma dan juga tombol mana yang akan membawanya ke tempat Teukie jussi.
Yeoja kecil itu menunggu, di depan lift dengan menyenandungkan sebuah lagu yang pernah diajarkan Geun oppa padanya.
"Noona cantik, apa kau tersesat?" sebuah suara bass mengejutkannya. Membuat senandung kecilnya terhenti di tengah reff dan dia pun memutar kepalanya, seorang namja tinggi berambut merah telah berlutut di depannya, mengulurkan tangan dan mengacak rambut coklat pendeknya.
"Aniyo, Yeosung mau ke lumah Geun oppa," ujarnya sambil menggeleng kecil dan tersenyum lebar.
"Ke rumah Geun oppa? Kau tahu di mana rumahnya?"
"Ung! Yeosung tau, nanti Yeosung akan menekan tombolnya sendili,"
"Anak pintar, mau Oppa temani?"
.
.
'Tok.. tok.. tok...'
Kyuhyun mendengar suara pintu kamarnya di ketuk, dia melirik sesaat pintu itu sebelum bergumam 'masuk saja' dan kembali mematut dirinya di depan cermin.
"Morning Appa..." namja kecil itu membuka pintu dan segera berlari menuju appanya. Kyuhyun menyambutnya dengan rentangan tangan dan membawa namja kecil itu dalam gendongannya.
"Morning anak appa yang paling tampan, bagaimana acara menginapnya?" tanya Kyuhyun dengan mengecup pipi chubby putranya.
"Cool," Yoogeun mengacungkan jempolnya, "Hyukie appa mengajariku moogeun-moogeun dance!" akunya dengan semangat. Membuat Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak mendengus di depan putranya yang baru genap empat tahun itu.
Kyuhyun mengacak rambut hitam tebal anaknya. Kemudian mendesiskan kemalangannya dalam hati. Ya! Dia malang! Kalian tidak dengar bagaimana putranya tadi memanggil si monyet SuJu itu dengan sebutan 'Appa'? sebutan kehormatan yang seharusnya hanya di tujukan untuknya. Tapi, dengan mudahnya Cho kecil itu menghianatinya, memanggil semua Super Junior dengan sebutan Appa.
Ah! Jangan lupakan bocah-bocah SHINee yang kurang ajar itu! Sejak mengikuti acara konyol macam Hello Baby itu, Yoogeun punya lima Appa tambahan! Hah, memangnya Appa itu apa? Seenaknya ditambah begitu saja. Padahal kan dia yang susah payah membuatnya bersama Sungmin, kenapa yang lainnya ikut menikmati hasilnya juga sih...
"Hufftt..."
Kyuhyun menghela napas berat dalam perjalananya membawa Yoogeun ke meja makan.
"Appa, waeyo?"
"Ah, aniyo," Kyuhyun menggeleng dan mencubit pipi chubby itu. Sekali lagi Kyuhyun harus menahan diri untuk tidak mendengus mengejek kesialannya. Kali ini karena fisik Yoogeun yang... –sudah berulangkali Kyuhyun mengeluhkannya pada Sungmin– terlalu mirip Sungmin. Namja kecil itu tak menyisakan jejak sedikitpun tentang rupa keberadaan Cho Kyuhyun dalam guratan fisik sempurnanya.
Lihat rambut hitam tebalnya, lihat mata bulat kelincinya, lihat bibir poutynya, lihat pipi tembamnya. Bahkan dengan lancang Minho mengklaim dia lebih pantas disebut sebagai Appa Yoogeun dari pada dirinya. Karena Yoogeun lebih mirip dengaku, katanya.
Ah! Sudahlah, tak ada gunanya menyesali hal itu setiap hari. Sungmin bisa mencekiknya kalau tahu.
"Coooolll... Stew jamur!" seru Yoogeun dari atas gendongan appanya, dengan sigap namja kecil itu melompat ke kursi dan tersenyum puas pada Sungmin.
Sungmin melongo. "Siapa yang mengajarimu bicara seperti itu Geunie?" selidik Sungmin, tampak tak suka dengan ucapan putranya, sementara di sisi lain meja, Eunhyuk mulai mengkerut.
"Hyukie Appa!" seru Yoogeun tanpa rasa khawatir sedikitpun.
Sungmin mendelik pada si terpidana dan melemparinya dengan garpu yang untungnya segera di tangkap oleh Donghae sebelum benda itu menyentuh kening mulus Eunhyuk. Sungmin mendesis.
"Geunie chagi, jangan mengucapkan kata seperti itu di meja makan lagi, Arra?" ujar Sungmin pelan, sementara di sampingnya Kyuhyun merancau yang terdengar seperti 'sudahku bilang mereka membawa pengaruh buruk!'.
"Arra," Yoogeun mengangguk pelan, "tapi kenapa Eomma?"
"Tidak sopan," Sungmin mulai menyendokan nasi ke piring empat namja yang tengah mengelilingi mejanya. Sudah menjadi agenda tak tertulis bahwa setiap pagi anggota Super Junior akan datang ke flatnya untuk menumpang sarapan.
"Dan kalian," Sungmin berujar saat menyendokkan nasi ke mangkuk Donghae, "Berhentilah mengajari Yoogeun yang aneh-aneh. Ingat umur, cari yeoja dan cepatlah nikahi dia!" kalimat Sungmin terdengar lembut dan pelan, tapi jangan abaikan intimidasi dari iris foxy itu.
Eunhyuk dan Donghae mendadak terbatuk-batuk entah karena apa.
"Kemana Kangin oppa dan Teukie oppa? mereka tidak ikut sarapan?"
Belum sempat salah satu dari mereka menjawab ketika bell rumah itu berdenting. "Mungkin itu mereka," gumamnya entah pada siapa.
Sungmin berjalan cepat kearah pintu dan membukanya. "Ah, Yonghwa-ssi? Anyyeong, baik sekali kau mau berkunjung kemari, bagaimana kabarmu dan Seohyun-ssi?" Sungmin bertanya cepat saat melihat siapa tamunya.
"Ah, kabar kami baik, ummm... sebenarnya aku mengantar yeoja cantik ini," jawab namja itu dengan agak kaku.
Sungmin mengalihkan pandanganya searah dengan direksi yang di pandang Yonghwa. "Aigo~ Yeosung kau kesini sendirian lagi Chagi? Ucapkan terimakasih pada Ajussi," ujar sungmim dengan mengusap rambut coklat yeoja kecil itu.
"Gamsahamnida Ajussi," Yeosung membungkuk kecil di depan namja itu.
Yonghwa pun berpamitan setelah menolak dengan pelan ajakan sarapan bersama dari Sungmin, namja tinggi itu pergi dengan sebuah salam dari Sungmin untuk Seohyun yang kini tengah hamil tiga bulan.
"Kau lapar?"
Yeosung menggangguk dan berlari cepat kearah meja makan, meninggalkan Sungmin yang masih menutup pintu. Dan Yeosung sudah duduk di kursi di samping Yoogeun saat Sungmin tiba di meja makan.
Sungmin mengambil peralatan makan khusus untuk yeoja tiga tahun itu dan memulai sarapan bersama mereka. Rutinitas pagi yang tak jauh berbeda dengan pagi lainnya. Ramai seperti sebuah keluarga besar.
Setelah ini, Sungmin yakin bell rumahnya akan berdenting dan pasangan YeWook akan dengan heboh menanyakan keberadaan putri mereka. Atau, KangTeuk yang muncul dengan muka mengantuk, Kangin yang tampak hangover karena mabuk semalaman dan Leeteuk yang kurang tidur karena mengurusi Appa Super Junior itu.
Entah mana yang lebih dulu, yang pasti sungmin juga telah menyiapkan sarapan untuk empat tamu yang belum datang itu.
'Ting.. ting..'
Oh, itu bukan suara bell pintu rumahnya, melainkan suara ponselnya. Sebuah email baru saja masuk dan Sungmin membukanya dengan cepat.
"OMO~ Kyuniya~ Siwon oppa, Bummie dan Wokie ada di Korea! Mereka akan datang siang ini!" Sungmin berseru semangat setelah membaca emailnya.
"Ck. Diakan sering datang kesini, kenapa kau selalu sesenang itu sih?" gerutu Kyuhyun.
Sungmin tersenyum dikulum. Kyuhyun memang selalu mengeluh setiap Siwon memberi kabar akan datang, meski pada akhirnya namja itu akan menyambut Siwon dengan cukup terbuka.
Sungmin tahu, tahu dengan pasti bahwa di balik sifat Kyuhyun yang kekanakan, dia menyembunyikan kedewasaannya. Kedewasaan yang membuat namja itu mampu mengucapkan kata terimakasih pada Siwon. Rasa terimakasih yang sama besar dengan rasa terimakasih dari Sungmin untuk seohyun.
Karena kepergian Seohyun lah, Sungmin bisa hadir di hadapan Kyuhyun yang terluka malam itu. Dan, karena kedatangan yeoja itu pula Kyuhyun mampu menyadari hatinya yang sebenarnya. Sungmin tak yakin dia akan merasakan kebahagiaan seperti ini jika saja yeoja itu tak kembali…
… karena selamanya, Sungmin hanya akan menjadi bayangan bagi yeoja itu. Karena selamanya, Kyuhyun takkan tahu siapa yang mengisi hatinya.
Menyadari yang telah pergi ternyata berarti, jauh lebih baik dari pada terus tergenggam namun terabaikan.
After All…
Kisah ini memang tak bisa di tutup dengan ungkapan "… Happily forever after," karena kata akhir jelas masih jauh di ujung sana dan… kebahagiaan bukan hal yang akan terus bertahan tanpa perjuangan.
"… aku memang tak bisa menjanjikan kebahagiaan untukmu, tapi aku bersumpah akan mengusahakan kebahagiaan selalu untukmu."
_END_
Maaf untuk apdet yang Luama banget! Lhyn ketemu trouble ama Laptop rusak dan (karena Lhyn ga suka laptop yang udah buka segel pabrik) terpaksa nunggu punya duit buat beli lagi. Mianhe.
Dan tahukah kalian? Laptop yang rusak itu, rusaknya membawa hilang seluruh File di laptop Lhyn, dan untuk kedua kalinya Lhyn kehilangan semua File Fanfiction Lhyn yang udah Lhyn ketik dengan bercucur keringat! *Lebay*
Abaikan curhat gaje itu.
Finnaly….
YES! Tamat! Meski dengan gaje karna file pertama jelas hilang oleh si laptop. Tapi lhyn ngerasa LEGA! Makasih banyak buat yang telah mendedikasikan diri *bahasanya…* pada fic ini. Terimakasih banyak untuk semua dukungannya dari Keping Pertama Hingga Keping Terakhir yang membuat satu Fic ini Utuh Sempurna :
2093, a silent reader, AIDASUNGJIN, alia choi, AmyKyuMinElf, Anggik, Anonymus, AraPidooy, Arin0911, Auliayyg, Aurelia, ayuko0510, Ayuni Lee1824yewook,
Baby Pumpkin, BarbeKyu, Beibhy kyuminalways89, Biya-kyuke, BunnyMinnie,
Bunnypumpkin,
camelia rhapsody, Cassie Uchiha, Caxiebum, Cha, ChanYue, Chi-kimchi, Chika8923, Chikyumin, Cho GyuMin Lee, Cho Hyun Jin, Cho kyumin, Cho Kyuri, Cho Kyutmin1322, Cho MiNa, Cho ndithkeyta, Cho Sarie, Cho Sera, Cho Ummu Archuleta, choi hyekyung, Chofani, Chorheya, Choshikyumin, ChoZhouHyun, CloudsomniaElf, ClaireAsMe, CloudSomniaLoveYunJae,
Daraemondut, dhian kyuhae elf, dian april, Dian, dincubie, Diitactorlove, Dina LuvKyumin,
E.L.F, emyKMS, ErnanaGyu, Eternal Spring-Vitamin, Eunhae , Eunhae25, Eunsung reshfly, Evilaegyeo, Evilevigne, Evilkyu Vee, Evilkyumin,
farchanie01, Farkhaa, Fatthkyu, Fujiwara Roronoa,
GaemGyu, gemini girl, Gray Lucifer
, GuardiaNietha,
Han je mi, HaEHyuk HaEHyuk, Hana, Haneunsungreshfly3424, HappyKYUMIN, Hie, Hyeri, Hyun Ji Yoon, Hyukieyes, HyunMing joo,
Ikimasu
, imsmL, inchangel, iRMA281182,
Jaexi , ji hyun , jie hyun, Jinki93, Jinki Jung, Jiyoo861015, Jojojoooo, JoYoungminnie, JungJaejoongYunJae's Daughter, JungNhurra, Just Kyumin,
Ka Hime Shiseiten, kanaya, KarooMinnie, kikihanni, Kim hyunie, Kim Min Hyun, Kim N Wookielf, Kim Nuri Shfly, Kim Soo Hyun, KimHanKyu, Kimhyena, Kitsune Diaz isHizuka, KMS, Kyokyorae, Kyu Anarchy 99, KyuHyunJiYoon, KyuJummhatters, KyuLie Minnie, KyuLov, Kyumin, Kyumin Forever, KYUMIN137, KyuMindaughter
, Kyuminlinz92, KyuMinnie, KyuminAegya, Kyuminkyuminkyumin-sunghyun Kyuminshipper, kyuppa cayankeocky,
10ve5uju, Lala, Lalapop, lee hyuri, Leeyoungmin, lia bernadett, lienaJoYers95, Lil'cute Bear, Lovesungminppa,
Mappanyukki, Matsuka99, MegaKyu, Meiryu, Melani Kyuminelf, Mey Hanazaki, Memey Clouds, min190196, mingKyu, minjeee, Minnie, MinieKyu, Minnie Trancy, MinnieGalz, minnienyaevil9tha, MinniepunyaKYU, Minyu, MR X, Mrs. KJW, ms. KMS, Myeolchi's wife,
Naeminnie
, nakyukyumin, Nam Seulmi, NamikazeMalfoy, Nana, Nda Indiesetyaputry, Ndoek, No Name, nobinobi, nupi ELF VIP, Park HyunRa, Park Yeong Sung, Phirre15, Putputritri, Perisai Suju, Pumpkin01, pink choi, Parkkyoonha Evil Princess, PrincessChintya,
QMingKyutes137, Qminhee, Queen of Tears,
rachellmarchy08
, RAJSomniaELF, Rima KyuMin Elf, rinasuju, rikha-chan, Riyu, RizkaIwanda, ryu ryu ryu, Ryuu ryuu,
S-I-D-E-R, Saira Suju, sarangchullpa92, sierradew, Shana Elfishy, shanty beibhy kyuminalways, ShanTwelve,Shawolelf137, Shynta2124, shyty, Siticho, Soldier of Light, SparKyuAlan, sparkyUntil dead, stevhani, Suci, Sugar Rin, sungyoungpark, SungMinnie, SuperGirl, syana suju,
Takara-hoshitakara-hoshi
, Thania Lee, Ticia, Triaaiueo,
Ury, uthyRyeosomnia,
v13kyumin, Vainvampire, Vitaminielf, VitaMinnieMin,
winda1004, WindaaKyuMin Yanna, wookppawife,
Youngers, Yuki, yukiLOVESUNGMIN, yunjaeHeart, Yuu, YuyaLoveSungmin
Juga Kamu yang belum Sempat untuk Meninggalkan Jejak. RIfyu Selalu Lhyn tunggu meski kisah kecil ini telah berakhir.
Mohon Maaf Bila ada Nama yang Tak Tercantumkan atau Kesalahan Ketik.
TERIMAKASIH untuk yang mencantumkan Lhyn sebagai Author Favorite kalian, Juga yang mencantumkan Fic ini dan Fic-Fic Lhyn lain kedalam List Favorie Kalian.
GAMSAHAMNIDA…
.
.
Yap! Sampai ketemu di Fic Lhyn selanjutnya… bye-bye… *tebar kembang tujuh rupa*

AFTER ALL Keping Sembilanbelas


AFTER ALL
Keping Sembilan belas
Genre : Romance , Hurt/Comfort, Drama.
Rate : M
Cast : Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun, Lee Sungmin as Lee Sungmin, Choi Siwon as Choi Siwon, Kim Ryeowook as Kim Ryeowook, Kim Yesung as Kim Yesung, etc.
Pairing : Kyuhyun X Sungmin, Siwon X Sungmin, Kyuhyun X Seohyun, and Yesung X Ryeowook, the other only Friendship.
Warning : Genderswitch, abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON'T LIKE DON'T READ!
.
"You are the one, Ojig nomani nesarang, You are the sun, Tasuhi gamsaon miso, You are my love, To na yogshi gudemane ojig dan han saram, Onjekajina gyothe issoyo."
"You are the one, You are my only love, You are the sun, Your smile warmly embraced me, You are my love, I'm her one and only, Together forever."_Super Junior_ You Are The One_
.
Dorm Super Junior malam itu benar-benar penuh karena tak hanya Super Junior dan Cinderella manager saja yang ada di sana. Tapi juga ada kedua orang tua Kyuhyun, kedua orang tua Sungmin bersama Sungjin, Ryeowook, Hangeng dan juga Heebum –sepertinya Heechul tak bisa melewati masa sulit ini tanpa dua nama terakhir–.
Kyuhyun sama sekali tak terkejut saat pulang dan mendapati dorm mereka sudah seperti taman kanak-kanak dengan pita warna-warni dan balon di sana-sini. Memangnya apa yang bisa dirahasiakan kalau kau merencanakan sesuatu bersama Super Junior? Terutama Kangin... dan Eunhyuk... dan Donghae juga... dan... ah! Pokoknya Kyuhyun bersumpah tidak akan mengikutsertakan hyungdeulnya dalam rencana apapun lagi.
Mereka merayakan acara life itu dengan berlebihan, padahal sudah ratusan kali Kyuhyun tampil life meski pun acara life kali ini lebih istimewa karena yah... dia melamar Sungmin. Merasa agak jengah dengan suasana pesta yang tak pernah berbeda dengan pesta manapun, Kyuhyun menyeret Sungmin dari samping Eommanya dan membawa yeoja itu ke kamarnya.
"Huaaahhh~ aku lelah sekali chagiya... melamarmu benar-benar menguras otak, tenaga dan mental," gumam Kyuhyun sembari membanting tubuhnya di atas kasur.
"Kau menyesal?" ujar Sungmin dengan datar.
Kyuhyun terdiam sejenak, menarik napas panjang dan duduk di tepi tempat tidurnya. "Kemarilah," ajaknya dengan mengulurkan tangan meminta sambutan dari Sungmin.
Yeoja itu diam sesaat sebelum meraih tangan Kyuhyun yang terulur dan mengikuti arahan namja kurus itu untuk duduk di pangkuannya. Membuat wajah chubbynya memerah.
"Seluruh Korea dan seluruh dunia akan tahu aku mencintaimu, mereka tidak akan berhenti menyiarkan, mengunduh dan mengaplod ulang, menshare di blog-blog mereka hingga akhirnya seluruh dunia tahu aku mencintaimu. Tapi kenapa kau masih saja ragu padaku?" Kyuhyun berkata dengan mengusap-usap pipi chubby Sungmin yang memerah.
"Itu karena mereka tidak tahu siapa kau sebenarnya," ujar Sungmin, berusaha membela.
"Bahkan mereka yang tidak tahu siapa aku pun mengerti bahwa aku mencintaimu. Kenapa kau yang tahu siapa aku malah ragu?" Kyuhyun mulai bersuara rendah, berada dalam posisi seperti itu di atas tempat tidurnya, mau tidak mau membuat libidonya naik perlahan. Namja itu mengecup lembut bibir Sungmin, lalu berkata lagi, "saranghae, saranghae, saranghae,jeongmal saranghae. Jangan pernah meragukan itu selama hidupmu, arra?"
Mata kelinci itu menatap dalam iris kecoklatan Kyuhyun sebelum mengangguk. Yeoja itu hanya bisa mengangguk lantaran bibir Kyuhyun yang sama sekali tak berjarak dari bibirnya saat mengucapkan itu. Kyuhyun tersenyum tipis dan mulai mencium bibir plum Sungmin dengan lebih intens. Dia merindukan bibir itu, merindukan setiap respon hangat dan lembut yang diterimanya.
Kyuhyun yakin dia bisa menggila bila tak segera merasakan manisnya bercinta dengan Sungmin. memagut hangat bibir pink itu dan dengan perlahan merebahkan tubuh berisi Sungmin di atas tempat tidurnya.
"Engghhh..." lenguhan pertama yeoja itu terdengar saat Kyuhyun menyibak bibir plum di bawahnya dan menyapa penghuni di dalamnya. Menyapa dalam desiran lembut, mengeksplor semua yang ada, hingga suara decapan mengiringi kegiatan mereka.
"K-Kyuhhh..." suara Sungmin lepas saat Kyuhyun melepas bibirnya dan mulai mencari-cari titik hisapan di leher putih yeoja itu, sementara tangannya mulai memberi remasan pelan di dada Sungmin yang masih tertutup sempurna. "Kyuhh.. hentikhand lu... dha yangin kubicaa-ah.. Kyuhh," lenguh Sungmin dengan tangan berusaha mencegah tangan Kyuhyun memijat dadanya lebih kuat.
"Bicaranya besok saja Minnie.. aku menginginkanmu malam ini... segera," bisik Kyuhyun dengan sesekali menggigit telinga Sungmin dan menghisapnya lembut.
"Kyuuhh... balll... ahhh... jebbal...," mendengar Sungmin sampai memohon membuat Kyuhyun tak tega juga, sedikit takut Sungmin akan marah dan meninggalkannya.
"Bicaralah," namja itu menyerah pada akhirnya dan bangkit dari atas tubuh Sungmin lalu duduk bersandar di kepala tempat tidurnya.
Sungmin ikut bangkit dan menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun, mengusap dada bidang itu agar kesal di hati Kyuhyun menghilang. Yah.. dia tahu Kyuhyun sedikit kesal karena dia menunda acara mereka. Tapi bagaimanapun, dia harus bicara tentang ini.
"Apa kau benar-benar siap untuk menikah denganku?" tanya Sungmin, terkesan hati-hati.
Tangan Kyuhyun yang sebelumnya mulai mengusap rambut Sungmin kini berhenti. "Kau menanyakan kesiapanku bukan karena kau sendiri belum siapkan, Minnie?"
"Aniyo, Kyunie. Aku hanya... aku khawatir dengan karirmu selanjutnya," ujar Sungmin dengan jemari yang menari-nari di dada bidang Kyuhyun.
"Aku sudah membicarakan itu dengan SME dan Heechul hyung sebelumnya. SME mengatakan itu hak pribadiku asal aku siap menerima semua konsekuensinya. Dan aku siap menerima semua konsekuensinya, kalau ELF tidak bisa menerimamu maka itu artinya mereka juga menolakku, aku mungkin akan keluar dari Super Junior dan membiarkan Hyungdeul tetap berkarir tanpa aku. Lalu kita bersama-sama membangun Pumpkins dan hidup bahagia selamanya. Tapi kalau ELF menerimamu, aku pun tidak akan meninggalkan mereka, tapi aku tetap akan membangun Pumpkins bersama denganmu dan hidup bahagia selamanya," ujar Kyuhyun, terdengar ringan tanpa beban.
"Mengapa kau mengatakannya dengan begitu mudah?"
"Tentu saja mudah, karena kau ada di sampingku. Lusa aku akan mengadakan konverensi pers dan dua minggu lagi kita menikah. Aku tak mau menundanya terlalu lama, aku juga sudah mengatakan ini pada semua yang tengah berpesta di bawah dan mereka setuju," ujar Kyuhyun dengan memposisikan dirinya untuk berhadapan dengan yeoja itu. "Kau sudah selesai bicara? Boleh aku melanjutkan yang ta—"
"Ya, Kyu. Kenapa kau selalu mesum?" Sungmin memukul lengan Kyuhyun pelan. "Ada satu hal lagi...," Sungmin berujar dengan menggantung kalimatnya.
Alis Kyuhyun terangkat melihat raut Sungmin yang meragu. Kyuhyun mengusap rahang lembut yeoja itu dan mengangkatnya sedikit. "Ada apa?" Kyuhyun bertanya lembut.
"Kyunieya..." Sungmin memulai dengan ragu, "Aku... Kyunieya aku... hamil," ujar Sungmin lirih.
"Mwo? Minnie chagiya.. bicaralah dengan lebih keras."
"Kyunieya... a-aku.. aku... aku hamil."
"Mwo?"
"Aku hamil Kyu!" Sungmin berteriak, sedikit kesal.
"Aku dengar Minnie!" Kyuhyun ikut berteriak, namun dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Jadi?"
"Jadi?"
"Kyu!"
"Omooo~ Minnie~" Kyuhyun berteriak girang dan langsung menerjang tubuh yeoja itu, membawanya berguling-guling di atas tempat tidur dengan penuh suka cita. "Gomawo... gomawo chagiya gomawo."
"Kyuuuuu hentikaaan!" Sungmin berteriak atas tingkah Kyuhyun yang memeluknya sambil berguling-guling di atas tempat tidur.
"Kau tahu apa artinya itu chagi?"
"Molla?"
"Appa! Aku akan dipanggil Appa!"
Sungmin sweatdroped dalam pelukan Kyuhyun yang masih membawanya berguling. Tapi tak ayal, semua ini membawa kelegaan yang teramat berarti bagi yeoja kelinci itu. Kyuhyun menerimanya, Kyuhyun mencintainya, Kyuhyun tidak akan melepaskannya dan yang paling berarti... Kyuhyun menyambut bahagia kehadian buah cinta mereka.
"Kau tidak ingin memberi tahu yang lain, Kyu?"
"Besok saja, kita berpesta sendiri saja malam ini."
"Kyu!"
"Besok saja! Biar mereka punya alasan untuk membuat pesta lagi dan kita bisa berpesta sendiri lagi."
"Ish! Mesum!"
"Ayo lanjutkan!"
.
.
Sekarang Sungmin tahu kenapa banyak orang yang berharap hanya menikah sekali saja seumur hidup mereka. Karena mempersiapkan pernikahan benar-benar melelahkan! Memang benar Sungmin tak perlu kesana-kemari untuk mempersiapkan segalanya. Tapi tetap saja melelahkan meski ia hanya perlu duduk dan mendengarkan mereka bicara... siapa mereka?
Ada Kim Joon Yu, desainer gaun pengantin yang khusus dipanggil dari kota tempatnya berkarir di Paris oleh yeoja senior Cho. Lalu, Joe Kalrk Ride, ia seorang desainer perhiasan yang datang dari London bersama Ahra. Juga puluhan nama lain yang membutuhkan satu keping episode tersendiri untuk menjelaskannya. Mulai dari event organiser hingga chef patiseri yang dipesan khusus oleh dua yeoja Cho yang Exited mendengar dua kabar bahagia itu.
Keluarga Sungmin?
Bukan berarti keluarga Sungmin tak peduli atau tidak senang, mereka sama senangnya dan sama pedulinya dengan keluarga Kyuhyun. Hanya saja, sudah menjadi watak keluarga Lee bahwa mereka tidak suka menunjukkan sesuatu yang berlebihan.
"Minnie, untuk pesta pernikahanmu kau ingin mengambil tema apa?" Ahra bertanya antusias dengan membalik-balik sebuah promote book di tangannya.
"Tema? Apa harus ada temanya?" Sungmin bertanya polos, dia tidak pernah menikah sebelumnya jadi wajar saja kalau dia tidak tahu hal seperti itu.
"Tentu saja... bagaimana kalau sweety princess? Ah tidak, terlalu kekanakan. Nanti malah jadi seperti pesta ulang tahun anak usia lima tahun. Umm... kalau summer? Aish... aku lebih suka winter, tapi sepertinya Spring lebih cocok untukmu... ah.. bagaimana kalau four season saja?"
Sungmin bingung bagaimana untuk menghadapi celotehan Ahra yang lebih terdengar seperti sedang bermonolog sendiri. "Aku percaya dengan pilihan Eonnie."
"Baguslah, four season. Perbedaan yang membawa indah, juga agar pernikahan kalian tetap kokoh selama empat musim hingga maut memisahkan. Ah! Itu manis sekali..."
"Putri Eomma memang pintar," nyonya Cho memuji Ahra. "Nah, Minnie... sekarang kau harus memilih di mana pestanya akan diselenggarakan, 'four season' Eomma rasa membutuhkan satu ruangan yang besar," kali ini giliran yeoja senior Cho yang bicara.
Sungmin menghela napas berat, sepertinya ini akan berlangsung lama.
.
.
"Kau cantik sekali Minnie," gumam Ahra.
Sungmin hanya mengangguk dengan sipuan malu dan menghela napas panjang. Oke! Dia ingin bertanya sebelum cerita ini berlanjut...
apa ada seseorang yang dengan iseng mempercepat putaran jarum waktu? Aish! Kenapa waktu berjalan begitu cepat?
Seakan tidak akan cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan benar. Sungmin menghela napasnya sekali lagi dan meyakinkan diri bahwa hari ini akan berjalan sempurna. Hari pernikahannya dan dia tidak menikah dengan orang lain, melainkan Cho Kyuhyun. Namja evil manja yang suka seenaknya. Ayah dari little angel di dalam rahimnya.
Sungmin menatap pantulan dirinya yang sempurna dalam balutan kain putih. Sempurna kecuali pipinya yang menurut Sungmin semakin tembam saja. Gaun pengantin putih dengan ekor sepanjang tiga meter itu milik ibu mertuanya. Yeoja yang masih cantik dalam usianya yang separuh abad itu menginginkan Sungmin mengenakan gaun itu. Meski begitu tentu saja nyonya gila fashion itu tidak membiarkan Sungmin terlihat 'kuno' maka itu dia mendatangkan desainer khusus dari paris untuk 'sedikit' merombaknya. Hasilnya... Sungmin tak jauh beda dengan bidadari-bidadari dalam lukisan maestro agung.
Ahra memasangkan tiara kecil itu di atas kepala Sungmin. kalau tiara ini pemberian Eommanya sendiri, meski ada sedikit rombakan dengan dipasangnya blue sapphire stone di puncaknya oleh Joe Kalrk Ride, disesuaikan dengan batu berlian yang menjadi mahkota dari cincin pernikahan mereka.
"You look like angel, Sweety," ujar Ahra dengan kembali memperbaiki tatanan rambut Sungmin yang sebenarnya tetap sempurna.
"Gomawo Eonnie," ujar Sungmin malu-malu.
"Ladies, kalian tak mau mempelai prianya datang dan mendobrag pintu ini, kan?" Zhoumi memunculkan sosoknya yang luar biasa tinggi di ambang pintu.
Sungmin tersenyum malu sementara Ahra tampak merasa sedikit salah tingkah. Sungmin menatap calon eonnienya, meminta persetujuan. Dan yeoja berambut gelombang itu mengangguk dalam, meraih ekor gaun pengantin Sungmin dan membiarkan yeoja itu berjalan perlahan di depannya.
Zhoumi pun turut membantu Sungmin menangani ekor gaunnya yang terbilang panjang itu. Tepat di bawah tangga rumah keluarga Cho, Appa Sungmin telah berdiri gagah dalam balutan tuxedo hitamnya, menunggu dengan senyum berkharismanya. Namja penyuka ketenangan itu meraih tangan Sungmin dan tersenyum tipis.
"Kita berangkat sekarang?"
Sungmin mengangguk.
Ikrar pernikahan akan dilaksanakan di gereja yang masih berada dalam satu kawasan dengan rumah besar keluarga Cho. Gereja kecil tempat Kyuhyun mengikuti Misa setiap hari minggunya. Mereka memang sengaja memilih tempat itu, karena untuk ikrar ini mereka memang tak mengundang banyak orang selain keluarga sendiri dan kerabat dekat saja.
Mobil hitam yang ditumpangi dua yeoja dan dua namja itu pun berhenti tepat di depan pintu gereja. Sungmin menghela napasnya begitu panjang, menenangkan detak jantungnya yang bertalu semakin kuat. Pintu penumpang di samping Sungmin terbuka dan tangan kokoh Appanya terulur hangat. Sungmin menatap iris hitam bergurat tua itu sesaat sebelum meraihnya dan musik pengiring pun bergema.
Melangkah menyusuri karpet merah menuju namja tampan dalam balutan suit tuxedo putih yang berdiri gagah di depan altar. Sungmin merasakan getaran di setiap tubuhnya, begitu suci, begitu khitmat, begitu sakral.
"Jagalah putriku dengan kesungguhanmu seumur hidupmu, Nak," Tuan Lee berpesan sebelum dia menyerahkan tangan Sungmin dalam genggamannya ke genggaman Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk. "Aku bersumpah, Appa."
Dan Kyuhyun pun membimbing Sungmin untuk berdiri tepat di sampingnya, di depan altar, di hadapan pastor, di bawah naungan Tuhan.
Pastor pun mulai menyampaikan votum dan salamnya, lalu mulai mempersilahkan bagi keberadaan jemaat yang mungkin keberatan dengan pernikahan ini dan akhirnya ikrarpun dibacakan...
"Bersediakan kau Cho Kyuhyun, di hadapan Tuhan dan jemaatNya di sini, mengakui bahwa Lee Sungmin adalah isterimu, karunia Tuhan. Berjanji akan senantiasa mengasihi dan menolongnya dan setia baik di dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, di kala untung maupun malang, sesuai dengan kewajiban seorang suami yang baik. Engkau dan isterimu akan senantiasa berbakti kepada Tuhan dan hidup suci dengan mematuhi firmanNya, sampai maut memisahkan?"
Sungmin merasakan genggaman tangan Kyuhyun yang mengerat sebelum kata itu terucap. "Ya. Saya bersedia."
Sungmin tersenyum begitu lega, yeoja itu pun menatap Pastor di depannya, bersiap mengatakan hal yang sama.
.
.
Berbanding terbalik dengan ikrar yang berlangsung sederhana dan hikmat, pesta pernikahan digelar dengan begitu mewah dan elegant. Dua yeoja Cho.. –uh.. karena sekarang Sungmin juga seorang Cho maka sebaiknya tambahkan kata Senior– memilih sebuah hall room hotel berbintang lima. Hall room berlantai dua itu sukses disulap menjadi pertunjukan empat musim oleh Cho Ahra.
Dilantai atas –Sungmin melihatnya dari Stage Pelaminan– telah disulap menjadi daerah musim panas dan musim semi, tirai-tirai berwarna soft orange dan jutaan bunga yang menghiasinya seakan mempertegas kesan dua musim itu. Dan turun kebawah –lantai Sungmin berdiri dengan Kyuhyun di sampingnya– adalah wahana musim dingin, ratusan kristal-kristal es bergantung di udara dengan begitu cantik sementara di Stage mempelai telah tersentuh nuansa musim gugur, termasuk gaun pengantin yang Sungmin kenakan kini.
Meriah, namun begitu elegan dan mewah. Sekitar seribu undangan tersebar dan satu stasiun TV eksklusif menyiarkan acara mereka. Acara yang sejak sepuluh hari yang lalu telah dielukan sebagai salah satu perhelatan besar tahun ini. Kedua mempelai terlihat kelelahan dan duduk di singgasananya, Sedari acara dimulai mereka terus menerima ucapan selamat yang bergantian datang sementara pihak keluarga tengah berada diantara para tamu.
"Noona... makanlah," Ryeowook muncul dari arah depannya dengan membawa sebuah piring besar. "Aku tahu Noona belum makan, benarkan?"
"Wookieya, aku memang sangat lapar," dengan gaunnya yang –meski lebih simple dari gaun sebelumnya– membatasi gerak tubuhnya, Sungmin antusias menyambut kedatangan Ryeowook dengan makanan di tangannya.
"Aku juga lapar Hyung, kenapa tidak membawa untukku juga?" protes Kyuhyun, karena Ryeowook memang hanya membawa satu piring saja.
"Kau kan namja Kyu," elak Ryeowook, meski sebenarnya dia agak malas. Lalu namja imut itu pun duduk di kursi empuk singgasana bersama kedua mempelai. "Huaa.. aku lelah sekali."
"Aku lebih lelah Wookie, kau tidak bersama yang lain?"
"Kau kan yang menikah Noona, wajar kalau lelah. Tapi aku? Ini bukan pernikahanku tapi sejak dua minggu yang lalu ikut repot juga," gumam Ryeowook, bermaksud menyindir.
"Ya.. ya. Aku tahu kau sangat membantu Hyung. Tapi aku juga sudah mengucapkan terimakasih pada Hyungdeul semua, kalian bahkan dapat makanan gratis selama membantuku. Minnie aku lapar," Kyuhyun merengek di depan Sungmin, tak tahan juga dengan gejolak rasa dalam perutnya.
"Ya, Magnae! Jaga tingkahmu, kau ini sedang menikah. Eh, tadi Noona menanyakan yang lain kan? Mereka sedang menemani tamu-tamu entertainer lain," ujar Ryeowook tanpa mempedulikan kedua mempelai yang tengah saling menyuapi.
"Apa aku datang di waktu yang kurang—"
"OPPA!" Sungmin exited, yeoja itu langsung mendongak begitu mendengar suara yang sangat dikenalnya itu. "Oppa datang?" iris kelinci itu melebar, sementara dengan asal ia memberikan piringnya pada Kyuhyun. Sungmin merentangkan kedua tangannya memberi isyarat bagi Siwon untuk memeluknya karena dia sendiri terhalang oleh gaun coklat panjang pilihan Ahra.
"Mana mungkin aku melewatkan pernikahan yeosaengieku? Gyeolhon chukha deuriyeoyo chagiya, " Siwon berujar kalem dengan memberikan sebuah pelukan hangat pada Sungmin. entah sengaja atau tidak, namja itu tengah mengacuhkan sang mempelai pria. "Aa... Chagi, ada yang ingin kuperkenalkan padamu."
Sungmin melepaskan pelukannya, entah mengapa dia merasa telah menantikan moment ini sejak jauh-jauh hari. Yeoja itu pun mengintip kebalik punggung lebar Siwon dan...
"Choi Kibum imnida, selamat atas pernikahanmu Lee Sungmin," ujar namja itu lembut.
Sungmin sempat ternganga. Namja di depannya... bagaimana mendeskripsikannya ya... tampan. Chek. Manis. Chek. Cantik. Chek. Dengan rambut hitam lurus yang jatuh menyentuh kening berkulit seputih susu itu, juga bibir pink lembut yang –sebagai yeoja– Sungmin tahu tak berpoles apapun dan senyum yang.. oh Tuhan...
"Ehem.. namanya sekarang Cho Sungmin," Kyuhyun menyela, berusaha membangun eksistensinya sebagai raja di sana.
"Oumm, Sorry i'm forget—"
"Kibum-ssi? Kau Kibum-ssi? Bummie-Bummienya Wonnie Oppa?" Sungmin terlihat jauh lebih exited dari saat kemunculan Siwon tadi.
Kyuhyun mendengus kesal, meski dia tahu Siwon memang diundang oleh Sungmin, dan dia juga tahu Siwon telah menikah tapi entah kenapa dia tetap saja kesal melihat tingkan 'Sok' hangat namja itu pada istrinya. Cih! Mereka bahkan hanya mengucapkan selamat pada Sungmin saja.
"Diacuhkan ha, Magnae?"
"Jangan mengejekku, Hyung," kesal Kyuhyun dengan memakan sendiri makanan di piringnya. Sementara iris kecoklatannya menatap kesal Sungmin yang tengah mengobrol akrab dengan dua namja di depanya.
"Wookieya~ kurasa kau perlu mengenal Bummie-ah, dia bisa memberikan saran untukmu saat kau sudah menikah dengan Yesung Oppa nanti, saat ini dia tengah hamil," Sungmin berujar semangat.
"Mwo?" Ryeowook tampak berbinar.
Dan akhirnya, namja imut itu pun ikut terlibat dalam pembicaraan diatas stage pelaminan itu, meninggalkan si mempelai pria yang tengah menghancurkan makanan di piringnya dengan aura membunuh yang begitu menguar kental.
'Kau akan mendapatkan hukuman yang setimpal Chagiya,' bati Evil Magnae itu.
.
.
Yeoja berambut pirang lurus itu menatap miris pada direksi di depannya. Namja yang dicintainya, namja yang selama dua puluh tahun mengisi hatinya, sahabat sejak kecil dan juga cinta pertamanya. Berdiri di sana, di atas pelaminan dengan seorang yeoja lain di sampingnya.
Demi apapun.
Kalau ada satu kesalahan yang paling disesalinya, itu adalah saat dia melepas namja itu demi sekolah musiknya di Paris. Entah kenapa, sejak dulu... sejak dia menjejakkan kakinya di Paris, dia merasa bahwa akan ada saatnya hal seperti ini datang.
Kyuhyun yang manja, Kyuhyun yang seenaknya dan Kyuhyun yang begitu iseng... akan menemukan objek lain selain dirinya. Objek untuk bergantung, objek untuk bermanja, objek yang mampu menerima segala keegoisannya, yang sanggup berbenteng dari isengnya namja berambut crully itu. Yang lebih baik dari dia.
Sejak dia meninggalkannya empat setengah tahun yang lalu, saat cahaya di mata itu melenyap ketika dia mengatakan keinginannya menetap di Paris. Saat kemarahan atas orang tuanya yang tak mengijinkannya ikut ke Paris bercampur dengan keputus asaan pada cinta yang seakan tak terbalas.
Seohyun tahu, bahwa saat itu Kyuhyun akan mendapatkan inangnya yang baru. Yang mampu melahirkan kekuatan dalam diri namja itu, yang mampu mencintainya sepenuh hati. Bukan menjadikannya nomor dua setelah musik. Seperti dirinya, dan itu adalah Lee Sung... ah... Cho Sungmin.
Seohyun berbalik, rasanya sulit, begitu sulit untuk melangkah mendekat untuk sekedar mengucapkan selamat. Seakan tengah berlomba dalam menghancurkan jantungnya sendiri jika dia melangkah lebih dekat. Rambut pirangnya berkibar pelan saat dia berjalan cepat diantara tamu-tamu lain, menaiki tangga dan berlari kecil kearah pintu keluar.
Dia menghela napasnya berat.
Lorong hotel ini terasa jauh lebih baik dari pada di dalam sana. Tempat yang sepi dan tenang dengan pendar lembut cahaya keemasan. Dia pun berjalan perlahan dalam gontai, membawa kakinya melangkah pelan. Membawa hatinya dalam perih.
Dadanya terasa sesak. Meski dia berusaha merelakannya, tapi tetap saja rasa sesak tak bisa dihindari.
Melepaskan cinta pertamanya, melepaskan kekasih pertamanya, melepaskan namja yang selama ini mengisi hatinya... begitu saja... sangat sesak.
Seohyun tak tau, kenapa dulu dia begitu yakin Kyuhyun akan menunggunya meski dalam ketidakpastian. Atau... kenapa dulu dia bisa begitu mudah meninggalkan namja itu hanya demi sebuah impian.
Dan sekarang... dia menyesal.
"Kuatlah Seo Joo Hyun! Kau tidak boleh seperti itu! Kau harus kuat!" dia bermonolog, dengan mengusap kasar air mata yang lancang membelai pipi halusnya.
"Seohyun-ya... ya! Seohyun-ya!"
Seohyun berhenti melangkah saat mendengar suara seseorang meneriakkan namanya. Secepat kilat dia membersihkan rasa basah di wajahnya dan berbalik.
"Omooo... Jung Yong Hwa Oppa?" terkejut bukan main saat mendapati seorang namja yang berlari cepat kearahnya.
Dan semakin terkejut saat namja itu tak berhenti berlari hingga menubruk tubuh kecilnya. "Aigo... aigo~ Oppa hati-hati!" yeoja itu berjengit saat tubuhnya mundur dua langkah akibat terjangan dari namja yang kini memeluknya itu.
"Aigo~ aku beruntung sekali bisa bertemu denganmu di sini, aku sempat ragu saat melihat punggungmu, untungnya aku sangat hapal punggung ini. Sedang apa kau di sini?"
"Oppa... seharusnya aku yang bertanya, sedang apa Oppa di Korea? Terakhir kuingat, Oppa bilang ingin berkarir di Paris saja," ujar Seohyun, masih membiarkan Jonghwa tetap mendekapnya.
Entah sadar atau tidak, yeoja itu tersenyum begitu tulus, tersenyum begitu puas hanya dengan mendapati keberadaan sunbaenya di Korea. Sunbae yang banyak mengajarkannya kunci-kunci klasik nada piano, atau bagaimana cara memberi goresan lembut pada kanvas di depannya. Sunbaenya yang sering mentraktirnya secangkir latte saat dia berhasil memahami ilmu seni lebih dalam.
"Aku ke Korea untuk mengejar mimpi bersamamu."
.
_TBC_
Oke! Oke! Udah Lhyn beri sedikit clue tentang nasib Seohyun selanjutnya, dan selebihnya terserah anda... :) hahaha...
Bummie juga udah keluar... ah~ senangnya bisa ngeluarin namja yang satu ini... yah... lima belas nama Super Junior udah keluar, tapi sayangnya Lhyn ga bisa biin scene yang nampilin ShinPpa dan Henry-gege :'(
Tapi tolong jangan ada yang ngarepin NC ya... chap terakhir udah Lhyn buat dan gada NC cuma ada 'sedikit' kegiatan malam tapi 'this and that' nya ga Lhyn papar... haha...soft aja... yah, kalian kan udah pernah baca NC buatan Lhyn... jadi bisa ngebayangin lah gimana... ga panas ga asem.
AH! Makasih banyak buat yang kemarin rifyu –lagi– :
kimhyena, Cho MiNa, v13kyumin, choshikyumin, Hyeri, farchanie01, KarooMinnie, Minnie Trancy, Cho Ummu Archuleta, siticho, melani kyuminElfsha, Cho kyumin, camelia rhapsody, HyunMing joo, Ms. KMS, Chikyumin, Lovesungminppa, dhian kyuhae elf, Kim Soo Hyun, Kim Nuri Shfly, Cho ndithkeyta, S-I-D-E-R, jojojooo, CloudSomniaLoveYunJae, Cho Hyun Jin, qminhee, Ka Hime Shiseiten, imsmL, KyuLov, RAJSomniaELF, kyumin forever, leeyoungmin, Nda Indiesetyaputry, alia choi, Suci, Shynta2124, Diitactorlove, JungJaejoongYunJae's Daughter, Cho Kyuri Mappanyukki, CloudsomniaElf, Evilevigne, stevhani, hana, kanaya, eunhae25, Myeolchi's wife, ayuko0510, Mrs. KJW, MegaKyu, beibhy kyuminalways89, ernanaGyu, choi hyekyung, min190196, AIDASUNGJIN, VainVampire, jaexi, Memey Clouds, wookppawife, caxiebum, Chorheya, Ticia, dian april, QMingKyutes137, Matsuka99, Cho GyuMin Lee, cha, rikha-chan, sarangchullpa92, SungMinnie, RizkaIwanda.
Jawaban Pertanyaan :
#lanjut ampe 20 chap?
A: Okhe deh.. asal janji pada rifyu ampe akhir ya... ?
# Anaknya Kyumin... Baby Yoogeun, Sunghyun, Minhyun, kembar aja ?
A : Gyahhh Lhyn susah ngebayanginnya kalo kembar *Mian* ...Dan Lhyn pilih Baby Yoogeun Moogeun... makasih buat kalian yang udah nyaranin nama-nama itu... :)
# Lamaran yang bagus, itu ide Kyu ato Member lain? Jadi inget WGM TeukSora... ?
A: Itu ide Lhyn.. yang Lhyn bisikin lewat mimpi ke Kyu *abaikan* wah... Lhyn belon nonton WMG satu episode pun! Mianhe kalo samaan... Lhyn beneran ga ngerti... *bungkuk2*
# Ngarepin si SS4INA bisa kejadian Itu... ?
A : Hiyaaa... Lhyn ga nonton... Tapi tetep ngarepi n Hal yang sama... :) Ayo KyuPpa... Doitdoitdoit! *ala Hyukie di A-cha*
# Apa ga ada Haters Min...?
Gyaaahh.. Haters Min? Anggap aja ga ada... Fans Kyu kebanyakan KyuMin pan? Hahaha... *Oi! Yang ditanya itu kondisi dalam FIC bukan REAL!* whehehehe... yah, anggap aja ga ada.. *author ga bertanggung jawab, mau gampang aja* #di bantai reader
# Yesung kok Ga kebagian ngomong..?
A : Waahhh Lhyn exited banget udah ngelarin masalah YeWook makanya sempat ngelupain Yesung dalam Fic ini.. *dibantai Cloudy* Mianhe...
Cuplikan Chap terakhir :
"Ya! Jangan membentakku! Kalau kau tidak mau masak juga tidak apa-apa, tapi jangan membentakku!" jerit sungmin dengan suara bergetar, sedikit banyak membuat kyuhyun kaget juga dengan reaksi yeoja ini. "Memangnya apa susahnya memasak untukku? Aku ini istrimu, dan sedang hamil anakmu? Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi? Arraseo, Kau sudah tidak mencintaiku la—"
"Ya! Ya! Ya!" jerit kyuhyun, mulai frustasi melihat air mata sungmin yang mengalir. "Kau ini bicara apa?"
.
Sekali lagi Lhyn berterimakasih untuk semua dukungannya hingga Lhyn bisa berada di titik Ini... Untuk yang Baru rifyu... yang ngeFav ato Alert Story atopun Author... GAMSAHAMNIDA! jangan bosan untuk Rifyu ya, karena hanya Rifyu yang bisa bikin Lhyn tetep ngelanjutin fic ini... Saranghaeyo!
_14_04_2012