Summary :
Siwon benar-benar tengah diuji! Kemarin hari ulang tahunnya tapi tak seorangpun dari hyungdeul dan saengdeulnya yang mengucapkan selamat, lalu hari ini dia di usir dari dorm dan terakhir memergoki Kibum tengah bersama namja lain di flatnya!
.
SIAL!
Lhyn Hatake Present
Genre : Romance, Drama, Litle bit Hurt/Comfort.
Rate : T
Cast : Super Junior Member
Pairing : SiBum, KyuMin, HaeHyuk, YeWook.
Warning : Abal, geje, aneh, Ooc, Typos, Author baru yang ga ngerti banyak hal, dan paket lain yang membuat fic ini jauh dari kata sempurna.
Disclaimer : Super Junior milik SME, Karakter milik diri mereka sendiri, Lhyn hanya pinjem nama untuk fiksi dari imajinasi Lhyn tanpa bermaksud mengambil keuntungan materi dalam bentuk apapun. Not alowed to bashing the cast or other, please! DON’T LIKE DON'T READ!
.
.
Siwon membuka matanya dengan berat pagi itu. Benar-benar berharap pagi ini tak segera datang, pagi tanggal 8 April, pagi ke-dua diusianya yang ke dua puluh enam. Bukan bermaksud egois dengan ingin terus berada di hari ulang tahunnya, tapi... dia ingin memberi kesempatan bagi hyungdeul dan saengdeulnya untuk mengucapkan selamat padanya.
Kemarin hari yang sibuk. Meski agak kesal dia mencoba memaklumi kalau Super Junior lupa mengucapkan selamat padanya –termasuk Kibum yang notabene kekasihnya sendiri–. Lagi pula dia bukan lagi anak-anak yang harus mendapatkan hadiah, pesta penuh ballon dan dispesialkan sepanjang hari. Dan ribuan bahkan ucapan selamat di berbagai jejaring sosial, juga tumpukan kado dari fans cukup membuatnya merasa berarti.
AISH!!
OKE! Lupakan semua ketikan huruf yang tak berarti di atas. Dia benar benar kesal hari ini, dia benar-benar merasa kurang tanpa ucapan selamat dari keluarga keduanya, dari Kibumnya. Dia benar-benar merasa tidak berarti di Super Junior bahkan di mata Kibum.
Dia benar-benar.
“ARGH!!”
Baiklah! Dia harus ke dorm sekarang dan menagih semua ucapan selamat untuknya. Kemarin mungkin bisa dimaafkan lantaran jadwal yang lebih penuh dari stasiun kereta di hari libur dan jam pulang kerja. Tapi hari ini mereka libur! Dia benar-benar akan marah, menangis dan berjanji takkan pernah merayakan ulang tahunnya lagi seperti yang dilakukan Donghae saat mereka juga lupa ulang tahunnya dulu.
Dan jangan jadikan kekosongan pemimpin di Super Junior menjadi alasan! Ish, dia masih tidak rela Eeteuk ‘Umma’ pergi sebelum Kangin ‘Appa’ kembali.
.
.
Siwon membuka pintu dorm perlahan dan masuk dengan tenang. Sedikit berdehem untuk mengembalikan kharismanya sebagai Gentleman Choi yang sempat hilang saat dia berdumel sendiri dalam mobil sepanjang perjalanan.
“Annyeong...,” panggilnya, mencoba mencari keberadaan Hyungdeul dan Saengdeulnya. Lalu terpaksa harus merasa kecewa lantaran tak ada seorang pun yang menjawabnya. Menghela napas, diapun masuk ke dalam dorm itu dan melangkah pelan.
Suara televisi yang terdengar pelan membuat perasaannya sedikt menggebu, berharap mereka sedang berkumpul di sana atau lebih menyenangkan lagi, berharap mereka akan menyambutnya dengan tart besar di sana. Dia pun melangkah semangat!
Tapi alih-alih melihat apa yang diharapkannya, ‘Ma’ Super Junior itu justru melihat pemandangan yang ‘sedikit’ membuatnya iri.
Pasalnya, pasangan teraneh Super Junior tengah bermesraan di sana, dengan Yesung yang duduk mengusap rambut Ryeowook yang berbaring di pangkuannya. ‘AKU INGIN ITU! BUMMIEEEE’ teriaknya dalam hati.
Dengan langkah yang sedikit menghentak, Siwon pun mendekat tanpa berusaha menatap mereka dan menghempaskan bokong ratanya di bagian sofa yang tersisa. Dengan enggan dia meraih remote dan memindahkan channel....
‘Kenapa jadi terasa dingin sih?’ batinnya, tangan berotot itupun terangkat dan mengusap tengkuknya yang terasa agak merinding.
“Hyu—enghhh...” bermaksud bertanya tentang perubahan udara yang terasa, Siwon justru mendapatkan yang lebih dari itu. Dia jadi tahu dari mana udara dingin ini berasal.. Yesung tengah menatapnya dingin. Namja tampan itu mengangkat alisnya dan bertanya kaku, “ada apa hyung?”
“Sedang apa kau disini?” Yesung bersuara dengan maksud tak jelas. Bertanya atau menghina.
“Yesungie hyung jangan kasar. Wonnie hyung, Yesungie hyung tak suka kau mengganggu kami. Mungkin sebaiknya kau pergi, tapi tak apa kalau kau ingin di sini,” khas Ryeowook sekali, si pemprotes namun tak tega.
“Shhh... arra... arra... aku pergi,” gumamnya kesal. Namja bertubuh atletis itu pun bangkit dan... berhenti sejenak, lalu menatap YeWook couple. “Jong Woon hyung, Wookieya, apa kalian tidak merasa melupakan sesuatu?”
Keduanya mengangkat alis. “Melupakan sesuatu? Ah... aku lupa tidak melemparimu dengan sepatu!”
“Argh!” Siwon pun berlari sebelum Yesung sempat melempar sepatunya. Menyusuri ruang demi ruang dan... Ah... ada suara gitar dari dalam salah satu kamar... mungkinkan seseorang sedang take vocal untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.
Suara petikan gitar itu berasal dari kamar KyuMin couple yang kebelutan pintunya tengah terbuka. Siwon memandang dua namja yang mengenakan kaus hijau yang sama itu, Ish.. mereka juga membuatnya iri... dia benar-benar merindukan Bum—
“BRAKKK!!”
“OMO!” Siwon melonjak saat pintu di depannya terbanting menutup dengan keras.
“JANGAN MENGGANGGU HYUNG! PERGI SANA!” suara si evil Kyuhyun.
“Aku tidak berniat menganggu Kyu...,” Siwon mendesah kecewa. “Umm Minnie Hyungya, Kyuhyunieya... Apa kalian tidak merasa kelupaan sesuatu dari kemarin?”
“PERGI HYUNG!”
“YA! Dasar magnae setan!” maki Siwon dengan tidak bergairah... huft... dari lima belas orang Super Junior.... Eeteuk, Kangin dan Heechul yang sedang Wamil sama sekali tak mengucapkan selamat ulang tahun meski melalui sebuah pesan singkat, Hangeng, Zhoumi dan Henry di China pun tidak, Shindong telah menghilang sejak semalam dan tak ada kabar, YeWook tak bisa di harapkan, KyuMin apalagi... apa pungkin Eunhyuk dan Donghae.... Ish! Bahkan Kibum pun lupa?
Dengan langkah gontai, namja berABS menggoda itu berjalan menuju dapur dorm Super Junior. Ingin mencari sumber tenaga, karena dia lupa sarapan di rumah tadi. Salahkan saja ambisinya untuk mendengarkan kata ‘Selamat’ itu dari Hyungdeul dan Saengdeulnya.
“Euuu?” mata hitam gelap itu membulat iri ketika di lihatnya kemesraan lain di dorm Super Junior itu.
Pasangan hiperaktif Donghae dan Eunhyuk tangah saling menyuapkan sereal di meja dapur dengan mesra. Sejenak, Siwon agak ragu untuk mendekat... takut di usir lagi tapi... ah, perutnya lapar melihat semangkuk choco sereal di atas meja itu.... membuatnya semakin lapar
Siwon pun meraih mangkok dari rak piring dan mendudukkan diri di seberang meja HaeHyuk couple. Mereka sedikit meliriknya dengan tatapan terganggu ketika Siwon mendudukkan diri.
Siwon mencoba mengabaikan tatapan itu dan meraih kotak sereal di atas meja, lalu menuang susunya dan...
“Hyung, kenapa makan di sini?” suara Donghae membuat gerakan sendok itu terhenti dari tujuannya menyuapkan sereal ke mulut Siwon.
“Waeyo?”
“Kau mengganggu Wonnie, jarang sekali kami dapat waktu berduaan dan kau malah merusaknya dengan duduk di sana! Cepat bangun dan pergi!”
Mulut Siwon membulat mendengar usiran Eunhyuk itu. Dan dia hampir tak percaya saat Donghae manariknya bangun dari kursi dan mendorongnya keluar dari dapur.
“Ta-tapi hyung...” Siwon tak bisa bicara saat pasangan monyet dan ikan itu menariknya keluar dari dapur, bahkan masih menariknya menuju pintu depan dorm.
Dan lebih mengenaskan saat Kyuhyun dan Sungmin keluar dari kamar dan ikut mendorongnya keluar! Benar-benar sial saat melewati ruang televisi dan YeWook Couple ikut bergabung bersama yang lain mendorong Siwon.
Siwon gelagapan saat enam saudara seSuper Junior-nya mengusirnya dengan kasar!
“Jangan mengganggu Wonnie,” ujar Sungmin, meski pelan namun terkesan dingin dengan mendorongkan mangkuk sereal ke tangannya yang kosong.
“Ayo Minnie...,” Kyuhyun menarik lengan namja kelinci itu dan...
“BRAGH!”
Siwon masih membatu saat pintu dorm tertutup dengan kasar di depannya. Oh Tuhan... katakan kapan dia lupa datang ke gereja, katakan kapan dia lupa membaca Al-kitab, katakan kapan dia... ARGH! Kenapa dia jadi begini terkutuknya sih?
Siwon menatap mangkuk choco sereal di tangannya dengan miris. “Minnie hyung... kau lupa sendoknya....”
.
.
Oke! Sekarang dia merasa benar-benar tak berarti di mata Super Junior. Lalu apa yang harus dia lakukan sekarang? Bunuh dirikah? Hah! Siwon bukan umat beriman lemah! Memikirkan hyungdeul dan saengdeulnya yang sedang berbagi kasih membuatnya benar-benar merindukan Bummie-nya.
Entah sudah berapa lama dia tak mengusap rambut hitam halus itu, sudah berapa lama dia tak melihat ‘Killer Smile’ yang melumpuhkan hatinya itu, sudah berapa lama dia tak berbagi suap sereal dengan pemilik hatinya itu.
Sudah lama sekali! Salahkan tumpukan jadwal yang seringkali tak bersahabat itu. Ish! Dia benar-benar merindukannya. Dan menatap jendela apartemen namja snow white dari bawah sini membuatnya semakin rindu.
Huft! Dia tak tahu harus ke mana di hari minggu tanpa jadwal seperti ini. Dia sudah berputar-putar mengelilingi Seoul dengan berbekal mangkuk sereal di sampingnya dan berakhir di sini. Di depan gedung Apartemen Kibum, padalah dia tahu apartemen itu kosong karena jelas semalam Kibum berkata dia sedang di Mokpo untuk Shooting drama terbarunya.
Ma Siwon... benar-benar kalah dari rasa rindunya dan mengalah dengan meraih ponselnya, menekan speed dial nomor satu dan meletakkan benda kotak kecil itu di pipinya, menunggu....
“Annyeong....”
“Bummieya... bogoshipeo...”
Terdengar helaan napas berat dari seberang sana. “Kau menelepon hanya untuk mengatakan itu? Aku sedang sibuk Wonnie, bisa telepon lagi nanti saja?”
“Aku benar-benar merindukanmu masa kau tega memutuskan satu-satunya cara komunikasi kita? Kau sedang apa? Di mana? Bersama siapa?” tanya Siwon, mirip lirik lagu dari band asal Indonesia yang dia tak tahu siapa dan kapan mendengarnya.
“Aku sedang menghapal skrip, masih di Mokpo dan sedang sendirian,” ujar Kibum, terdengar bosan.
Siwon menghela napas berat dan....
Sebuah bayangan melintas di balik jendela apartemen Kibum, membuat namja berbadan besar itu waspada. “Kau benar-benar tidak di rumah?” Siwon bertanya dengan suara yang terdengar lebih berat. Dia mulai menerka-nerka... siapa sosok bayangan yang sekarang tengah duduk di bingkai jendela apartemen itu? Pencurikah.... atau....
“Kau tidak percaya padaku?”
Siwon tak menjawab, matanya masih terpusat pada punggung di balik tirai jendela itu. Dia tak mungkin salah menerka letak jendela apartemen kekasihnya, dan sepertinya dia mengenali punggung itu... punggung yang begitu mirip dengan punggung kekasihnya sendiri.
Ya, itu punggung Kibum... tapi tadi dia bilang dia sedang di Mokpo, untuk apa Kibum berbohong padanya?
Deg!
Jantung namja itu seakan melompat saat satu bayangan lagi muncul.
Sudah jelas! Kibum berbohong. Dan namja snow white itu tengah bersama seorang namja di apartemennya. Di minggu pagi dan...
“Kau berbohong Bummie! Aku melihatmu dari bawah sini. Cobalah bantu siapapun yang tengah bersamamu saat ini untuk lari dariku dan akan kupastikan dia takkan selamat dari tanganku!”
Usai mengucapkan itu, Siwon membanting ponselnya ke jok di sampingnya dan keluar dari mobil dengan membanting pintunya kasar!
Dia tak peduli lagi dengan tanpa adanya ucapan selamat ulang tahun ‘konyol’ itu. Dadanya terasa terbakar dan sesak bukan main. Jadi inikah yang dilakukan Kim Kibum selama ini di belakangnya?
Bermain dengan namja lain? Membohoginya? Sudah berapa kali? Sudah berapa banyak?
SIAL! Dia benar-benar bisa membunuh siapapun namja yang tengah bersama kekasihnya saat ini!
.
.
Kibum SIDE!
“GAWAT!” teriak Kibum, benar-benar di luar kebiasaannya yang selalu tenang. Dan tentu saja, teriakan yang benar-benar Out Of Charakter itu membuat tujuh orang namja lain di apartemen itu menghentikan kegiatan mereka saat itu.
“Ada apa Bummie?” Sungmin yang saat itu sedang berdiri di sampingnya sempat melonjak dan bertanya dengan napas agak terengah. “Kau mengejutkanku.”
“Dalam lima... tidak tiga menit Siwon akan tiba di sini! Dia melihatku dan Minnie hyung dari jendela, dia menyangka aku berselingkuh!” Kibum masih terlihat panik.
Dan efek panik itu dengan cepat menyebar pada seluruh namja dalam apartemen itu.
Kebisinganpun mulai mengudara, suara-suara panik dan gugup mengisi apartemen kecil itu. Kibum yang melihat perubahan suasana itu dengan cepat berusaha menguasai dirinya.
“Kalian tenang saja,” ujarnya kalem, berbeda seratus delapan puluh derajat dari semenit yang lalu. “Aku akan menahannya di lift, sementara itu hyungdeul selesaikan semuanya dengan cepat,” ujarnya memutuskan dengan final.
.
.
‘Ting’
Suara pintu lift berbunyi pelan saat terbuka. Dan Siwon sama sekali tak terkejut saat mendapati namja pemilik ‘Killer Smile’ itu telah berdiri menyambutnya tepat di depan lorong.
“Di mana dia?” Siwon bertanya geram, amarahnya sama sekali tak bisa disembunyikan di nadanya.
“Dia hanya chinguku, chingu biasa, jangan mempermasalahkan hal sepele,” Kibum berusaha setenang mungkin namun tetap waspada dan berusaha menghalangi langkah namja tinggi di depannya.
“Kau tak mungkin berbohong padaku hanya karena chingu biasa seperti yang kau bilang! Kau membohongiku!” ujar Siwon begitu geram dan menatap iris hitam di depannya dengan tajam.
“Mianhe.. jeongmal mianhe, aku tahu aku salah berbohong padamu kali ini. tapi kumohon, tenangkan dirimu,” ujar Kibum lembut.
“Katakan saja di mana dia!”
“Dia tidak ada di sini, Wonnie jebbal...”
Permohonan Kibum tak berhasil. Namja tampan itu telah kembali menggerakkan kakinya melangkah menuju apartemennya.
“Wonnie!” Kibum berteriak sedikit keras saat Siwon hendak meraih kenop pintunya tapi...
‘Clek’
Pintu itu lebih dulu terbuka dari dalam dan sosok magnae Super Junior muncul. Membuat baik Siwon maupun Kibum sama-sama membulatkan matanya.
“Kau?”
“Kupikir... sudah tak ada gunanya menyembunyikan semua ini lagi, Bummi hyung. Wonnie hyung, terimalah kenyataan bahwa sekarang kau bukan lagi satu-satunya kekasih Bummie hyung.”
“KYU!” Kibum memekik tak percaya mendengar ucapan si evil magnae itu sementara Siwon dengan tubuh yang bergetar marah dia mencoba mengontrol emosinya yang tiba-tiba meledak dan meluap-luap tanpa bendungan. “Wonnie jangan dengarkan dia,” Kibum berkata sedikit keras dan berusaha berdiri diantara dua namja itu. Tangannya dengan erat menggenggam tangan Siwon yang mengepal erat.
“Wonnie hyung... mau bertindak bar-bar dengan menghajarku? Cih, kau benar-benar kekanakan! Apa kau pikir dengan memukulku atau bahkan membunuhku bisa menyelesaikan semuanya dan membuat perasaan Bummie hyung kembali padamu? Kau bena—”
“KYU! Berhenti bicara!” Kibum benar-benar membentak kyuhyun kali ini. Demi tuhan! Kibum tak pernah melihat Siwon dalam kondisi semarah ini sebelumnya.
Wajahnya benar-benar memerah dan bergetar kecil dengan tangan yang terkepal erat serta napas yang memburu dan tatapan mata begitu tajam menusuk penuh kebencian.
Dan sebelum semuanya menjadi semakin tak terkendali....
“Saengil chukha hamnida!” pintu di belakang Kyuhyun terbuka dan terbongkarlah semuanya.
Super Junior ada di sana. Mereka tersenyum ceria dengan topi kerucut penuh warna di kepalanya.
Siwon trans!
“Wonnieya...,” Kibum memanggilnya lembut dan mengusap pundak Siwon pelan.
“I-ini... Ka-kalian tidak lupa?”
Oh, Oke! Jadi... Siwon harus mengatakan apa untuk hari ini? pertama kali dalam hidupnya dia merasakan apa itu rasa sakit hati, kecewa dan terbakar cemburu. Namun hampir tak sejam kemudian dia menyadari bahwa semua perasaan itu benar-benar tak perlu?
AH! Sudahlah... tak perlu pikirkan apapun itu... cukup nikmati pestanya!
SAENGIL CHUKHA HAMNIDA SIWONNIE OPPA!
_FIN_
Telat sehari! Tapi tak apalah....
Jangan lupa Komen setelah Baca ya...